Kumpulan contoh cerpen menarik dan populer

Contoh cerpen | Inilah contoh cerpen yg bisa kamu jadikan sample dalam menciptakan cerpen. Pastinya dalam penulisan cerpen ada sekian banyak trik menciptakan cerpen yg mesti harus dilakukan , dapat namun dalam materi kita kali kita cuma butuh membahas sample cerpen, nah berikut terdapat kumpulan sampel cerpen yg mampu dijadikan referensi buat kamu dalam menciptakan cerpen. Kumpulan sample cerpen menarik & ternama Sample cerpen berkaitan Ayah Saya melirik jam dinding kamarku. Jam setengah dua belas siang, berarti telah tiga jam saya dihadapan notebook cuma menyaksikan dua drama korea & satu film. Salah satu hobiku yg tidak sempat mampu lepas dari keseharianku. Sedetik selanjutnya saya tersadar, satu orang sedang memukul-mukul kayu bersama palu. Saya meregangkan otot-ototku yg sejak mulai kaku, dulu melangkah ke luar halaman. Ayahku berada disana, di bawah pohon rambutan, sibuk memukul paku bersama palunya. Dirinya duduk beralaskan kursi mungil, di sekitarnya berserakan serpihan kayu & paku-paku. Ada kerangka besi berwarna orange yg kelihatannya baru saja ayah cat. “bikin apa, yah?” Ayah menoleh. Kacamata cokelatnya yg bertengger dihidungnya kelihatan mengendur, helaian rambut putih & badannya yg kurus membuatnya nampak lanjut umur. Ayah membetulkan letak kacamatanya, dulu kembali menekuni kayu yg dipegangnya. Saat Ini beliau sejak mulai menghaluskan kayu yg ada ditangannya. “bikin lemari buku. Yg bawah ini utk ruang tasmu sama kakakmu, yg ini utk buku-buku yg gede, yg ini untuk buku tulis” jawabnya sambil menunjukkan bagian-bagian dari kerangka besi yg tetap belum menjadi. Saya memutuskan buat duduk di lantai marmer sambil menikmati semilir angin. Siang ini cuaca cerah, tiada sebersitpun awan yg ada di langit biru. Cahaya matahari yg menerobos lewat celah-celah dedaunan pohon rambutan mengingatkanku terhadap salah satu scane di Drama Korea yg baru saja kutonton. Ayah sibuk menghaluskan kayu yg baru saja beliau potong. Ayah tak sempat seserius itu pada awal mulanya. Kesehariannya, ayahku orang yg ramah & humoris. Rasanya rumah terasa sepi kalau tak ada ayah. Ada saja candaan yg senantiasa beliau lontarkan, yg paling sering menciptakan kakak perempuanku terpingkal-pingkal. Sekalipun ayah lelah seusai pulang bekerja, ayah tak sempat absen buat menciptakan anak-anaknya tertawa. Beliau pun tak sempat lupa mengambil oleh-oleh tiap-tiap pulang bekerja, sekalipun cuma tiga bungkus permen. Ayahku orang yg multi talenta. Dirinya sanggup jalankan apa saja; sejak mulai memasak, mencuci pakaian, menyapu, mengepel, membetulkan antena, membetulkan kipas angin yg rusak, jadi tukang listrik, mengajari anaknya berenang, menjahit, menggambar, melukis, menciptakan kursi maupun lemari, menciptakan bantal, menciptakan kerajinan buat anak-anaknya, & masihlah tidak sedikit lagi. ga ada yg tak sanggup beliau kerjakan. Ayahku orang yg baik, patuh beribadah & senantiasa ke masjid yg berjarak seratus m dari rumahku. Dirinya mempunyai harapan utk membelikan kami rumah yg pantas. Ayah mempunyai tidak sedikit mimpi yg belum sanggup dirinya mewujudkan, sebab ayahku tak miliki pass duit buat mewujudkannya. Dia cuma bekerja sbg sopir pribadi di satu buah perusahaan kontraktor yg lumayan gede, dgn pendapatan dua juta per bulannya. Belum lagi bonus yg ayah terima apabila ayahku ke luar kota. Itupun masihlah tak lumayan buat keperluan kami sehari-hari. Ada saya & kakakku masihlah SMA & adikku duduk dibangku Sekolah Basic yg mesti dibiayai. Kami tinggal berlima di kamar kos-kosan berukuran 4×5 m persegi, sewaktu nyaris dua belas th. Ayah tak sempat berniat buat kontrak rumah, dirinya cuma mau membeli rumah. Mamaku tidak jarang bicara bahwa ayahku cuma terlampaui tidak sedikit berkhayal, lantaran nyata-nyatanya sewaktu dua belas th kami tinggal di satu kamar yg sempit ini. Terkadang saya bertanya-tanya, gimana perasaan ayah jikalau mama mulai sejak menceramahi ayah? Pernahkah ayah merasa tidak berhasil dikarenakan tidak sukses membahagiakan anak-anak & istrinya? Pernahkah ayah merasa bahwa dia bukan ayah yg pass baik? Pernahkah ayah merasa menyerah dgn kondisi seperti ini? Saya tau ayah lelah tiap-tiap hri bekerja sampai larut tengah malam. Terkadang dirinya cuma sebentar di rumah; jam 1 pagi dia pulang, dulu jam 3 pagi telah pergi keluar kota. Lain diwaktu dia pulang jam 5 sore, bercengkrama dgn anak-anaknya. Dulu selesai sholat Isya’, ayahku serta-merta membawa nasi putih, & memasaknya didapur. Nasi goreng teristimewa buatannya. Ayah senantiasa menatanya bersama rapi di atas piring, dirinya tidak jarang meniru gaya Chef Juna, maka nampak seperti masakan restoran. Dulu ayah mesti tidur lantaran jam empat pagi beliau mesti bertolak ke Surabaya. Ayah jarang sekali libur. Pak Santoso, bosnya, tidak jarang kali ke luar kota. Kadang ayah bercerita padaku bahwa beliau orang yg pekerja keras, tempramen & pelit. Pak San tidak jarang sekali memarahi ayah diwaktu ayah salah sekecil apapun, namun ayah tak sempat merasa sakit hati. 

Leave a Reply