Categories
Uncategorized

Mengenal Lemak Secara Lengkap

Lemak | Lemak merupakan molekul besar yang tersusun dari sejumlah molekul yang lebih kecil melalui reaksi dehidrasi. Lemak terbuat dari dua jenis molekul yang lebih kecil: glisero dan asam lemak. Gleserol merupakan alkohol dengan tiga karbon, yang masing-masing berikatan dengan suatu gugus hidroksil. Alam lemak miliki rangka karbon panjang, biasanya sepanjang 16 sampai 18 atom karbon. Karbon pada salah satu ujung asam lemak merupakan bagian gugus hidroksil, gugus fungsional yang menjadi sumber nama asam lemak. Pada gugus karboksil melekat rantai hidrokarbon yang panjang. Ikatan C-H yang relatif nonpolar dalam rantai hidrokarbon asam lemak merupakan penyebab lemak bersifat hidrofobik. Lemak terpisah dari air karena molekul-molekul air saling membentuk ikatan hidrogen dan tidak mengikutkan lemak. Inilah alasan minyak sayur (sejenis lemak cair) terpisah dari larutan cuka berpelarut air dalam sebotol saus salad.
Pada pembuatan lemak, tiga molekul asam lemak masing-masing menggabungkan diri dengan gliserol melalui tautan ester. Ikatan antara gugus hidroksil dan gugus karboksil. Dengan demikia, lemak yang dihasilkan yang disebut triasilgliserol, terdiri dari tiga asam lemak yang bertaut pada satu molekul gliserol. Asam-asam lemak yang terkandung dalam lemak bisa saja sama atau mungkin berasal dari dua atau tiga jenis yang berbeda.
lemak
Asam lemak memiliki panjang yang bervariasi, serta jumlah dan lokasi ikatan rangkap yang bervariasi juga. Istilah lemak jenih dan lemak tak jenuh umum digunakan dalam kontek nutrisi. Istilah-istilah ini mengacu pada struktur rantai hidrokarbon asam lemak. Jika tidak ada ikatan rangkap di antara atom-atom karbon yang menyusun rantai, maka atom hidrogen dapat terikat sebanyak mungkin pada rangka karbon. Kondisi semacam itu disebut sebagai struktur yang jenuh dengan hidrogen sehingga asam lemak yang dihasilkan disebut asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, terbentuk dari penyingkiran atom-atom hidrogen dari rangka karbon. Asam lemak akan memiliki tekukan pada rantai hidrokarbonnya ditempat terdapatnya ikatan rangkap cis.
Lemak yang terbuat dari asam lemak jenuh disebut lemak jenuh. Sebagian besar lemak hewan bersifat jenuh. Rantai Hidrokarbon pada asam lemaknya, ‘ekor’ molekul lemak tidak memiliki ikatan rangkap, dan fleksibilitas rantai hidrokarbon ini memungkinkan molekul-molekul lemak terkemas rapat. Lemak hewan jenuh misalnya kepala susu dan mentega berwujud padatan pada suhu ruangan. Sebaliknya, lemak tumbuhan dan ikan umumnya tak jenuh, yang berarti tersusun dari satu atau lebih jenis asam lemak tak jenuh. Karena biasanya berwujud cair pada suhu ruangan, lemak tumbuhan dan ikan disebut sebagai minyak contohnya adalah minyak zaitun dan minyak hati ikan kod. Tekukan-tekukan di lokasi ikatan rangkap cis mencegah molekul-molekul terkemas cukup rapat, sehingga tidak dapat memadat pada suhu ruangan. Istilah ‘minyak sayur terhidrogenasi’ pada label makanan berarti lemak jenuh melalui penambahan hidrogen. Selai kacang, margarin dan banyak produk lain dihidrogenasi untuk mencegah lipi terpisah dari wujud cair (minyak).
Menu makan yang kaya lemak jenuh adalah salah satu dari beberapa faktor yang bisa berkontribusi pada munculnya penyakit kardiovaskular yang dikenal sebagai aterosklerosis. Dalam kelainan ini, deposit yang disebut plak terbentuk dalam dinding pembuluh darah, menyebabkan penonjolan ke dalam yang menghambat aliran darah dan mengurangi kelenturan pembuluh tersebut. Penelitian terbaru menunjukka bahwa proses hidrogenasi minyak sayuran tidak hanya menghasilkan lemak jenuh, namun juga lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap trans. Lemak trans ini mungkin berkontribusi lebih besar daripada lemak jenuh dalam menyebabkan aterosklerosis dan gangguan-gangguan lain. Karena lemak trans sangat umum terdapat dalam makanan yang dipanggang serta makanan olahan, USDA mensyaratkan pencantuman kandungan lemak trans pada label nutrisi.
Lemak telah memperoleh konotasi yang sedemikian negatif dalam kebudayaan kita sehingga anda mungkin bertanya-tanya apa kegunaan lemak. Fungsi utama lemak adalah simpanan energi. Rantai hidrokarbon pada lemak mirip dengan molekul bensin dan juga kaya dengan energi. Satu gram lemak menyimpan energi dua kali lebih banyak daripada satu gram polisakarida, misalnya pati. Karena tumbuhan relatif tidak bergerak aktif, lemak dapat berfungsi sebagai tumpukan simpanan energi dalam bentuk pati. (Minyak sayur biasanya diperoleh dari biji, yaitu simpanan energi). AKan tetapi, hewan harus membawa-bawa simapnan energinya ke sana kemari, sehingga lebih menguntungkan bagi hewan jika memiliki reservoar bahan bakar yang lebih padat yaitu lemak. Manusia dan mamalia lain menimbun cadangan makanan jangka panjang dalam sel-sel adiposa, yang akan menggembung atau mengerut jika lemak dideposit dan ditarik dari simpanan tersebut. Selain menyimpan energi, jaringan adiposa juga berperan seperti bantal bagi organ-organ vital seperti ginjal, dan selapis lemak di bawah kulit berperan menginsulasi tubuh. Lapisan subkutan (bawah-kulit) ini sangat tebal pada paus, anjing laut, dan sebagian besar mamalia laut lainnya sehingga melindungi hewan itu dari air laut yang dingin.
Fosfolipid
Sel-sel tidak mungkin ada tanpa suatu tipe lipid lain. Fosfolipid bersifat esensial bagi sel karena merupakan komponen membran sel. Struktur fosfolipid merupakan komponen membran sel. Struktur fosfolipid merupakan contoh klasik bagaimana bentuk sesuai dengan fungsi pada tingkat molekular. Fosfolipid mirip dengan molekul lemak namun hanya memiliki dua asam lemak yang melekat ke gliserol, bukan tiga. Gugus hidroksil ketiga pada gliserol bergabung dengan suatu gugus fosfat, yang memiliki muatan listrik negatif. Molekul-molekul kecil tambahan, yang biasanya bermuatan atau polar, bisa ditautkan ke gugus fosfat untuk membentuk berbagai macam fosfolipid.
fosfolipid
Kedua ujung fosfolipid menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap air. Ekor hidrokarbon bersifat hidrofobik dan dijauhkan dari air. AKan tetapi, gugus fosfat dan molekul yang melekat pada gugus ini membentuk kepala hidrofilik yang memiliki afinitas terhadap air. Ketika ditambahkan ke air, fosfolipid menyusun diri membentuk agregat berlapis dua, lapisan ganda atau bilayer yang melindungi bagian hidrofobiknya dari air.
Pada permukaan sel, fosfolipid tersusun dalam lapisan ganda yang serupa. Kepala hidrofilik molekul ini terletak di luar lapisan ganda, bersentuhan dengan larutan berpelarut air di dalam dan di luar sel. Ekor yang hidrofobik mengarah ke interior lapisan ganda, menjauhi air. Lapisan-ganda fosfolipid membentuk perbatasan sel dan lingkungan eksternalnya; faktanya, sel tidak mungkin ada tanpa fosfolipid.
Steroid
Banyak hormon, juga kolesterol, merupakan steroid, yaitu lipid yang dicirikan oleh rangka karbon yang tersusun atas empat cincin yang menyatu. Steroid-steroid yang berbeda memiliki gugus kimia yang bervariasi pada rangkaian cincin ini. Kolesterol adalah komponen umum membran sel hewan dan juga merupakan prekursor untuk sintesis steroid-steroid lain. Pada vertebrata, kolesterol disintesis dalam hati. Banyak hormon, termasuk hormon seks vertebrata, merupakan steroid yang diproduksi dari kolesterol. Dengan demikian, kolesterol merupakan molekul krusial dalam tubuh hewan, walaupun kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat berkontribusi bagi munculnya aterosklerosis. Lemak jenuh maupun lemak trans memberikan dampak negatif pada kesehatan dengan cara memengaruhi kadar kolesterol.
Sumber:
Biologi Edisi Kedelapan Jilid I, Campbell dkk.
Categories
Uncategorized

Kimia Organik Mempelajari Senyawa Karbon

Kimia organik | Senyawa yang mengandung karbon disebut bersifat organik, dan cabang kimia yang dikhususkan untuk mempelajari senyawa-senyawa karbon disebut kimia organik. Senyawa organik berkisar dari molekul sederhana, misalnya metana (CH4), sampai yang berukuran raksasa, misalnya protein, dengan ribuan atom. Sebagian besar senyawa organik mengandung atom hidrogen selain atom karbon. 
Persentase keseluruhan dari unsur-unsur utama kehidupan C, H, O, N, S, dan P cukup seragam pada semua organisme. Namun berkat keserbabisaan karbon, pilihan terbatas pada jenis balok pembangon ini, yang diambil oleh organisme dalam proporsi yang kira-kira sama, dapat digunakan untuk membangun berbagai molekul organik yang tidak terhitung jumlahnya. Spesies organisme yang berbeda, dan individu yang berbeda dalam satu spesies, dibedakan berdasarkan variasi molekul organik yang dimilikinya.
Kimia organik
Sejak kemunculan umat manusia, organ telah menggunakan organisme-organisme lain sebagai sumber zat-zat berharga mulai dari makanan dan obat-obatan sampai bahan sandang. Sains kimia organik bermula dari usaha memurnikan dan meningkatkan hasil produk-produk semacam itu. Pada awal tahun 1800-an, ahli kimia telah belajar membuat senyawa sederhanan di laboratorium dengan cara mengombinasikan unsur-unsur dalam kondisi yang tepat. Akan tetapi, sintesis buatan untuk molekul kompleks yang diekstraksi dari amteri hidup tampak mustahil. Pada saat itu, ahli kimia swedia, Jons Jakob Berzelius membedakan senyawa organik, yang dianggap hanya dibuat dalam organisme hidu, dan senyawa anorganik, yang ditemukan hanya pada benda-benda tak hidup. Vitalisme, kepercayaan yang menyatakan bahwa ada ‘ruh kehidupan’ di luar batas hukum-hukum fisika dan kimia, menjadi landasan cabang sains baru yang disebut kimia organik. 
Para ahli kimia mulai menyingkirkan sedikit demi sedikit landasan vitalisme ketika mereka pada akhirnya mempelajari cara menyintesis senyawa organik di laboratorium. Pada tahun 1828, Friedrich Wohler, seorang ahli kimia Jerman yang pernah belajar bersama Berzeius, mencoba membuat sejenis garam ‘anorganik’; yang amonium sianat, dengan cara mencampur larutan ion amonium (NH4^+) dan laurtan ion sianat (CNO^-). Wohler terperanjat karena ia justru memperoleh urea, senyawa organik yang terdapat dalam urin hewan. Wohler menantang para penganut vitalisme ketika ia menulis, “Saya harus memberi tahu adan bahwa saya bisa membuat urea tanpa memerlukan ginjal atau hewan, entah itu anjing atau manusia. ” Akan tetapi, salah satu bahan yang digunakan dalam sintesis itu, sianat, diekstraksi dari darah hewan, dan para penganut vitalisme tidak tergoyahkan oleh temuan Wohler. Akan tetapi, beberapa tahun kemudian, Hermann Kolbe, salah seorang murid Wohler, membuat senyawa organik asam asetat dari zat-zat anorganik yang dapat dibuat sepenuhnya dari unsur-unsur murni.
Vitalisme runtuh sepenuhnya setelah para ahli kimia selama beberapa dasawarsa berhasil melakukan sintesis beberapa senyawa organik yang semkain kompleks di laboratorium. Pada tahun 1953, Stanley Miller, seorang mahasiswa pascasarjana bimbingan Harold Urey di University of Chicago, membantu membawa sintesis abiotil pada senyawa-senyawa organik ke dalam kontek evolusi dalam percobaan klasik. Percobaan Miller, yang menguji apakah molekul-molekul organik kompleks dapat muncul secara spontan dalam kondisi-kondisi yang dianggap hanya ada di Bumi awal, merangsang minat dan riset lebih lanjut mengenai asal-muasal senyawa-senyawa organik. Beberapa ilmuwan telah mempertanyakan apakah gas-gas yang digunakan Miller sebagai bahan awal benar-benar ada di atmosfer Bumi yang masih primitif. Penelitian terbaru menggunakan bahan yang sedikit berbeda dalam percobaan yang dihasilkan senyawa-senyawa yang telah ditemukan oleh Miller. Walaupun belum tercapai suatu keputusan, percobaan tersebut mendukung gagasan bahwa sintesis abiotik senyawa-senyawa organik merupakan tahap awal dalam asal muasal kehidupan.
Percobaan miller
Para perintis kimia organik membantu menggeser aliran utama pemikiran biologis dari vitalisme ke mekanisme, pandangan bahwa hukum-hukum fisika dan kimia mengatur semua fenomena alam, termasuk proses-proses kehidupan. Kimia organik didefinisi ulang sebagai cabang sains yang mempelajari senyawa-senyawa karbon, terlepas dari asalnya. Organisme menghasilkan sebagian besar senyawa organik yang terdapat di alam, dan molekul-molekul ini mewakili keanekaragaman dan kisaran kompleksitas yang tak tertandingi yang dimiliki oleh senyawa anorganik. AKan tetapi, aturan-aturan kimia berlaku untuk semua molekul. Kandasan kimia organik bukanlah ‘ruh kehidupan’ yang tidak nyata, melainkan keserbabisaan kimiawi yang unik dari unsur karbon.
Categories
Uncategorized

Mengenal ikatan kovalen secara lengkap

Ikatan Kovalen | Ikatan Kovalen adalah penggunaan bersama sepasang elektron valensi oleh dua atom. Mari kita lihat apa yang terjadi ketika dua atom hidrogen saling mendekat. Ingatlah bahwa hidrogen memiliki 1 elektron valensi pada kulit pertama, namun kapasitas kulit tersebut adalah 2 elektron. Ketika dua atom hidrogen cukup dekat dengan orbital 1s-nya bertumpukan, keduanya pun menggunakan elektron-elektron yang dimiliki secara bersama-sama. Setiap atom hidrogen kini memiliki 2 elektron yang terasosiasi dengannya dalam jumlah yang melengkapi kulit valensi. Dua atau lebih atom yang disatukan oleh ikatan kovalen membentuk suatu molekul. Contoh yang ditunjukkan disini adalah molekul hidrogen. Penggunaan elektron bersama dapat digambarkan menggunakan simbol unsur dengan titik-titik yang mewakili elektron-elektron terluar. Anda mungkin pernah melihat diagram semacam ini, disebut struktur titik lewis, dalam buku kimia anda. Struktur titik lewis untuk molekul hidrogen, yaitu H:H. Kita dapat menyingkat struktur molekul hidrogen sebagai H-H, dengan satu garis mewakili satu ikatan kovalen tunggal, atau secara sederhana disebut ikatan tunggal saja artinya, sepasang elektron yang digunakan bersama. Notasi ini, yang mewakili atom maupun ikatan, disebut rumus struktur. Kita dapat menyingkat rumus ini menjadi lebih ringkas lagi menjadi H2, rumus molekul yang mengindikasikan bahwa molekul terdiri dari dua atom hidrogen.
Ikatan Kovalen

Oksigen memiliki 6 elektron pada kulit elektron kedua, sehingga membutuhkan 2 elektron valensi lagi untuk melengkapi kulit valensinya. Dua atom oksigen membentuk suatu molekul dengan cara menggunakan dua pasangan elektron demikian atom-atom itu digabungkan oelh suatu ikatan kovalen ganda, atau ikatan ganda.
struktur titik lewis
struktur titik lewis
Setiap atom yang dapat berbagi elektron valensi memiliki kapasitas pengikatan yang sesuai dengan jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk oleh atom ini. Ketika ikatan tersebut terbentuk, elektron pada kulit valensi atom pun menjadi lengkap. Kapasitas pengikatan oksigen, misalnya adalah 2. Kapasitas pengikatan ini disebut valensi atom dan biasanya setara dengan jumlah elektron tak berpasangan yang dibutuhkan untuk melengkapi kulit terluar atom tersebut. Cobalah untuk menentukan valensi hidrogen, oksigen, nitrogen, dan karbon dengan mempelajari diagram distribusi elektron. Anda dapat melihat bahwa valensi hidrogen adalah 1; oksigen=2; nitrogen=3; dan karbon=4. Akan tetapi, ada kasus-kasus yang lebih rumit, misalnya fosfor, suatu unsur lain yang penting bagi kehidupan. Fosfor dapat memiliki valensi 3, seperti yang kita prediksi dari keberadaan 3 elektron tak berpasangan pada kulit valensinya. Akan tetapi, dalam molekul-molekul yang penting secara biologis, fosfor dapat membentuk tiga ikatan tunggal dan satu ikatan gan. Oleh karena itu, fosfor juga bisa memiliki valensi 5.
Molekul H2 dan O2 adalah unsur murni, bukan senyawa, karena senyawa adalah gabungan dua atau lebih unsur yang berbeda. Air, dengan rumus moleku H20 adalah senyawa. Dua atom hidrogen dibutuhkan untuk memenuhi valensi satu atom oksigen. 
Suatu molekul lain yang juga merupakan senyawa adalah metana, komponen utama gas alam, dengan rumus CH4. Diperlukan empat atom hidrogen, masing-masing bervalensi 1, untuk melengkapi satu atom karbon, yang bervalensi 4.
Gaya tarik atom jenis tertentu terhadap elektron-elektron pada suatu ikatan kovalen disebut elektronegativitas-nya. Semakin elektronegatif suatu atom, semakin kuat pula atom ini menarik elektron-elektron yang digunakan bersama ke arah dirinya sendiri. Dalam ikatan kovalen antar dua atom dari unsur yang sama, hasil tarik-menarik terhadap elektron yang digunakan bersama berada dalam keadaan berimbang, artinya elektronegativas kedua atom itu seimbang. Ikatan semacam itu, ketika elektron digunakan bersama secara setara disebut ikatan kovalen nonpolar. Misalnya, ikatan kovalen H2 bersifat nonpolar, demikian pula dengan ikatan ganda O2. Akan tetapi, dalam senyawa lain, ketika suatu atom berikatan dengan atom yang lebih elektronegatif, elektron-elektron dalam ikatan itu tidak digunakan secara setara. Tipe ikatan ini disebut ikatan kovalen polar. Polaritas ikatan-ikatan semacam itu bervariasi, bergantung pada elektronegativitas relatif kedua atom. Misalnya, ikatan antara atom oksigen dan hidrogen dalam suatu molekul air bersifat cukup polar. Oksigen adalah salah satu unsur yang paling elektronegatif menarik elektron yang digunakan bersama secara jauh lebih kuat daripada hidrogen. Dalam ikatan kovalen atara oksigen dan hidrogen, elektron-elektron menghabiskan lebih banyak waktu di dekat nukleus oksigen daripada di dekat nukleus hidrogen. Karen elektron bermuatan negatif, penggunaan selektron secara tidak setara dalam air menyebabkan atom oksigen memiliki muatan negatif parsial, sedangkan setiap atom hidrogen memiliki muatan positif parsial. Sebaliknya, ikatan individual dalam metana (CH4) sangat kurang polar karena perbedaan elektronegativitas antara karbon dan hidrogen jauh lebih kecil dibandingkan antara oksigen dan hidrogen.
Categories
Uncategorized

Pengertian Koloid dalam Kimia

(Zakapedia). Dalam ilmu kimia, terdapat istilah Koloid. Apa itu koloid? Pengertian koloid adalah sistem dua fase yang ketercampurannya berada di antara homogen dan heterogen, agak keruh, serta memiliki diameter partikel 0,0000001 cm sampai 0,00001 cm. Berdasarkan komposisi penyusunnya, zat dapat dikelompokkan menjadi zat murni (unsur dan senyawa) dan campuran. Campuran dapat dikelompokkan berdasarkan fase yang terbentuk menjadi campuran homogen (larutan) dan campuran heterogen. Pencampuran gula dan air menghasilkan campuran homogen karena membentuk satu fase. Gula bercampur dengan air secara merata (homogen) sehingga butiran gula tidak terlihat lagi dalam larutan. Larutan gula tidak dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Contoh-contoh larutan lainnya adalah larutan garam, larutan alkhohol, larutan cuka, dan larut an gas dalam udara. Berbeda dengan campuran gula dan air, pencampuran pasir air membentuk dua fase. Pasir bercampur dengan air secara tidak secara tidak meráta (heterogen) sehingga butiran pasir masih dapat terlihat dalam campuran. Campuran pasir dan air disebut suspensi. 
Pengertian Koloid dalam Kimia
Koloid
Jika campuran suspensi didiamkan, pasir akan mengendap sehingga dapat dipisahkan dan air dengan cara disaring. Jenis suspensi lainnya di antaranya campuran tanah liat dan air, kopi dan air, serta minyak dan air. Pencampuran susu dan air akan membentuk dua fase, walaupun sepertinya campuran bersifat merata (homogen). Jika kita mengamati lebih teliti, butiran susu bubuk masih terlihat dalam campuran. Butiran susu bubuk dikatakan terdispersi (tersebar) dalam air. Campuran susu dan air dikenal dengan istilah koloid. Zat yang terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Zat yang terdispersi akan berubah fase jika dicampur dengan zat lain yang fasenya berbeda, sedangkan fase medium pendispersi tidak berubah. Campuran koloid merupakan fase peralihan dan campuran homogen menjadi campuran heterogen. Jika didiamkan, butiran susu bubuk tidak mengendap. Bagaimana jika disaring? Jika disaring menggunakan saringan biasa, susu bubuk tidak dapat dipisahkan. Susu bubuk hanya dapat dipisahkan dengan menggunakan kertas saring yang ukuran pori-porinya sangat kecil.
Sekian uraian tentang Pengertian Koloid dalam Kimia, semoga bermanfaat. 
Categories
Uncategorized

Kandungan Air Laut

(Zakapedia). Air laut adalah larutan yang memiliki kandungan berbagi garam-garaman. Unsur kimia yang tergabung dalam larutan air laut itu ialah Khlor (Cl) 55%, Natrium (Na) 31%, kemudian Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Belerang (S), dan Kalium (K). Selain itu, dalam jumlah kecil terdapat juga Bromium (Br), Karbon (C), Strontium (Sr), Barium (Ba), Silikon (Si), dan Fluorium (F). Kandungan air laut juga terdiri dari berbagai gas seperti Oksigen (O2) dan gas asam arang (CO2) yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan vegetasi dan hewan laut. Bentuk kandungan garam-garaman air laut dikenal dengan sebutan kadar garam atau salinitas. Kadar garam air laut yang normal ialah 3,5%. Air laut di daerah tropis pada umumnya memiliki kandungan garam rendah karena curah hujan yang tinggi.
Kandungan Air Laut
Kandungan Air Laut
Beberapa bagian laut mempunyai kandungan kadar garam tinggi, karena curah hujan yang sangat rendah dan suhu yang tinggi, misalnya laut yang berdampingan dengan gurun, seperti Laut Merah 4%, Laut Tengah 3,8%, Teluk Persia 4% dan Laut Mati sebuah danau yang berkadar garam 26%. Sebalikanya kadar garam air laut rendah, jika laut itu banyak mendapat tambahan air tawar dari muara sungai dan cairan es, seperti Laut Baltik 1,9%.

Sekian uraian tentang Kandungan Air Laut, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Mengenal Unsur Karbon

(Zakapedia). Karbon adalah unsur kimia nonmetal yg disimbolkan dengan huruf C. Karbon berada di alam dalam bentuk karbon murni (seperti berlian dan grafit) dan karbon terikat secara kimia dalam senyawa alam yg dapat berbentuk kristal murni (seperti berlian dan grafit). Karbon umumnya berada dalam senyawa ikatan kimia dengan unsur lain yg juga dapat berbentuk senyawa organik (seperti batu bara dan petroleum) atau senyawa anorganik (seperti gamping dan bubuk pengembang kue). Terlepas dari persebarannya yg cukup luas, karbon hanya berjumlah 0,19 persen dari kerak bumi. Kedua bentuk dasar karbon tersebut mempunyai sifat-sifat yg sangat berbeda. Berlian terbentuk dari atom yg terikat dengan sangat kuat sehingga dikenal sebagai benda yg paling keras. Di pihak lain, karbon yg kedua, yaitu grafit, memiliki kekerasan lebih rendah daripada berlian. Grafit disusun oleh atom yg berbentuk heksagonal pada lembaran-lembaran yg sejajar. Setiap lembaran hanya terikat secara terpisah-pisah sehingga grafit terasa licin dan dapat digunakan sebagai pelumas atau alat tulis. Benda hitam yg terdapat di dalam pensil adalah grafit. 
Mengenal Unsur Karbon
Karbon
Perbedaan penting lain antara berlian dan karbon adalah daya hantar arus listrik yg dikandung. Berlian adalah benda nonkonduktor (tidak dapat menghantarkan arus listrik), sedangkan grafit adalah benda konduktor (dapat menghantarkan arus listrik). Akan tetapi, baik berlian maupun grafit mempunyai titik leleh dan titik didih yg tinggi. Sifat optik berlian sangat signifikan. Berlian mempunyai indeks refraksi paling tinggi jika dibandingkan dengan batu permata apa pun sehingga benda ini memantulkan cahaya ke mata dengan lebih menyilaukan daripada pantulan dari jenis batu permata yg lain. Berlian juga mempunyai daya dispersif yg luar biasa. Berlian dapat mengurai cahaya menjadi spektrum yg berwarna-warni.
Pada suhu rendah semua bentuk karbon lembek, tetapi pada suhu tinggi karbon akan bersenyawa dengan oksigen dalam proses oksidasi. Bentuk karbon apa pun ketika bersenyawa dengan oksigen yg banyak pada suhu tinggi akan membentuk karbon monoksida. Karbon monoksida terbentuk sebagai hasil pembakaran mesin yg menggunakan minyak petroleum dan ditemukan dalam jumlah yg besar pada buanganknalpot mesin otomotif. Apabila terkena panas di atmosfer bersama oksigen bebas, karbon dasar akan terkonversi menjadi dioksida. Karbon dioksida relatif tidak reaktif. Bahan yg terbakar pada suhu yg relatif rendah, seperti kayu dan kertas, tidak akan terbakar dalam karbon dioksida. Atas dasar ini, karbon dioksida digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran.
Sekian uraian tentang Mengenal Unsur Karbon, semoga bermanfaat. 
Categories
Uncategorized

Pengertian Sumber Daya Alam

(Zakapedia). Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam semesta yang dapat dipergunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bentuknya bisa berwujud barang, benda, fenomena, suasana, gas/udara, air dan lain sebagainya. Menurut Soerjani, dkk. (1987) sumberdaya alam ialah suatu sumberdaya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnyatanah, air, dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral, bentangalam (land scape), panas bumi, bumi, angin, pasang surut/air laut, termasuk diantaranya hutan.

Soeriatmadja (1981) menyatakan bahwa sumber alam dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup, populasi atau ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat yang optimum atau yang mencukupi, akan meningkatkan daya pengubahan energi. Selanjutnya dinyatakan bahwa yang termasuk kategori sumber alam adalah materi, energi, uang, waktu dan keanekaragaman. Menurut Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, sumberdaya alam termasuk dalam kategori sumberdaya, yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumberdaya manusia, sumberdaya alam hayati, sumberdaya non hayati dan sumberdaya alam buatan.
Sekian Pengertian Sumber Daya Alam, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Hukum-hukum tentang Gas

(Zakapedia). Hukum-hukum tentang Gas terdiri dari; hukum Boyle, hukum Charles dan Gay-Lussac, Avogadro, Hukum Keadaan Standar, Gas ideal. Materi Hukum-hukum tentang Gas merupakan salah satu materi wajib dalam pelajaran Kimia. Berikut ini bunyi dari masing-masing Hukum-hukum tentang Gas tersebut: 
1. Hukum Boyle 
Robert Boyle pada tahun 1622 melakukan percobaan dengan menggunakan udara. Ia menyatakan bahwa volume sejumlah tertentu gas pada suhu yang konstan berbanding terbalik dengan tekanan yang dialami gas tersebut.
2. Hukum Charles

Pada tekanan konstan, volume sejumlah tertentu gas sebanding dengan suhu absolutnya Hubungan di atas ditemukan oleh Charles pada tahun 1787 dan dikenal sebagai Hukum Charles.
3. Hukum Avogadro 
Pada tahun 1811, Avogadro mengemukakan hukum yang penting mengenai sifat-sifat gas. Dia menemukan bahwa pada suhu yang sama, sejumlah volume yang sama dari berbagai gas akan mempunyai jumlah partikel yang sama pula banyaknya.
4. Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas, diperlukan suatu keadaan standar untuk digunakan sebagai titik acuan. Keadaan ini yang juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K). Satu mol gas ideal, yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414 liter pada keadaan standar ini.
5. Hukum Gas Ideal
 
Definisi mikroskopik gas ideal, antara lain: Suatu gas yang terdiri dari partikel-partikel yang dinamakan molekul. Molekul-molekul bergerak secara serampangan dan memenuhi hukum-hukum gerak Newton. Jumlah seluruh molekul adalah besar. Volume molekul adalah pecahan kecil yang diabaikan dari volume yang ditempati oleh gas tersebut. Tidak ada gaya yang cukup besar yang beraksi pada molekul tersebut kecuali selama tumbukan. Tumbukannya elastik (sempurna) dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Sekian uraian materi kimia Hukum-hukum tentang Gas, semoga bermanfaat. 
Categories
Uncategorized

Pengertian Unsur dan Penggolongannya

(Zakapedia). Pengertian Unsur dan Penggolongannya – Unsur banyak terkandung di dalam suatu benda, misalnya unsur natrium dan klorin terdapat dalam garam dapur, sedangkan oksigen dan hidrogen terdapat dalam air. Unsur banyak ragam dan kegunaannya. Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi secara reaksi kimia biasa. Unsur digolongkan menjadi dua macam, yaitu unsur logam dan unsur bukan logam (nonlogam). Sebagian besar dari kurang lebih 80% unsur yang dikenal merupakan unsur logam, sedangkan lainnya adalah unsur nonlogam. 
Tabel periodik Unsur
Pada suhu kamar, unsur logam berwujud padat, kecuali raksa, sehingga sifatnya keras. Logam jika digosok akan mengkilap, misalnya pada emas dan perak. Logam dapat menghantarkan listrik (konduktor listrik) misalnya tembaga pada kabel listrik, dan dapat pula menghantarkan panas (konduktor kalor) misalnya pada peralatan memasak seperti panci dan penggorengan. Di samping itu, logam dapat bersifat malleable, yaitu dapat ditempa seperti pada pembuatan perkakas kebun, dan juga bersifat ductile, yaitu dapat diregangkan seperti pada pembuatan pedang, keris, dan kujang. 
Unsur nonlogam dapat berwujud padat (misalnya belerang, fosfor, dan granit), berwujud cair (misalnya bromin), dan berwujud gas (misalnya oksigen dan nitrogen). Unsur nonlogam biasanya rapuh, dan jika digosok tidak mengkilap, kecuali intan. Unsur nonlogam tidak dapat menghantarkan listrik dan panas, sehingga sering digunakan sebagai isolator. Di samping itu, unsur nonlogam tidak dapat ditempa (bersifat nonmalleable). 
Ada beberapa unsur dalam jumlah relatif kecil yang tidak sesuai untuk dimasukkan dalam salah satu kelompok logam atau nonlogam. Unsur ini disebut metaloid. Unsur metaloid memperlihatkan baik sifat logam maupun sifat nonlogam, misalnya arsen dan antimon. Di alam, sebagian besar unsur tidak berada dalam keadaan bebas sebagai unsurnya, melainkan bergabung secara kimia membentuk senyawa, contohnya besi yang terdapat pada kulit bumi. Hanya beberapa unsur yang terdapat dalam keadaan bebas sebagai unsur, contohnya emas dan belerang dalam tanah, oksigen, nitrogen, serta gas-gas mulia yang terdapat di udara.
Sekian materi kimia tentang Pengertian Unsur dan Penggolongannya, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Fenomena Kimiawi Kembang Api

(Zakapedia). Peristiwa kembang api adalah salah satu fenomena kimiawi. Pernahkah Anda menyaksikan pertunjukan kembang api? Kembang api terbuat dari kertas karton sebagai pembungkus, yang diisi penuh dengan campuran kembang api. Di dalam pembungkus, campuran itu terbakar sehingga terjadi tekanan yang besar. Tekanan itu mendorong percikan api ke luar. Bahkan, tekanan itu mampu mendorong sebuah roket meluncur ke angkasa. Bahan yang penting dalam pembuatan kembang api adalah “potasium/kalium klorat” (KCIO3). Bahan kimia ini melepaskan oksigen ketika kembang api terbakar. 
Warna-warni Kembang Api
Campuran bahan kembang api dapat pula berisi bijih besi. Bijih besi itu akan terlempar ke luar sebagai percikan api. Paduan beberapa bahan pembuat kembang api menyebabkan percikan api berwarna-warni sehingga tampak indah. Warna indah terbentuk karena tiap bahan kimia menghasilkan warna tertentu. Kalsium menghasilkan warna merah, strontium warna merah jingga, litium warna merah tua, natrium (sodium) warna kuning, tembaga warna hijau zamrud atau biru kehijauan, barium warna hijau, dan kalium warna ungu.
Sekian materi kimia tentang Fenomena Kimiawi Kembang Api, semoga bermanfaat.