Categories
Uncategorized

Isi dekrit presiden 5 juli 1959 yang Lengkap

Isi dekrit presiden 5 juli 1959 | Inilah isi dekrit presiden 5 juli 1959 yang sejarahnya berawal dari pembentukan Badan Konstituante yang telah dibentuk melewati pemilihan umum pada tahun 1955 yang dipersiapkan untuk bisa merumuskan undang-undang dasar konstitusi yang baru sebagai konstitusi yang menggantikan UUDS 1950. Di tanggal 20 November 1956 maka dewan Konstituante memulai suatu persidangan dengan diawali pidato dari Presiden Soekarno. Sidang yang dilaksanakan oleh para anggota Dewan Konstituante ialah untuk dapat menyusun dan menetapkan Republik Indonesia dengan tanpa adanya pembatasan pada kedaulatan. Sampai pada tahun 1959, Konstituante tidak pernah lagi berhasil dalam merumuskan undang-undang dasar yang baru.

Kondisi tersebut semakin mengguncang situasi yang ada di Indonesia. bahkan masing-masing dari partai politik senantiasa selalu berusaha dalam menghalalkan segala cara supaya tujuan partainya bisa segera tercapai. Sementara sejak pada tahun 1956, kemudian kondisi politik negara Indonesia bertambah buruk dan kacau. hal tersebut disebabkan karna adanya daerah-daerah yang mulai bergejolak, serta telah memperlihatkan adanya gejala-gejala separatise. Semisal pembentukan dewan gajah, dewan garuda, dewan manguni dan dewan Banteng. Dewan Lambung- Mangkurat dan sebagainya. Beberapa daerah yang bergejolak tersebut tak mengakui pemerintahan pusat, bahkan mereka mulai membentuk pemerintahan tersendiri.

Isi dekrit presiden 5 juli 1959 yang Lengkap


Seperti pada pemerintahan Revolusioner republik Indonesia PRRI yang di sumatra dan perjuangan rakyat semesta atau Permesta yang ada disulawesi utara. Kondisi tersebut semakin bertambah kacau dan mampu membahayakan dan mengancam keutuhan negara republik indonesia. Suasana kian bertambah panas, namun sementara itu rakyat sudah tak sabar lagi dalam menginginkan pemerintah untuk segera mengambil sebuah tindakan yang bijaksana untuk dapat mengatasi kemacetan pada sidang konstituante. Namun Konstituante ternyata tak dapat kita harapkan lagi.

Kegagalan Konstituante didalam melakukan pembuatan undang-undang dasar yang baru itu telah menyebabkan negara Indonesia kemudian dilanda kekalutan konstitusional. Undang-undang dasar yang sudah menjadi dasar dalam pelaksanaan pemerintah masih belum berhasil untuk dibuat, sedangkan pada Undang-undang dasar sementara 1950 yang memiliki sistem pemerintahan demokrasi liberal masih dianggap tak sesuai dengan keadaan kehidupan bermasyarakat yang ada di Indonesia. Untuk dapat mengatasi kondisi yang tak menentu itu maka pada bulan Februari pada tahun 1957 Presiden Soekarno mulai mengajukan suatu konsepsi.

Konsepsi Presiden Soekarno untuk menginginkan terbentuknya kabinet yang berkaki empat dimana (terdiri dari empat partai terbesar seperti PKI, MASYUMI NU dan PNI) dan dewan Nasional yang terdiri atas golongan fungsional yang berfungsi menjadi penasihat pemerintah. Ketua Dewan yang menjabat yaitu presiden sendiri. Konsepsi yang telah diajukan oleh Presiden Soekarno tersebut ternyata memunculkan perdebatan. Berbagai macam argumen antara kontra dan pro yang bermunculan. Pihak yang melakukan penolakan konsepsi tersebut menyatakan bahwa perubahan yang mendasar tersebut yang ada dalam sistem kenegaraan hanya dapat dilakukan oleh Konstituante.

Sebaliknya yang telah menerima konsepsi tersebut telah menyatakan bahwa krisis politik hanya dapat diatasi kalau konsepsi tersebut dijalankan. Di tanggal 22 April pada tahun 1959, maka didepan sidang konstituante Presiden Soekarno kemudian menganjurkan untuk mengembalikan UUD 1945 menjadi Undang-undang dasar Negara RI. Menanggapi pernyataan tersebut maka pada tanggal 30 Mei 1959, Konstituante kemudian mengadakan sidang pemungutan suara. Dengan hasil pemungutan suara tersebut telah menunjukkan bahwa mayoritas dari anggota konstituante telah menginginkan berlakunya kembali UUD 1945 menjadi Undang-Undang dasar Republik Indonesia.

Namun jumlah anggota konsituante yang hadir tersebut tak mencapai dua pertiga dari jumlah anggota konstituante pada saat itu, seperti yang telah disyaratkan di pasal 137 UUDS 1950. Bahwa pemungutan suara diulang hingga dua kali. Pada pemungutan suara terakhir tersebut diselenggarakan di tanggal 2 juni 1959, akan tetapi juga telah mengalami kegagalan dan tak dapat memenuhi dua pertiga dari jumlah suara yang diinginkan. Maka dengan demikian, sejak pada tanggal 3 juni 1959, Konstituante kemudian mengadakan reses atau istirahat. Untuk dapat menghindari terjadinya bahaya yang telah disebabkan oleh aktivitas partai-partai politik maka pengumuman istirahat dari Konstituante diikuti dengan adanya larangan dari penguasa perang pusat untuk menjalankan segala bentuk aktivitas politik.

Dalam kondisi dan situasi seperti itu maka beberapa tokoh partai politik kemudian mengajukan saran kepada Presiden Soekarno agar dapat mendekritkan untuk pemberlakukan UUD 1945 dan melakukan pembubaran Konstituante. Adanya pemberlakuan kembali Undang-undang dasar 1945 tersebut merupakan jalan yang terbaik untuk dapat mewujudkan adanya persatuan dan kesatuan nasional. Oleh hal tersebut maka di tanggal 5 juli 1959, Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan isi dekrit presiden 5 juli 1959 yang memiliki isi tentang:

1. Pembubaran konstituante; 2. Berlakunya kembali UUD 1945; 3. Tidak berlakunya UUDS 1950; 4. Pembentukan MPRS dan DPAS.

Dekrit presiden kemudian mendapatkan dukungan yang penuh dari masyarakat Indonesia, sedangkan untuk kepala staf angkatan Darat (KSAD) kolonel A.H. Nasution telah mengeluarkan perintah harian untuk seluruh anggota TNI-AD untuk dapat mengamankan Dekrit Presiden.

Demikianlah artikel tentang isi dekrit presiden 5 juli 1959, semoga artikel sejarah ini dapat memberikan wawasan tentang isi dekrit presiden 5 juli 1959.

Categories
Uncategorized

Sejarah Pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno

Sejarah Perjalanan  Pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno | Pra pembacaan teks proklamasi ternyata ada pendekatan bung karno terhadap para ulama. Bung karno sebagai tokoh pemimpin yang memiliki kepribadian yang unik. Ditengah kesibukannya di bidang politik, menyempatkan pula untuk mendekati ulama tasawuf, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa tenang, yakin dan berani. Bahkan, kalau dengan ulama Mukasafah mendapatkan keterangan tentang kepastian datangnya hari kemenangan dan kemerdekaan.

Oleh karena itu sebelum proklamasi, menurut Dr. R. Soeharto dalam saksi sejarah, menyatakan bahwa Bung Karno datang ke Syekh Musa seorang Ulama Mukasafah yang telah berusia 80 tahun di Sukanegara Cianjur Selatan. Seorang Ulama yang dikenal oleh Bung Karno melalui petunju R.A.A Wiranatakoesoemoemah, Bupati Cianjur dan Bandung serta nantinya menjadi Menteri Dalam Negeri.
K.H. Abdoel Moekti pimpinan perserikatan Muhammadiyah Madiun. Dari K.H. Abdoel Moekti, Bung karno mendapatkan kepastian waktu yang baik untuk proklamasi pada 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 9 Ramadhan 1364. Apabila tidak diproklamasikan pada tanggal tersebut hanya akan menemui hari yang demikian bahagia itu, 300 tahun yang akan datang.

Bung karno juga berupaya mendapat keterangan tentang kepastian datangnya hari kemerdekaan dan dukungan dari Ulama Besar dari Pesantren Tebuireng Jombang, Choedratoes Sjeich Rais Akbar K.H. Hasjim Asj’ari. Dari beliau diperoleh kepastian, tidak perlu takut tentang Proklamasi karena Choedrotoes Sjeich Rais Surabaya dan memberitahukan pula setuju kalau Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia.
 

Sejarah Pembacaan Teks Proklamasi oleh Bung Karno


Bung Karno juga menugaskan Dr.R. Soeharto untuk menghadap ke Drs. Sosrokartono kakak R.A. Kartini, “Paranormal” yang tinggal di jalan Pungkur 19 Bandung. Dari Drs Sosrokartono diperoleh informasi tidak perlu lagi, Indonesia pasti merdeka. Walaupun prosesnya melalui banyak kesulitan. Drs. Sosrokartono menurut Ir. Haryoto Kunto dalam wajah Bandoeng Tempo Doeloe, disebut sebagai seorang yang weruh sakdurunge winarah – tahu sebelum diberitahu.
Panggilan Jenderal Terauchi ke Dalat

Sebelum menerima panggilan Jenderal Terauchi Ke Dalat Saigon, Dr. R. Soeharto juga menuturkan bahwa pada juli 1945, Bung karno bersama Bung Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo, pergi ke singaraja Bali untuk mengadakan pertemuan dengan Laksamana Shibata dari Kaigun atau Angkatan laut jepang yang menguasai daerah Luar Jawa. Berkat kemahiran diplomasi bung karno, menjadikan laksamana Shibata sesudah Proklamasi justru memberikan bantuan senjata. Mengapa justru berpihak kepada Republik Indonesia?
Sebenarnya, berita kekalahan Balatentara Jepang di samudra pasifik dan di Asia tenggara telah diketahui oleh sementara pimpinan nasional. Jatuhnya Saipan, 15 Juni 1944, diikuti dengan tenggelamnya kapal tempur Yamat, 6 April 1945, di kepulauan Ryukyu dan jatuhnya Iwo Jima, 19 Februari 1945, yang berjarak 600 mil, Okinawa, 21 juni 1945, berjarak 700 mil dari Tokyo, menjadikan ibukota Tokyo terbuka untuk diserang dari pulau-pulau tersebut. Jenderal Terauchi sendiri di Asia Tenggara menghadapi posisi tersulit karena Rangoon jatuh ke tangan sekutu, mei 1945, berjarak hanya 300 mil dari Dalat.
Puncak waktu berakhirnya kekuasaan balatentara Jepang sudah dapat diperhitungkan. Dengan menyerahnya Jerman, 7 mei 1945, didahului dengan gerakan invasi Rusia yang sangat cepat memasuki Eropa maka Amerika Serikat mencoba mempercepat proses berakhirnya Perang Asia Timur Raya atau perang pasifik. Dua buah atom diledakkan atas kota Hiroshima, 6 Agustus 1945, disusul dengan Nagasaki, 9 Agustus 1945, segera menduduki Manchuria. Kekalahan balatentara jepang diseluruh fron dan tampak dua bom pemusnah Amerika Serikat diledakkan di kedua kota tersebut, menjadikan Kaisar Hirohito pada 14 agustus 1945 menyatakan menyerah kepada sekutu.
Sebelum terjadi penyerahan tersebut, Jenderal Terauchi di Dalat mengundang Bung Karno, Bung Hatta dan Dr. Radjiman Wedijodiningrat, pada 10 Agustus 1945. Menurut Dr. R. Soeharto, disini Bung Karno melaporkan susunan Dokuritsu Junbi Linkai – panitia persiapan kemerdekaan yang dibentuk pada tanggal 14 Agustus 1945.
Terdiri atas 12 wakil dari pulau jawa, 3 wakil Sumatra, 2 wakil sulawesi, 1 wakil kalimantan, 1 wakil dari Nusa Tenggara, 1 wakil dari maluku, 1 wakil dari golongan Cina. Jadi, tidak ada perwakilan ormas atau orpol. Melainkan perwakilan wilayah dan etnis Cina. Sama seperti yang dituturkan oleh Mr. Kasman Singodimedjo, dalam Hidup itu Berjuang 75 tahun Kasman Singodimedjo.
Dibawah kondisi kritis tadi, Mr. Teoekoed Muhammad Hasan dan Dr. Amir, 12 Agustus 1945, diberangkatkan oleh Balatentara Jepang ke Singapura. Dengan tujuan akan dipertemukan dengan Bung Karno, Bung hatta, Dr. Radjiman dari Dalat, sekaligus mengadakan pembicaraan dengan Ibrahim Yacoob dan Boerhanoeddin dari Kesatoean Rakjat Indonesia Semenandjong – K.R.I.S. Para pimpinan nasional di Singapura, 13 Agustus 1945, diterima oleh para Panglima Balatentara Jepang, Jenderal Itagaki.
Apa yang dibicarakan dengan Jendral Itagaki, Dr. R. Soeharto tidak menjelaskannya. Tetapi Joginder Singh Jessy 1961 dalam History of Malaya, menjelaskan bahwa Malaya atau Malaysia dan Singapura dalam pernyataan perkenan kemerdekaan dari Balatentara Jepang dimasukkan sebagai wilayah Indonesia. Untuk kepentingan penyatuan wilayah tersebut, Kesatoean Rakjat Indonesia Semenandjoeng akan mengirimkan delapan delegasinya ke Indonesia pada saat pengumuman perkenan kemerdekaan dari Balatentara Jepang, pada 14 Agustus 1945.
Paginya, terbang ke Jakarta, tiba menjelang Dhuhur, pada 14 Agustus 1945. Jadi, bertepatan dengan tanggal menyerahnya kaisar Hirohito kepada sekutu. Penyerahan ini menjadikan seluruh hasil pembicaraan dengan Jenderal Terauchi di Dalat dan Jenderal Itagaki di Singapura menjadi batal.
Dengan pengertian tanggal proklamasi 17 Agustus 1945 tidak lagi sebagaimana ditentukan oleh Jenderal Terauchi, 24 agustus 1945, dan makna kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari balatentara Jepang. Sedangkan Malaya atau malaysia, singapura, Borneo utara, Papua, Timur Portugis dan pulau sekitarnya, tidak menjadi wilayah Republik Indonesia sebagaimana rancangan Jenderal Itagaki. Wilayah Indonesia adalah bekas jajahan hindia Belanda.
Sebelum membicarakan masalah Proklamasi, dibawah ini penulis bicarakan terlebih dahulu masalah penculikan Ir. Soekarno bersama keluarga dan Muh. Hatta, 15 Agustus 1945 oleh pemuda-pemuda kiri dan tentara peta Soekarni, dibawah pimpinan Wikana.
Penculikan
Di jakarta, sejak adanya pendudukan balatentara Jepang timbul gerakan dibawah tanah anti jepang. George Mc Turnan Kahid dalam Nationalism and Revolution in indoneisa, menyebutkan M. Natsir dan Sjafroeddin Prawiranegara sebagai kelompok intelektual Islam tergolong pelaku gerakan bawah tanah anti jepang. Sedangkan Wikana dari golongan komunis anti jepang.
George Mc Turnan Kahin banyak menuliskan peran komunis daripada Islam pada masa menjelang Proklamasi sehingga dikoreksi kesalahan faktanya oleh Mr. Achmad Soebardjo Djojohadioerjo dalam Lahirnya Republik Indoensia; Suatu Tinjauan dan Kisah Pengalaman.
D.R. Soeharto menyatakan di Jakarta timbul beberapa kelompok pemuda anti Jepang. Ada yang bekerja untuk membantu penjajah Belanda dan ada yang bekerja untuk Sekutu. Adapula bekerja demi kepentingan Komunis Internasional. Terdapat pula pemuda komunis Nasionalis di bawah pimpinan Tan Malaka. Adapun yang terbanyak dari anti Jepang, bekerja untuk kepentingan nasional.
Sayangnya, Dr.R Soeharto tidak menjelaskan nama-namanya siapa yang bekerja dalam gerakan dibawah tanah, dan untuk siapa kerjanya. Mr. Kasman Singodimedjo, menyebutkan kelompok anti jepang dari tentara Peta dengan sebutan gerombolan Soekarni, dan dari pemuda komunis disebutnya gerombolan Wikana.

“Republik Indonesia yang baru berdiri, menghadapi pelaksanaan keputusan Perjanjian Posdam yang dibuat antara Amerika Serikat, Perancis, rusia dan Inggris antara lain berisi persetujuan bahwa negara penjajah yang bergabung dalam pakta pertahanan Sekutu diberi hak untuk menerima kembali menguasai negara jajahannya. Adapun yang tidak dibenarkan oleh perjanjian posdam bila mencari jajahan baru.
Akibat Uni Soviet Rusia ikut serta membuat perjanjian Posdam, dan PKI Sibar di bawah pimpinan Sardjono yang masih diAustralia dan sebagai anggota komunis Internasional – Komintern menginduk ke Rusia maka dampaknya Rusia dan PKI berdasarkan perjanjian Posdam tersebut menyetujui Kerajaan Protesta Belanda menjajah kembali Indonesia. Dengan demikian, PKI Sibar dibawah Sardjono sebagai anggota Komintern menolak Proklamasi 17 Agustus 1945 dan bekerjasama dengan kerajaan Protestan Belanda.”

Apakah karena pengaruh kondisi politik internasional, terjadinya penculikan Bung Karno dan Bung Hatta, bersama Ibu Fatmawati serta Guntur yang masih bayi, pada 15 agustus 1945 ke Rengasdengklok oleh Soekarni?. Penculikan yang dipimpin oleh wikana dan Chaeroel Saleh dilaksanakan oleh Tentara Peta yang dipimpin oleh Soekarni. Menurut Keterangan Bung Hatta selama ditawan di rumah seorang Cina bernama I Song, Rengasdengklok, tidak terjadi perundingan ataupun pembicaraan lain.
Apakah penculikan ini sebagai rekayasa Tan Malaka dari komunis Nasional mencoba mengambil kepemimpinan nasional Dwi Tunggal Soekarno Hatta? Sejarah membuktikan, pengguna sistem penculikan dalam memenangkan program politiknya adalalah pihak komunis. P.M. Soetan Sjahrir diculik oleh Tan Malaka dalam peristiwa Kudeta, 3 Juli 1946.
Selain fakta kudeta, 3 Juli 1946, menurut Dr.R. Soeharto, Tan Malaka, menuntut dirinya ditunjuk sebagai waris tunggal bila Bung Karno dan Bung Hatta dibunuh atau ditawan oleh Jepang atau Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta didesak agar memberikan Testamen Politik. Isinya penyerahan kekuasaan pada Tan Malaka. Namun, kedua Proklamator menolaknya.
Pada keesokan harinya, datanglah Mr. Achmad Soebardjo menjemput Bung Karno, Ibu Fatmawati, Guntur dan Bung Hatta di Rengasdengklok, untuk kembali ke jakarta. Menurut penuturan Bung Hatta, dalam perjalan Soekarni menampakkan rasa ketakutannya yang luar biasa. Petani kurus kaum marhaen yang sedang membakar sampah jerami, asap pembakaran jerami yang terlihat dari jauh, dikatakan revolusi rakyat sudah mulai meletus.
Demikian pula pada saat pembacaan Proklamasi, menurut Bung Hatta. Soekarni pinjam baju karena tidak berani mengenakan seragam Tentara pembela Tanah Air – Peta. Sebelumnya, di rumah Maeda, malam menjelang 17 Agustus 1945, ketika diberikan kesempatan untuk ikut serta menandatangani teks proklamasi menolaknya.
Peristiwa penculikan dan proklamasi, setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 lewat, timbullah berbagai versi penulisan antara lain:

Versi Pertama, Oemar Bahsan 1955. Tjatatan Ringkas tentang Peta (“Pembela Tanah Air”) dan Peristiwa Rengas dengklok. Diterbitkan oleh NV Melati Bandung. Berisikan kesibukan pembagian tugas antar tentara pembela tanah air di Rengas dengklok. Penjagaan atas Bung karno, Bung Hatta dan Ibu Fatmawati serta Guntur diserahkan kepada Syodancho Affan. Pertentangan pandangan antar Oemar Bahsan dengan dr. Tjipto. Kedatangan Bung Karno dan Bung Hatta disambut teriakan prajuri dengan: Hidup Bung Karno dan Bung Hatta. Indonesia sudah Merdeka dan Jepang sudah mati.
Dan kedua pemimpin diculik bersama Ibu Fatmawati serta Guntur, ditempat di rumah I Song. Di buku ini tidak terdapat keterangan adanya perundingan tentang rencana Proklamasi antara Bung Karno dan Bung Hatta dengan Soekarni, Oemar Bahsan dan Dr. Tjipto. Hanya dijelaskan bahwa rencana pemberontakan besar terhadap Jepang di Jakarta akan dimulai dari Rengasdengklok.
Sementara isinya yang lain dikonter oleh Kasman Singodimedjo tahun 1982 dalam Hidup itu Berjuang 75 Kasman Singodimedjo. Menolak tuduhan Oemar Bahsan bahwa Kasman Singodimedjo sebagai Dandancho bersikap sehidup semati dengan Jepang, walaupun sudah mendengar jepang sudah menyerah kepada sekutu.
Padahal di Bandung, dihadapan 20 Daidancho, Mr. Kasman Singdimedjo mengajak untuk tidak menyerahkan senjata kepada Balatentara Jepang. Bagi yang akan menghalangi akan ditembak oleh Mr.Kasman Singodimedjo. Dalam perjalanannya dari Bandung ke Jakarta, singgah ke Purwakarta, menginstruksikan agar tidak menyerahkan senjata kepada balatentara jepang.
Versi kedua, Cindy Adams, 1965. Sukarno, An Autobiogra phy as Told To Cindy Adams, diterbitkan oleh The Bobbs Merril Co. Inc. Diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Cina dan negara-negara Asia Afrika. Dalam bahasa Indonesia, diterbitkan oleh P.T Gunung Agung, 1966, menjadi bung Karno Penjambung Lidah Rakjat.
Dalam masalah penculikan, bung karno melontarkan kritik kerasnya kepada Soetan Sjahrir, selalu sembunyi-bunyi dan tidak mau terus terang dalam berjuang untuk Republik Indonesia. Sekaligus mengingatkan sikap Soekarni yang diperintah oleh Wikana, tidak memahami masalah Proklamasi dengan Indonesia yang terancam oleh Jepang dan Sekutu. Juga menuturkan di Rengasdengklok tidak terjadi pembicaraan tentang Proklamasi, ditempatkan rumah yang ada babinya. Bung Karno tidak mau didikte oleh pemuda agar Proklamasi ditengah malam.
Bung Karno menuturkan bahwa sejak dari Saigon, sudah merencanakan Proklamasi pada 17 Agustus 1945 karena diyakini angka 17 merupakan angka kermat. Al-Quran diturunkan pada tangga 17 Ramadhan. Shalat seharinya terdiri dari 17 Rakat, dan dipilihnya hari yang mulia, Jumat Legi.
Versi Ketiga, Adam Malik 1970 dalam bukunya: Riwayat Proklamasi Agustus 1945, diterbitkan Widjaya, Djakarta. Berisikan koreksi penuturan Bung Karno kepada Cindy Adams. Walaupun Adam Malik tidak ikut pada proses penculikan ke Rengasdengklok, tetapi dikisahkanlah sikap heroiknya Sukarni. Berjuang agar Proklamasi bukan hadiah dari jepang.
Selain itu, Adam Malik dari partai Murba, menuturkan bahwa Proklamasi Agustus 1945, merupakan kerja keras kaum Murba dibawah pimpinan Tan Malaka yang dikenal sebagai komunis nasional. Oleh karena itu, judul bukunya, Proklamasi tidak disebut dengan 17 Agustus 1945 melainkan hanya proklamasi Agustus 1945.
Versi Keempat, Mohammad Hatta, 1970. Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945. Penerbit Tintamas, Djakarta. Menuturkan bung karno menolak paksaan wikana agar malam itu segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan menyerahkan lehernya sambil menyatakan “ini leher saya, seretlah ke pojok itu dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok”.
Bung Hata juga menuturkan tentang sikap ketakutan Soekarni yang berlebihan dalam perjalan ke Jakarta setelah datangnya Mr. Achmad Soebardjo. Oleh karena itu, penculikan Bung Karno, Bung Hatta, Fatmawati dan Guntur oleh Bung Hatta disebutnya sebagai “Fantasi Revolusi dan Rengasdengklok” dari kalangan pemuda yang dipimpin oleh Wikana.

Selain itu, bung Hatta juga menyatakan penculikan ke Rengasdengklok sebagai kebangkrutan politik yang dilaksanakan tanpa perhitungan dan berdasarkan sentimen belaka. Terutama sekali isi tulisan bung hatta, koreksi besar terhadap tulisan Adam Malik yang tidak ikut dalam peristiwa penculikan ke Rengasdengklok.
Versi kelima, Mohammad Roem, 1970. Pentjulikan, Proklamasi dan Penilaian Sedjarah. Penerbit Hudaya Djakarta dan Ramadhani Semarang, merupakan rangkuman tulisan Cindy Adams, Mohammad Hatta, dan Mr. Kasman Singodimedjo serta Mr. Achmad Soebadrjo memberikan koreksi terhadap tulisan George Mc Turnan Kahin tidak membenarkan tentang pengaruh Jepang Komunis terhadap pemuda Indonesia.
Selain itu, Mohammad Roem mengangkat dokumen No.11172I CRVO yang memuat perbedaan pendapat mengenai perizinan untuk membacakan Proklamasi 17 Agustus 1945 antara Laksamana Maeda dan Jenderal Nishimura.
Peristiwa rengasdengklok ternyata tanpa memerlukan desire test-tes kemauan, telah muncul sendiri dipermukaan kemauan kelompok kiri dari Tentara Pembela Tanah Air- Peta dari kelompok Soekarni yang terpengaruh Wikana dan Soetan Sjahrir. Mereka menjadi pengimbang kekuatan Ulama sebagai Daidancho Tentara Peta.
Sekaligus terbaca pula kekuatan pemuda aliran komunis nasional – Wikana dan sosialis – Soetan Sjahrir yang merencanakan pemberontakan dengan menggunakan Tentara Pembela Tanah Air – PETA dan HEIHO, tetapi tanpa perhitungan hanya berdasarkan sentimen belaka yang berseberangan dengan dasar perencanaan para Proklamator. Perbedaan cara dan kepentingan itu, pada saat itu hanya melahirkan ketegangan urat syaraf dan berdampak penundaan penyusunan teks proklamasi.
Problema penculikan berakhir karena kehadiran Mr. Achmad Soebardjo dari Kaigun – Angkatan Laut dan sebagai penasehat dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, menjemput Bung Karno, Bung Hatta, ibu Fatmawati dan Guntur kembali ke jakarta.
Perundingan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945.
Kendatipun mendapat halangan Jenderal Nishimura dari angkatan darat Jepang, tetapi malam menjelang 17 Agustus 1945 mendapat bantuan dari Laksamana Maeda dari Angkatan Laut Jepang. Sebenarnya Laksamana Maeda pada masa berkuasanya tidak ikut menyebarkan Janji kemerdekaan di kelak kemudian hari dari perdana Menteri Koiso, 7 Spetember, karena wilayah kekauasaan kaigun diluar jawa dan sumatra.
Menurut Mr. Achmad Soebardjo, pukul 03.00 pagi waktu sahur ramadhan teks Proklamasi didiktekan oleh Bung Hatta dan ditulis dengan tangan Bung Karno, kalimat pertama diambil dari piagam jakarta 22 Juni 1945.
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Semula Bung karno merasa cukup dengan teks tersebut. Atas asal Bung hatta ditambahkan dengan kalimat kedua: Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselengarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Setelah selesai, Teks Proklamasi ditawarkan kepada hadirin apakah setuju atau tidaknya. Ternyata secara serentak menyatakan setuju. Oleh karena itu, ditawarkan pula agar seluruhnya yang hadir ikut serta menandatanganinya, seperti Proklamasi Kemerdekaan Amerika Seikat. Juga penandatangan teks Proklamasi ditawarkan kepada enam pemuda.
Namun atas usul Sayuti Melik, agar teks proklamasi hanya ditanda tangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Usul ini diterima secara aklamasi. Kemudian teks proklamasi yang akan dibacakan, diketik terlebih dahulu oleh Syuti Melik dan selanjutnya ditandatangani oleh kedua Proklamator.
Setelah selesai pada jam 5 pagi, para peserta saksi penulisan Teks Proklamasi meninggalkan rumah Laksamana Maeda. Pada paginya, sekitar jam 7 sudah berkumpul rakyat yang bersenjata bambu runcing dan senjata tajam lainnya menunggu dibacakannya teks Proklamasi, didepan rumah kediaman bung karno jalan pengangsaan Timur 56 Jakarta.
Garnisun Tentara Pembela Tanah Air – Peta, sejumlah tujuh puluh Prajurit, dan lima perwira, siap menghadapi segala kemungkinan, kalau bala tentara jepang mencoba meninggalkannya. Oleh karena itu, ditutuplah jalan yang menuju Pegangsaan Timur 56.
Pembacaan dan Penyiaran Teks Proklamasi
Bung Karno menjelang pembacaan teks proklamasi kondisi kesehatan fisiknya terganggu. Baring di kamarnya, ditunggui oleh Ibu Fatmawati dan Dr. R. Soeharto. Pagi itu, Bung Hatta belum juga datang. Bung Karno didesak oleh para pemuda untuk segera membacakannya. Namun Bung Karno menolaknya karena sangat kenal dengan sikap Bung Hatta selalu tepat waktu. Ternyata Benar, Bung Hatta Hadir pukul 10 kurang 5 menit.
Tepat pada pukul 10:00 pagi, 17 Agustus 1945 dibacakanlah teks Proklamasi oleh Bung Karno, dihadapan para anggota panitia persiapan kemerdekaan Indonesia dan Rakyat, di jalan pengangsaan timur 56 Jakarta. Dengan upacara yang sangat sederhana tanpa ada protokoler.
Bendera merah putih berhasil penyambungannya dengan mesin jahit tangan oleh Ibu Fatmawati dan dikibarkan di tiang bambu oleh Chudancho Latief Hendraningrat yang berseragam Tentara Pembela tanah Air –Peta. Kemudian diiring lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Adapun Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah sebagai berikut.

Tempat pembacaan teks proklamasi di Kediaman Soekarno di Jalan Pengangsaan 56

Setelah selesai dibacakan, Bung Karno menjelaskan ada seorang mahasiswa menggunakan roneo miliki Jepang, memperbanyak teks proklamasi. Kemudian disebarkan ke seluruh penjuru kota Jakarta. Terutama ditempelkan pada media transportasi umum kereta api, trem dan kendaraan lainnya disebarkanlah berita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Demikianlah sejarah perjalanan pembacaan teks proklamasi. Semoga bermanfaat
Categories
Uncategorized

Sejarah Hewan

Sejarah Hewan | Kingdom hewan tidak hanya mencakup aneka ragam spesies yang masih hidup, namun juga aneka ragam spesies yang masih hidup, namun juga aneka ragam spesies yang telah punah yang jumlahnya lebih banyak (beberapa ahli paleontologi telah memperkirakan bahwa 99% dari semua spesies hewan telah punah). Berbagai peenelitian menunjukkan bahwa keaneka ragaman yang luar biasa ini berasal dari perubahan-perubahan evolusioner yang terjadi selama miliaran tahun terakhir. Misalnya, beberapa estimasi yang didasarkan pada jam molekular menyatakan bahwa nenek moyang hewan berdivergensi dari nenek moyang fungsi sekitar semiliar tahun lalu. Penelitian-penelitian serupa menyatakan bahwa nenek moyang bersama dari hewan-hewan yang masih ada mungkin hidup di suatu masa antara 675 dan 875 juta tahun lalu.
Untuk mempelajari seperti apa nenek moyang bersama tersebut, para saintis telah mencoba mengidentifikasi kelompok-kelompok protista yang berkerabat dekat dengan hewan. Kombinasi dari bukti morfologis dan molekular mengindikasikan bahwa choanoflagellata tergolong kerabat terdekat hewan. Berdasarkan hasil-hasil semacam itu, para peneliti membuah hipotesis bahwa nenek moyang bersama hewan yang masih hidup barangkali merupakan pemakan suspensi yang statis, mirip dengan choanoflagellata masa kini. Dalam bagian ini, kita akan menelaah bukti fosil tentang kehidupan hewan berevolusi dari nenek moyang bersama yang jauh selama empat era geologis.
Sejarah Hewan
Era Neoproterozoikum (1 miliar-542 juta tahun lalu)
Meskipun data molekular mengindikasikan asal-usul hewan yang lebih awal, fosil hewan makroskopik pertama yang banyak diterima berkisar dari 565 hingga 550 juta tahun. Fosil-fosil ini merupakan anggota sebuah kelompok eukarioa multiselular awal yang secara kolektif dikenal sebagai biota Ediakara. Organisme-organisme yang bertubuh lunak ini dinamai sesuai bukit Ediakara di Australia, tempat mereka pertama kali ditemukan. Sejak saat itu, fosil-fosil serupa telah ditemukan di benua-benua lain. Beberapa di antaranya adalah spons, sementara yang lain mungkin berkerabat dekat dengan knidaria yang masih ada. Fosil-fosil lain dari orgnanisme ini telah terbukti sulit untuk diklasifikasi, karena mereka tampaknya tidak berkerabat dekat dengan kelompok hewan atau tumbuhan yang masih ada.
Sejarah Hewan
Selain fosil-fosil makroskopoik ini, bebatuan Neoproterozoikum juga menghasilkan apa yang mungkin menjadi tanda-tanda mikroskopik hewan-hewan awal. Mikrofosil berumur 575 juta tahun yang ditemukan di Cina tampaknya menunjukkan organisasi struktural dasar embrio hewan masa kini, akan tetapi, masih terus berlanjut debat mengenai apakah fosil embrio tersebut adalah hewan yang berkerabat dekat dengan hewan (namun bukan benar-benar hewan). Walaupun fosil-fosil hewan yang lebih tua mungkin ditemukan di masa depan, catatan fosil seperti yang diketahui saat ini sangat mendukung pernyataan bahwa akhir era Neoproterozoikum adalah masa peningkatan keanekaragaman hewan.
Era Palezoikum (542 – 251 juta tahun lalu)
Diversifikasi hewan tampaknya meningkat pesat dari 535 hingga 525 juta tahun lalu, selama periode Kambrium pada Era Paleozoikum, fenomena yang sering disebut ledakan Kambrium. Pada strata yang terbentuk sebelum ledakan Kambrium, hanya segelintir filum hewan yang dapat dikenali. Namun pada strata yang berumur 535 sampai 525 juta tahun, ahli paleontologi telah menemukan fosil-fosil tertua dari sekitar setengah dari semua filum hewan yang masih ada, termasuk artropoda, kordata, dan ecinodermata pertama. Banyak fosil-fosil khas ini yang mencakup hewan-hewan pertama dengan rangka termineralisasi yang keras. Namun untuk sebagian besar bagian, para ahli paleontologi telah menetapkan bahwa fosil-fosil Kambrium tersebut merupakan anggota filum-filum hewan yang masih ada atau setidaknya kerabat dekat.
Apa yang menyebabkan ledakan kambrium? Saat ini ada beberapa hipotesis. Beberapa bukti menunjukkan bahwa hubungan predator-mangsa baru yang muncul pada Periode Kambrium menghasilkan keanekaragam melalui seleksi alam. Para predator memperoleh adaptasi-adaptasi baru, misalnya bentuk lokomosi yang membantu mereka menangkap mangsa, sedangkan spesies-spesies mangsa mendapatkan pertahanan-pertahanan baru, misalnya cangkang pelindung. Hipotesis lain berfokus pada peningkatan oksigen di atmosfer yang terkadi sebelum ledakan kambrium. Ketersediaan oksigen yang lebih banyak telah menyediakan kesempatan bagi hewan-hewan dengan laju metabolik yang lebih tinggi dan ukuran tubuh yang lebih besar untuk berkembang pesat. Hipotesis ketiga menunjukkan bahwa evolusi kompleks gen Hox menyediakan fleksibilitas perkembangan yang menyebabkan berbagai variasi dalam morfologi. Akan tetapi, hipotesis ini bukan berarti yang paling benar; hubungan predator-mangsa, perubahan-perubahan atmosfer, dan fleksibilitas perkembangan bisa memiliki peranan masing-masing.
Periode Kambrium diikuti oleh Periode Ordovisium, Silur dan Devon, ketika keanekaragaman hewan terus meningkat, walaupun disela oleh episode-episode kepunahan massal. Vertebrata (ikan) muncul sebagai predator tertinggi dari jejaring makanan di laut. Pada 460 juta tahun lalu, kelompok-kelompok yang berdiversifikasi selama masa Kambrium membawa dampak di daratan. Artropoda mulai beradapatasi dengan habitat darat, seperti yang diindikasikan oleh kemunculan kaki seribu dan lipan. Bengkakan pakis, rongga diperbesar yang menjadi tempat serangga merangsang pakis untuk tumbuh, memberikan perlindungan bagi serangga, berasal dari setidaknya 302 juta tahun lalu. Hal itu menunjukkan bahwa serangga dan tumbuhan telah saling memengaruhi evolusi satu sama lain pada saat itu.
Vertebrata berpindah ke daratan sekitar 360 juta tahun lalu dan berdiversifikasi menjadi banyak kelompok terestrial. Dua di antaranya sintas hingga kini: amfibia (misalnya katak dan salamander) dan amniota (reptilia dan mamalia).
Era Mesozoikum (251 – 65,5 juta tahun lalu)
Tidak ada kelompok hewan baru yang secara fundamental muncul selama era mesozoikum. Namun filum-filum hewan yang telah berevolusi selama Paleozoikum kini mulai menyebar ke habitat-habitat ekologis yang baru. Di samudera, terumbu karang pertama terbentuk, menyediakan habitat laut yang baru bagi hewan-hewan lain. Beberapa reptil kembali ke air dan berhasil menjadi predator akuatik besar. Di darat, penurunan dengan modifikasi pada beberapa tetrapoda menyebabkan kemunculan sayap dan perlengkapan penerbangan yang lain pada pterosaurus dan burung. Dinosaurus yang  berukuran besar maupun kecil bermunculan baik sebagai predator maupun herbivor. Pada waktu yang sama, mamalia pertama , pemakan serangga nokturnal yang berukuran mungil juga menampakkan diri. Selain itu, tumbuhan angiospermae dan serangga sama-sama mengalami diversifikasi drastis selama mesozoikum akhir.
Era Kenozoikum (65,5 juta tahun lalu – sampai sekarang)
Kepunahan massal yang menimpa hewan darat maupun hewan laut membuka jalan bagi era baru, kenozoikum. Kelompok-kelompok spesies yang lenyap antara lain adalah dinosaurus yang tidak terbang dan berukuran besar dan reptil-reptil laut. Catatan fosil Kenozoikum awa mendokumentasikan peningkatan jumlah mamalia herbivora dan predator yang berukuran besar sewaktu mamalia mulai mengeksploitas relung-relung ekologis yang kosong. Iklim global perlahan-lahan mendingin selama Kenozoikum, memicu perubahan-perubahan penting pada banyak garis keturunan hewan. Misalnya di antara primata, beberapa spesies di Afrika beradaptasi dengan wilayah hutan terbuka dan sabana yang menggantikan hutan-hutan lebat sebelumnya. Nenek moyang spesies kita sendiri termasuk ke dalam kelompok kera padang rumput tersebut.
Sumber:
Biologi Edisi Kedelapan Jilid II Campbell
Categories
Uncategorized

Melirik Sekilas Tentang Sejarah Nabi Muhammad Saw

Sejarah Nabi Muhammad Saw| Nabi Muhammad SAW adalah penghulu para nabi dan sekaligus penutup masa kenabian. Muhammad bin Abdullah adalah pemilik risalah terbesar, yang paling sempurna lagi syamil (menyeluruh segala aspek). Allah mengutusnya sebagal rahmat bagi segenap alam, membawa berita gembira dan ancaman, menyeru menuju jalan Allah, serta pembawa pelita yang menerangi kegelapan. Bagaimana sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dari lahir hingga wafat? Berikut ini kami paparkan sejarahnya:
Masa Kelahiran Nabi Muhammad
Menurut sejarah. semasa Nabi Muhammad Saw. lahir ke dunia, api yang disembah orang Rom dan Farsi telah dipadamkan. Nabi Muhammad Dilahirkan di Makkah pada hari Senin bersamaan 12 Rabi uL awal tahun Gajah (20 April 570 M) sebagai anak yatim. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah bin Abdul Muthalib wafat ketika Nabi Muhammad masih di dalam kandungan ibunya. Tahun kelahirannya dikenali sebagai tahun gajah karena pada tahun tersebut Raja Abrahah dari Yaman akan menyerang Makkah bersama-sama tentaranya untuk meruntuhkan Ka’bah dengan tujuan mengalihkan mengalihkan pusat ibadah orang Arab ke Yaman. Allah SWT. telah menyelamatkan Ka’bah dengan mengutuskan sekumpulan burung Ababil untuk membalas serangan mereka dan menghancurkan mereka, Peristiwa tersebut diabadikan oleh Allah SWT. dalam surah al-Fil. Pada hari ketujuh kelahiran Nabi Muhammad, Kakeknya, Abdul Muthalib telah membawa Nabi Muhammad ke Ka’bah untuk bertawaf sebagai tanda kesyukuran. Kakek Nabi Muhammad telah menamakan Nabi Muhammad dengan nama Muhammad yang artinya “orang yang terpuji”.
Nabi Muhammad mempunyai ibu susuan, yaitu Thuwaibah aI-Aslamiah yang sempat menyusukan Nabi untuk beberapa hari. Ibu susuan yang menyusukan Nabi selama dua tahun ialah Halimatul Saadiah. Nabi Muhammad mempunyai ibu susuan, yaitu Thuwaibah aI-Aslamiah yang sempat menyusukan nabi untuk beberapa hari. Ibu susuan yang menyusukan Nabi selama dua tahun ialah Halimatul Saadiah. Menurut adat orang-orang bangsawan Makkah, mereka akan menyerahkan anak mereka yang baru dilahirkan ke kampung yang jauh dari keramaian kota untuk disusukan dan dipelihara oleh kaum wanita di sana. Nabi Muhammad saw. Diserahkan kepada Thuwaibah aI-Aslamiah untuk disusui dan kemudian diserahkan pula kepada Halimatul Saadiah, Kampung tempat Nabi Muhammad dihantar adatah di desa Bani Saad.
Sejarah Nabi Muhammad Saw
Masa kecil Nabi Muhammad
Ketika berusia 4 tahun, Nabi Muhammad sudah mulai membantu keluarga ibu susuannya, Halimatul Saadiah mengembaIa kambing. Pekerjaan tersebut banyak mengajarkan, melatih, dan mendidik Nabi Muhammad dengan sifat sabar dan tabah dalam menghadapi ujian hidup. Anak-anak yang dihantar di kampong akan dididik dengan sifat-sifat mulia seperi bertutur kata yang baik, mandiri, berani, bertanggungawab, dan sabar. Nabi Muhammad juga semakin mahir bertutur dalam bahasa Arab dan bijak bergaul. Pada usianya yang 5 tahun. Nabi Muhammad diserahkan kembali kepada ibu kandungnya. Aminah binti Wahab. Ketika berusia 6 tahun. baginda bersama-sama ibunya dengan ditemani oleh Ummu Aiman telah pergi ke Madinah untuk menziarahi kubur Ayahnya. Ummu Aiman ialah penjaga Nabi Muhammad SAW ketika kecil. Ibu Nabi Muhammad jatuh sakit selepas menziarahi, semasa dalam perjalanan pulang dan meninggal dunia lalu dikebumikan di Absa’, suatu tempat yang berdekatan dengan Madinah. Setelah ibu Nabi Muhammad meninggal, Nabi kemudian dipelihara oleh kakek Nabi, Abdul Muthalib.
Nabi Muhammad SAW sangat disayangi oleh kakeknya Abdul Muthalib dan Nabi selalu dibawa ke mana saja kakeknya pergi. Nabi Muhammad telah dididik dengan akhlak mulia. Abdul Muthalib adalah pemimpin Makkah pada masa itu dan merupakan golongan bangsawan. Semasa Nabi Muhammad SAW. Berusia 8 tahun, kakeknya tersebut meninggal dunia dan telah mewariskan supaya penjagaan Nabi Muhammad sa.w. diserahkan kepada paman Nabi Muhammad, Abu Thalib. Semasa bersama-sama bapak saudaranya: Abu Thalib seorang miskin dan mempunyai anak yang banyak. Abu Thalib memiliki sifat yang mulia meskipun hidupnya susah. Nabi Muhammad SAW mengembala kambing untuk membantu keluarga pamannya. Pekerjaan tersebut banyak mendidik dan membentuk sifat sabar Nabi Muhammad dan kasih sayang Nabi Muhammad terhadap sesama makhluk. Ketika berusia 12 tahun. Nabi Muhammad telah dibawa oleh pamannya untuk  berdagang ke Syam. Berangkatlah mereka ke negeri Syam. Setibanya disalah satu dusun kecil, mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani yang bernama Buhaira. Pendeta tersebut berkata kepada sang paman: “Sesungguhnya anak saudara ini akan mendapatkan kedudukan yang tinggi”, Buhaira mengaku melihat tanda-tanda kenabian dan sifat-sifat kerasulan pada diri Muhammad sebagaimana yang terkadung dalam Kitab Taurat dan Zabur. Maka segeralah Abu Thalib membawa Nabi Muhammad pulang dan menjaganya dari gangguan orang-orang Yahudi.
Kehidupan Remaja Nabi Muhammad
Semasa remaja, Nabi Muhammad telah mampu hidup mandiri dan berdagang. Contohnya Nabi Muhammad bekerjasama perdagangan dengan seorang pemuda Quraisy yang bernama Al-Saib bin Abi al-Saib. Keuntungan perdangangan tersebut dibagi dua. Ketika berusia 25 tahun, Nabi Muhammad menerima tawaran Siti Khadijah binti Khuwailid untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Nabi Muhammad dibantu oleh seorang pekerja Siti Khadijah yang bernama Maisarah. Perdagangan milik Siti Khadijah yang diusahakan oleh Muhammad telah memperoleh banyak keuntungan.
Nabi Muhammad Menikah dengan Khadijah
Kemuliaan pribadi, kejujuran. kebijaksanaan, dan keikhlasan Muhammad ketika mengurus perdangan telah membuat Khadijah jatuh cinta terhadap Muhammad. Khadjah kemudian mengutus wakil untuk melamar Nabi Muhammad sebagai suami. Nabi Muhammad pun menikah dengan Khadijah ketika berusia 25 tahun dan Khadijah saat itu berusia 40 tahun. Mereka dikaruniai enam orang anak: dua orang putera bernama Qasim dan Abdullah (kedua-duanya nieninggal dunia semasa balita), empat orang puteri bernama Zainab. Ruqaiyah, Ummu Kalsum, dan Fatimah.
Ditetapkan Menjadi Rasul Allah
Sewaktu Nabi Muhammad berusia 40 tahun, baginda sering mengasingkan diri untuk beribadah di dalam Gua Hira’ di Jabal Nur. Pada  suatu malam di Gua Hira’, Nabi Muhammad didatangi Jibril dan berkata kepada Muhammad Bacalah”. Muhammad menjawab, “Saya tidak tahu membaca”. Jibril memeluk Nabi Muhammad sehingga terasa lemas. Setelah dilepaskan, Jibril berkata Lagi, “Bacalah”, Nabi tetap menjawab, “Saya tidak tahu membaca”. Baginda dipeluk lagi dan setelah dilepaskan pada kali ketiga malaikat Jibril melafazkan firman Allah SWT surah al-‘Alaq. Nabi terkejut dan cemas dengan peristiwa itu, lalu pulang ke rumah dan memberitahu istri Nabi Muhammad, Khadijah. Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad menemui sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal, seorang pendeta yang mengetahul tentang isi kitab Taurat dan Kiiab Injil. Waraqah memberitahu bahwa Nabi Muhammad telah dilantik menjadi rasul oleh Allah SWT. Rupa-rupanya ayat yang dilafaz oleh malaikat Jibril di Gua Hira’ adalah wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT. Kemudian Waraqah memberitahu Nabi Muhammad bahwa. “Engkau telah ditetapkan menjadi rasul. Engkau akan diusir dari tanah tumpah darahmu. Sekiranya umurku panjang. aku bersedia menjadi pembelamu”. Namun, tidak lama setelah itu, Waraqah pun meninggal dunia. Setelah 40 hari, malaikat Jibril datang kembali menemui Nabi Muhammad untuk membacakan wahyu kedua. Pada peristiwa itu, Nabi meminta Khadijah menyelimutinya. Hal ini karena Nabi Muhammad merasa amat kedinginan dan ketakutan meskipun sebelum ini Nabi Muhammad pernah berjumpa dengan malaikal Jibril.
Masa Dakwah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad mendakwahkan agama islam secara sembunyi-sembunyi di kalangan keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW. Namun, kemudian agama Islam mulai disiarkan kepada masvarakat lainnya. Pemeluk Islam pada tahap pertama adalah Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi Muhammad SAW), Ali bin Abi Thalib (saudara sepupu Nahi Muhammad SAW), Abu Bakar As-Siddiq, dan Ummu Aiman (ibu asuh Nabi Muhammad SAW). Dengan perantaraan Abu Bakar, beberapa orang Iainnya mulal memeluk agama Islam. Kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW mendapat tantangan dari pemimpin Quraisy. Mereka tidak menyukai seruan Nabi Muhammad SAW. Mereka mengira dengan percaya pada seruan Nabi Muhammad SAW berarti tunduk pada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib (keluarga ayah Nabi Muhammad SAW). Hal itu tidak dapat mereka terima. Selain itu, mereka tidak dapat menerima seruan Nabi Muhammad SAW tentang persamaan hak seluruh manusia.
Untuk menghadapi kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW. kaum Quraisy melakukan berbagal cara, baik bujuk rayu. ancaman. fitnah. hingga penyiksaan terhadap penduduk yang memeluk Islam. Kejadian ini mendorong Nabi Muhammad SAW untuk mengungsikan para sahabatnva keluar dan Mekah. Pada mulanya. Mereka mengungsi ke Habsyah, lalu ke Yatsrib (Madinah). Peristiwa itu terjadi pada malam hari tanggal 25 Safar tahun ke-4 kenabian atau tanggal 12 atau 13 September 622 M. Dari kota Yatsrib inilah, Islam berkembang pesat ke seluruh dunia. Setelah berhasil meletakkan daar-dasar pemenntahan Islam, Nabi Muhammad SAW mulai mengarahkan perhatiannya pada perluasan wilayah Islam.
Nabi Muhammad SAW Wafat
Tidak lama setelah Rasulullah kembali ke Madinah mengerjakan Haji Wada’, Rasulullah jatuh sakit. Sakit Rasulullah pada awalnya dirasakan pusing pada bagian kepala, kemudian demam panas. Sebelum sakit ini, beliau sempat berziarah ke Pemakaman Baqi’ dan mendapatkan orang-orang yang dikubur di sana. Semakin hari sakit Rasulullah semakin parah. Ketika sudah tidak bisa lagi menjadi imam shalat beijamaah bersama para sahabatnya, beliau memerintahkan Abu Bakar Shiddiq untuk menjadi imam shalat. Pada pagi Senin, 12 Rabiul Awal tahun ke-11 Hijrah, ketika kaum muslimin bersiap mengatur shaf untuk shalat subuh, Rasulullah yang sedang sakit menyingkapkan tirai kamamya. Ia menatap kaum muslimin di Masjid Nabawi dengan senyum dan wajah yang ceria. Abu Bakar Shiddiq dan para sahabat lainnya menduga bahwa Rasulullah telah sembuh dan akan shalat jamaah bersama mereka. Abu Bakar sendini mundur dan tempat pengimaman, memberikan kesempatan kepada Rasulullah untuk menjadi imam. Tetapi, Rasulullah memberikan isyarat bahwa beliau tidak akan shalat bersama mereka dan mempersilakan Abu Bakar untuk melangsungkan shalat subuh. Ketika selesai shalat, semua merasa gembira karena Rasulullah telah sembuh yang ditandai dengan senyum beliau kepada sahabatnya.
Tetapi, rupanya kehendak Allah tidak seperti yang dibayangkan para sahabat. Allah lebih mengutamakan keinginan Nabi agar bertemu dengan-Nya. Begitulah, di saat matahari dhuha mencuat naik ke angkasa, Rasulullah pun berangkat mcninggalkan dunia yang fana ini, ruh beliau menemul Sang Maha Pencipta. Rasulullah wafat meninggalkan dunia ini menuju alam baqa. Pada masa-masa akhir sakitnya, Rasulullah tidak lagi berpindah-pindah dan satu rumah istrinya ke rumah istri yang lain, tetapi menetap di kamar Siti Aisyah r.a. dengan ada izin dari istri yang lain, hingga menghembuskan nafas yang terakhir. Menurut petunjuk hadits Rasulullah bahwa para Nabi dikuburkan di mana mereka wafat. Oleh sebab itu, disepakatilah untuk menguburkan Rasulullah di kamar Siti Aisyah itu, di tempat beliau wafat. Nabi Muhammad wafat pada tanggal 28 Shafar tahun 11 Hijriah (8 Juni 632 M), Rasulullah Muhammad Saw berpulang ke Rahmatullah pada usia 63 tahun.
Sekian uraian tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW Lahir hingga Wafat, semoga bermanfaat. 
Categories
Uncategorized

Sejarah Perkembangan Teori Sel

Dari catatan sejarah, istilah sel pertama kali diperkenalkan oleh Robert Hooke (1635-1703), setelah ia mempelajari sayatan tipis gabus yang berasal dan kayu pohon oak. Melalui mikroskop, ia melihat suatu massa persegi menyerupai kamar sehingga kemudian ia menyebutnya dengan istilah sel (cellula = kamar). Penggunaan istilah sel tersebut berlangsung pada tahun 1666 (sebagian literatur lain mencatatnya tahun 1665), yaitu pada saat ia mempublikasikan bukunya yang berjudul Micrographia. Hingga saat ini istilah sel tersebut masih digunakan untuk memahami satuan-satuan bentuk dasar yang membangun makhluk hidup. Beberapa saintis turut memberikan konstribusi terhadap konsep sel. Anton van Leeuwenhoek (1632-1723) dikenal sebagai orang pertama yang membuat dan menggunakan mikroskop untuk mempelajari berbagal objek biologi. Melalui mikroskopnya, ia dapat melihat benda-benda mikroskopis yang bergerak di dalam air kolam. Selanjutnya, ia mempelajari darah, semen (cairan sperma), feses, dan email gigi. Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang melihat sel-sel tunggal dan mengakuinya sebagai satuan-satuan kehidupan. Saat itu, ia tidak menyebutnya sebagai sel, melainkan sebagai hewan-hewan kecil yang ia lihat bergerak-gerak di dalam air.
Teori Sel
Sejarah perkembangan teori sel terus berlanjut segera setelah istilah sel dikenal, Felix Dujardin (1835) mengemukakan bahwa bagian penting dari sel adalah isi sel. Isi sel terdiri atas materi hidup yang kelak dikenal dengan istilah protoplasma yang berarti zat pertama dibentuk. Istilah protoplasma tersebut pertama kali diperkenalkan pada tahun 1839 oleh J. Purkinye yang bertujuan untuk membedakan antara bagian hidup dan dinding sel yang mati. Satu tipe protoplasma yang lebih kental dan lebih gelap dan keadaan sekitarnya disebut nukleus. Tipe protoplasma lainnya yang tampak lebih cair atau bersifat koloid disebut sitoplasma. Pada tahun 1838, Mathias Jakob Schleiden, seorang ahli botani menyatakan bahwa semua tumbuhan tersusun dan satuan-satuan kecil selular. Pada tahun 1839, pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Theodor Schwann, seorang ahli zoologi. Dalam hal ini, Schwann menyatakan bahwa semua hewan terdiri atas sel-sel. Schleiden dan Schwann, keduanya berkebangsaan Jerman, merumuskan suatu generalisasi yang kemudian berkembang menjadi teori sel. Mereka mengemukakan bahwa tubuh semua tumbuhan dan hewan tersusun dan sel-sel. Sel adalah unit struktural dan fungsional dan semua makhluk hidup. Selanjutnya, Rudolf Virchow (1858) melengkapi rumusan teori sel tersebut dengan temuannya bahwa setiap sel berasal dan sel-sel yang telah ada sebelumnya, omnis cellula e cellula.
Sejarah sel terus berkembang seiring dengan perkembangan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron serta teknik pewarnaan yang lebih maju terungkap bahwa di dalam protoplasma terdapat beberapa struktur yang disebut organel. Pada umumnya, organel-organel tersebut bersifat peka terhadap reaksi kimia sehingga sangat esensial bagi kehidupan sel. Tugas utama suatu organel berhubungan dengan struktur organel tersebut. Masing-masing organel merupakan pelaksana sel dinamis yang dapat berubah bentuk dan ukuran untuk melakukan kerja, ada yang mampu bergerak mengelilingi sel, dan beberapa di antaranya mampu menduplikasi dirinya.
Sekian uraian tentang Sejarah Perkembangan Teori Sel, semoga bermanfaat. 
Referensi:
Sudjadi, Bagod. 2007. Biologi Sains dan Kehidupan. Surabaya: Yudhistira.
Categories
Uncategorized

Tambah pengetahuan mengenai sejarah perkembangan teori atom

Bagaimana sejarah perkembangan teori atom? Materi atau zat terbentuk dan sejumlah senyawa/molekul dan unsur-unsur. Unsur terdiri dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, dikenal dengan atom. Leukippos, filosof Yunani (berasal dan kota Miletos) adalah orang yang pertama kali mengajarkan tentang atom. Ia berpendapat bahwa atom adalah bagian terkecil dan segala benda. Democritus (460-360 SM), murid Leukippos menyatakan semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil yang tidak dapat dipecah lebih lanjut. Partikel tersebut berada pada gerakan yang konstan, tetapi dapat bergabung. Baginya, alam ini merupakan atom-atom dengan gerakannya. Atom-atom itu jumlahnya banyak sekali, tidak dapat dilihat, tidak dapat dimusnahkan, abadi, tidak dapat ditembus, dan terdapat ruang kosong di antara atom-atom tersebut. Sifat atom suatu benda berbeda karena jumlah dan susunan (bentuk, ukuran, dan berat) atomnya berbeda. Atom berasal dari kata atomos, yaitu a berarti tidak dan tomos berarti memotong (tidak terpotong tidak dapat dibagi).
sejarah perkembangan teori atom
Atom dikenalkan oleh anak seorang pembuat kain tenun yang miskin di desa Eaglefield, Inggris bernama John Dalton (1766-1844). Pada tahun 1808 dalam New System of Chemical Phylosophy, teori tentang atom dikembangkan sebagai dasar untuk menerangkan peristiwa kimia (kuantitatif), susunan zat, dan hukum yang berhubungan dengan reaksi kimia dan ilmu fisika. John Dalton mengemukakan dua gagasan. Yaitu:
  • Melibatkan kejadian/proses reaksi kimia (seperti proses fisis);
  • Berasumsi dengan menggunakan data kuantitatif.

Pendapat yang dikemukakan Dalton dalam teori atomnya adalah Unsur terdiri dari partikel-partikel kecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom; Atom tetap memiliki sifatnya sendiri dalam segala perubahan kimia; Semua atom unsur yang sama mempunyal bobot yang sama. Unsur yang berlainan mempunyai bobot atom yang berbeda maka setiap unsur mempunyai bobot yang berbeda juga. Reaksi kimia adalah reaksi penggabungan atom. setiap atom akan berada dalam perbandingan yang sederhana. Keunggulan model atom Dalton, yaitu dilandasi fakta-fakta temuan eksperimen berdasarkan hukum massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Partikel dasar penyusun atom, isotop, dan gejala listrik pada tahun 1897 diteliti oleh JJ. Thomson (pemenang hadiah nobel bidang fisika tahun 1906) dan R. Milikan (penentuan massa dan muatan elektron). Menurut JJ. Thomson, pada atom terdapat elektron-elektron yang tersebar secara merata dalam bola yang bermuatan positif sehingga keseluruhannya bersifat netral, mirip seperti roti kismis (plum pudding).
Sebenarnya, sifat dan struktur atom dikembangkan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1911 (pemenang Nobel bidang kimia tahun 1908). Ernest Rutherford menemukan bukti bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif (Goldstein menamakannya proton) dan partikel-partikel netral (Chadwick menamakannya neutron) yang berukuran lebih kecil dan ukuran atom. Penemuan inti atom ini memperbaiki model atom Thomson. Menurut Rutherford, atom terdiri atas inti bermuatan positif yang berada pada pusat atom. Elektron bergerak mengelilingi inti tersebut, seperti planet-planet mengelilingi matahari sebagai system susunan tata surya. Neils Bohr pada tahun 1913 (pemenang hadiah Nobel bidang fisika dan kimia tahun 1922) mengajukan suatu model atom berdasarkan spektra atom hidrogen. Model atom Neils Bohr menjelaskan mengapa elektron tidak dapat jatuh ke inti atom sebagai akibat gerakan mengelilingi inti (teori klasik Maxwell).
Elektron-elektron bergerak mengelilingi inti dengan orbit atau lintasan, seperti satelit. 
Gerakan elektron tersebut hanya pada orbit tertentu. Jika elektron-elektron bergerak pada lintasannya (dalam keadaan stasioner) maka tidak akan terjadi pemancaran energi.
Jika suatu atom memancarkan energi atau menyerap energy (eksitasi) maka pemancaran terjadi dalam kuanta (kuantum) yang besarnya tertentu.
Elektron bergerak mengelilingi inti dalam orbit berupa kulit-kulit elektron atau awan elektron (K, L. M, N. O, P, dan Q).
Model atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang, yaitu model atom yang memberikan gambaran tentang kebolehjadian (probabilitas) suatu elektron. Probalitas tersebut ditemukan dalam ruang tertentu di seputar Inti atom yang disebut orbital (Werner Holsenberg, 1927).  Selain dapat dipandang sebagai gelombang, elektron juga dipandang sebagai partikel (Louis de Brogile, 1924). Elektron dalam atom dapat digambarkan sebagal awan muatan negatif. Erwin Schrodlnger (1927) menyusun model atom mekanika kuantum dan konsep orbital. Pada susunan tersebut, terdapat kebolehjadian untuk menemukan elektron dalam atom. Elektron tidak mempunyal lintasan yang pasti sehingga dapat ditemukan di mana saja pada sekitar inti. Jarak kebolehjadian untuk menemukan elektron paling besar sama dengan jarak lintasan elektron menurut Neils Bohr. Elektron dalam atom berada pada orbital yang merupakan bagian terkecil dan tingkat energi elektron.
Sekian uraian tentang Sejarah Perkembangan Teori Atom. semoga bermanfaat.
Referensi:
Suyatno. 2007. Kimia SMA/MA Kls X. Jakarta: Grasindo.
Categories
Uncategorized

Mari Menggali Sejarah Peradaban Yunani Kuno

Sejarah peradaban Yunani kuno dimulai di tanah Yunani yang terletak di bagian selatan semenanjung Balkan. Wilayah itu merupakan kumpulan pulau-pulau sekitar Laut Ionia, Laut Tengah, dan Laut Aegea. Wilayah pantai selatan beriklim panas dan sejuk di musim dingin. Wilayah utara terdiri dan gunung-gunung Yunani beriklim dingin dan bersalju bila musim dingin. Sebagian besar tanah Yunani kurang mendapat curah hujan sehingga tanahnya tidak begitu baik untuk pertanian. Suatu kebudayaan yang tinggi berkembang di daerah Kreta sekitar tahun 2000-1400 SM. Bangsa Kreta menguasai perdagangan di Laut Tengah dan daerah-daerah lainnya. Bangsa Yunani pertama datang menyerbu sekitar tahun 2000 SM. Bangsa Yunani yang pertama dan ras Indo-Jerman. Mereka datang dan daerah sebelah utara. Percampuran bangsa itu dengan penduduk asli menghasilkan sebuah kebudayaan baru yang dikenal sebagai kebudayaan Mycenae. Setelah itu, datang bangsa-bangsa lonia, Aedia, dan Doria. Sebelum bersatu menjadi bangsa Yunani, mereka masing-masing mendirikan suatu pemerintahan kota (polis) yang dikelilingi tembok pertahanan. Dua di antaranya yang menonjol, yaitu Sparta dan Athena. Kedua pola pemerintahan itu kemudian diikuti pemerintahan-pernerintahan pada waktu sekarang. Tata pemerintahan Sparta dipelopori oheh Lycurgus (900 SM). Sifat pemerintahannya aristokratis militer. Dalam pemerintahan Sparta, golongan bangsawan yang memegang peranan, sedangkan pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (600 SM). Di Athena kekuasaan pernerintahan ada di tangan rakyat. Bangsa Yunani memiliki peradaban yang tinggi dan sangat luas dan mencakup banyak bidang itu, kemudian diwarisi dan dikembangkan oleh bangsa Barat. Di bidang kepercayaan. orang Yunani menyembah dewa-dewa yang digambarkan sebagal manusia biasa, tetapi lebih sempurna, misalnya dewa Zeus dan Apollo.
sejarah yunani
Bangsa Yunani juga terkenal sebagai ahli sastra. Buku-buku yang terkenal dan zaman itu, antara lain cerita kepahlawanan Illiad dan Odysseus karya Homerus (8 SM). Tokoh filsafatnya antara lain Socrates, Plato, dan Aristoteles. Adapun ahli sejarah bangsa Yunani antara lain Herodotus (484-425 SM) dan Thucydides (460-393SM). Dalam bidang ilmu pasti tokoh yang terkenal adalah Pythagoras (750-500 SM) dan Archimedes (287-212 SM). Kepercayaan bangsa Yunani melahirkan banyak bangunan untuk memuja para dewa. Banyak bangunan-bangunan pemujaan didirikan di daerah koloninya seperti di Italia Selatan (kuil Harakies dan Zeus) dan di Milete (kuil Apollo). Semua bangunan itu dibangun dengan gaya bangunan Ionia. Di Yunani bangunan-bangunan di daerah Korinthe, Delfi, dan Aigina bergaya bangunan Doria. Bangunan lain yang terkenal ialah kuil Zeus di bukit Olympus dan Acropolis di kota Athena. Bangsa Yunani baru terbentuk pada tahun 1000-750 SM. Yunani terlibat dalam peperangan melawan Persia Sekitar tahun 500 SM. Raja yang berkuasa di Persia Pada waktu itu, adalah Darius Agung. Perang itu terjadi karena Yunani membantu orang-orang Yunani yang ada di Asia Barat yang sedang melawan kekuasaan Raja Darius. Perang itu terjadi beberapa kali. Pada Perang Yunani-Persia I tahun 492 SM, tentara Persia dilanda angin topan ketika menyeberangi Selat Dardanella. Perang Yunani-Persia II terjadi dua tahun kemudian. 
Pasukan Persia mendarat di Attica (490 SM). Tentara Athena di bawah pimpinan Miltiades berhasil mengalahkan tentara Persia di Marathon. Berita kemenangan disampaikan oleh salah seorang prajurit Athena dengan berlari dan Marathon hingga ke Athena sejauh 42 kilometer lebih. Prajurit itu meninggal setelah ia berhasil memberitakan tentang kemenangan itu. Kejadian itulah yang mengilhami lari jarak jauh (Marathon) yang kita kenal sekarang. Perang Yunani-Persia III dipimpin oleh Xerxes, anak Darius (480 SM). Tentara Persia berangkat dari Sardes, setelah menyeberangi Selat Dardanella, mereka menyerang Yunani dari Utara. Raja Yunani Leonidas untuk sementara berhasil menahan tentara Persia di Pegunungan Thermopylae. Setelah raja Leonidas gugur, tentara Sparta dapat dikalahkan oleh Persia. Akibatnya, daerah Athena dan Yunani Tengah dikuasai Persia. Bangsa Yunani di bawah pimpinan Themistocles mengalahkan armada Persia di Salamis. Ia juga menyerang tentara Persia yang ada di Yunani Tengah. Tentara Persia dapat dikalahkan di Plataeae (479 SM).
Peperangan melawan Persia menyebabkan bangsa Yunani bersatu dalam melawan musuh. Mereka sadar bahwa armada laut sangat diperlukan untuk pertahanan negerinya. Kemudian, dibentuklah persekutuan yang bermarkas di Delos (454 SM). Pimpinan dipegang oleh orang-orang Athena. Akibatnya, orang Sparta tidak senang. Mereka kemudian mendirikan persekutuan lain dengan nama Liga Peloponnesos (431 SM). Perbedaan pendapat antara kedua bangsa itu menyebabkan mereka terlibat dalam peperangan di Peloponnesos pada tahun 43-404 SM. Dalam peperangan itu Athena dapat dikalahkan dan Sparta menguasai Yunani. Akibat perang Peloponnesos. Yunani mengalami kemunduran. Kemudian, dalam perang di Charonea, Yunani dapat dikalahkan oleh bangsa Macedonia di bawah pimpinan Raja Philippus. Dengan kekalahan itu, Yunani berada di bawah kekuasaan Iskandar Agung pengganti Raja Philipus.
Sekian uraian tentang Uraian Sejarah Peradaban Yunani Kuno, bacalah !. Baca juga artikel sejarah dunia lainnya tentang Sejarah Mesir Kuno, semoga bermanfaat. 
Categories
Uncategorized

Sejarah Singkat Kerajaan Kutai di Kalimantan

Sejarah Singkat Kerajaan Kutai di Kalimantan .Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu pertama di Indonesia, yang ditemukan di Kalimantan Selatan. Kerajaan Kutai didirikan oleh Kudungga pada abad ke-4 Masehi. Bukti keberadaan Kerajaan Kutai didasarkan pada penemuan tujuh yupa yang berisi tentang; Masyarakat Kutai pada awal mulanya hidup sistem kesukuan yang dipimpin kepala suku dan dewan tetua yang berfungsi sebagai penasihat, sedangkan kepala suku memiliki peranan di bidang politik, sosial, budaya, dan sebagai pemimpin adat. Masyarakat Kutai dibagi dalam dua kelompok, yaitu kaum bangsawan dan masyarakat biasa. Di bidang kebudayaan, masyarakat Kutai mengembangkan tradisi penghormatan terhadap orang tua dan roh nenek moyang.
Sejarah Kutai
Salah satu yupa menyebutkan suatu tempat suci dengan kata vaprakecvara. Seorang ahli bemama Ny. Sulaiman mengatakan bahwa kata vaprakecvara diartikan sebagal sebuah lapangan luas tempat pemujaan. Kata vaprakecvara itu dihubungkan dengan Dewa Syiwa. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa masyarakat Kutai memeluk agama Syiwa. Hal irii didukung oleh beberapa faktor berikut,
Besarnya pengaruh Kerajaan Pallawa yang beragama Syiwa menyebabkan agama Syiwa terkenal di Kutai.
Pentingnya peranan para brahmana di Kutai menurijukkan besarnya pengaruh brahmana dalam agama Syiwa terutama mengenai upacara korban.
Kehidupan budaya masyarakat kerajaan Kutai adalah sebagai berikut,
Masyarakat Kutai adalah masyarakat yang selalu menjaga tradisi nenek moyang. Tradisi yang selalu terjaga yaitu tradisi megalitikum melalui pembuatan tiang batu (yupa) untuk mengenang apa yang telah mereka perbuat (sebagai tindakan masyarakat kebudayaan) berupa penjelasan keturunan, kedermawanan, dan agama yang mereka peluk.
Masyarakat Kutai adalah masyarakat yang peka terhadap perubahan dan kemajuan budaya. Kesediaan menerima dan mengadaptasi kebudayaan asing yang dibawa oleh masyarakat India merupakan bukti keterbukaan masyarakat Kutai.
Masyarakat kutai religius yang sangat kuat. Mereka menerima ajaran agama Hindu dan selalu melaksanakan peribadahannya. Bukti lain bahWa masyarakat Kutai selalu menyebut kata brahmana sebagai pemimpin spiritual dan ritual keagamaan dalam yupa prasasti yang mereka tulis. Dengan demikian, masyarakat Kutai selalu menjuniung tinggi spirit keagamaan dalam kehidupan budayanya.
Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai. Akan tetapi, apabila dilihat dan raja yang masih menggunakan nama Indonesia, para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah sebagai seorang kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahnya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya menjadi raja, sehingga pergantian raja dilakukan secara turun temurun. Dalam upacara ini, dilaksanakan pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai. Dengan kata lain, sampai di mana ditemukan tapak kaki kuda, maka sampai di situlah batas Keralaan Kutai. Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai. Raja kedua Kerajaan Kutai adalah Raja Asmawarman, seorang raja yang cakap dan kuat serta berhasil memperluas wilayah Kerajaan Kutai. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan upacara Asmaweda. Sedangkan raja terbesar dan Kutai adalah Raja Mulawarman yang dapat membawa kemakmuran dan kejayaan bagi Kerajaan Kutai.
Kerajaan Kutai runtuh ketika masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia. Dharma Setia sendiri kemudian terbunuh dalam peperangan melawan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa yang berasal dari  Kesultanan Islam Kutai Kartanegara. Dengan terbunuhnya Maharaja Dharma Setia ini menandai berakhirnya Kerajaan Kutai sekaligus membuat Dharma Setia sebagai raja terakhir dari Kerajaan Kutai. 
Sekian uraian tentang Sejarah Kerajaan Kutai di Kalimantan, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Tambah Pengetahuan mengenai Sejarah Proses Penemuan Virus

Sejarah penemuan virus dimulai ketika para ahli melakukan penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil yang dimulai sejak ditemukannya mikroskop oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Antony van Leeuwenhoek (1632-1732). Dari penemuan mikroskop tersebut, banyak penelitian tentang objek-objek mikroskopis mulai berkembang. Serangkaian penelitian itu kemudian berkembang semakin pesat sejalan dengan perkembangan kemampuan mikroskop. Mikroskop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150x dari ukuran asli. Dengan teknik dan susunan lensa yang semakin disempurnakan, mikroskop cahaya mampu melihat objek hingga perbesaran 1000x. Kini, dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran 10.000x, para ahli dapat melihat objek mikroskopis dengan lebih jelas.
Penemuan virus melewati proses perjalanan panjang dengan melibatkan berbagai penelitian dari banyak ilmuwan. Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik kekuningan pada tanaman (daun) tembakau. Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman menemukan bahwa penyakit itu menulari daun tembakau yang lain. Adolf Mayer kemudian melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tembakau yang sakit pada tembakau yang sehat, ternyata tembakau yang sehat menjadi tertular. Percobaan Adolf Mayer tersebut diulang oleh Dmitri Ivanovski, seorang ilmuwan Rusia. Lembaga Pasteur kala itu di Paris telah berhasil menemukan suatu saringan (filter) yang dapat menyaring bakteri. Dimitri Ivanovski menyaring getah tanaman tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil saringannya kemudian dioleskan pada tanaman yang sehat. Tanaman yang sehat itu kemudian menjadi tertular. Dimitri Ivanovski berkesimpulan bahwa partikel yang menyerang tanaman tersebut adalah bakteri pathogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaring bakteri.
Sejarah Penemuan Virus
Proses penemuan virus kemudian dilanjutkan oleh Martinus Beijerinck, seorang ahli mikrobiologi Belanda pada tahun 1987. Ia menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis yang menyerang tembakau dapat berkembangbiak pada tumbuhan tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Fakta lain memperlihatkan bahwa partikel tersebut tidak mati saat dimasukkan dalam alcohol, berbeda dengan bakteri yang matik ketika dimasukkan dalam alkohol. Martinus Beijerinck menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tanama tembakau tersebut sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Namun, Martinus Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel tersebut. Wendell Stanley pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Partikel mikroskopis tersebut kemudian dinamakan TMV (Tobaco Mosaic Virus) atau virus mosaik tembakau. Sejak itu, penelitian tentang virus semakin berkembang. Ilmu yang khusus mempelajari tentang virus adalah virology.
Sekian uraian tentang Sejarah Proses Penemuan Virus, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Mau Tahu Sejarah Kekaisaran Romawi Kuno??

Kekaisaran Romawi kuno dimulai pada masa pemerintahan Octavianus Agustus. Ia berhasil menjadi penguasa Romawi setelah menang dalam perang Saudara melawan Marcus Antonius. Setelah mengalahkan Antonius dan Cleopatra yang bertahan di Mesir. Octavianus kembali ke Roma. Oleh Senat, ia diberi gelar Agustus yang berati yang mulia dan menjadi penguasa tunggal. Wilayah kekuasaan kekaisaran Romawi meliputi Macedonia, Suriah, Kartago, Korintus, Galia (Perancis), Spanyol, Yunani Asia Kecil, Mesir, Palestina, dan daerah sekitar Sungai Eufrat dan Tigris. Daerah itu dahulu merupakan daerah kekuasaan Julius Caesar. Wilayah itu diperluas lagi dengan Mesopotamia, Armenia, dan Inggris. Kekaisaran Romawi merupakan imperium dunia yang tidak mempunyai saingan. Kekuasaan Octavianus mutlak dan kata-katanya adalah hukum. Zaman kekaisaran Romawi (27 SM-476 M) dibagi menjadi empat masa, yaitu Dinasti Julius Claudius, Dinasti Plavius, kekaisaran adoptif, dan kaisar-kaisar tentara.
Sejarah Kekaisaran Romawi Kuno
Masa Dinasti Julius Claudius
Kaisar-kaisar yang memerintah pada masa dinasti ini antara lain Kaisar Agustus (27 SM s.d. 14 M). Ia merupakan raja yang terbesar dan keluarga itu. Ia berhasil menahan ancaman dan suku bangsa ‘barbar’, terutama bangsa Jerman dan menjaga stabilitas negerinya. Kaisar Agustus memberikan hak warga negara penuh kepada orang-orang yang ada di daerah taklukkannya. Selain itu, ia juga mengadakan pembaruan dalam hal pajak, yaitu mengadakan sistem sentralisasi pemungutan pajak. Ia mengadakan pengawasan ketat kepada petugas pajak di setiap provinsi. Pengganti Agustus, yaitu Tiberius kurang cakap dalam pemerintahan. Akibatnya, kekaisaran Romawi mulai mundur. Pada zaman kaisar yang terakhir, yaitu Nero, kota Roma dibakar pada tahun 64 SM sampai hancur separuhnya. Pada tahun 68 SM terjadi pemberontakan para penguasa provinsi. Kota Roma dikepung dan Nero kemudian bunuh diri.
Masa Kekuasaan Dinasti Plavius (69-96)
Setelah Nero meninggal, terjadi perang perebutan kekuasaan diantara para penguasa provinsi. Dalam perang itu Vespasianus berhasil merebut Roma dan menjadi kaisar pada tahun 69-79 M. Ia berasal dan keluarga Plavius. Kemudian anaknya, Titus menggantikannya sebagai kaisar (79-81 M). Dalam masa pemerintahannya, Gunung Visuvius meletus sehingga kota Pompeii dan Herculaneum tertutup oleh lahar setebal 3-4 meter. Pengganti Titus ialah saudaranya yang bernama Domitianus (81-96). Ia terkenal sebagai raja yang kejam. Banyak anggota Senat disingkirkan bahkan dibunuh. Ia membangun benteng dan kota Goblenz sampai ke Regensburg. Benteng itu dimaksüdkan untuk menahan 4 serbuan suku bangsa barbar. Ia dapat dikalahkan oleh Nerva, yang kemudian menjadi kaisar Romawi juga. Ia menciptakan tradisi baru dalam penggantian kaisar Romawi, yaitu sebelum ia mengundurkan diri atau meninggal, ia telah menunjuk calon penggantinya.
Masa Kekuasaan Kekaisaran Adoptif
Kaisar adoptif ialah kaisar yang diangkat sebelum kaisar yang sedang memerintah mengundurkan diri atau meninggai. Kaisar adoptif itu antara lain Hadrianus (117-138 M), Antonius Plus (138-161 M), dan Marcus Aurelius (161-180 M). Kaisar Hadrianus merupakan seorang organisator. Pemerintahan dilakukan secara sentral. Ia banyak mendirikan dan membangun benteng Hadianus di Skotlandia. Ia membangun kuil dewa Yupiter di bekas Bait Allah orang Yahudi di daerah Yudea. Hal itu menyebabkan pemberontakan besar orang Yahudi, tetapi dapat dipadamkan. Setelah itu, orang Yahudi dipindahkan menyebar ke seluruh wilayah Romawi. Kaisar-kaisar penggantinya tidak ada yang cakap. Masa pemerintahan mereka diwarnai oleh pemberontakan-pemberontakan.
Masa Kekuasaan Kaisar-Kaisar Tentara
Sebelum mengundurkan diri Marcus Aurelius menunjuk putranya Commodus sebagai penggantinya. Pemberontakan tetap berlangsung. Perebutan kekuasaan terus terjadi sampai tahun 284. Selama itu ada sekitar 50 orang kaisar silih berganti berkuasa. Baru pada masa pemerintahan Kaisar Diocletianus (284-305) keadaan agak membaik. Wilayah kekaisaran Romawi dibagi menjadi 4 perfektur yaitu:
Galia (terdiri dan Galia, Inggris, Spanyol. dan Maroko);
Italia (terdiri dan Italia sampai Sungai Donau, Aijiria, Tunis, dan Tripoli);
Illyria (terdiri dan Docia, Macedonia, dan Yunani);
Perfektur untuk daerah-daerah di timur.
Tiap perfektur dibagi menjadi provinsi. Tiap provinsi dibagi menjadi distrik. Tiap distrik dibagi menjadi kota. Karena daerah kekuasaannya luas dan sering terjadi perebutan kekuasaan, Diocletianus mengangkat dua penguasa untuk daerah Romawi Barat dan Romawi Timur. Daerah itu kemudian saling berebut kekuasaan. Romawi Timur yang berkuasa, wilayah kekuasaannya meliputi jazirah Balkan Asia kecil sampai Armenia, Suriah sampai Sungai Eufrat, Mesir dan pantai Afrika Utara. Kaisar Yustianus Agung berhasil mempersatukan lagi sebagian besar wilayah kekaisaran Romawi. Kekaisaran Romawi Timur kemudian dikenal sebagai kekaisaran Bizantium dan bertahan sampai tahun 1453, saat Konstantinopel direbut oleh Turki Otoman.
Sekian uraian tentang Sejarah Kekaisaran Romawi Kuno.