Struktur Sel dan Organel-organel sel Serta Fungsinya

Struktur Sel dan Organel-organel sel Serta Fungsi Sel | Pada setiap hal yang ada didunia ini mempunyai struktur sel pada setiap unit terkecil yang telah menyusun tubuh kita atau yang biasa disebut sebagai sel. Tapi ternyata sel juga memiliki struktur sel. Struktur sel adalah bagian-bagian sel yang terdiri dari sitoplasma, organel-organels sel dan membran sel. Nah untuk lebih lengkanya maka simak pencerahan yang ada dibawah ini:

Bagian-bagian Struktur Sel
Membran Sel

Membran sel adalah suatu pemisah antara lingkungan yang ada didalam sel dan lingkungan luar sel serta menjadi media keluar masuknya zat yang berasal dari dalam dan zat yang akan masuk kedalam sel. Membran sel ini bersifat semipermeabel dan sebagai selektif permeabel yang bertugas menjadi penyaring ketika ada zat yang ingin memasuki sel

Struktur Sel dan Organel-organel sel Serta Fungsinya

Fungsi membran sel
Adapun fungsi membran sel yaitu sebagai berikut:

  • Berfungsi sebagai sekat yang membatasi antara lingkungan luar sel dan isi sel.
  • Berfungsi sebagai reseptor pada sel.
  • Berfungsi sebagai tempat munculnya reaksi kimia, seperti respirasi sel.
  • Berfungsi sebagai pengontrol pada transportasi zat yang dari dalam keluar sel maupun yang berasal dari luar ke dalam sel.
  • Berfungsi sebagai yang melindungi sel
  • Berfungsi dalam menjaga stabilnya pH, membuang sisa metabolis yang sudah menjadi racun dan menjaga konsentrasi ion.
Struktur membran sel
Hal yang dapat menjelaskan struktur membran sel maka kita menggunakan model mosaik fluida yang merupakan suatu model struktur membran sel yang memiliki bentuk pospolifid bilayer atau membentuk dua lapisan yaitu lapisan bawah dan lapisan atas.
  • ekor asam lemak atau bagian tengah bilayer akan membentuk membran yang hidrofobic atau tidak suka air.

  • Bagian kepala fospolipid bilayer atau pada bagian kepala akan membentuk membran yang hidrofilik atau suka air.

  • Protein integral atau intrinsik ialah protein yang terlihat menjulang atau menembus pada membran sel yang dari lapisan atas sampai ke bawah.

  • Protein ekstrinsik atau peripheral ialah suatu protein yang berada pada lapisan atau atau bawah yang ada dari membran sel.

  • Fospolipid atau lemak yang berhubungan dengan posfat.

  • Glikolipid atau lemak yang sedang berikatan dengan karbohidrat.

  • Glikoprotein atau protein yang sedang berikatan dengan karbohidrat.

Sitoplasma

Sitoplasma atau cairan sel ialah suatu matriks yang ada diantara membran nukleus dan plasma. Sitoplasma tersusun dari sitosol yang memiliki sifat organel-organel sel dan koloid. Ukuran koloid sekitar 0.001 sampai 0.1 mikron dengan adanya koloid akan dapat memungkinkan sitoplasma berada pada dua fase yaitu fase sol atau encer dan fase gel atau setengah padat.

Fungsi Sitoplasma
Adapun fungsi sitoplasma yaitu sebagai berikut:
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan jenis bahan bereaksi kimia yang telah digunakan untuk melakukan pembakaran atau metabolisme sel, seperti gula, protein, lemak, ion dan enzim

  • Berfungsi sebagai tempat terjadinya pembakaran atau metabolisme sitosolik.
  • Berfungsi sebagai fasilitator bagi suatu organel tertentu agar bisa bergerak.
  • Berfungsi sebagai tempat berproses dalam pembentukan energi, asam amino, nukleotida, protein dan sistesis asam lemak.
  • Berfungsi sebagai tempat menjamin dalam berlangsungnya pertukaran zat dalam menjaga berlangsungnya pembakaran atau metabolisme secara baik.
  • Sitoplasma berfungsi sebagai tempat untuk para jaringan filamen protein yang dikenal sebagai sitoskeleton. Sitoskeleton ini akan dapat membantu dalam mempertahankan konsistensi dan bentuk sel.
Organel-organel Sel
Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma adalah kantung-kantung yang pipih dan tabung yang memiliki dua lapis membran yang telah meluas dan menutupi pada sebagian besar area sitoplasma dan berkaitan pada membran inti. Terbagi atas beberapa yaitu Retikulum endoplasma halus (REH) dan Retikulum endoplasma kasar (REK).
Adapun fungsi retikulum endoplasma yaitu sebagai kendaraan atau alat transportasi pada zat-zat yang ada didalam sel.

Ribosom
Ribosom adalah suatu butiran kecil nukleoprotein yang telah tersebar didalam sitoplasma. Adapun fungsi dari ribosom ini dapat melangsungkan sintetis pada protein.

Badan golgi
Badan golgi adalah suatu kantung yang pipih bertumpuk dan tersusun dari ukuran besar sampai ukuran yang kecil dan terikat pada area membran. Adapun fungsi badan golgi yaitu untuk memproses adanya protein dan molekul lain yang bisa dibawa keluar sel atau yang ada di membran sel dan akan membentuk lisosom.

Mitokondria
Mitokondria adalah suatu organel yang bermembran rangkap, dimana tersusun dari membran luar, membran dalam yang nampak berlekuk-lekuk dan matriks mitokondria. Adapun fungsi mitokondria yaitu sebagai tempat respirasi aerob dalam membentuk ATP yang menjadi sumber energi bagi sel.

Lisosom
Lisosom memiliki bentuk kantong-kantong kecil dan pada umumnya memiliki isi berupa enzim perncernaan (hidrolisis) yang mempunyai fungsi sebagai peristiwa pencernaan intra sel. Sehubungan dengan adanya bahan yang dikandungnya lisosom mempunyai peran dalam suatu peristiwa.

Pencernaan intrasel    : Mencerna materi yang telah diambil dengan cara fagositosis.
Eksositosis        : Melakukan pembebasan sekrit yang keluar dari sel.
Autofagi        : Suatu penghancuran terhadap organel sel yang telah rusak.
Autolisis        : Suatu penghancuran terhadap diri sel dengan cara berupa melepaskan enzim pencerna yang berasal dari dalam lisosom ke dalam sel.

Sentrosom atau sentriol
Sentrosom memiliki bentuk seperti bintang yang memiliki fungsi untuk pembelahan sel (meiosis atau mitosis). Sentrosom adalah suatu organel yang telah disusun oleh 2 sentriole. Sentriole memiliki bentuk seperti tabung dan bisa disusun oleh mikrotubulus yang berupa 9 triplet, dimana terletak berada didekat salah satu pada kutub inti sel. Adapun fungsi sentrosom yaitu berperan dalam mengadakan proses pembelahan sel dengan cara membentuk benang spindel. Benang spindel tersebut akan bertugas dalam menarik kromosom kemudian menuju pada kutub sel secara berlawanan.

Plastida
Plastida adalah organel yang pada umumnya memiliki isi berupa pigmen.

Lekoplas
Lekoplas adalah plastida yang berwarna putih dimana berfungsi dalam menyimpan makanan. Adapun jenis lekoplas diantaranya sebagai berikut:
Amiloplas yang bertugas untuk menyimpan amilum
Elaioplas yang bertugas dalam menyimpan minyak atau lemak.
Proteoplas yang bertugas untuk menyimpan protein.

Kloroplas
Kloroplas adalah suatu plastida yang berwarna hijau.Plastida ini dapat berfungsi dalam menghasilkan klorofil yang menjadi tempat berlangsungnya aktivitas fotosintesis.

Kromoplas
Kromoplas yaitu suatu plastida yang memiliki kandungan pigmen , semisal

  • Karotin yang memberikan pigmen kuning
  • Fikodanin yang memberikan pigmen biru
  • Fikosantin yang memberikan pigmen kuning
  • Fikoeritrin yang memberikan pigmen merah.
Vakuola
Vakuola yang merupakan suatu rongga yang ada terbentuk dalam sel, dan telah dibatasi oleh membran yang dikenal tonoplas. Pada setiap beberapa spesies yang dikenal terdapat vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. Pada tanaman yang memiliki vakuola berukuran besar dan pada umumnya sudah termodifikasi. Adapun fungsi vakuola yaitu berisi alkaloid, tempat penimbunan pada sisa metabolisme, pigmen anthosianin, atau tempat penyimpanan zat makanan.

Untuk sel hewan terdapat vakuolanya kecil atau bahkan tidak ada , kecuali untuk hewan yang bersel satu.
Untuk hewan bersel satu memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makan yang bertugas didalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil bertugas sebagai osmoregulator.

Mikrotubulus
Mikrotubulus memiliki bentuk seperti benang silindris dan kaku. Adapun fungsi mikrotubulus yaitu dapat melindungi dan memberi bentuk sel dan sangat berperan dalam pembentukan sentriol, flagela dan silia.

Mikrofilamen
Mikrofilamen sangat mirip dengan mikrotubulus, tetapi untuk diameternya lebih kecil. Bahan yang dijadikan sebagai pembentuk mikrofilamen ialah miosin dan aktin seperti yang ada pada otot. Adapun fungsi mikrofilamen yaitu berperan dalam proses pergerakan eksositosis, endositosis dan sel.

Perokrisom (badan mikro)
Perokrisom merupakan kantong kecil yang telah berisi enzim katalase, organel ini banyak ditemukan pada sel hati. Adapun fungsi dalam perokrisom ialah menguraikan peroksida (H2O2 yang merupakan sisa dari metabolisme yang memiliki sifat toksik menjadi oksigen dan air.
Glioksisom ialah suatu badan mikro yang ada pada tumbuhan dan berperan dalam suatu proses pengubahan senyawa menjad sebuah sukrosa.

Inti sel atau nukleus.
Organel yang telah mengatur semua aktivitas yang ada didalam sel.
Inti sel yang terdiri dari beberapa bagian yaitu:

  • Membran inti atau karioteka
  • Nukleoplasma atau Kariolimfa
  • Kromatin atau kromosom
  • Nukleus atau anak inti
Adapun fungsi inti sel yaitu mengatur seluruh aktivitas atau kegiatan sel karena yang ada dalam inti sel terdapat kromosom yang memiliki isi berupa AD yang dapat mengatur sintesis.

Dapat mengendalikan proses berjalannya metabolime yang ada dalam sel.
Dapat menyimpan data berupa informasi genetik.
Sebagai tempat terjadinya proses replikasi.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang struktur sel dan organel-organel sel serta fungsinya. Semoga informasi biologi ini dapat memberikan manfaat dalam menambah wawasan dalam mengetahui struktur sel dan organel-organel sel serta fungsinya.

Leave a Reply