Categories
Uncategorized

Belajar Tentang Planet-planet dan Orbitnya

Planet-planet dan orbitnya. Seperti telah ditunjukkan pada bahasan tentang hukum-hukum Kepler, semua planet bergerak mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk elips, dengan matahari terletak di salah satu ttik apinya. Meskipun orbit planet-planet ini berbentuk elips, eksentrisitasnya sangat kecil sehingga bentuknya sangat mirip lingkaran. Sebagai contoh, Venus memiliki eksentrisitas orbit 0,0068, Neptunus memiliki eksentrisitas 0,010, dan sebagalnya. Orbit planet-planet yang berbentuk elips menyebabkan jarak planet ke matahari selalu berubah. Suatu saat, planet bisa mencapai titik terdekatnya dengan matahari. disebut titik perihelion. dan kemudian planet ini juga bisa mencapai titik terjauhnya, disebut titik aphelion. Orbit bumi mengelilingi matahari terletak pada satu bidang yang dinamakan bidang ekliptiko. Orbit planet-planet lain juga terletak pada satu bidang dan hampir berimpit dengan ekliptika. Sebagai contoh, orbit Merkurius memiliki kemiringan terhadap ekliptika sebesar 7°, dan bidang orbit planet.planet lain membentuk sudut kurang dan 4°. Dilihat dan komposisinya, planet-planet di tata surya dibagi menjadi dua jenis, yaitu planet-planet Terestrial atau planet kebumian dan planet-planet Jovian. Disebut Terestrial (berasal dan kata terra yang berarti bumi) karena komposisi bahan-bahan penyusun planet segolongan dengan komposisi bahan penyusun bumi. Disebut Jovian karena komposisi bahan-bahan penyusunnya mirip Jupiter (dalam Bahasa Latin. Jupiter di sebut Jovis atau Lovis). Planet-planet Terestrial adalah Merkurius. Venus, dan Bumi. Planet-planet ini didominasi oleh batuan silikat, memiliki massa Jenis sekitar 5 kali massa jenls air dan ukurannya tidak terlalu bear. Planet-planet Jovian merupakan planet-planet besar, yaltu Jupiter, Satumus, Uranus, dan Neptunus. Planet-planet Jovian ini memilikl rapat massa yang tidak terlalu besar, bahkan Saturnus bisa mengambang di atas permukaan air. Planet-planet Jovian ini didomlnasi oleh unsur-unsur ringan sepertl hidrogen dan helium. Hal lain yang menarik dari planet-planet ini adalah banyaknya satelit yang dimiliki oleh masing-masing planet dan cincin yang mengelilingi mereka. Sebelum tahun 2006 Pluto adalah sebuah planet yang dianggap setara dengan 8 planet lainnya. Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya teleskop yang mampu mengamati objek-objek yang sangat lemah, para astronom menemukan adanya objek-objek mirip Pluto yang terletak di seberang Neptunus, dan kemudian diberi nama objek trans-neptunian. Berdasarkan pertimbangan ini pada saat berlangsungnya General Assembly international Astronomical Union di Praha pada bulan Agustus 2006, para astronom memutuskan untuk mengeluarkan Pluto dan planet yang kedudukannya sama dengan 8 planet lainnya. Mereka menyatakan bahwa Pluto bukan lagi planet seperti 8 planet lainnya, melainkan suatu planet kecil. Yang termasuk planet kecil adalah asteroid Ceres dan 2003UB313 yang awalnya populer disebut Xena, dan selanjutnya mempunyai nama resmi 136199 Eris. Mereka juga membuat definisi baru tentang planet. Definisi ini diharapkan dapat memberikan kata akhir pada nasib Pluto atau planet-planet lain yang mungkin ditemukan kemudian. Menurut mereka, planet adalah benda langit yang mengorbit matahari, bukan satelit sebuah planet, memiliki massa yang mencukupi sehingga gaya gravitasi yang dibangkitkannya sanggup mengatasi gaya-gaya lain. Planet memiliki bentuk bulat karena keseimbangan hidrostatis, dan daerah yang terletak di sekitar orbitnya sudah “dlbersihkan” sehingga objek ini menjadi satu-satunya benda yang berukuran besar pada satu jarak tertentu. Berdasarkan kedua kriteria tentang planet dan planet kecil tersebut, benda langit yang memenuhi dua kriteria  pertama akan digolongkan sebagai planet katal, sedangkan benda bukan satelit yang hanya memenuhi criteria pertama digolongkan ke dalam benda tata surya berukuran kecil. Dalam tata surya kita, yang masuk dalam golongan planet katai adalah Ceres, Pluto, dan Eris.
Planet-planet dan orbitnya
Planet-planet dan orbitnya

Cahaya planet yang sampai ke kita bukan berasal dan planet itu sendiri, melainkan merupakan cahaya matahari yang dipantulkan oleh planet. Kecerlangan planet yang sampai kepada kita berbeda-beda, tergantung pada jarak planet serta berapa bagian cahaya matahari yang mampu dipantulkan oleh planet. Untuk ini, diperkenalkan konsep albedo, yang menunjukkan berapa bagian dan sinar datang yang bias dipantulkan oleh planet yang bersangkutan. Jika planet memiliki albedo 1, berarti seluruh cahaya matahani yang datang ke permukaan planet akan dipantulkan.
Tata surya tidak hanya terdiri dan matahari dan planet-planet saja, melainkan juga objek-objek lain yang lebih kecil, seperti asteroid, komet, dan meteoroid. Benda-benda ini memiliki pergerakan yang berbeda dengan planet-planet dan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk sampai dekat bumi dibandingkan dengan planet-planet itu. Bagaimana ini hanya membahas tata surya secara umum. Uraian lebih rinci tentang seluruh anggota tata surya dibahas pada bagian pembentukan tata surya. Sekian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *