Kumpulan contoh kasus pelanggaran HAM Dunia dan Indonesia

Kumpulan contoh kasus pelanggaran HAM Dunia dan Indonesia |  Inilah kumpulan contoh kasus pelanggaran ham yang ada di Dunia dan Indonesia, untuk contoh kasus pelanggaran ham di dunia termasuk kasus pelanggaran HAM yang paling dikecam oleh masyarakat dunia sehingga dikatakan kasus pelanggaran HAM di dunia. Dan disini dalam artikel ini selain kita membahas contoh kasus pelanggaran ham didunia, maka kita juga membahas contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi diindonesia.

Kita harus beryukur karena sudah ada aturan tentang menjaga Hak Asasi Manusia (HAM), begitu banyak kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi sehingga banyak korban yang jatuh karenanya. Oleh sebab itu, jika aturan mengenai HAM tidak ada maka tentunya akan dilakukan penindasan secara terus menerus yang dilancarkan kepada seseorang dan setelah itu mereka yang telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan tidak akan diusut dan diadili. Aturan HAM mesti ditegakkan agar tidak terjadi lagi kejahatan terhadap kemanusiaan seperti yang telah terjadi genosida di Jerman, pembunuh massal yang dilakukan oleh stalin, dan pembantaian etnis Rohingnya yang terjadi di Myanmar.
Kamu tentu sudah pernah menonton di televisi atau bahkan pernah menyaksikan langsung di tempat kejadian ketika terjadi suatu konflik, seseorang dikejar-kejar, lalu dipukul-pukul oleh orang yang lain lagi. Coba bayangkan, bagaimana kalau hal serupa menimpa kamu? Bagaimana perasaan kamu? Tentunya, perasaan kamu tidak enak, bukan? Kamu merasa tidak nyaman. Itulah merupakan salah satu gambaran pelanggaran hak asasi manusia. Hak untuk hidup dan hak atas rasa aman. Padahal, setiap manusia diciptakan sama oleh Tuhan.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk lainnya. Selain diberi jasmani yang cantik, dengan kelebihannya itu, ia dapat berkarya dan mengolah alam demi kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu, manusia memiliki suatu hak istimewa yang disebut hak asasi yaitu hak dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa kepada Hambanya tanpa kecuali. Hak-hak itu tidak dapat diingkari, karena pengingkaran terhadap hak-hak tersebut berarti mengingkari martabat kemanusiaan. Setiap pelaksanaan hak asasi mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain, sehingga di dalam hak asasi manusia ada kewajiban asasi.

Kumpulan contoh kasus pelanggaran HAM Dunia dan Indonesia

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan hak asasi manusia? pengertian ham? Menurut UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), yang dimaksud dengan HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikattnya dan keberadaan manusia yaitu sebagai makhluk Tuhan yang maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Berbagai instrumen Nasional Hak Asasi Manusia
Dalam narasi sejarah peradaban dunia, kehidupan manusia begitu banyak diwarnai oleh kenyataan adanya pelecehan ataupun adanya pengingkaran terhadap hak asasi manusia. Tindakan pengingkaran terhadap hak asasi manusia telah berhasil membangkitkan kesadaran akan pentingnya sebuah dokumen yang berisi pengakuan dan jaminan hak asasi manusia.
Negara Republik Indonesia mengakui dan mesti menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kebebasan dasar manusia tersebut merupakan sebuah hak yang secara kodrati melekat dan tidak dapat terpisahkan dari manusia. Hak tersebut mesti dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi adanya peningkatan pada martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan dan kecerdasan serta keadilan. Oleh karena itu, setiap orang memiliki hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan perlakuan hukum yang adil serta mendapatkan kepastian hukum dan adanya perlakuan yang sama di depan hukum.
Pengakuan dan jaminan hak asasi manusia di Indonesia diatur dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan berbagai peraturan perundang-undangan lainnya.
Sebelum kita membahas tentang contoh kasus pelanggaran ham dan upaya penegakannya, kita akan mencoba untuk mengurai sejarah perkembangan ham, mengenai apa yang menjadi latar belakang lahirnya peraturan perundang-undangan HAM Nasional.
Latar Belakang lahirnya Peraturan Perundang-undangan HAM Nasional
Sebagai bangsa yang pernah diinjak-injak oleh imperialisme, bangsa Indonesia menyadari betul arti hak asasi manusia. Karena itu, para pendiri republik (founding fathers) sudah memikirkannya sejak awal mula kemerdekaan. Masalh hak asasi manusia pun dicantumkan dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Apa yang dicantumkan dalam UUD 1945 itu, tiga tahun lebih dulu dibandingkan dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) perserikatan bangsa-bangsa.
Dalam perkembangannya, pasal-pasal mengenai hak asasi manusia ini banyak dicantumkan di dalam konstitusi Republik Indonesia Serikat 1949 dan Undang-undang Dasar Sementara 1950. Begitu pun dengan konstitusi yang terbentuk setelah pemilihan umum 1955, juga berhasil menyepakati seperangkat rancangan pasal tentang hak asasi manusia untuk draf undang-undang dasar baru yang sedang akan disiapkan.
Namun demikian, kesepakatan itu kemudian terhenti sehubungan dengan hadirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang memberlakukan kembali UUD 1945.
Pada sidang umum MPRS tahun 1966 telah ditetapkan bahwa ketetapan MPRS NO. XIV/MPRS/1966 mengenai pembentukan panitia Ad Hoc untuk menyiapkan dokumen rancangan piagam hak asasi manusia dan hak-hak serta kewajiban warga negara. Beradasarkan keputusan pimpinan MPRS tanggal 6 maret 1967 Nomor 24/B/1967 hasil panitia Ad Hoc diterima untuk dibahas pada persidangan berikutnya. Namun pada sidang umum MPRS tahun 1968, rancangan piagam tersebut tidak dibahas karena sidang lebih mengutamakan membahas masalah nasional setelah terjadi tragedi Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dan menata kembali kehidupan nasional yang mengacu pada pancasila dan UUD 1945.
Memasuki Orde Baru, pembicaraan hak asasi manusia bukannya tidak lagi muncul. Akan tetapi, karena rezim Orde Barulah, sebagai rezim yang nampak otoriter, yang tidak menjadikan hak asasi sebagai ajang pembicaraan publik.
Namun demikian, seiring derasnya arus globalisasi, permasalahan hak asasi manusia, yang mau tidak mau dan suka tidak suka, mesti dimasukkan didalam agenda Nasional. Untuk menyambut hal tersebut, menjelang sidang Umum MPR tahun 1988, Dewan pertahanan keamanan nasional (Wanhankamnas) mengusulkan perlunya masalah hak asasi manusia dijadikan ketetapan MPR yang akan diajukan pada sidang umum MPR tahun 1998.
Pada sidang umum MPR tahun 1998, MPR kemudian berhasil dalam menetapkan Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Ketetapan MPR inilah yang kemudian melahirkan UU no. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, dan undang-undang lainnya yang berkenaan dengan masalah hak asasi manusia.
Contoh Kasus Pelanggaran dan Upaya Penegakannya?
Dalam pembahasan terdahulu kamu telah memahami hakikat dan apa saja yang menjadi hak-hak asasi manusia setiap orang tersebut harus mendapat perlindungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun warga negaranya. Namun demikian, bagaimana jika hak-hak asasi manusia tersebut dilanggar.
Sebelumnya kamu harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan kasus pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang, termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja, atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan/atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau sekelompok orang yang dijamin oleh undang-undang  ini (maksudnya UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia), dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Sampai sekarang ini  kasus pelanggaran HAM masih sering terjadi. Setiap saat kita dapat membaca dan melihat di berbagai media massa, kasus-kasus pelanggaran HAM, seperti pembunuhan, perampokan, penganiayaan, dan pelecehan seksual. Kasus-kasus tersebut merupakan suatu contoh kasus pelanggaran HAM karena tampak ada hak orang lain yang diambil secara paksa.
Pelanggaran HAM masih sering terjadi walaupun perlindungannya telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Hal tersebut, antara lain disebabkan oleh:
1.       Masih rendahnya kesadaran hukum, kesadaran kemanusia, dan kesadaran politik masyarakat sehingga dapat mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan wewenang dan memungkinkan lahirnya kebijakan publik yang potensial menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM.
2.       Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif masih rendah sehingga HAM hanya dinikmati oleh kalangan elite di pusat dan di daerah, sedangkan rakyat yang sebagian besar berada di desa belum begitu, sedangkan rakyat yang sebagian besar berada di desa belum begitu merasakan kebebasan atau tidak begitu menikmati hak-hak asasi manusia.
3.       Belum membudayanya pemahaman tentang HAM di kalangan rakyat, terutama rakyat di lapisan bawah.
4.       Kurang berfungsinya lembaga penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan) dalam menegakkan hukum
Berbagai kasus pelanggaran HAM yang ada saat ini, sebagian telah diproses dipengadilan dan mendapat hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia masih terdapat contoh kasus pelanggaran HAM berat yang perlu mendapatkan perhatian besar dari berbagai kalangan, seperti kasus tanjung priok (1984), kasus terbunuhnya aktivitis buruh Marsinah (1994), kasus meninggal dan menghilangnya beberapa aktivis dalam peristiwa 27 juli 1996 (peristiwa penyerbuan kantor DPP PDI, 1996), kasus Trisakti (1998), kasus kerusuhan Mei (1998), dan Timor-timur pasca jajak pendapat 30 Agustus 1999.
Khusus mengenai pelanggaran HAM, berat, undang-undang yang mengaturnya yaitu UU No. 26 tahun 2000 tentang pengadilan hak asasi manusia. Pengadilan HAM yang sesuai dengan undang undang ini merupakan pengadilan khusus terhadap kasus pelanggaran HAM atau hak asasi manusia berat yang meliputi kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Menurut pasal 8 Undang-undang pengadilan HAM, kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara
1.       Membunuh anggota kelompok;
2.       Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok;
3.       Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibakan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya:
4.       Memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok atau
5.       Memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan kejahatan terhadap kemanusiaan sesua dengan pasal 9 UU yang sama adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistemik yang diketahuin bahwa serang tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa:
1.       Pembunuhan;
2.       Pemusnahan;
3.       Perbudakan;
4.       Pengusiran dan pemindahan penduduk secara paksa;
5.       Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional
6.       Penyiksaan
7.       Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;
8.       Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan etnis, budaya, agama, jenis kelamin menurut hukum internasional;
9.       Penghilangan orang secara paksa atau 
 10.   Kejahatan apatheid
Dari contoh-contoh kasus pelanggaran HAM, sampai saat ini masih dalam proses pengadilan dan belum diputuskan perkaranya, disebabkan beberapa alasan, antara lain
1.       Tidak memiliki bukti awal yang memadai;
2.       Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran hak asasi manusia;
3.       Minimnya saksi, sehingga tidak dapat dijadikan bukti yang memadai;
4.       Pengaduan diajukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu
5.       Terdapat upaya hukum lain yang lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan

 |
Dalam materi ini, akan memaprkan beberapa contoh kasus pelanggaran ham yang telah terjadi di Dunia dan Indonesia, tapi sebelum kita membahas tentang contoh kasus pelanggaran ham, alangkah bagusnya kita mesti mengetahui terlebih dahulu mengenai apa pengertian HAM? Dan macam-macam HAM?
Sedikit uraian tentang HAM atau Hak Asasi Manusia yang memiliki makna sebagai hak dasar yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia semenjak seseorang tersebut lahir di Dunia. Kemudian Hak Asasi Manusia akan senantiasa selalu berkaitan dengan permasalahan hukum, hal ini tentunya disebabkan karena HAM sangatlah membutuhkan sarana hukum yang berguna dalam menjamin keberadaanya pada kehidupan nyata. Tentunya tanpa adanya saran hukum maka HAM akan sangat sulit untuk kita wujudkan didalam penegakannya. Dalam undang-undang no. 39 pada tahun 1999 pasal 90 telah disebutkan bahwa pada setiap orang / sekelompok orangg yang berhak dalam mengajukan laporan pada pengadilan baik secara tulisan maupun lisan kepada KOMNAS HAM dan undang-undang no. 26 pada tahun 2000 yang telah menyatakan bahwa pengadilan HAM ialah pengadilan yang khusus dimana berada di lingkungan peradilan umum dan memiliki kedudukan di daerah atau kota. Pengadilan hak asasi manusia memiliki tugas dan wewenang dalam memeriksan membuat keputusan terhadap kasus pelanggaran HAM yang berat mencakup adanya kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sehingga pada bulan januari 1999 telah marak dan gencar adanya tuntutan akan melakukan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang telah dideklarasikan menjadi kebutuhan yang utama dalam rangka menopang keberadaan dan kemajuan terhadap kemanusiaan, hal tersebut muncul karena telah dilandasi adanya pendapat bahwa hak asasi manusia telah melekat didalam diri setiap individu. Hak asasi merupakan suatu kodrat manusia yang telah dianugerahkan oleh TUHAN untuk ciptaannya namun untuk penerapannya ternyata menemui perbedaan mengenai konsep HAM karena adanya perbedaan sistem nilai dan norma serta budaya, namun dibalik itu semua ternyata kita sadari bahwa terdapat beberapa kesamaan yang bersifat universal sehingga menjadi pedoman bagi negara-negara yang didunia bahkan setuju dalam menyatukan persepsi mengenai hal-hal yang memiliki sifat universal tersebut dan ingin menuangkannya didalam bentuk pendeklarasian bersama. Pada saat itu HAM menjadi berkembang dalam bentuk issuekrusial yang tidak hanya sekedar mencakup nasional melainkan juga telah diberlakukan di Internasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam suatu wilayah tertentu tidak bisa lagi melakukan sebuah pengklaiman bahwa untuk kasus pelanggaran HAM ialah urusan domestik dari negara itu semata-mata akan tetapi dunia internasional berkat turut campur dalam permasalahan HAM yang terjadi di suatu negara karena eksistensi HAM telah diakui oleh masyarakat internasional sebagai sesuatu yang universal.
Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia menurut Undang-undang no. 39 tahun 1999, HAM adalah suatu perangkat hak yang telah melekat pada hakikat dan eksistensi manusia sebagai bentuk makhluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan sebuah Anugerah yang mesti wajib dihormati sebagai makhluk Tuhan dan merupakan anugerah yang mesti dihormati dan dijunjung tinggi serta dilindungi negara, pemerintah, masyarakat dan hukum untuk memberikan jaminan hidup dan perlindungan kepada harkat dan martabat kemanusiaan.
Adapun macam-macam ham atau hak asasi manusia yaitu menjamin hak atas kesejahteraan, hak untuk bisa hidup, hak untuk bisa mengembangkan diri, hak untuk mendapatkan rasa aman, hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan, hak untuk mendapatkan kebebasan pribadi, hak dalam memperoleh keadilan, hak atas wanita, hak anak dan hak untuk turut serta didalam pemerintahan
Bentuk-bentuk Pelanggaran HAM
Terdapat bentuk-bentuk kasus pelanggaran HAM yang telah ada dimasyarakat yaitu:
          Adanya diskriminasi, merupakan pembatasan, pengucilan dan pelecehan yang dilakukan secara langsung atau tak lansung yang berdasar karena adanya perbedaan manusia yang dilihat dari segi suku, ras, agama dan etnis.
          Adanya penyiksaan, yang merupakan perbuatan yang dapat memunculkan rasa sakit dan penderitaan baik itu rohani maupun jasmani.
Bentuk-bentuk pelanggaran ham yang berdasarkan jenisnya yaitu:
Pelanggaran ham berat
          Terdapat pembunuhan massal atau genosidaa
          Adanya  penghilangan orang dengan paksa
          Adanya pembunuhan dengan sewenang-wenang
          Terjadinya diskrimansi dan perbudakan secara sistematis.
Pelanggaran ham ringan
          Melakukan pencemaran nama baik
          Melakukan pemukulan
          Menghalangi orang untuk bisa mengepresikan pendapatnya
          Melakukan penganiayaan
          Dapat menghilangkan nyawa orang lain.
Contoh Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi dunia
          Contoh kasus pelanggaran HAM: Terjadi bentrok antara Pemerintah Mesir vs Oposisi
Bentrok ini adalah suatu bentuk contoh kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak terhadap warganya dalam bentrok yang terjadi selama 4 dekade. Selama berminggu-minggu lamanya, telah jatuh ratusan ribu korban pada bentrok antara Pemerintahan Hosni Mubarak dan Oposisi. Para oposisi menyerukan untuk supaya Hosni Mubarak segera mundur dari jabatannya. Hal itu terjadi karena adanya krisis ekonomi dan politik yang sedang dialami oleh Mesir. Kemudian dengan ambisi Hosni Mubarak untuk mempertahankan kekuasaan karena dianggap mendapatkan dukungan dari sebagian warga yang masih melihat bahwa Presiden sering memperhatikan rakyat kecil, namun dilain sisi para oposisi berpendapat bahwa Presiden Hosni Mubarak sering berperilaku glamor dan otoriter. Dengan alasan tersebut para oposisi kemudian melakukan perlawanan terhadap rezim pemerinthan Hosni Mubarak. Hal ini merupakan contoh kasus pelanggaran HAM di dunia karena dengan aksi yang dilakukan oleh presiden Mubarak dalam mempertahankan kekuasaannya dengan cara membantai warganya telah membuat dirinya dikecam oleh penduduk dunia.
          Contoh kasus pelanggaran HAM: Pembantaian Mussolini di Italia
Pemimpin Italia yang bernama Mussolini termasuk pemimpin yang bergaya  otoriter yang ada di tahun 1924. Pahaman yang dibawa oleh Mussolini yaitu Fasisme. Di masa pemerintahannya, dia sudah dikenal menjadi orang yang otoriter dan bahkan tidak segan-segan melakukan pembunuhan terhadap orang yang memiliki pahaman yang berbeda dengannya. Ini pun berlaku kepada siapapun, bahkan terhadap keluarganya, dia tergolong orang yang tak pandang bulu dalam menghukum. Mussolini termasuk salah satu pencetus perang dunia II yang telah banyak menelan korban dan pada saat itu berkoalisi dengan Jerman melawan sekutu.
          Contoh kasus pelanggaran HAM: Pembasmian atau Genosida Hitler
Pemimpin Jerman yang bernama Adolf Hitler merupakan orang yang paling terkejam didunia yang pernah ada didalam sejarah hidup manusia, dia termasuk pelanggar HAM yang paling berat karena telah melakukan pembantaian terhadap warga Yahudi sehingga menimbulkan korban tewas ratusan ribu jiwa dengan cara diracuni secara perlahan-lahan dalam kamp yang disediakan. Kemudian dalam hal politik, dia juga tidak tanggung-tanggung dalam membasmi semua lawan politiknya, dan dia juga termasuk pencetus utama dalam perang dunia II.
          Contoh kasus pelanggaran HAM: Sengketa Israel dan Palestina
Kasus pelanggaran ham yang terjadi pada sengketa Palestina dan Israel telah berhasil mendapatkan perhatian oleh penduduk dunia sehingga mengecam Israel karena kebiadabannya yang membantai atau menghujani penduduk Palestina menggunakan peluru dan rudal didaerahnya untuk melakukan perluasan wilayah negaranya secara sedikit-demi sedikit. Hingga akhirnya menguasai palestina. Wilayah Israel pun semakin membesar, dibandingkan sebelumnya setelah dibantai oleh Jerman dan ditempatkan di area Palestina memiliki area yang sempit, tapi kini dengan pembantaian yang dilakukan membuat palestina semakin tersudut dan wilayah israel semakin membesar. Adapun korban yang berjatuhan sekitar ratusan ribu jiwa karena serangan Israel terhadap Palestina.
          Contoh kasus pelanggaran HAM: Perang sipil di Bosnia
Perang sipil antara Bosnia dan Serbia pada tahun 1992 hingga 1995 setelah terpecahnya negara Yugoslavia. Di peperangan ini, banyak sekali aksi pembunuhan massal terhadap warga muslim bosnia yang pada saat itu berjumlah 800 orang bermukim di kota Srebenica, dan akhirnya dibantai oleh Serbia hingga meregang nyawa. Kejadian sengketa antara bosnia dan serbia ini sempat mendapat perhatian warga dunia karena banyaknya korban yang berjatuhan.
          Contoh kasus pelanggaran HAM di Afrika selatan
Adapun kasus pelanggaran ham yang pernah terjadi di Afrika selatan mengenai adanya konflik sara berupa perbedaan ras dan warna kulit yang berlangsung pada tahun 1960, pada saat rezim apartheid sudah didominasi oleh orang-orang yang memiliki kulit putih kemudian berhasil menguasai pemerintahan di Afrika Selatan dan akhirna membuat kebijakan-kebijakan yang terlalu merugikan warga kulit hitam, sehingga menimbulkan konfilk yang menelan banyak korban dan puncaknya pada tahun 1976 dimana banyak murid sekolah dan warga sipil tewas akibat konflik tersebut.
          Contoh kasus pelanggaran HAM pada Etnis Rohingnya Myanmar
Kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi di Myanmar merupakan pembantaian terhadap muslim Rohingya dimana dalam sengketa tersebut ternyata banyak etnis rohingya yang meninggal berjumlah lebih dari 6000 orang. Ini termasuk contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi dan akhirnya warga dunia mengecam tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan ini yang dilakukan oleh kaum Buddha. Akhirnya pemerintah Myanmar kemudian didesak untuk menyelesaikan konflik ini dan memberikan tempat yang layak kepada etnis Rohingya di Myanmar. Penduduk dunia menduga bahwa ini adalah permainan Pemerintah Myanmar yang telah melakukan kesengajaan untuk mengusir etnis Rohingya di Myanmar. Kemudian pemerintah myanmar didesak untuk mencari siapa penyebab dari pembantaian etnis rohingya

 

Adapun contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi diIndonesia yaitu sebagai berikut:
Kasus pelanggaran HAM pembantaian Rawagede
Kasus pelanggaran HAM yang satu ini merupakan pelanggaran HAM berupa adanya penembakan dan sekaligus pembunuhan terhadap warga kampung Rawagede atau sekarang bernama Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat, yang disebabkan oleh tentara Belanda di tanggal 9 Desember 1947 diiringi dengan dilaksanakannya Agresi Militer Belanda yang pertama. Puluhan penduduk sipip telah terbunuh oleh tentara Belanda yang sebagian besar dibunuh dengan tanpa adanya alasan yang jelas. Pada tanggal 14 september 2011, di Pengadilan Den Haag telah menyatakan bahwa pemerintah Belanda dinyatakan bersalah dan mesti bertanggung jawab. Pemerintah Belanda mesti membayar berupa ganti rugi kepada para keluarga korban yang telah dibantai di Rawagede.
Kasus pelanggaran HAM terhadap penembakan misterius
Pada rentang 1982 sampai 1985, terjadi peristiwa yaitu Petrus merupakan sebuah kasus penculikan, penganiayaan dan penembakan kepada para preman yang seringkali mengganggu ketertiban di masyarakat. Pelakunya tak diketahui oleh siapapun, namun ada kemungkinan adanya pelaku dari aparat kepolisian yang sedang menyamar. Kasus penembakan misterius ini merupakan kasus pelanggaran HAM. Sebagian besar korban penembakan misterius ditemukan telah meninggal dengan kondisi tangan dan lehernya sedang terikat serta dibuang di kebun dan hutan. Sudah banyak orang yang telah menjadi korban dari Petrus, sebagian besar meninggal.
Kasus pelanggaran HAM Penculikan Aktivis
Peristiwa penculikan dan penghilangan dengan paksa terhadap para aktivis yang pro demokrasi, terdapat sekitar 23 orang walaupun terdapat satu yang telah terbunuh. Kemudian 9 aktivis telah dilepaskan dan 13 aktivis yang lainnya ternyata masih belum diketahui dimana keberadaannya hingga kini. Banyak orang yang telah berpendapat bahwa mereka telah diculik dan telah disiksa oleh anggota militer.
Kasus pelanggaran HAM terhadap Kasus Pembunuhan Munir
Kasus pelanggaran HAM, Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM yang sudah pernah menangani kasus pelanggaran HAM. Munir dilahirkan di Malang, pada tanggal 8 Desember 1965. Kemudian di tanggal 7 September 2004 dalam sebuah pesawat Garuda Indonesia disaat dia sedang melakukan sebuah perjalanan mengarah ke Amsterdam, Belanda. Selanjutnya spekulasi telah bermunculan, sudah banyak berita yang telah mengabarkan bahwa Munir telah meninggal di pesawat disebabkan karena terbunuh, mungkin terjadi jantung atau bahkan diracuni. Namun, untuk sebagian orang telah percaya bahwa Munir telah meninggal disebabkan keracunan dari Arsenikum pada minuman atau makanan ketika di ajukan ke Amnesty Internasional dan sedang di proses. Di tahun 2005, Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai selaku Pilot Garuda Indonesia telah dihukum 14 tahun penjara karena fakta membuktikan bahwa dia sebagai tersangka pada kasus pelanggaran ham munir karena dia telah sengaja menaruh Arsenik pada makanan munir dan akhirnya meninggal di pesawat.
Kasus pelanggaran HAM terhadapa  Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah
Marsinah adalah salah satu buruh dari PT Catur Putra Surya (CPS) yang berada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian masalah akhirnya muncul disaat Marsinah dengan bersama teman-teman buruh dari PT. CPS dalam menggelar unjuk rasa, mereka kemudian menuntuk dalam menaikkan upah buruh di tanggal 3 sampai 4 Mei 1993. Dia kemudian aktif didalam aksi buruh. Masalah akhirnya kemudian memuncak disaat menghilangnya Marsniah dan tak diketahui oleh beberapa rekannya, dan pada akhirnya di tanggal 8 Mei 1993 Marsinah ditemukan telah meninggal dunia. Mayatnya sudah ditemukan terdapat tanda-tanda penyiksaan, dan mayatnya ditemukan berada dalam hutan pada dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Menurut hasil sebuah otopsi telah diketahui bahwa ternyata Marsinah meninggal disebabkan oleh penganiayaan berat.
Kasus pelanggaran HAM terhadap penembakan Mahasiswa Trisakti
Kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada mahasiswa Trisakti yang merupakan salah satu karena adanya kasus penembakan terhadap penembakan mahasiswa-mahasiswa Trisakti yang tengah berdemonstrasi oleh Militer dan Anggot Polisi. Bermula disaat mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Trisakti tengah melakukan sebuah demonstrasi sesudah Indonesia tengah mengalami krisis Finansial Asia di tahun 1997 kemudian menuntun Presiden Soeharto akhirnya mundur dari jabatannya sebagai presiden. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai tragedi TRISAKTI.
Kemudian dikabarkan pada puluhan mahasiswa sedang mengalami luka-luka dan sebagian telah meninggal dunia, yang dimana kebanyakan meninggal dikarenakan ditembak menggunakan peluru tajam oleh militer dan anggota polisi.
Kasus Pelanggaran HAM terhadap Warga Tewas di Tanjung Priok
Kasus ini merupakan murni kasus pelanggaran HAM, itu bermula disaat penduduk sekitar Tanjung Priok, Jakarta Utara kemudian melakukan demonstrasi beserta rusuh berujung pada bentrok antara warga dengan beberapa anggota polisi dan TNI yang akhirnya menyebabkan sebagian warga akhirnya luka-luka dan tewas. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 September 1984. Sejumlah orang telah terlibat didalam kerusuhan yang akhirnya diadili dengan sebuah tuduhan telah melakukan aktivitas subversif, begitu juga dengan aparat militer, mereka kemudian diadili karena tuduhan melakukan pelanggaran HAM atau hak asasi manusia.
Kasus Pelanggaran HAM pada pembantaian Santa Cruz
Kasus pelanggaran HAM, pembantaian Santa Crus dalam kasus ini termasuk catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia yakni adanya pembantaian yang telah dilakukan oleh anggota TNI atau militer karena penembakan warga sipil pada pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-timur di tanggal 12 November 1991. Sebagian besar warga sipil yang tengah menghadiri pemakaman dari rekannya di Pemakaman Santa Cruz yang ditembak oleh para anggota militer Indonesia. Pada demonstrasi yang terjadi, terdapat puluhan demonstran kebanyakan warga sipil dan mahasiswa telah mengalami luka-luka dan bahkan meninggal. Sebagian besar orang menilai bahwa kasus tersebut merupakan murni kasus pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh anggota TNI karena telah melakukan agresi ke Dili dan merupakan suatu aksi untuk mengungkapkan Timor-timur ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akhirnya membentuk negara sendiri.
Kasus Pelanggaran HAM pada Peristiwa 27 Juli
Peristiwa pada tanggal 27 juli 1996 ini merupakan kasus pelanggaran HAM dimana para pendukung megawati Soekarno Putri telah menyerbu dan mengambil alih dari kantor DPP PDI di Jakarta Pusat. Kemudian ABRI dan Massa datang beserta panser. Akhirnya kerusuhan menjadi meluas hingga kejalan-jalan, massa juga merusak rambu-rambu dan bangunan. Lima orang telah meninggal, menurut Komnas HAM, didalam kasus ini termasuk kasus pelanggaran HAM.
Kasus Pelanggaran HAM terhadap peristiwa Dukun Santet di Banyuwangi
Kasus ini merupakan kasus pembunuhan yang terjadi ditahun 1998. Pada saat itu, dibanyuwangi sedang hangat merebak praktek dukun santet di desa mereka. Kemudian penduduk sekitar yang berjumlah banyak mulai melaksanakan kerusuhan berupa adanya penangkapan dan adanya pembunuhan terhadap orang yang akhirnya dituduh sebagai dukun santet. Sejumlah orang akhirnya dituduh sebagai dukun santet kemudian dibunuh, dipancung, dibacok kemudian dibakar hidup-hidup. Tentu saja para polisi dengan bersama TNI dan ABRI tidak diam, mereka kemudian menyelamatkan orang-orang yang dituduh sebagai dukun santet yang masih hidup dari amukan warga.
demikianlah informasi mengenai contoh kasus pelanggaran HAM di Dunia dan Indoesia, semoga artikel contoh kasus pelanggaran HAM ini dapat membuka mata kita untuk memperhatikan setiap peristiwa yang dianggap melanggar HAM atau hak asasi manusia.

Leave a Reply