Penyebab, Gejala dan Pencegahan Kanker Payudara

Penyebab, Gejala dan Pencegahan Kanker Payudara | Bagi wanita secara khusus, payudara merupakan salah satu bagian tubuh yang paling pribadi. Oleh karena itu sering-seringlah memeriksa keadaan payudara secara rutin. Jika terdapat Benjolan, penebalan, dan perubahan pada warna kulit menjadi kemerah-merahan maka itu harus diwaspadai jangan sampai terindikasi terkena kanker payudara. Munculnya rasa gatal, kulit yang terkelupas, atau luka di payudara selama berbulan-bulan juga perlu diwaspadai. Perubahan lain yang muncul pada kulit payudara, seperti terjadi bengkak, kulit akan tertarik ke dalam, atau kulit payudara mengerut, semua gejala tersebut harus diwaspadai sebagai gejala kanker payudara
Bagi pria juga harus hati-hati dengan gejala tersebut karena pria bisa saja terserang kanker payudara walaupun serangan kanker payudara pada pria jarang terjadi. Tetapi Setiap benjolan di area payudara seharusnya perlu diperhatikan, apalagi jika sudah ada yang keluar cairan dari area puting.
Penyakit Kanker payudara adalah bentuk lain dari kanker yang menyerang jaringan sel payudara. Disaat sel abnormal terus memperbanyak diri dan menjadi tidak terkontrol, mereka mampu membesar dengan membentuk sebuah jaringan ekstra, atau tumor, yang bisa menjadi ganas atau jinak. Jika terdapat Sel tumor jinak maka tentunya sel tumor tidak akan menyebar pada jaringan tubuh yang lain, sehingga mudah diangkat dan tumor tidak akan muncul kembali.
Jika Sel tumor yang ganas (kanker) maka sel tumor bisa menyebar pada jaringan tubuh yang paling dekat dan mampu melepaskan diri dari jenis tumor primer menjadi jenis tumor sekunder diseluruh bagian tubuh.
Tipe-tipe Penyakit Kanker Payudara
Ada beberapa tipe umum Penyakit kanker payudara :
• Infiltrating/Invasive Ductal Carcinoma (IDC) bisa terjadi 65 sampai 85 persen kasus penyakit kanker payudara. Diawali dari sel saluran susu dan berikutnya melakukan penetrasi pada dinding saluran agar bisa menjangkiti jaringan yang berlemak. Kemudian menyebar lewat darah atau kelenjar getah bening. Untuk mengetahui penyebaran sel kanker maka kita bisa mengamatinya Dengan mammogram (pemotretan sinar X) yang biasanya terlihat seperti jaringan yang tidak biasa, berupa flek kecil atau keduanya. Bisa juga muncul seperti gumpalan yang selalu terasa keras dibanding jaringan disekitarnya.
• Infiltrating/Invasive Lobular Carcinoma (ILC) bisa terjadi 5 sampai 10 persen kasus penyakit kanker payudara. Sel kanker tersebut berada pada kelenjar penghasil susu, dan bisa menyebar menuju jaringan lemak sampai keseluruh tubuh. Dengan menggunakan mammogram, itu dapat terlihat sama dengan IDC, tapi pemeriksaan secara fisik biasanya kita tidak menemukan keberadaan gumpalan yang keras pada jaringan yang agak samar-samar ketebalannya. Bisa terjadi sebanyak lebih dari satu area di dada atau pada kedua dada secara berkelanjutan.
• Tiga subtipe slow-growing invasive merupakan Medullary, Mucinous dan Tubular Carcinomas. Yang bersamaan terjadi sekiar 12 persen kasus terserang kanker payudara. Penyakit kanker payudara bisa diketahui dengan lebih baik dibanding kanker ganas lainnya.
• Inflammatory Carcinoma adalah subtipe IDC. Mempunyai ciri-ciri payudara bisa memerah, membengkak dan agak terasa panas, serta kulit yang menebal dan bisa membentuk benjolan-benjolan kecil. Ini disebabkan adanya pertumbuhan kanker yang sangat cepat dan dapat menghambat jaringan getah bening. Untuk 90 persen kejadian, ternyata kanker sudah tersebar pada jaringan getah bening saat diperiksa. Ini menunjukkan kanker bersifat agresif dan umumnya dilakukan perawatan lewat kemoterapi. Kemudian adanya Pembengkakan kanker bisa terjadi dengan peluang satu dari empat persen kasus yang telah terjadi.
• Paget’s disease berawal di saluran susu dan bisa menyebar pada area puting susu dan areola, kemudian menyebabkan terjadinya pengerasan. Jika tidak terdapat gumpalan yang terasa, maka biopsi menunjukkan tidak adanya kanker ganas, hal itu merupakan pertanda baik.
• Tumor jaringan lunak: Tumor bisa menyerang jaringan pendukung pada area payudara. Tumor jaringan adalah jenis yang tidak lazim dimana tidak gampang terjadi.
Gejala Penyakit Kanker Payudara
Tanda dan gejala penyakit kanker payudara sebagai berikut :
  • Benjolan yang muncul payudara atau kulit payudara terasa menebal dan memiliki perbedaan dari jaringan yang ada di sekitarnya
  • Terjadi darah yang keluar dari puting susu
  • Adanya Perubahan bentuk dan ukuran payudara
  • Adanya Perubahan di kulit payudara, contohnya berupa lesung
  • yang berbentuk puting susu yang nampak terbalik
  • Adanya kulit puting susu terkelupas
  • Kemerahan di area kulit payudara, seperti bentuk kulit jeruk

Penyebab Penyakit Kanker Payudara dan Faktor Resiko terjadi Kanker payudara
Penyebab penyakit Kanker Payudara
  • Tidak jelas apa yang telah menyebabkan adanya kanker payudara. Tetapi Dokter telah mengetahui bahwa penyakit kanker payudara terjadi karena adanya beberapa sel payudara yang mulai berkembang secara abnormal. Sel-sel tersebut kemudian tersebar dan membagi lebih cepat pada umumnya. Kumpulan sel ini kemudian membentuk tumor yang mampu menyebar pada area payudara, menuju jaringan getah bening atau bagian tubuh yang lain.
  • Kanker payudara sering diawali pada saluran-saluran produksi susu. Dokter telah menyebut bahwa jenis kanker disebut cancer invasive ductal carcinoma. Kanker payudara juga bisa diawali dari lobulus (invasive lobular carcinoma) atau sel yang ada di payudara.
  • Para Ilmuan telah mengidentifikasi bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko anda terserang penyakit kanker payudara. Tapi masih belum jelas kenapa beberapa orang tidak mempunyai faktor resiko terkena kanker, sementara orang yang mempunyai faktor resiko tidak terkena kanker. Sepertinya kanker payudara telah disebabkan adanya kombinasi dari faktor lingkungan dan faktor genetik.

Penyebab Kanker payudara karena faktor keturunan
Dokter sudah memperkirakan bahwa sebanyak 5 sampai 10 persen pengidap kanker payudara didapatkan dari faktor keturunan. Artinya beberapa gen yang rusak telah diwariskan kemudian dapat meningkatkan adanya kemungkinan penyakit kanker payudara telah berhasil diidentifikasi. Yang secara umum yaitu gen kanker payudara 1 atau BRCA1 dan gen kanker payudara 2 atau BRCA2, kedua gen kanker tersebut bisa meningkatkan resiko penyakit kanker payudara dan penyakit kanker ovarium.
Jika anda mempunyai silsilah keluarga yang pernah terkena kanker payudara atau kanker lain, maka tes darah bisa membantu menelusuri BRCA yang rusak atau gen yang lain yang ada di dalam keluarga.
Faktor resiko Terkena Penyakit Kanker Payudara
Faktor resiko merupakan segala sesuatu yang bisa membuat anda lebih memungkinkan terserang kanker payudara. Tetapi memiliki satu atau lebih beberapa faktor resiko tidak punya arti anda akan terkena kanker tetapi ada sejumlah wanita yang terkena kanker payudara tidak mempunyai faktor resiko kanker payudara apapun yang diketahui daripada wanita yang terkena kanker payudara.
Beberapa hal yang bisa meningkatkan adanya faktor resiko terserang kanker payudara antara lain:
  • Wanita. Wanita mudah terkena kanker payudara dibanding laki-laki.
  • Karena Bertambahnya umur. Semakin tinggi resiko anda terkena kanker payudara seiring bertambahnya usia dimana Wanita yang berumur lebih 60 tahun akan rentan terkena penyakit kanker payudara dibanding wanita yang usianya lebih muda.
  • Pernah mengalami kanker payudara. Jika anda telah pernah mengalami kanker pada satu payudara, maka anda akan rentan terkena kembali kanker payudara pada payudara yang lain.
  • Ada silsilah keluarga yang pernah terserang kanker payudara. Jika ibu anda, atau saudara perempuan anda atau anak perempuan anda terkena kanker payudara, maka berpeluang lebih besar terdeteksi terkena kanker payudara. Tetapi pada umumnya mereka yang terkena kanker payudara bukan berasal dari keturunan yang pernah terkena kanker payudara.
  • Gen keturunan lebih menambah resiko kanker. Adanya Mutasi gen tertentu akan meningkatkan resiko terkena kanker payudara bisa menurun dari orang tua sampai anak. Dimana Mutasi gen seperti yang dimaksud yaitu BRCA1 dan BRCA2. Gen tersebut bisa meningkatkan resiko terserang kanker payudara dan kanker yang lain.
  • Terkena radiasi. Jika anda pernah mendapatkan perawatan dengan radiasi di saat anak-anak atau sekarang, maka anda bisa lebih memiliki peluang terkena kanker payudara di kemudian hari.
  • Faktor Obesitas. Memiliki  berat badan secara berlebihan atau obesitas akan menambah resiko terkena kanker payudara.
  • Datang bulan yang dialami pada usia yang lebih muda. Masa datang bulan yang terjadi sebelum usia 12 tahun akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
  • Menopause yang terjadi pada usia yang lebih tua. Jika masa menopause anda terjadi setelah di usia 55 tahun, maka anda kemungkinan lebih bisa terkena kanker payudara.
  • Memiliki anak pertama yang berada pada usia yang lebih tua. Wanita yang baru saja mempunyai anak setelah berusia 35 tahun dapat menambah resiko terkena penyakit kanker payudara.
  • Terapi hormon postmenopausal. Mereka yang melakukan pengobatan terapi hormon yang memadukan progesteron dan estrogen dalam mengobati gejala atau tanda menopause yang mempunyai terjadinya peningkatan resiko terkena kanker payudara.
  • Meminum alkohol. Meminum alkohol bisa menambah resiko terkena kanker payudara.

Pencegahan dari serangan penyakit Kanker Payudara
Pada saat ini kanker payudara telah mampu dicegah, tapi mesti dilakukan diagnosa yang lebih awal dari sebelumnya. Hasil Diagnosa awal menggunakan mammography secara teratur dan lakukan pemeriksaan secara awal untuk luka yang dicurigai sebagai gejala kanker payudara. Semakin cepat gejala kanker diketahui, maka semakin tinggi peluangnya untuk disembuhkan.
Berikut beberapa cara yang dapat menolong anda untuk mencegah terkena penyakit kanker payudara:
  • Diet rendah lemak sebanyak 20 persen, konsumsilah buah dan sayuran yang cukup, serta bisa menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Ketika kanker sudah ditemukan maka segera kanker diatasi secara dini, akan ada banyak pilihan dalam mengobati kanker sehingga berpeluang untuk sembuh.
  • Diantara pemeriksaan check-ups klinis, lakukanlah breast self-exam (BSE) tiap bulan. Setiap bentuk payudara wanita berbeda-beda, dan selalu berubah seiring bertambahnya usia, berubahnya siklus menstruasi, adanya kehamilan, munculnya menopause, atau adanya penggunaan pil KB atau hormon lain. Mungkin akan terasa lebih normal jika pada payudara anda dirasa terdapat gumpalan, membengkak atau perih pada saat tertentu, seperti sebelum terjadi kehamilan.
  • Menyusui bisa menurunkan resiko terkena kanker payudara, khususnya jika berlanjut selama 18 sampai 24 bulan. Olahraga yang berat pada usia muda bisa memberikan perlindungan yang lama dari kanker payudara. Bahkan aktifitas fisik yang ringan pada saat dewasa bisa menurunkan resiko.

Penyebab, Gejala dan Pencegahan Kanker Payudara
Demikianlah informasi kesehatan tentang Penyebab, Gejala dan Pencegahan Kanker Payudara. Semoga bermanfaat

Leave a Reply