Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya

Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya | Sebagai makhluk hidup, manusia juga memerlukan makanan. Fungsi makanan bagi manusia adalah sebagai sumber energi. Manusia mendapatkan energi dari makanan melalui proses pernapasan. Secara singkat dapat disebutkan bahwa hasil oksidasi makanan adalah karbon dioksida, uap air, dan energi. Energi ini akan digunakan untuk melakukan berbagai proses hidup yang lain.
Fungsi makanan yang lain, antara lain untuk pertumbuhan dan pembangunan tubuh; untuk memelihara dan menggantikan sel-sel rusak atau telah tua; untuk memelihara dan menggantikan sel-sel rusak atau lelah tua; untuk pertahanan tubuh terhadap berbagai macam penyakit; untuk pengaturan proses-proses tubuh, misalnya menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Zat-zat makanan yang diperlukan manusia dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu makanan makro atau makronutrien dan makanan mikro atau mikronutrien. Makanan makro meliputi karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan makanan mikro meliputi vitamin dan mineral. Satu zat makanan lain yang tak kalah pentingnya adalah air. Air sangat diperlukan dalam pencernaan zat makanan di dalam tubuh. Selain makanan makro, makanan mikro, dan air hal yang tidak boleh dilupakan dalam makanan kita adalah serat makanan.

Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya

a. Karbohidrat.
Karbohidrat antara lain meliputi glukosa, selulosa dan amilum atau zat tepung. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Setiap 1 gram karbohidrat dapat menghasilkan energi 4,1 kalori atau sekitar 17,22 joule. Dalam tubuh, karbohidrat antara lain akan dicerna menjadi glukosa. Sebagai zat makanan, beberapa fungsi glukosa tidak dapat digantikan oleh zat makanan yang lain. Hal ini dapat dilihat dari fungsi glukosa sebagai sumber energi bagi sel-sel otak, jaringam saraf, dan lensa mata. Karbohidrat juga berperan dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa, serta berperan dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ. Karbohidrat antara lain terdapat pada beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, sagu, gandum dan kentang.
Jika karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh melebihi kebutuhan, kelebihant tersebut akan disimpan dalam bentuk glikogen (di hati dan otot) dan dalam bentuk lemak (di dalam jaringan-jaringan lemak).
b. Protein
Berdasarkan asalnya, protein dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu protein hewani (berasal dari hewan) dan protein nabati (berasal dari tumbuhan). Protein hewani antara lain terdapat dalam ikan, susu dan daging. Protein nabati antara lain terdapat dalam kedelai, kacang buncis, dan kacang-kacangan yang lain; dalam makanan sehari-hari dapat ditemukan antara lain pada tahu dan tempe. Fungsi protein antara lain sebagai sumber energi, sebagai bahan pembentuk substansi penting (hormon, enzim, antibodi, dan kromosom); untuk pertahanan tubuh; untuk pemeliharaan dan perbaikan sel, jaringan, dan organ; menjaga keseimbangan cairan tubuh dan keseimbangan asam-basa.
Kekuranga protein dalam makanan sehari-hari akan mengakibatkan penyakit kwashiorkor yang terutama menyerang anak-anak berumur 6-36 bulan.
c. Lemak
Seperti protein, lemak juga dibedakan menjadi dua macam, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Lemak hewani antara lain terdapat dalam daging, susu dan telur. Lemak nabati antara lain terdapat dalam kacang tanah dan kelapa (termasuk minyak kelapa). Dalam tubuh, lemak akan dicerna menjadi asam lemak dan gliserol. Fungsi lemak antara lain menghasilkan energi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K; sebagai pelindung organ-organ tubuh dari benturan dan suhu dingin.
d. Vitamin
Vitamin merupakan suatu zat organik yang diperlukan dalam jumlah kecil oleh tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan kesehatan yang optimal. Secara umum, vitamin berfungsi sebagai pelindung dan pengatur kerja alat-alat tubuh. Pada umumnya, vitamin tidak dapat dibuat di dalam tubuh atau dapat dibuat, tetapi dalam jumlah yang tidak cukup sehingga vitamin harus diperoleh dari makanan. 
Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua macam, yaitu vitamin yang larut dalam air, meliputi vitamin B dan C, dan vitamin yang larut dalam lemak, meliputi vitamin A, D, E, dan K. Vitamin B terdiri atas beberapa vitamin, antara lain vitamin B (thiamin/antineuritik/antiberi-beri), vitamin B2 (riboflavin/laktoflavin/vitamin G), asam nikotinat (niasin/antipelagra), vitamin B6 (piridoksin/adernin), asam pantotenat (vitamin B3), paraamino asam benzoat, kolin, biotin (vitamin H), asam folat (vitamin M), dan vitamin B12 (sianokobalamin / faktor antianemia pernisiosa).
orang yang kekurangan vitamin akan menderita avitaminosis, gejalanya bertanggung pada jenis vitamin yang kurang. Adapun orang yang kelebihan vitamin akan menderita hipervitaminosis (penimbunan vitamin dalam tubuh yang menimbulkan gejala-gejala keracunan). Umumnya hipervitaminosis terjadi untuk golongan vitamin yang larut dalam lemak, terutama vitamin A, D, dan K. Hal itu terjadi karena kelebihan vitamin tersebut tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Vitamin A, D, dan K disimpan di dalam hati, sedangkan vitamin E disimpan di dalam jaringan lemak.
Hipervitaminosis A antara lain menyebabkan diare dan peradangan lambung. Hipervitaminosis A dapat terjadi pada pemberian vitamin A dosis tinggi dalam waktu yang cukup lama pada bayi dan anak-anak, atau pada orang dewasa yang mendapat tablet vitamin A untuk pengobatan jerawat. Gejalanya antara lain rasa lemah, sakit pada sendi, gangguan fungsi hati dan saraf. Hipervitaminosis D dapat menyebabkan gangguan metabolisme kalsium dan fosfat, serta gangguan pendengaran. Hipervitaminosis K menyebabkan sel darah merah pecah dan kadar bilirubin dalam darah meningkat (hiperbilirubinemia).
e. Mineral
Seperti vitamin, secara umum mineral berfungsi sebagai pelindung dan pengatur kerja alat-alat tubuh. Ada dua macam mineral yaitu makroelemen dan mikroelemen. Makroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah banyak, meliputi natrium (Na), kalium (K), kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), klorin (Cl), dan belerang (S). Mikroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit antara lain meliputi zat besi (Fe), yodium (I), fluor (F), dan tembaga (Cu)
f. Air
Sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri atas air. Tulang manusia yang keras pun, 30 – 40 persen penyusunnya adalah air. Kenyataan ini menunjukkan bahwa air merupakan zat yang sangat penting bagi manusia. fungsi air bagi tubuh manusia antara lain sebagai pelarut zat makanan sehingga dapat mempermudah proses penernaan; membantu terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh; mengangkut zat makanan dari satu jaringan ke jaringan lain dan mengangkut sisa-sisa metabolisme dari jaringan ke alat-alat eksresi; dan mengaktifkan beberapa enzim di dalam tubuh.
Kebutuhan manusia akan air dalam sehari sekitar 2 liter atau 8 gelas. Air dapat diperoleh secara langsung dalam bentuk air (minuman) atau tidak langsung dalam bentuk makanan. Buah-buahan yang banyak mengandung air, misalnya semangka (97%), tomat(95%), nanas(67%), dan apel (80%).
Kebutuhan air dalam tubuh manusia diatur oleh beberapa kelenjar antara lain kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar anak ginjal dan kelenjar keringat. Salah satu tanda bahwa tubuh membutuhkan air adalah adanya rasa haus. Kekurangan air minum dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.
Jika pembuangan air dari dalam tubuh (melalui keringat dan urine) lebih banyak daripada pemasukan air, terjadilah dehidrasi, yaitu suatu keadaan kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus yang sangat. Dehidrasi yang lebih berat dapat dilihat pada ciri-ciri: mata menjadi cekung dan kulit menjadi tidak elastis. Kalau kulit (terutama kulit perut) dicubit, bekas cubitan tidak cepat kembali. Dehidrasi yang lebih berat lagi dapat menyebabkan kesadaran menurun dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Serat makanan.
Pentingnya serat makanan belakangan ini digalakkan lagi. Fungsi utama serat makanan adalah merangsang aktivitas saluran pencernaan sehingga memperlancar proses pembuangan sisa-sisa pencernaan. Dengan demikian, sisa-sisa penceranaan tidak terlalu lama berada di dalam usus besar yang dapat mengakibatkan tubuh keraunan. Selain itu, serat makanan menyerap banyak air sehingga membuat makanan menjadi lebih lunak dan mudah dicerna.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serat makanan dalam jumlah yang cukup dapat menghindarkan manusia dari berbagai penyakit pada usus besar yang tidak menular, misalnya kanker usus, apendiksitis (radang usus buntu), kolitis (radang perut), dan wair (ambeien atau hemoroid). Penelitian lain menunjukkan bahwa serat makanan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu, mengurangi resiko terkena arterosklerosis dan serangan jantung.
Serat makanan hanya dapat diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuhan. Serat makanan terdiri atas karbohidrat kompleks, misalnya selulosa yang menyusun dinding sel. Makanan berserat dapat ditemukan pada sayur-sayuran (buncis, ercis, bayam, kangkung, dan sawi), buah-buahan (apel, pepaya, jeruk, pisang, semangka) dan kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang merah).
Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya
Demikianlah informasi tentang Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya | Semoga artikel tentang Macam-macam Zat Makanan dan Fungsinya dapat bermanfaat bagi kita semua

Leave a Reply