Categories
Uncategorized

Mengenal Empat Mazhab Islam

(Belajar Fiqh). Mazhab merupakan satu produk hukum tertentu yang didapat oleh seseorang dengan Ijtihad. Alim-ulama dan cerdik pandai dalam menghadapi berbagai soal, apabila tidak ada nas dari Al-Qur’an atau Hadist, mereka berijtihad untuk menetapkan hukum dari suatu peristiwa tertentu. Dari catatan sejarah Islam, ada banyak ditemukan ulama dengan masing-masing mazhabnya. Beberapa diantaranya seperti; Hasan Basri, As-Tsaury Ibnu Abi Laila, Al-Auza’iy, Al-Laitsy, dan lain-lain. Mereka mempunyai mazhab sendiri-sendiri, meskipun kemudian mereka tidak sampai terus berkembang seperti mazhab yang empat, salah satu penyebabnya adalah kurang mendapat dukungan atau pengikut.
Adapun mazhab yang empat terus-menerus mendapat dukungan dari ulama muslimin sampai sekarang. Beratus-ratus kitab telah ditulis dan disusun dari zaman ke zaman, diatur menurut mazhab masing-masing dari beberapa imam mazhab itu. Empat Mazhab terbesar Islam yaitu:
1. Mazhab Hanafi
Disusun oleh Imam Abu Hanifah, beliau dilahirkan pada tahun 80 Hijriyah dan meninggal dunia di Bagdag pada tahun 150 Hijriyah. Beliau belajar di Kufah, dan disanalah beliau mulai menyusun mazhabnya. Menurut riwayat, beliau adalah wadhi’ ilmu fiqh (yang pertama kali menyusun ilmi fiqh seperti bentuknya yang sekarang ini). 
2. Mazhab Maliki
Penyusunnya adalah Malik bin Anas Al-Ashbahi, beliau dilahirkan tahun 93 Hijriyah dan meninggal dunia dalam bulan safar tahun 170 Hijriyah. Beliau belajar di Madinah, dan disanalah beliau menulis kitab Al-Muwaththa’, kitab hadis yang terkenal sampai sekarang. Beliau menyusun kitab tersebut atas anjuran Khalifah Manshur ketika bertemu di waktu haji. Beliau susun mazhab beliau atas empat dasar: Kitab Suci, Sunnah Rasul, Ijma’, dan qias. Hanya dasar yang terakhir beliau gunakan dalam hal-hal yang terbatas sekali karena beliau ahli hadis.. Tercatat, beliau pernah berkata; “Sesungguhnya saya sebagai manusia biasa kadang-kadang betul dan kadang-kadang salah, maka hendaklah kamu periksa dan kamu selidiki pendapat-pendapatku itu, mana yang sesuai dengan Sunnah, ambillah”.
3. Mazhab Syafi’i
Penyusunnya Muhammad bin Idris bin Syafi’i turunan bangsa Quraisy. Beliau dilahirkan di Khuzzah tahun 150 Hijriyah, dan meninggal dunia di Mesir tahun 204 Hijriyah. Sewaktu berumur 7 tahun, beliau telah telah hafal Al-Quran, setelah beliau berumur 10 tahun, beliau hafal Al-Muwaththa’ (kitab guru beliau, Imam Malik). Beliau pernah berkata; “Apabila hadis itu sah, itulah mazhabku, dan buanglah perkataanku yang timbul dari ijtihadku”. Pengikut mazhab Syafi’i yang terbanyak ialah Mesir, Kurdistan, Yaman, Aden, Hadramut, Makkah, Pakistan, dan Indonesia.
4. Mazhab Hanbali
Penyusunnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal, beliau dilahirkan di Bagdad dan meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 241 Hijriyah. Beliau belajar semenjak kecil di Bagdad, Syam, Hijaz, dan Yaman. Beliau adalah murid Imam Syafi’i. Imam Syafi’i pernah memuji beliau, katanya; “Saya keluar dari Bagdad, tidak saya tinggalkan di sana seorang yang lebih taqwa, lebih wara’, dan lebih alim selain Ahmad bin Hanbal, yang sungguh banyak menghapal hadis”.
Murid Hanbali banyak, yang terkemuka di antaranya Bukhari dan Muslim. Beliau berpegang teguh pada fatwa sahabat apabila tidak ada nas. Beliau susun mazhab beliau atas 4 dasar; nas Quran dan Hadis, fatwa sahabat, hadis mursal, dan qias. Beliau sangat sedikit memakai metode qias, kecuali hanya jika tidak ada jalain lain.
Categories
Uncategorized

Pembagian Hukum dalam Islam

(Belajar Fiqh). Pembagian hukum dalam Islam ada lima, yaitu:
  1. Wajib, yaitu perintah yang mesti dikerjakan, dengan ketentuan jika perintah tersebut dipatuhi (dikerjakan), maka yang mengerjakannya mendapat pahal, dan jika tidak dikerjakan, maka ia berdosa.
  2. Sunat, yaitu perintah (suruhan), jika dikerjakan dapat pahal, dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa.
  3. Haram, ialah larangan keras, dengan pengertian, kalau dikerjakan kita berdosa, jika tidak dikerjakan (ditinggal) kita mendapat pahala
  4. Makruh, yaitu larangan yang tidak keras, kalau dilanggar tidak dihukum (tidak berdosa), dan jika larangan ini ditinggalkan diberi pahala
  5. Mubah, yaitu sesuatu yang boleh dikerjakan dan boleh pula ditinggalkan. Yakni kalau dikerjakan tidak berpahala dan tidak pula berdosa, dan kalu ditinggalkan tidak berpahala dan tidak berdosa.
Hukum-hukum itu ditinjau dari pengambilannya menjadi empat macam:
  1. Hukum yang diambil dari nas yang tegas, yakin adanya dan yakin akan maksudnya yang mennjukkan atas hukum itu. Hukum seperti ini tetap tidak berubah dan wajib dijalankan oleh seluruh kaum muslimin, seorang pun tidak berhak membantahnya. Seperti wajib shalat lima waktu, zakat, puasa, haji, dan syarat sah jual beli.
  2. Hukum yang diambil dari nas yang tidak yakin maksudnya terhadap hukum-hukum itu. Dalam hal ini terbukalah bagi mujtahid untuk ijtihad  dalam batas memahami nas itu saja, tidak boleh melampaui lingkungan nas itu.
  3. Hukum yang tidak ada nas, tetapi pada suatu masa telah sepakat (ijma’) mujtahidin atas hukum-hukumnya. Seperti warisan seperenam dan batalnya perkawinan seorang muslimah dengan laki-laki bukan muslim. Di sini tidak pula ada jalan untuk ijtihad, bahkan wajib atas tiap-tiap muslim mengakui dan menjalankannya karena hukum yang disepakati oleh mujtahid itu adalah hukum untuk seluruh umat.
  4. Hukum yang tidak dari nas, baik qath’i ataupun zhanni dan tidak pula ada kesepakatan mujtahid atas hukum itu. Seperti yang banyak menghiasi kitab-kitab fiqih mazhab yang kita lihat di waktu ini. Hukum seperti ini adalah buah dari pendapat salah seorang mujtahid menurut asas (cara) yang sesuai dengan akal pikiran dan keadaan di lingkungan masing-masing, diwaktu terjadinya peristiwa itu. Hukum-hukum seperti itu tidak tetap mungkin berubah dengan berubahnya keadaan atau tinjauan masing-masing.
Categories
Uncategorized

Sukses Bisnis Dari Hobi

(Ilmu Bisnis). Melanjutkan tulisan terdahulu mengenai Memulai Usaha Dari Hobi, tulisan kali ini untuk memperjelas kembali ulasan tentang menjadikan hobi sebagai sebuah bisnis. Dalam buku yang berjudul Mendulang Rezeki Bermodal Hobi karya Muhammad Musrofi, dipaparkan bahwa sekurang-kurangnya ada tujuh hal yang dapat dijadikan alasan mengapa hobi memiliki kemungkinan besar untuk sukses dijadikan sebagai sebuah bisnis. Ketujuh hal itu, adalah:
1. Ide Bisnis dari Hobi adalah Ekspresi Bakat
Stanley, melalui penelitiannya dalam bidang usaha menunjukkan bahwa 81% pengusaha dan profesional sukses memilih profesi usaha atau jenis pekerjaan yang mereka geluti disesuaikan dengan kemungkinan penggunaan kemampuan atau bakat mereka sepenuhnya. Persoalannya adalah terkadang tidak banyak yang bisa benar-benar mengaktualkan bakatnya dalam bentuk usaha tertentu. Bahkan, banyak orang yang tidak mengatahui bakat yang ia miliki.
Padahal, menurut Jaelani setiap orang pasti memiliki bakat atau hobi khusus tertentu. Sedikit saja ia diberi perhatian lalu dikembangkan maka akan sangat bisa mendatangkan penghasilan. Sehubungan dengan bakat, Leiden dan Shapiro pernah berkata; “Lakukanlah apa yang
Anda sukai, besar kemungkinan pekerjaan yang Anda lakukan akan sesuai dengan bakat anda”. Jadi, boleh dikatakan bahwa sesungguhnya sangatlah ideal apabila seseorang dalam melakukan aktifitas usahanya adalah gambaran dari bakat atau potensinya.
2. Bisnis dengan Hobi akan Menimbulkan Ketekunan
Kiranya, semua akan bersepakat bahwa ketekunan adalah salah satu kunci kesuksesan. Bahkan, fisikawan Albert Einstein pernah berkata; “Saya tidak jenius, saya hanya tekun”, beliau adalah salah satu gambaran sukses yang lahir dari sebuah ketekunan. Pertanyaannya adalah mengapa bisa tekun? Jawabannya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah orang yang bisnis dengan hobi akan lebih mencintai pekerjaannya, dari kecintaan itulah akan lahir ketekunan.
Berbicara tentang ketekunan, sepertinya tidak ada yang mampu mengalahkan ketekunan seorang Thomas Alva Edison. Lewat pernyataannya yang terkenal “Genius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat”, ia mengajak kita untuk selalu bersikap tekun dalam mengerjakan sesuatu. Dan inilah yang ia praktekkan disepanjang karirnya. Tahukah anda, Edison membutuhkan 10.000 kali percobaan untuk sampai kepada 1 penemuan lampu pijar. Wow, sungguh luar biasa.
3. Lebih Kreatif karena Bisnis dari Hobi
Selain ketekunan, alasan lain mengapa bisnis dari hobi bisa sukses adalah lahirnya sikap kreatif. Tentunya, tanpa kreativitas tidak akan muncul gagasan ataupun ide baru dalam berbisnis. Padahal gagasan dan ide sangat diperlukan untuk inovasi. Jadi, orang yang berbisnis dari hobi besar kemungkinan untuk sukses karena mereka sudah memiliki kreativitas.
4. Penguasaan Bisnis yang Lebih Baik
Penguasaan terhadap proses usaha merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia bisnis. Orang yang mencintai pekerjaan atau usahanya cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, dikarenakan keasyikan melakukan bisnis yang digeluti. Rasa ingin tahu itu selanjutnya membuatnya menggebu-gebu untuk mencoba dan terus mencoba, sehingga dengan sendirinya ia akan menguasai proses-proses yang terjadi pada objek yang ia tekuni. Seperti kata bapak Tenri Abeng; “Apabila Anda ingin berhasil dalam suatu bisnis, kuasailah proses-proses yang terjadi pada bisnis tersebut”. 

5. Mampu Menghasilkan Barang atau Jasa yang Unik
Unik berarti berbeda dari hal lainnya. Keunikan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha dan sebagai nilai tambah bagi suatu jenis usaha atau bisnis. Keunikan juga dapat berarti adanya unsur baru yang menjadi pembeda dari yang sudah ada. Syarat pokok munculnya sebuah keunikan adalah adanya kreativitas.
6. Mempengaruhi Orang untuk Berpikir Keuntungan Jangka Panjang
Umumntya, orang yang berbisnis dengan hobi cenderung lebih mementingkan usahanya berjalan lebih dahulu tanpa memperdulikan apakah usahanya itu mengalami untung atau rugi. Jadi, usahanya akan bertahan lebih lama. Karena, rata-rata pelaku bisnis tergoda untuk menutup usahanya disebabkan oleh minimnya potensi keuntungan yang dapat diraih. Pelaku bisnis dari hobi akan tahan dari godaan ini. 
7. Menghasilkan Produk yang Berkualitas
Pelaku bisnis dari hobi berpotensi menghasilkan produk dengan mutu tinggi. Sebab, ia asyik, tekun, kreatif, dan benar-benar menguasai proses bisnis yang dijalankannya. Semuanya merupakan prasyarat untuk menghasilkan produk yang bermutu. Pelaku bisnis dari hobi terlihat lebih antusias dalam menjalankan bisnisnya, dan lebih serius dalam mengerjakan produknya.
Categories
Uncategorized

Memulai Usaha Dari Hobi

(Ilmu Bisnis). Apa Itu Berwirausaha?

Kata kewirausahaan merupakan terjemahan dari istilah Bahasa Inggris entrepreneurship, sedangkan wirausahawan adalah terjemahan dari entrepreneur. Istilah-istilah tersebut selanjutnya didefenisikan bermacam-macam oleh beberapa ahli, diantaranya ialah:
  • Jose Carlos Jarillo-Mossi, wirausahawan adalah seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi yang ada pada dirinya, dan ia percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai.
  • Anugerah Pekerti mengartikan kewirausahaan sebagai tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif, dan inovatif.
  • Howard H. Stevenson, wirausaha adalah suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu dalam upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimilikinya.
  • Peter F. Drucker mendefenisikan kewirausahaan sebagai pemanfaatan peluang. Seorang wirausahawan harus mengalokasikan sumber daya dari bidang-bidang yang memberi hasil rendah atau menurun ke bidang-bidang yang memberi hasil tinggi atau meningkat.
Jadi, jika kita simpulakan defenisi yang dipaparkan beberapa ahli di atas, berwirausaha tidak lain hanyalah salah satu cara untuk memanfaatkan kemampuan unik seseorang yang dilakukan dengan membangun, memiliki, dan menjalankan usaha (bisnis) agar dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat. 
Seorang wirausahawan menawarkan barang atau jasa yang bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat. Adapun imbalan yang diterimanya bisa berupa imbalan materi, kepuasan, dan lain-lain, yang sebanding dengan besarnya manfaat yang diberikan kepada orang lain atau masyarakat tersebut.
Lantas, Apa Itu Hobi?
Saya yakin, setiap orang pasti memiliki hobi atau bakat khusus. Jika saja diberi perhatian lalu dikembangkan menjadi bisnis, pasti hobi atau bakat membuat hidup terasa lebih berarti. Bahkan hobi atau bakat itu bisa mendatangkan rezeki yang melimpah.
Seseorang bisa saja memiliki beberapa hobi sekaligus, seperti membaca, mengotak-atik komputer, bermain sepak bola, memelihara ternak, berkebun, dan lain-lain, kesemuanya hal ini dikerjakan dengan asyik dan menyenangkan karena terasa sangat menarik baginya. Sampai disini, kita bisa saja mendefenisikan hobi sebagai aktivitas atau pekerjaan yang menarik.
Persoalaannya, hobi adalah kata yang mudah diucapkan tetapi tidak banyak orang yang benar-benar mampu mengaktualisasikan hobinya dalam bentuk suatu usaha atau bisnis. Banyak orang tidak mengetahui potensi sesungguhnya dari hobi yang mereka miliki. Padahal, apabila hobi itu kita aplikasikan sebagai suatu jenis usaha atau bisnis, maka besar kemungkinan untuk sukses karena dikerjakan dengan sangat asyik dan menyenangkan.
Usaha Dari Hobi
Menjadikan hobi sebagai sumber ide usaha sama halnya dengan mungungkap berbagai ide usaha yang terkait dengan hobi. Seperti yang saya paparkan di atas, besar kemungkinan untuk sukses. Sebab, dikerjakan asyik, tekun, kreatif, dan benar-benar menguasai proses bisnis yang sedang dijalankan.
Ada banyak usaha yang bisa dijalankan berdasarkan dari hobi, misalnya:
  • Hobi memelihara ternak, kita bisa jadikan sebagai jenis usaha peternakan.
  • Hobi berkebun, dari hobi ini dapat dijadikan potensi bisnis misalnya, jual beli bunga atau kembang
  • Hobi otak-atik komputer, kita bisa jadikan sebagai ide usaha membuka servis komputer
  • Dan lain-lain
Jadi, silahkan lihat apa hobi anda selama ini, siapa tahu dapat dijadikan sebagai salah satu ide usaha yang menguntungkan. Karena selain sebagai kegemaran, hobi juga adalah sebuah potensi yang sayang jika tidak diaktualkan. Mengapa bisnis dari hobi bisa sukses? Silahkan simak ulasannya dalam tulisan Sukses Bisnis Dari Hobi.
Di olah dari: Mendulang Rezeki Bermodal Hobi, Muhammad Musrofi.