Categories
Uncategorized

Peran Penting Protista dalam Hubungan Ekologis

Peran Penting Protista dalam Hubungan Ekologis | Kebanyakan protista adalah akuatik, dan mereka ditemukan hampir di semua tempat yang terdapat air, termasuk hatat daratan yang lembap seperti tanah lembap dan sampah dedaunan. Di lautan, kolam dan danau, banyak protista adalah penghuni dasar yang melekat ke bebatuan dan subtrat lain atau merayap melalui pasir dan endapan lumpur. Protista yang lain merupakan penyusun penting dari plankton. Di sini kita akan berfokus pada dua peran kunci yang dimainkan oleh protista di berbagai habitat tempat ia hidup: sebagai simbion dan sebagai produsen.
Protista Simbiotik.
Banyak protista membentuk asosiasi simbiotik dengan spesies lain. Misalnya dinoflagellata fotosintetik memberikan nutrien bagi rekanan simbiotikny, polip koral yang membangun terumbu karang. Terumbu karang adalah komunitas ekologis yang sangat beraneka ragam. Keanekaragaman itu terutama bergantung pada koral dan pada simbion protista mutualistik yang menyediakan sumber energi penting bagi koral. Koral menyokong keanekaragaman terumbu dengan menyediakan makanan bagi beberapa spesies dan menjadi habitat bagi banyak spesies lain.
Contoh lain adalah rayap, yang menyebabkan kerusakan senilai lebih dari 3,5 miliar dolar setiap tahun pada rumah-rumah dari kayu di Amerika Serikat. Tanpa bantuan, rayap tidak dapat mencerna kayu. Hanya saluran pencernaan rayaplah yang memungkinkan rayap menguraikan kayu.
Protista simbiotik juga mencakup parasit-parasit yang telah merugikan seluruh negara. Ingatlah tentang protista penyebab malaria Plasmodium. Tingkat pendapatan di negara-negara yang mengalami serangan dahsyat malaria lebih rendah 33% daripada negara-negara yang bebas malaria. Protista dapat memiliki efek-efek sangat merugikan pada komunitas alam. Kematian massal ikan bisa disebabkan oleh Pfiesteria Shumwayae, sejenis parasit dinoflagellata yang melekat ke korbannya dan memakan kulitnya.Di antara spesies yang parasit pada tumbuhan, protista oomisetes Phytophthora ramorum telah menjadi salah satu patogen baru yang menyerang hutan. Spesies ini menyebabkan kematian mendadak, penyakit yang menyerang ek dan pohon lain.
Protista Fotosintetik.
Banyak protista merupakan produsen penting, organisme yang menggunakan energi dari cahaya (atau zat kimia anorganik) untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa organik. Produsen membentuk dasar jejarng makanan ekologis. Pada komunitas-komunitas akuatik, produsen utamanya adalah protista dan prokariota fotosintetik. Semua organisme lain dalam komunitas bergantung pada mereka untuk memperoleh makanan, baik secara langsung (dengan memakan produsen) atau tidak langsung (misalnya, dengan memangsa organisme yang memakan produsen). Para saintis memperkirakan bahwa  lebih dari seperempat fotosintesis dunia dilakukan oleh diatom, dinoflagellata, alga multiselular, dan protista-protista yang lain.
Peran Penting Protista dalam Hubungan Ekologis
Karena produsen membentuk dasar jejaring makanan, faktor-faktor yang memengaruhi produsen dapat memengaruhi keseluruhan komunitas secara dramatis. Pada lingkungan akuatik, protista fotosintetik seringkali terhambat oleh konsentrasi nitrogen, fosfor atau besi yang rendah. Berbagai tindakan manusia dapat meningkatkan konsentrasi unsur-unsur ini dalam komunitas akuatik. Misalnya, ketika ladang sedang dipupuk, sebagian dari pupuk mungkin terbilas oleh hujan menuju sungai yang bermuara ke danau atau laut. Ketika manusia menambahkan nutrien ke komunitas akuatik dengan cara ini atau cara-cara yang lain, kelimpahan protista fotosintetik dapat meningkat secara spektakuler. Peningkantan semacam itu dapat mengubah kelimpahan spesies yang lain dalam komunitas tersebut. Efek-efek serupa dapat terjadi didaratan, namun di dasar jejaring makanan dihuni bukan oleh protista melainkan oleh tumbuhan darat.
Demikianlah pembahasan tentang Peran Penting Protista dalam Hubungan Ekologis. Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *