Categories
Uncategorized

Mengenal Adhesi dan Kohesi dalam Fisika

Gejala Adhesi dan Kohesi. Sebenarnya, fenomena adhesi dan kohesi banyak terjadi disekitar kita. Ketika kita mengamati benda-benda disekitar kita, misalnya dirumah, benda-benda itu ada berwarna-warni. Mengapa Benda-benda tersebut warnanya bermacam-macam? Warna benda-benda di antaranya karena benda tersebut dicat. Mengapa cat dapat menempel pada berbagai macam benda baik yang terbuat dari tembok, kayu, besi, maupun logam-logam yang lain? 
Adhesi dan Kohesi

Partikel-partikel zat padat dan partikel-partikel zat cair dapat mengadakan suatu ikatan, sehingga terjadi gaya tarik-menarik. Cat dapat menempel pada kayu dan besi karena antara partikel-partikel cat dan. partikel-partikel kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik, gejala ini disebut Adhesi. Dengan demikian, Pengertian adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis. Partikel – partikel yang sejenis dalam zat padat membentuk suatu ikatan yang sangat kuat sehingga membentuk benda padat. Di dalam kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik antar partikel sehingga membentuk ikatan yang kuat. Demikian juga pada zat cair, dalam suatu zat cair terjadi ikatan antar molekul zat cair yang membentuk ikatan. Peristiwa ini disebut dengan kohesi. Jadi, Pengertian kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis. Kohesi yang terjadi dalam zat padat lebih kuat dibanding kohesi dalam zat cair, itulah sebabnya molekul-molekul zat padat lebih sukar dipisahkan dibanding molekul-molekul zat cair.
Sedangkan kohesi yang paling lemah terjadi pada gas, sehingga gas sangat mudah untuk dipisahkan.Kayu dan cat merupakan dua zat yang wujudnya berbeda. Ketika cat dioleskan pada permukaan kayu, cat tersebut langsung menempel pada kayu dan setelah cat mengering ikatan antara dua zat tersebut semakin kuat. Hal ini disebabkan karena adanya gaya adhesi antara molekul-molekul kayu dengan molekul-molekul cat. Sirop memiliki molekul-molekul yang membentuk gaya tarik- menarik yang lebih kuat dibanding gaya tarik-menarik molekul-molekul sirop dengan molekul-molekul sendok. Hal ini menyebabkan molekul-molekul sirop cenderung membentuk bulatan, sehingga tetesan-tetesan sirop yang terletak di ujung sendok menyerupai permukaan bola.