Categories
Uncategorized

Contoh teks anekdot lucu, ciri-ciri dan struktur lengkap

Contoh teks anekdot, ciri-ciri dan struktur lengkap
| Inilah contoh teks anekdot yang paling banyak dicari dan digunakan
oleh orang untuk membuat teks anekdot. Tentunya teks anekdot mesti
dibuat semenarik mungkin dan selucu mungkin. Teks anekdot adalah suatu
pemaparan mengenai sebuah cerita pendek atau singkat yang dibuat dengan
menarik yang dapat menjelaskan atau menggambarkan suatu kejadian atau
orang yang sebenarnya. Pengertian teks anekdot adalah suatu cerita
singkat yang memiliki unsur lucu, akan tetapi memiliki kandungan dengan
maksud untuk melakukan kritikan. Biasanya kritikan dalam teks anekdot
semisal pada layanan publik di bidang hukum, politik, lingkungan dan
sosial. Baca juga: Contoh teks eksposisi dan contoh teks anekdot
Contoh
teks anekdot yang akan disajikan nantinya memiliki ciri-ciri teks
anekdot tersendiri yang bisa menunjang apakah contoh teks anekdot
tersebut merupakan teks anekdot yang asli. Nah, agar dapat mengetahui
setiap contoh teks anekdot sudah sesuai dengan apa yang diinginkan maka
berikut terdapat ciri-ciri teks anekdot yaitu:
Ciri-Ciri Teks Anekdot:
  • Ciri-ciri teks anekdot mesti dekat dengan perumpamaan seperti sebuah dongeng
  • Ciri-ciri teks anekdot menampikan suatu karakter hewan dan figur
    seorang manusia pada umumnya dan seringkali berkaitan dengan kenyataan,
    walaupun perumpamaan dan anekdot tentunya mesti berbeda dalam kekhususan
    dari sejarah mereka.
  • Ciri-ciri teks anekdot memiliki sifat lelucon atau humor
  • Ciri-ciri teks anekdot memiliki sifat dapat menggelitikCiri-ciri teks anekdot bersifat menyindir.
  • Ciri-ciri teks anekdot berkaitan dengan orang penting
  • Ciri-ciri teks anekdot bertujuan pada hal tertentu semisal untuk mengkritik.
Struktur Teks Anekdot
Adapun struktur teks anekdot yang mesti diketahui yaitu sebagai berikut:
1. Memiliki Abstraksi, Abstraksi adalah suatu bagian awal dari paragraf
yang memiliki fungsi untuk dapat memberikan suatu gambaran yang sangat
jelas mengenai isi teks anekdot tersebut.
2. Memiliki orientasi. Orientasi adalah suatu kondisi dimana kejadian berawal.
3. Memiliki event. Event adalah untuk menceritakan suatu rangkaian peristiwa atau kejadian
4. Memiliki krisis. Permasalahan yang utama terdapat dalam teks anekdot atau memunculkan masalah.
5. Memiliki reaksi. Memunculkan reaksi untuk dapat menyelesaikan masalah yang timbul dalam krisis.
6. Re-Orientasi. Terdapat pada bagian akhir dari teks anekdot.
Kaidah Teks Anekdot
  • Teks anekdot menggunakan waktu lampau, adapun contohnya yaitu saya tidak bisa tidur sampai semalaman
  • Teks anekdot menggunakan pernyataan rotoris, adapun contohnya yaitu apakah dia tahu?
  • Teks anekdot menggunakan kata penghubung atau konjungsi, adapun contohnya yaitu: lalu, setelah itu, kemudian dan lain-lain
  • Teks anekdot menggunakan kata kerja, adapun contohnya: pergi, duduk, dan berdiri.
  • Teks anekdot menggunakan kalimat perintah, adapun contohnya yaitu
    buanglah, ambillah dan lain-lain
  • Teks anekdot menggunakan kalimat seru.
Tujuan teks anekdot”
  • Untuk dapat membangkitkan tawa
  • Untuk dapat membuat orang terhibur
  • Untuk dapat menggambarkan suatu karakter atau sikap dengan ringan dan
    singkat sehingga ia dapat terhentak dalam sebuah kilasan permohonon yang
    mengarah langsung pada intinya.
Contoh Teks Anekdot
Adapun contoh teks anekdot yang baik adalah sebagai berikut:

Contoh teks anekdot lucu, ciri-ciri dan struktur lengkap

contoh teks anekdot

Contoh Teks Anekdot: Stek Tumbuhan
Di
ruang perpustakaan pribadinya Gus Dur, sedang terjadi diskusi yang
sangat serius antara Gusdur kepada salah seorang anaknya yang ingin
sekali jadi anggota LKIR.
Gus Dur: “Memangnya apa yang dapat kamu sumbangkan nak untuk LKIR sekolahmu”
Anak: “Sebuah Penemuan dari hasil Penelitian yang saya lakukan sendiri pak”
Gus Dur: “Apa itu?”
Anak: “Penggabungan (stek) antara tiga jenis tumbuhan yang tentunya
sangat berlainan dengan spesiesnya lainnya. Dan ternyata itu berhasil”.
Gus Dur:”Apa tiga jenis tumbuhan tersebut..?”
Anak: “Kelapa, Singkong dan Tebu”
Gusdur:(terdiam, sepertinya tidak bisa percaya) “Lalu apa yang terjadi dengan gaungan ketiga tumbuhan itu?”
ANak: “Jadi Gethuk pak”
Contoh Teks anekdot: Sabar Mas
Kepada
seseorang yang bernama Said, Gus Dur pernah bercerita tentang kesabaran
bahwa telah dikisahkan seorang pemuda yang sangat gagah dan kuat sedang
berusaha untuk memecahkan batu besar. Dia mencoba untuk melakukan 50
pukulan tapi batu tidak kunjung pecah, dia coba lagi sampai 70 sampai
100 pukulan tapi ternyata tidak pecah juga. Kemudian seorang kakek yang
sudah tua renta, akhirnya memukul batu tersebut sebanyak lima kali, eh
ternyata langsung pecah.
Sipemuda
akhirnya bingung, pikirannya bahwa kakek itu begitu sakti. Lalu kakek
itu bilang, batu itu akan bisa pecak kalau sudah dipukul sebanyak 105
pukulan.
Contoh teks anekdot: Berdoa sebelum makan.
Ada
seorang pastor sedang melihat seekor harimau, kemudian langsung saja
menembaknya, disaat ia sedang menarik pelatuk senapannya, dan ia pun
akhirnya menembaki harimau tersebut..
“dor..dor..dir”
Ternyata
tembakannya akhirnya meleset. Dan… Harimau pun berbalik mengejar, dan
pastor itu langsung lari tunggang langging. Akan tetapi, sialnya..
dihadapan sang pastor menemui sebuah jurang yang sangatlah dalam. Dia
pun berhenti, dan pasrah. Harimau kemudian mendekatinya secara perlahan
untuk menerkam.
Jantung pastor itupun semakin berdegup kencang, dia mengatupkan tangannya seraya menutup mata dan berdoa.
Dia
berdoa sangat lama sekali, sampai-sampai sang pastor heran karena
ternyata dia masih hidup. Dia pun menoleh ke sampingnya. Dia melihat
harimau tersebut sedang duduk terdiam di samping dia, sambil mengatupkan
kedua kaki depannya, juga seperti sedang berdoa.
Sang Pastor lalu bertanya kepada harimau, “Kenapa kamu tidak menerkam saya, malahan ikut-ikutan untuk berdoa?”
Jawab harimau “Ya saya sedang berdoa saat ini, berdoa sebelum makan kamu!”.
Contoh teks anekdot: Dikibuli
Gus Dur rutin tidur pada setiap malam di pukul 01:00. Disaat memberikan
pertanyaan kepada pengawalnya atau keluargannya, “Jam berapa sekarang?”
dan jawabnya belum sampai waktu yang telah ditentukan itu maka dia
tidak akan tidur.
demi
menjaga kesehatan gusdur supaya tidak tidur terlalu larut malam maka
pihak keluarga berkomplot “Jika Gus Dur bertanya jam berapa, kita bilang
sudah jam satu.” dan Gus Dur pun pergi beranjak tidur.
Hal tersebut berlangsung selama beberapa kali, akhirnya gusdur sadar, bahwa selama ini dikibulin.
Nah, tanpa sepengetahuan dari keluarga, gus dur pun membeli sebuah jam tangan yang kalau dipencet maka akan berbunyi.
Pada
suatu malam, di pukul 11 malam Gus Dur pun bertanya, “Sudah jam berapa
sekarang” Semuanya kompak menjawab. “Jam satu Gus!” Sambil dia
tersenyum, lalu gusdur memencet jam tangannya dan mendengar kata jam
tangannya “Sekarang jam 11 malam”
Contoh teks anekdot: Cuma takut tiga roda
Suatu
hhari, ketika gus dur sedang menjabat menjadi Presiden RI, ada sebuah
pembicaraan serius mengenai topik yang lagi hangat di Indonesia mengenai
wabah demam berdarah yang saat itu melanda kota jakarta. Gus dur
kemudian ditanyai, Pak.. kenapa demam berdarah sekarang ini semakin
marak di Jakarta?? tanya dari seorang menteri.
“Ya
itu karena Gubernur DKI jakarta, Sutiyoso melarang becak, bemo dan
sebentar melarang bajaj untuk beroperasi di Jakarta. Padahal kan nyamuk
sini itu cuma takut dengan tiga roda…!”
Contoh teks anekdot: Menyengsarakan Anggota DPR
Pada suatu hari di negeri yang antah berantah, muncullah kebijakan baru
yang belum pernah di terapkan sebelum di negara yang lainnya.
Kebijakan
itu yaitu, setiap orang memiliki status wakil akan dinaikkan
pangkatnya. Wakil presiden akan menjadi presiden, wakil direktur akan
dinaikkan menjadi Direktur, wakil komandan akan dinaikkan menjadi
komandan, wakil gubernur akan dinaikkan menjadi gubernur, dan wakil RT
akan dinaikkan menjadi ketua RT. dan Begitupun seterusnya…
Yang
terpenting didalam program tersebut tidak ada sebuah penggusuran
posisi. Perkaranya ada di posisi ganda, itu dapat diatur di pembagian
tugasnya.
Untuk
masalah pembengkakan anggaran, semuanya akan ditanggung oleh negara.
Setelah mantap dengan rencana tersebut, maka diajukanlah program ini
kepada DPR untuk bisa memperoleh persetujuan mereka. Akhirnya ternyata
mereka kemudian menolak.
Betul-betul
sangat menolak dengan keras. Bahkan ditolak secara mentah-mentah.
Pasalnya program tersebut sangat menyengsarakan anggota DPR. coba
bayangkan saja, mereka semua akan berubah status yang dari wakil rakyat
akan menjadi rakyat.
Contoh teks anekdot: Nyebut bang
Seorang
kondektur dari bus Sumatera utara sedang bergelantungan pada pintu bus.
Di saat bus sedang melaju dengna kencangnya, ternyata sopir bus tidak
sadar bahwa sang kondektur sedang terjatuh karena kesenggol bus yang
lainnya. Sang kondektur pun akhirnya jatuh tersungkur. Kepalanya
langsung terbentur di jalan dan retak. Napasnya sudah senin kemis
terputus-putus.
Disaat
itulah datang seorang betawi yang datang mencoba untuk menolong
kondektur yang telah sekarat tersebut. “Bang nyebut bang, nyebutt”
Katanya sambil dia mendekatkan mulutnya mengarah ke telinga kanan sang
kondektur iut.
Maksud
dari orang betawi itu agar kondektur yang sudah sekarat itu bisa
menyebut kalimat syahadat la ilaha ilallah, sebelum dia meninggal. Tapi
karena kondekturnya bukan orang islam, dia pun mengaitkan permintaan
nyebut tadi dengan apa yang menjadi profesinya.
Maka sesaat sebelum dia menghembuskan nafas terakhir maka sang kondektur tersebut sempat menyebut “Blo..M- Depo…Blo..M-Depo..”
Contoh teks anekdot: Teks pidato yang membuat keseleo
Pada
suatu ketika saya pernah diajak oleh seorang pejabat untuk bersafari di
Jawa Timur, antara lain dalam rangka mempromosikan hasil-hasil
pembangunan. Saya diajak karena disamping sudah tugas saya, barangkali
juga nanitnya diharapkan dapat membantu safari tersebut. Maklumlah, saya
seorang petugas humas yang diduga mampu mendekati para kiai.
Karena
program itu cukup penting dan memelukan persiapan yang mantap amak
seorang konsultan public relation (PR) sengaja disewa. Disamping karena
sang konsultan juga lebih dianggap ketimbang humas, maklum humas kan
gajinya kecil dan adanya di instansi pemerintah, sementara PR gajinya
jauh… jauh lebih banyak, karena adanya di swasta. Itulah bedanya humas
dengan PR dalam banyolan antarprofesi kehumasan. Ya, saya harus
menyadari itu.
Untungnya, sang konsultan itu cukup akomodatif dan
dapat bekerja sama. Konsep pidato sang pejabat juga sudah disiapkan
sedemikian rupa dengan mencantumkan banyak istilah-istilah keagamaan
seperti hablun minallah, hablun minannas, ukhuwah islamiyah, ukhuwah
wathaniyya, dan ukhuwah basyariyyah. Saya agak khawatir, kalau-kalau
tersandung dengan istilah-istilah ini. Saya juga akan ikut bertanggung
jawab, karena yang malu nantinya kan kita semua.
Saya
pikir, sang konsultan sudah mengantisipasi hal tersebut karena dia
memang memiliki pengalaman dan kemampuan Keislaman yang lebih baik
daripada saya. Saya sempat mengecek apakah bos sudah coba melafalkannya
atau belum, walaupun sudah tertulis dalam bahasa tulisan latin. Karena
menurut saya, istilah-istilah itu perlu juga dicoba untuk dilafalkan.
Namun
rupanya masukan saya tidak ada yang nggubri. Ya.. Silakan saja.
Akhirnya perjalanan dari “Kota Santri” diteruskan dengan pertemuan
bersama para guru ngaji pondok pesantren lain, dan si bos harus
berpidato dengan teks yang sudah disiapkannya itu.
Ternyata apa yang
saya khawatirkan benar-benar terjadi. Begitu dia berpidato sampai pada
istilah-istilah itu, bacaannya menjadi tersendat-sendat, keseleo, dan
sangat tidak lancar. Masya Allah, saya malu dan merasa berdosa. Karena
yang hadir adalah seluruh guru ngaji dan para pejabat tinggi dari
Jakarta yang secara fungsional memimpin para guru ngaji se Indonesia.
Telinga mereka pasti sangat sensitif atas kekeliruan bacaan itu. Maklum
tugas sehari-hari mereka menuntun orang belajar membaca AL-Quran
Contoh teks anekdot: Bis… yang bisa masuk Mushala
Anak saya yang kelas II SD menanyakan sebuah tebak-tebakan kepada saya.
Entah dari mana kuis itu dia peroleh, mungkin dari temannya atau dari
pak Gurunya disekolah.
Katanya: “Pah, bis… apa yang bisa masuk ke telinga?”
“Bisul,” jawab saya.
“Oh, ya betul sekali, Pah. Terus bis… apa yang bisa masuk mushala?”
Baru sejenak saya berpikir dan belum sempat menjawab, anak saya sudah menjawabnya sendiri
“Bismillah dong, Pah!”
“Oh, iya kamu pinter,” kata saya memuji.
Contoh teks anekdot: Masa Allah itu Maksudnya “Masya Allah”
Disela-sela obrolan teman-teman di kampus, terdengar ceramah pengajian
dari masjid, maklum menggunakan pengeras suara. Padahal jarak rariungan
(kerumunan) kami relatif agak jauh dari lokasi masjid. Terdengar ustad
berkata: “siapa yang punya masalah, ya sebaiknya diselesaikan dulu, agar
hati kita ini tenang. Dalam menjalankan ibadah juga harus dihindari
masalah-masalah kecil yang dapat merusak hati untuk menuju pada
keikhlasan kita dalam menghambakan diri kepada Rabb al- Alamin.
“Daripada kita punya banyak masalah lebih baik kita punya sedikit masa
alah” kata teman Nasrani menimpali suara ustadz lewat pengeras suara di
masjid itu.
Karena penasaran, saya bertanya kepadanya dalam kerumunan itu: “Apa sih bedanya antara masalah dengan masa-alah?”
Dia
menjawab: “Masalah itu problema dan masa-alah itu pujian yang sering
diucapkan orang Islam kepada Tuhan jika menjumpai kekaguman terhadap
sesuatu.”
Oh maksudnya “Masya Allah” to!
Contoh teks anekdot: Astaga, Astagafirullah, atau Astaghfirullah?
Astaghfirullah
adalah ucapan zikir mohon ampunan kepada Allah. Astaghfiruallah berbeda
dengan astaga, karena ketika astaga diucapkan sepertinya tidak bermakna
apa-apa, pun sama sekali tidak ada kaitannya dengan zikir mengingat
kepada Allah. Namun ada juga yang mengucapkannya dengan astagafirullah
(perpaduan antara astaga dan astagh-firullah).
Pernah
suatu ketika, astagfirullah diucapkan oleh seorang teman pada saat
“sakaratul maut”. Untung ada yang menuntunnya dengan sabar: “Jangan
astagafirullah, cukup astaghfirullah. Yuk sekali lagi
astaghfirullahalzaim”
Setelah ucapannya benar, Malaikat maut pun menjemput nyawanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Berzikir
dengan bacaan astaghfirullah bertujuan agar kita ingat kepada Allah.
Tapi silahkan saja jika mau membacanya dengan astagafirullah, wong
tanggung jawabnya masing-masing, kok repot.
“Cuman
kalau astaganya tak sampai tujuan ya jangan salahkan saya,” kata
seorang ustadz yang panda menyentil dengan sindiran atau lelucon kecil
dalam salah satu ceramah.
Contoh teks anekdot: Dikira Ustadzah dibius hingga siuman membaca Shalawat
Seorang
ibu, teman akrab istri saya mendapatkan musibah keguguran kandungan di
bulan Puasa. Tanpa mengabarkan sakitnya, rupanya dia berangkat sendiri
ke rumah sakit. Begitu mendengar berita tentang musibah itu, istri saya
jadi marah.
Rupanya dia sudah tidak lagi menganggap saya sebagai mbakyunya” katanya.
Maklumlah, hubungan antara istri saya dengan temannya itu sangat akrab,
sohib bahkan seperti saudara. Apalagi mereka sama-sama aktif dalam
perkumpulan majelis taklim
“Kalau
merasa saudara mestinya dia kabari saya. Paling tidak, saya kan bisa
bantu mengantar dia kerumah sakit,” kata istri saya sambil
bersungut-sungut.
“Mungkin dia bermaksud agar tidak merepotkan kepada siapapun”, kata saya.
Meskipun
demikian, akhirnya istri saya menengok temannya itu, tidak dirumah
sakit memang, karena kabarnya dia sudah pulang kerumah.
Usai
keduanya bertemu, teman istri saya bercerita tentang pengalamannya di
rumah sakit. Sewaktu dia dibius untuk dibersihkan kandungannya, dokter
berpesan:”Bu, coba bayangkan enak-enak, kalau perlu sorga, mumpung masih
bulan ramadhan.”
Saking
aktifnya dia di majelis taklim, selama proses pembiusan sampai siuman,
dengan suara keras bagaikan di mushala, dilantunkannya Shalawat
Badriyah: Shalatullah, salamulah… dan seterusnya, juga takbir hari
raya: Allahu Akbar.. sampai selesai. Mungkin dia membayangkan “Shalawat”
dan lebaran.
Tiba-tiba
dia siuman. “saya berada dimana, kok dengan asyik melantukan shalawat
dan takbir,” gumamnya dalam hati. Dilihatnya ke kiri dan ke kanan, ke
atas dan ke bawah. Tampak olehnya gordijn kamar yang berwarna biru.
“Eeh.. dirumah sakit” pikirnya tersadar. Lantas dia tertawa.
“Mungkin
oleh dokter dan para perawat saya dikira ustadzah kali ya… padahal
okem..”katanya lagi kepada istri saya sembari tertawa geli.
Contoh teks anekdot: Jika ingin selamat perbanyak shalawat
Ada
spanduk Idul Fitri 1 Syawal 1426 H yang dipampang di perempatan jalan
di sekitar wilayah Jawa Tengah yang menarik pemudik untuk membacanya.
Spanduk itu bertuliskan: jika ingin selamat perbanyak shalawat.
“Emangnya keselamatan penumpang bisa dijamin kala kita baca shalawat pak?” celetuk anak saya.
Mungkin
saja. Tapi ada benarnya juga lho. Sewaktu kami mudik ke Yogyakarta
berkendaraan, kami menikmati nyanyian shalawat Haddad Alwi; album Cinta
Rasul. Alhamdulillah, kami tidak merasakan lapar dan haus sehingga tidak
membuat kami putus puasa. Hati juga terasa bahagia sehingga cukup
membuat saya lebih berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan.
Padahal
kalau mau, kami kan bisa juga memanfaatkan dispensasi sebagai musafir
untuk tidak berpuasa. Namun kami sekeluarga sepakat untuk tidak
memanfaatkan dispensasi dari Allah itu.
Kami
pun kemudian sampai ditempat tujuan dengan selamat berkat shalawat yang
dilantunkan – kadang-kadang kami menyanyi dengan koor bersama.
Alhamdulillah, kendaraan kami juga tidak mengalami kemacetan. Sehingga
bukan hanya selamat dari putusnya berpuasa Ramadhan, melainkan juga
selamat dalam perjalanan. Rupanya memang benar, shalawat membawa
selamat.
Contoh teks anekdot: 100 hari Bu Tien Soeharto dan Buku Yasin Lux dan Berkat
Saya
diajak bos untuk mengikuti tahlilan 100 hari ibu Tien Soeharto, pada
sekitar awal Agustus 1996. Acara itu diawali dengan pengajian atau
ceramah Dr. Quraish Shihab, dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh
orang lain. Buku tahlilnya cukup lux berwarna kuning keemasan. Apakah
ada hubungannya dengan Golkar…? saya tidak tahu.
Buku
tahlil yang keren itu sering kali juga saya bawa tatkala diundang
tahlil ditempat lain. Menariknya, dalam buku itu sesuatu yang bermakna
Allah, ilah, lillah, rabb dan seterusnya ditandai secara khusus dengan
tulisan berwarna emas. Tulisannya yang jelas dan kerta yang glossy itu
juga membantu memudahkan para pembacanya.
Saat
kami berpamitan pulang dari tahlilan itu. Pak Harto menyalami tamu
(dengan dua tangan) tidak seperti biasanya dalam acara formal. Pada
setiap acara di Istana, yang berkesempatan bersalaman dengan Presiden
biasanya hanya dnegan satu tangan kanan dan bagi yang menginginkannya
boleh juga dicium. Saat dirumahnya (di Cendana) itu, Pak Harto
mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan untuk mendoakan ibu
Tien.
Kami
juga membawa bingkisan berupa berkat yang berisi nasi dan macam-macam
makanan lainnya dalam satu rantang besar. Karena besarnya bingkisan itu
akhirnya bos saya yang biasanya selalu di bantu oleh para petugas
protokol, kali ini dia membawa sendiri bingkisannya. Dalam hati mungkin
dia bergumam: “Tak apalah dibawa sendiri, wong bingkisan dari cendana
kok”
Maaf
saja bos, saya tidak dapat membantu wong saya dan yang lainnya juga
harus membawa bingkisan kita masing-masing. Sesekali dong bos, masak
dilayani melulu.
Contoh teks anekdot: Kirim Hadiah Fatihah untuk sunan Gunung jati
Budaya
kirim hadiah Ummul Quran al Fatihah untuk arwah leluhur dalam tahlilan
dan baca rawi merupakan budaya yang masih berlangsung di masyarakat
pedesaan. Walaupun secara pribadi sekarang saya tidak pernah
mempraktikan tahlilan, namun karena alasan humas, saya hadir juga tiap
kali ada undangan, bahkan sesekali terpaksa harus memimpin prosesi
tahlilan. Untung saja, semasa kecil di cirebon saya pernah belajar
tahlil dan masih suka juga dengan alunan merdunya marhaban ya nur al
aini dalam kita Al-Barzanji.
Pernah
dalam suatu tahlil 40 hari wafatnya tetangga di kampung (didaerah
bogor), saya hadir sebagai undangan. Seseorang yang memimpin tahlil
diundang secara khusus. Tetangga saya itu tidak lagi memakai dan percaya
kepada saya karena sudah diduga bukan ahli tahlil. Apa boleh buat.
Sang
ustadz yang diundang itu kemudian memulai tahlil dengan bacaan-bacaan
hadiah al-Fatihah. Mulai dari nabi, sahabat nabi, syaikh Abdul Qadir al
Jailani, para wali, khususnya Syarif Hidayatullah atau Sunan gunung jati
dan Ki Kuwu Crebon (pangeran Cakrabuana)
Sesuai tahlilan saya jadi
penasaran bertanya kepada ustadz: “Tadz, saya asli Cirebon, jadi buat
saya sih tidak ada masalah siapa-siapa saja yang tadi dihadiahi
al-Fatihah. Tapi kita ini kan tinggal di Bogor, mungkin disini ada juga
penguasa atau pemimpin spritual daerah yang dulu pernah disegani dan
patut dihadiahi al-Fatihah ketimbang Ki Kuwu Crebon.
“Maaf saja ya Pak” Jawab sang ustad, “saya belajar tahlil memang dari sana”
“Oo.. pantas”, kata saya dalam hati.
Contoh teks eksposisi pendidikan : Sekolah bertaraf Internasional
Pada suatu hari, di sekolah negeri yang antah berantah, seorang guru
dapat memberi tahu kepada murid-muridnya bahwa sekolah mereka nantinya
akan menjadi Sekolah SBI.
Guru: “Anak-anak ada kabar gembira untuk
kalian semua, sekolah kita ternyata sebentar lagi akan menjadi sebuah
sekolah SBI atau sekolah bertaraf Internasional. Nah, untuk bisa
menyambut hal ini, saya mau bertanya apa yang kalian siapkan?, Joni..
apa yang akan kamu siapkan untuk menyambut ini?”
Joni: “Belajar bahasa inggris supaya lebih mahir dalam berbicara bahasa inggris nantinya.
Guru: “Bagus sekali, nah kamu Jono??
Jono : “Mesti siap uang, karena bayarannya lebih mahal. Masa SBI
bayarannya sama dengan sekolah biasa? Udah gitu, tentunya nanti akan
dimintai iuran untuk ini dan itu.”
Guru: “Jawabanmu kok sangat sinis
sekali? Begini lo, jika sekolah kita sudah bertaraf internasional maka
itu berarti sekolah kita itu sudah setara dengan sekolah yang ada di
luar negeri. Jadi, kalian sama dengan sekolah di luar negeri.”
Jono:
“Tapi pak, kalau menurut saya, SBI itu sebenarnya bukan Sekolah
Bertaraf Internasional, tapi sekolah bertarif Internasional”
Akhirnya
guru itu langsung kebingungan untuk membalas kata-kata dari Jono dan
langsung membahas mengenai materi pelajaran. Sebagai info tambaha,
sekolah Bertaraf internasional atau SBI sekarang telah dibubarkan oleh
MK
.
Contoh teks anekdot: sarang laba-laba
Pada saat dosen sedang memberi kuliah Sosiologi Hukum maka bertanyalah ia terhadap mahasiswa yang bernama Rina
Dosen: saudari rina, coba anda utarakan denga ringkas tentang kondisi penegakan hukum yang ada dinegara kita tercinta ini.
Rina: Bagaikan seperti sarang-sarang laba pak!! Jawab dengan tegas.
Dosen : Mkasudnya Rina??
Rina : Kalau kelas kumbang wah jebol pak, sedangkan kalau kelas nyamuk akan segera tertangkap dan tidak bisa berkutik pak.
Dosen : Kalau kelas gagak?
Rina : Tidak tahu pak!!!
Contoh teks anekdot: BBM atau BBM
Sama dengan biasanya pagi hari Pak Mansur dan Pak Sahlan sedang asyik
melihat berita yang lagi panas di televisi. Mereka tengah mononton
berdua di lokasi warteg untuk ngumpul seperti biasanya, dan akhirnya
terjadilah percakapan diantara keduanya. “eh Lan, sekarang ini, katanya
BBM akan betul-betul dinaikkannya yah? kata Pak Mansur. “Iya si.. tetapi
sekarang ko’ kenapa yah masih banyak yang menggunakan BBM itu?,
sampai-sampai anak saya pun juga ngebet banget ingin dibelikan BBM, yah
katanya lagi diskon. Kata Pak Sahlan. “Emang presiden ingin ngasih
diskon BBM ya? Lha wong yang dimaksud anak kamu lan itu diskon BBM atau
Blackberry messenger, parah benar ini bapak Sahlan”.
Contoh teks anekdot: Guru dengan muridnya kelas 1
Murid AA: “Bu guru’ kata bagus satu tambah satu itu sebelas ya bu”
Guru : “salah nak, yang betul itu dua”. sambil dia menjelaskan lagi kepada si Andi
Andi : “Salah ibu guru, sini saya buktikan ya”, (Andi maju dan menulis
pada papan dengan menulis angka 11)” sebelas kan ibu guru?”
Guru : “Parah, dasar kalian anak kecil sudah diberitahu tetap saja ngeyel, gimana kalo besar nanti?
Contoh teks anekdot: KUHP
Seorang
dosen yang ada di Fakultas Hukum sedang memberikan kuliah hukum pidana,
ketika itu ada tiba sesi tanya jawab, si Ali bertanya kepada pak Dosen,
apa kepanjangan dari KUHP pak..? Lalu pak dosen tak menjawab sendiri
melainkan diserahkan kepada si Ahmad untuk menjawab. ‘Saudara Ahmad,
coba saya dibantu dalam menjawab pertanyaan dari Ali’, Pinta dari pak
dosen. Kemudian, dengan tegasnya si Ahmad memberikan jawaban, ‘Kasih
Uang Habis Perkara pak…!!!!’, tegas ahmad. Mahasiswa lain akhirnya
ketawa, tapi pak dosen hanya bisa geleng-geleng kepala.
Contoh teks anekdot: Bikin Undang-Undang.
Budi
datang berkunjung di sepupunya Alam, ia berada disebuah kota. Pada pagi
hari yang lengang, Budi diajak untuk mencari sarapan, mereka pun berdua
akhirnya naik mobil, tentu ALam yang menyetir mobil. PAda perempatan
jalan, waduh.., lampu merah sedang menyala, tetapi ALam jalan terus,
akhirnya Budi menegur sepupunya itu.
Budi : lampu merah, kenapa kamu terus jalan?
Alam : Alah.. tenang saja kok, di negara ini saya bisa bikin Undang-undang kok.. santai saja.
Budi : Bagaimana mungkin? Saya kira undang-undang itu dibuat oleh DPR dan pemerintah.
Alam : (Pinggirkan mobilnya)
Budi : Kenapa meminggir Alam?
Alam : Mau jawab pertanyaan mu itu Bud..
Budi : Kenapa harus meminggir Alam??
ALam : (akhirnya mobil dihentikan dan dirogohnya saku celana, lalu
dompet yang tebal itu dibuka dan ditaruh dihadapan Budi seraya berkata):
Ini jawabannya Budi…!! Sambil menancap gas full
Budi : Ohh…!!
Berdasarkan
contoh teks anekdot diatas maka kita bisa membuat sendiri teks anekdot
dengan sendiri. Selanjutnya nanti akan dibahas contoh teks anekdot
pendidikan dan contoh teks layanan publik.

4 replies on “Contoh teks anekdot lucu, ciri-ciri dan struktur lengkap”

terimakasih atas artikelnya izin copas untuk pelajaran saya 😀

artikel terkait juga coba dilihat > Pengertian Teks Anekdot, Tujuan dan Ciri-ciri Anekdot

Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
selltiket.com
Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085365566333
PIN : D2E26405

Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *