6 Tanaman Tomat : Sejarah, Ciri dan Jenis-jenisnya

6 Tanaman Tomat : Sejarah, Ciri dan Jenis-jenisnya

6 Tanaman Tomat : Sejarah, Ciri dan Jenis-jenisnya –

Tanaman tomat – Tomat adalah anggota keluarga Solanaceae yang memiliki siklus hidup pendek. Budidaya tomat sangat sederhana. Banyak jenis tomat yang bisa Anda temukan di dunia. Anda dapat memilih varietas berdasarkan kondisi lingkungan di daerah Anda. Warna, bentuk, dan rasanya juga bervariasi, tergantung jenisnya. Apakah kamu penasaran? Ayo, lihat informasi lengkap berikut.

Sejarah tanaman tomat

Sejarah tanaman tomat

Tomat telah dibudidayakan sejak lama di Amerika Latin. Tanaman ini ditanam untuk pertama kalinya sejak 700 SM. oleh suku Inca dan Aztec. Di Eropa, tomat diperkenalkan oleh Christopher Colombus. Dia membawa banyak biji setelah berlayar dari Amerika, termasuk tomat.

Di Asia, tomat diperkenalkan oleh pedagang Spanyol dan Portugis. Ini telah terjadi sejak abad ke-16, sementara di Indonesia penyebaran tomat dilakukan oleh Portugis pada abad ke-18: awalnya ukuran tomat itu kecil, tetapi sejak perkembangan saat ini ada banyak varietas tomat yang lebih berkualitas dan tahan hama. dan penyakit.

Bagian tanaman tomat

1. Root

 akar

Sistem akar pada tanaman tomat terdiri dari 2 sistem, yaitu akar tunggang dan akar berserat. Taproot tumbuh di tanah, sementara akar berserat berkembang ke samping. Jadi tanaman ini sangat cocok untuk disemai di tanah gembur. Selain itu, tanah harus kaya nutrisi.

2. Batangnya

 bagasi

Bentuk batangnya persegi atau bulat. Batang memiliki struktur lunak tetapi tetap kuat. Anda dapat menemukan rambut halus pada batang tomat dan menemukan rambut kelenjar.

Batang tomat berwarna hijau yang menebal di ruasnya. Di batang bawah Anda dapat menemukan keberadaan akar pendek. Jika Anda tidak memangkas batang akan tumbuh banyak cabang.

3. Meninggalkan

 daun

Daun tomat berbentuk oval, ujung daunnya bergerigi dan menyirip. Daun tomat termasuk daun majemuk disusun dalam bentuk spiral. Jumlah daunnya adalah 5 hingga 7 daun. Panjang daun antara 15 dan 30 cm dengan lebar daun antara 10 dan 25 cm. Sementara itu, batang daun memiliki panjang 3 hingga 6 cm.

4. Bunga

Bunga pada tomat muncul pada batang yang masih muda dan bercabang. Warna bunga tomat kuning cukup cerah. Ukurannya sangat kecil, yaitu 2 cm. Bunga tomat terdiri dari kelopak, benang sari, putik, dan kelopak bunga. Anda dapat menemukan 5 kelopak hijau.

Ada 6 karangan bunga dengan ukuran sekitar 1 cm. Warna mahkota bunga kuning cerah. Posisi benang sari dan putik pada tanaman tomat berada di bunga yang sama sehingga termasuk dalam bunga yang sempurna. Jumlah benang sari dan kepala putik masing-masing adalah 6.

5. Buah

Bentuk berbagai jenis tomat adalah bulat, oval, sedikit oval, oval, sedikit bulat dan bulat. Bentuk buah dari setiap jenis dan varietas berbeda. Berat buah bervariasi dari 8 gram hingga 180 gram. Ada juga warna buah muda berwarna hijau sedangkan tomat matang berwarna merah.

6. Biji

 benih

Bentuk biji tomatnya rata dengan ciri bulunya, warnanya putih kekuningan, putih dan coklat muda. Biji tomat memiliki panjang sekitar 3-5 mm, sedangkan lebarnya mencapai 2 hingga 4 mm. Setiap benih saling menempel dan ditutup dengan bubur buah.

Jenis tanaman tomat

1. Tomat Ceri

Tomat ceri

Bentuk tomat ceri kecil mirip dengan buah ceri. Saat dimasak, tomat memiliki warna merah. Tomat yang kualitas warnanya tidak belang, kulitnya halus. Tomat, yang sebagian masih hijau, dapat matang jika ditempatkan pada suhu kamar. Jenis tomat ini banyak digunakan untuk salad karena rasanya yang manis.

Tomat ceri memiliki berbagai jenis, yaitu 100 manis dan kesenangan tukang kebun, keduanya sangat populer di Inggris Raya dan Amerika Serikat. Selain itu, ada tomat Santorini dari Yunani.

Budidaya tomat ceri dilakukan di daerah dengan ketinggian berkisar antara 600 hingga 15.000 m. Suhu udara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah antara 17 dan 18 derajat Celcius. Secara umum, budidaya tanaman ini dilakukan secara hidroponik di rumah kaca.

2. Buah prem

Prem tomat

Bentuk tomat prem adalah oval seperti buah prem. Karakteristik lain dari tomat ini adalah permukaan kulitnya yang tipis, ampas buahnya kaya air. Jenis tomat ini memiliki rasa asam dibandingkan dengan tomat ceri, sehingga banyak digunakan sebagai saus cabai atau jus tomat.

3. Tomat hijau

Tomat hijau

Tanaman ini masih muda, sehingga memiliki warna hijau. Rasa buahnya paling masam dibanding buah lainnya. Selain itu, kandungan air dalam tomat juga lebih rendah dari pada jenis tomat lainnya. Terlihat segar, sehingga banyak digunakan untuk bahan campuran.

4. Daging sapi dengan tomat

Bentuk daging tomat membulat sampai tidak teratur. Ukuran tomat sangat besar dan memiliki permukaan kulit kasar. Daging yang tebal, kulit buah yang tipis dan Anda dapat menemukan banyak ruang untuk biji. Dengan berat hingga 500 gram per buah.

Secara umum, tomat jenis ini banyak digunakan sebagai sandwich atau hamburger. Anda dapat menanam tomat jenis ini dengan sistem hidroponik. Anda bisa menanamnya di rumah kaca.

5. Anggur Tomat

Anggur Tomat

Bentuk dan ukuran tomat jenis ini mirip dengan anggur. Rasa manisnya membuat tomat anggur bisa dimakan langsung atau dijadikan bahan untuk salad. Namun, tomat jenis ini jarang ditemukan di Indonesia karena belum banyak ditanam. Anda dapat menemukan tomat jenis ini sepanjang tahun.

6. Pir tomat

Pir tomat

Seperti namanya, bentuk tomat ini hampir sama dengan buah pir tetapi ukurannya lebih kecil. Warnanya bervariasi, yaitu merah, kuning dan oranye. Rasa tomatnya manis sehingga bisa dimakan langsung atau dijadikan salad. Namun, tomat jenis pir ini tidak ditemukan di Indonesia.

Keuntungan dari tanaman tomat

1. Mencegah kanker

Ini mencegah timbulnya kanker

Dalam buahnya, tomat kaya akan vitamin C dan antioksidan. Fungsi kedua senyawa ini adalah untuk menghilangkan radikal bebas sehingga mereka dapat bertindak sebagai antikanker. Selain itu, kehadiran likopen yang dapat Anda temukan pada kulit buahnya membuat tomat bekerja untuk mencegah kanker.

2. Minimalkan risiko penyakit jantung

Minimalkan risiko penyakit jantung

Ini karena tomat kaya akan kalium, vitamin C, kolin, dan serat untuk memfasilitasi kinerja jantung. Selain itu, tomat juga kaya kalium untuk meminimalkan penyakit jantung.

3. Mempercantik kulit

Mempercantik kulit

Tanaman tomat kaya akan vitamin C yang berperan membantu produksi kolagen. Tidak heran jika makan tomat dapat membuat kulit Anda terlihat cantik, kencang dan muda.

4. Menjaga kesehatan mata

Jaga kesehatan mata

Tomat kaya akan beta karoten dan vitamin A. Penting untuk menjaga kesehatan mata dan fungsi retina sehingga mereka bebas dari berbagai penyakit. Karena itu, disarankan untuk makan tomat secara teratur.

5. Memerangi peradangan

Atasi peradangan

Dianjurkan untuk mengonsumsi jus tomat secara teratur setiap hari untuk mencegah dan mengobati penyakit radang. Biasanya peradangan terjadi karena radang sendi atau nyeri sendi.

Teknik budidaya tomat

1. Tentukan biji tomat

Tentukan biji tomat

Kami merekomendasikan memilih jenis tomat berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi. Pilih tomat terbaik, yang memiliki ukuran besar dan bentuk yang halus. Selain itu, tomat dapat menua di pohon. Saat buahnya sudah tua, kumpulkan dan ambil bijinya. Buang lendir yang Anda bersihkan dengan air.

Rendam benih dalam air. Salah satu ciri benih yang baik adalah bak cuci. Pilih biji tomat yang memiliki bentuk sempurna dan tidak kusut. Benih dikeringkan dengan cara dikeringkan. Kemudian simpan benih kering dalam wadah kering dan steril.

2. Bibit biji tomat

Bibit tanaman tomat

Anda dapat menabur benih tomat hingga tanaman memiliki daun dan batang yang kuat. Penaburan biasanya dilakukan dengan menggunakan polybag. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko tanaman mengalami stres ketika dipindahkan ke area yang luas. Meskipun bagus, pembibitan dengan polybag mahal.

Caranya adalah dengan menembus dukungan pembibitan hingga 1 cm. Setiap polybag menaruh sebutir biji tomat, lalu tutup menggunakan cara menabur. Saat bibit dilepas, Anda bisa merobek polibag. Selanjutnya, masukkan benih dan tanah ke dalam lubang yang disiapkan di kebun.

Solusinya adalah Anda bisa menggunakan teknik pembibitan. Penaburan dilakukan sampai tanaman siap untuk dipindahkan, yaitu antara 35 dan 40 hari. Disarankan untuk berhati-hati saat mengeluarkan bibit.

Caranya adalah membuat garis pada penopang yang diberi jarak 5 cm antara garis dengan kedalaman 1 cm. Taburkan benih Anda di setiap baris dengan jarak 2-3 cm agar tidak menumpuk. Garis Anda ditutup menggunakan tanah, lalu ditaburi dengan air.

Setelah bibit tumbuh, daun dan akarnya kuat, Anda pindah ke bumi. Caranya, pertama tarik keluar. Sebelum tanaman dicabut, bilas dengan air. Tujuannya agar media lunak sehingga akarnya tidak pecah. Kedua, bibit yang diambil bersama dengan tanah diputar untuk mencegah kerusakan akar.

3. Pengelolaan lahan

Pengelolaan lahan

Tanaman tomat tumbuh dan berkembang baik di tanah dengan pH 5,5 hingga 7. Jika pH tanah sangat asam atau lebih rendah dari 5,5, Anda dapat menambahkan dolomit atau kapur pertanian. Fungsi kapur adalah untuk meningkatkan pH tanah dan memperbaiki struktur tanah. Dosisnya memadai untuk pH tanah.

Tanah digoyang sampai longgar, jadi buat bedengan selebar 1 meter dengan tinggi 30 cm. Jaraknya antara 30 dan 40 cm. Tinggalkan tanah Anda selama sekitar satu minggu.

Anda bisa menyuplai pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau kompos dengan ukuran lahan seluas 20 hektare. Pupuk diaduk secara seragam di tempat tidur. Anda juga dapat menambahkan pupuk PTS sekitar 5 gram per tanaman untuk meningkatkan jumlah fosfat dalam tanah.

Tempat tidur dapat ditutup dengan mulsa plastik. Ini sangat penting selama musim panas untuk menjaga kelembaban tanah, mencegah pertumbuhan gulma dan menjaga tomat tetap bersih. Sebelum menanam, tinggalkan tanah Anda selama seminggu. Kemudian buat lubang di plastik dengan jarak 40 hingga 50 cm.

4. Tanam bibit tanaman tomat

Menanam benih tanaman tomat

Masukkan benih ke dalam lubang yang sudah disiapkan. Jika bibit digunakan dari polybag, polybag dikeluarkan dan benih dimasukkan bersama dengan tanah yang disemai. Selanjutnya, tutup dengan tanah.

Namun, jika bibit pembibitan digunakan, bibit akan ditempatkan langsung ke lubang gali. Kemudian, tutup dengan tanah sampai halus. Selanjutnya, bilas biji dengan air untuk menjaga kelembaban.

a. Perawatan tanaman

Fungsi penanaman kembali adalah untuk memilih tanaman mati, sakit atau jatuh dan diganti dengan tanaman sehat. Anda bisa menjahit satu minggu setelah menanam tanaman.

Anda bisa menyiangi 3-4 kali. Tujuan dari gulma adalah untuk memberantas gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Ini karena gulma dapat mengganggu tanaman dan mengambil nutrisi yang harus diserap oleh tanaman.

Anda dapat memangkas seminggu sekali. Anda dapat mencegah pertumbuhan batang dengan memotong axils daun. Anda juga dapat menyesuaikan ketinggian tanaman dengan memotong ujungnya ketika tandan mencapai 5-7 buah.

Jika Anda menanam tomat organik, Anda bisa menyemprotkan pupuk organik cair yang kaya kalium. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali sebelum tanaman berbunga dan buah. Konsentrasi pupuk kurang dari 2%.

Jika Anda menanam tomat non-organik, ketika tanaman berumur 1 minggu, berikan campuran urea dan pupuk KCL (1: 1), masing-masing tanaman 1-2 gram. Saat tanaman berumur 2-3 minggu, tambahkan 5 gram campuran pupuk. Pupuk sebaiknya tidak dioleskan ke pabrik sehingga tanaman tidak terluka.

Tomat hanya membutuhkan sedikit air. Ini karena kelebihan air dapat menghambat fase generatif sehingga pertumbuhan batang dan daun menjadi sangat subur.

Sebaliknya, tanaman ini tidak boleh kering. Ini karena kekeringan berarti buah yang dihasilkan tidak baik dan pecah. Selain itu, ia juga menyebabkan bunga-bunga jatuh sehingga dapat menyebabkan panen gagal. Karena itu, penyiraman harus dilakukan di pagi hari ketika musim kemarau tiba.

Fungsi tangga adalah mengikat tanaman agar tidak roboh. Anda bisa menggunakan barisan bambu dengan panjang sekitar 2 meter. Untuk membuat posisi lebih solid, Anda bisa mengikat ujung garis dengan ujung lainnya menggunakan tali.

Anda dapat memasang baris saat tanaman masih kecil agar tidak melukai akar agar akar tidak terluka. Akar yang terluka dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan penyakit.

b. Pengendalian hama dan penyakit

Parasit yang sering menyerang pertumbuhan tomat adalah ulat buah, lalat putih, tungau, kutu daun thrips, nematoda dan lain-lain. Sementara itu, berbagai penyakit yang terkait dengan tomat termasuk layu, noda daun, busuk buah, busuk daun, jamur dan lainnya. Anda dapat memberantas hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida.

c. Koleksi Tomat

Tomat dapat dipanen setelah 60 hingga 100 hari. Waktu panen juga dipengaruhi oleh varietas. Tomat dipanen ketika buahnya kekuning-kuningan, ujung daunnya menguning dan batangnya menjadi kering. Panen dilakukan 3 hari di pagi atau sore hari, sehingga tomat tidak mudah pudar.

Informasi di atas dapat digunakan sebagai sumber referensi untuk menanam tanaman tomat. Selain itu, informasi ini dapat memperluas wawasan dan pengetahuan Anda sehingga Anda bisa mengenal bagian-bagian tomat dan jenisnya.

Demikianlah info mengenai 6 Tanaman Tomat : Sejarah, Ciri dan Jenis-jenisnya. Semoga info ini mampu memperluas pengetahuan berfikir anda tentang 6 Tanaman Tomat : Sejarah, Ciri dan Jenis-jenisnya.

Leave a Reply