Categories
Uncategorized

Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan

Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan | pernahkah kamu memerhatikan mengapa akar tumbuh ke bawah dan tunas tumuh ke atas? Pernahkah kamu memerhatikan daun majemuk atau daun tertentu, misalnya petai cina menutup pada senja hari? Kalau kamu mengamati dengan seksama, kamu akan melihat bahwa gerak pada tumbuhan hanya terbatas pada gerak bagian tubuh tumbuhan, misalnya gerak tumbuh akar menembus tanah atau gerak daun menuju ke arah datangnya sinar matahari. Jadi, gerak tumbuhan pada umumnya bukanlah gerak berpindah tempat seperti hewan. Gerak berpindah tempat pada tumbuhan hanya terjadi pada beberapa tumbuhan tingkat rendah, misalnya Euglena. Euglena dapat bergerak secara aktif karena memiliki alat gerak berupa flagel (bulu cambuk). Menurutmu , bagaimana halnya gerak pindah tempat eceng gondok? Tumbuhan itu bergerak karena adanya arus air, bukan akrena gerak tumbuhan itu sendiri.

Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan

Ciri tumbuhan yang lain adalah kemampuannya menanggapi rangsang dari luar. Meskipun tidak memiliki sistem indra, tumbuhan peka terhadap rangsang dari luar. Kepekaan terhadap ransang dari luar ini disebut iritabilitas. Iritabilitas pada tumbuhan berperan penting dalam gerak pada tumbuhan. 
Secara umum dapat dikatakan bahwa gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh dan adanya rangsang dari luar. Gerak yang terjadi karena pengaruh faktor luar atau merupakan respons atau tanggapan terhadap rangsang dari luar disebut gerak etionom. Etionom dibedakan menjadi tiga macam yaitu tropi, nasti dan taksis.
A. Tropi (Tropisme)
Tropi berasal dari bahasa Yunani, yaitu trope yang berarti menuju. Tropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang dari luar. Arah geraknya ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Gerak yang mendekati arah datangnya rangsang disebut tropi positif, sedang gerak yang menjauhi arah datangnya rangsang disebut tropi negati. Berdasarkan jenis rangsangnya, tropi dibagi menjadi beberapa gerak, antara lain sebagai berikut:
1. Fototropi
Fototropi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu phos yang berarti cahaya dan trope. Fototropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan (misalnya daun atau akar) karena rangsang cahaya. Jika arah geraknya menuju cahaya disebut fototropi positif, sebaliknya jika menjauhi cahaya disebut fototropi negatif. Karena rangsang cahaya umumnya adalah cahaya matahari, gerak ini disebut heliotropi. Untuk memudahkan memahami gerak ini dapat dilakukan dengan menanam tumbuhan di pot yang diletakkan di dalam tiga kotak yang diberi lubang di tempat yang berlainan.
Pada bagian yang peka terhadap cahaya adalah ujung tunas. Gerak fototropi ini erat kaitannya dengan kebutuhan tumbuhan akan cahaya untuk membentuk makanannya sendiri melalui proses yang disebut fotosintesis.
2. Geotropi
Geotropi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu geo yang berarti bumi dan trope. Geotropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan (misalnya akar) karena pengaruh gaya tarik bumi (gravitas). Gerakan ini dapat diamati pada kecambah.
Kamu dapat melihat akar bergerak ke arah pusat gaya gravitasi bumi (geotropi positif), sedangkan calon batang bergerak menjauhi gaya gravitasi bumi (geotropi negatif).
3. Tigmotropi (Haptotropi)
Tigmotropi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu thigma yang berarti sentuhan dan trope. Tigmotropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan, misalnya sulur, karena pengaruh sentuhan (persinggungan). Gerak ini dapat dilihat antara lain pada sulur mentimun yang memanjat pada suatu penopang.
4. Hidrotropi
Hidrotropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan, misalnya akar, ke arah sumber air atau tempat yang lembap. Gerak ini dapat dilihat pada akar pohon mangga menuju ke kolam ikan.
5. Kemotropi
Kemotropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan ke arah rangsang bahan kimia. Gerak ini dapat dilihat antara lain pada pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah ketika proses fertilisasi (pembuahan) pada Anthophyta (tumbuhan berbunga).
B. Nasti
Nasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang dari luar, tetapi gerakannya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan macam rangsang penyebabnya, nasti dibedakan menjadi beberapa macam gerak, antara lain sebagai berikut:
1. Fotonasti
Fotonasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang cahaya. Contoh: mekarnya bunga. Mirabilis jalapa (bunga pukul empat) pada pukul empat sore.
2. Termonasti
Termonasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh suh. Contoh mekarnya bunga tulip (bunga khas negeri Belanda) pada musim tertentu yang memiliki suhu dan kelembapan tertentu.
3. Seismonasti atau Tigmonasti
Seismonasti adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh getaran. Kalau rangsangnya berupa sentuhan disebut tigmonasti. Contoh menutupnya daun putri malu (Mimosa Pudica) karena getaran atau sentuhan.
4. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak tidur daun (menutupnya daun) pada daun majemuk (misalnya, daun lamtoro dan daun polong-polongan lainnya) yang dipengaruhi oleh faktor gelap.
5. Gerak Nasti yang kompleks
Contoh gerak ini adalah gerak membuka dan menutupnya stomata. Gerakan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya cahaya (fotonasti), suhu (termonasti), kelembapan atau air (hidronasti) dan zat kimia (kemonasti)
C. Taksis
Taksis adalah gerak pindah tempat tumbuhan atau bagian tumbuhan, baik menuju maupun menjauhi rangsang. Berdasarkan macam rangsang penyebabnya, taksis dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1.Fototaksis
Fototaksis adalah gerak pindah tempat tumbuhan atau bagian tumbuhan karena pengaruh cahaya. Contohnya adalah gerak kloroplas ke arah bagian sel yang terkena cahaya matahari dan gerak Euglena ke arah datangnya cahaya. Contoh yang lain adalah gerak Chlamydomonas. Chlamydomonas akan bergerak ke arah cahaya yang intensitasnya sedang (fototaksis positif), tetapi akan berbalik bergerak menjauhi cahaya kalau intensitasnya meningkat (fototaksis negatif).
2. Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak pindah tempat tumbuhan atau bagian tumbuhan karena pengaruh zat kimia. Contohnya bakteri oksigen akan bergerak ke tempat yang mengandung oksigen dan gerak gamet jantan menuju gamet betina tumbuhan lumut.
Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan
Demikianlah informasi tentang Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan | Semoga artikel tentang Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan dapat menambah wawasan tentang Penjelasan Gerak Pada Tumbuhan. Jika artikel diatas masih kurang menurut anda maka silahkan anda cari selebihnya di google.co.id atau google.com
Categories
Uncategorized

Peredaran Getah Bening dan Tekanan Darah

Peredaran Getah Bening dan Tekanan Darah | Peredaran getah bening dimulai dari jaringan-jaringan tubuh dan berakhir pada pembuluh di bawah tulang selangka. Peredaran getah bening Getah Beningdisebut peredaran terbuka karena cabang-cabang halus di bagian ujungnya terbuka. Pembuluh limfa dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa dada.

Peredaran Getah Bening dan Tekanan Darah

a. Pembuluh limfa kanan
Pembuluh limfa kanan merupakan kumpulan pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari jaringan-jaringan di abgian kepala, leher, dada, jantung, paru-pari, dan lengan kanan. Pembuluh ini bermuara di pembuluh balik di bawah tulang selangka kanan.
b. Pembuluh limfa dada
Pembuluh limfa dada merupakan kumpulan pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari jaringan-jaringan di bagian tubuh selain yang dibawa pembuluh limfa kanan. Pembuluh ini bermuara di pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri. Pembuluh ini juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil, yaitu pembuluh yang mengalirkan asam lemak dari usus halus.
Disepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar-kelenjar limfa yang menghasilkan sel darah putih. Di tempat inilah, kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh disaring. Jadi, fungsi kelenjar limfa adalah mencegah terjadinya infeksi. Pada saat memerangi kuman, sering kali kelenjar limfa membengkak. Kelenjar limfa yang besar antara lain terdapat di pangkal leher, ketiak, lipat paha, pangkal lidah, tonsil dan amandel.
Tekanan Darah
Jantung dapat memompa darah karena otot jantung mampu berkontraksi. Setiap kali otot jantung berkontraksi, darah dipompa keluar dari jantung dan mendesak serta mengembangkan dinding arteri dari dalam. Tekanan ini disebut tekanan darah. Tekanan darah paling tinggi terjadi ketika otot jantung berkontraksi dan bilik jantung mengerut serta mendesak darah masuk ke arteri. Tekanan ini disebut tekanan darah sistolis (sitole). Tekanan darah paling rendah terjadi ketika otot jantung berelaksasi dan jantung mengembang serta darah masuk ke dalam jantung dari vena. Tekanan ini disebut tekanan darah diastolis (diastole).
Tekanan darah dapat diukur dengan suatu alat yang disebut sfigmomanometer (tensimeter). Alat ini terdiri atas selempang, pipa bersakla berisi raksi, dan stetoskop. Selempang adalah bagian yang dilingkarkan di lengan atas, terbuat dari karet berongga, dan berfungsi menahan aliran darah apabila ke dalamnya dipompakan udara. Bagian ini dihubungkan dengan pompa udara dan diujung lain dihubungkan dengan pipa berisi raksa. Satuan skala pipa berisi raksa adalah mmHg (Hg singkatan dari hidrargyrum atau raksa). Stetoskop berfungsi untuk mendengar denyut nadi. Tekanan darah seseorang dikatakan normal kalau pengukurannya menghasilkan angka 120/80 mmHg. Angka 120 mmHg merupakan tekanan darah sistolis, sedangkan 80 mmHg merupakan tekanan darah diastolis.
Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah seseorang antara lain umur, jenis, kelamin, berat tubuh, dan jenis kegiatan. Konsumsi zat makanan dan minuman tertentu, misalnya garam dapaur, lemak dan alkohol, serta kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Emosi tinggi dan ketegangan juga akan meningkatkan tekanan darah seseorang.
Peredaran Getah Bening dan Tekanan Darah
Demikianlah informasi tentang Peredaran Getah Bening dan Tekanan Darah | Semoga artikel tentang peredaran getah bening dan tekanan darah dapat menambah wawasan kita tentang peredaran getah bening dan tekanan darah. Jika anda ingin mendapatkan referensi yang lain maka silahkan anda mencari di google.co.id atau google.com/
Categories
Uncategorized

Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah

Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah | Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem peredaran darah manusia, berikut pembahasan tentang pembuluh darah pada sistem peredaran darah:

Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah

a. Arteri
Arteri (pembuluh nadi) adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung. Dinding arteri lebih tebal jika dibandingkan dengan dinding vena atau pembuluh balik. Selain itu, dinding arteri juga lebih kuat dan elastis. Struktur arteri ini dengan fungsinya, yaitu membantu pemompaan darah dari jantung. Arteri hanya mempunyai satu katup yang terletak tepat di luar jantung. Fungsi katup ini mencegah agar darah yang sudah berada di arteri tidak mengalir kembali ke jantung. Pada tempat, arteri terdapat di dekat permukaan tubuh, misalnya di pergelangan tangan dan leher sehingga denyutnya terasa.
Ada dua macam arteri, yaitu aorta (nadi besar) dan arteri pulmonalis (nadi paru-paru). Aorta merupakan arteri yang langsung keluar dari bilik kiri jantung. Darah yang dialirkannya kaya akan O2. Arteri pulmonalis merupakan arteri yang keluar dari bilik kanan menuju ke paru-paru. Darah yang dialirkannya kaya akan CO2. Pembuluh darah arteri pulmonalis bercabang menjadi dua menuju ke paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Arteri bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil yang disebut arteriola. Arteriola bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh kapiler.
b. Vena
Vena (pembuluh balik) adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju ke jantung. Dinding vena leih tipis jika dibandingkan dengan dinding arteri. Berbeda dengan arteri, vena mempunyai banyak katup yang terdapat di sepanjang pembuluh. Katup-katup ini berfungsi menjaga agar darah mengalir dalam satu arah dan menjaga agar darah tetap mengalir karena tidak ada pompa dalam vena. Vena terletak di dekat permukaan tubuh, tampak berwarna kebiru-biruan, dan denyutnya tidak terasa. Jika dibuat penampang melintang, lubang vena tampak lebih luas jika dibandingkan dengan arteri.
Pembuluh balik dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh balik tubuh (vena kava) dan pembuluh balik paru-paru (Vena pulmonalis). Vena kava mengalirkan darah yang berasal dari seluruh tubuh menuju ke serambi kanan jantung. Darah yang dialirkan kaya akan CO2. Pembuluh ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu vena kava superior (pembuluh balik atas) dan vena kava inferior (pembuluh balik bawah). Vena kava superior mengalirkan dari tubuh bagian atas, yaitu kepala, leher, dan kedua tangan. Adapun vena kava inferior mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah, yaitu badan dan kedua kaki. Vena pulmonalis terdiri atas pembuluh balik paru-paru kanan yang mengangkut darah dari paru-paru kanan dan pembuluh balik paru-paru yang mengangkut darah dari paru-paru kiri. Kedua pembuluh bersatu sebelum masuk ke serambi kiri jantung. Darah yang dialirkan kedua pembuluh ini kaya akan O2.
Vena bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil yang disebut venula. Venula bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh kapiler.
Berdasarkan uraian diatas, secara singkat perbedaan antara arteri dan vena dapat dilihat dibawah ini:
Arteri
Aliran darah berasal dari jantung
Denyut akan terasa
Dinding pembuluh tebal, elastis dan kuat.
Jumlah katup satu, tepat di luar jantung.
Lokasinya ada di dalam, jauh dari permukaan tubuh.
Jika terluka darah akan memancar.
Vena
Aliran darah akan menuju ke jantung.
Denyut tidak terasa.
Dinding pembuluh tipis dan tidak elastis.
Jumlah katup banyak, di sepanjang pembuluh.
Lokasi ada di dekat permukaan tubuh, berwarna kebiru-biruan.
Jika terluka darah akan menetes.
c. Pembuluh Kapiler
Seperti telah disebutkan di depa, pembuluh arteri bercabang-cabang menjadi banyak arteriola dan bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh kapiler. Demikian juga vena bercabang-cabang menjadi banyak venula dan bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh kapiler. Jadi, arteri dan vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.
Pembuluh kapiler sangat kecil, halus, dan berdinding sangat tipis (hanya terdiri atas selapis sel). Karena diameternya yang sangat kecil, pembuluh kapiler hanya dapat dilewati eritrosit satu per satu. Pembuluh kapiler inilah yang berhubungan dengan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Di pembuluh inilah terjadi pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida).
Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah
Demikianlah informasi tentang Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah | Semoga artikel tentang Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah dapat menambah wawasan tentang Pembuluh Darah Pada Sistem Peredaran Darah. Jika anda ingin menambah referensi tentang pembuluh darah pada sistem peredaran darah, silahkan cari di google.com atau google.co.id
Categories
Uncategorized

Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah

Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah | Peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup karena peredaran darahnya melalui pembuluh darah. Selain peredaran darah tertutup, ada juga peredaran darah terbuka, yaitu peredaran darah yang tidak melalui pembuluh darah, contohnya adalah serangga, misalnya belalang. Jantung berperan sebagai pusat peredaran darah, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung manusia terdiri atas empat ruang dengan sekat sempurna. Ketika masih berada di dalam kandungan (fetus), terdapat lubang kecil di sekat serambi kiri dan kanan yang disebut foramen ovale. Setelah bayi lahir dan bernapas menggunakan paru-paru, lubang ini tertutup sempurna. Apabila lubang ini tidak tertutup, akan menimbulkan penyakit jantung.

Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah

Jantung manusia berbentuk seperti buah pir, berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada di antara paru-laru kanan dan kiri, dan di belakang tulang dada dan iga. Sekitar dua per tiga bagian jantung berada di sisi kiri garis tengah jantung, sepertiga sisanya terletak di sisi kanan. ujung bawah jantung yang disebut apeks, mengarah ke kiri depan dan berada di tulang rusuk kelima dan keenam. Di tempat inilah denyut jantung dapat diraba dan didengar dengan jelas. Dinding jantung terdiri atas tiga lapis, yaitu perikardium (selaput pembungkus), miokardium (otot jantung), dan endokardium (selaput yang membatasi ruangan jantung). Dinding bilik jantung lebih tebal daripada dinding serambi jantung. Hal itu disebabkan bilik jantung berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Adapun serambi berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Adapun serambi berfungsi memompa darah dari serambi ke bilik. Dinding bilik kiri lebih tebal daripada dinding bilik kanan karena bilik kiri berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Adapun bilik kanan berfungsi memompa darah dari jantung ke paru-paru.
Jantung manusia mempunyai empat buah katup yang membuka dan menutup secara otomatis untuk menerima dan mengeluarkan darah agar darah hanya mengalir ke satu arah. Katup trikuspidalis (katup tiga daun) terletak di antara serambi kanan dan bilik kanan; katup bikuspidalis (katup mistral atau dua daun) terletak di antara serambi kiri dan bilik kiri; katup pulmonal (katup paru-paru) terletak di antara bilik kanan dan arteri pulmonalis; dan katup aorta terletak di antara bilik kiri dan aorta. Kebocoran katup akan mengakibatkan berbaliknya arah aliran darah, sedangkan pengerutan katup akan menghilangkan elastisitasnya. Kedua keadaan ini dapat mengganggu aliran darah dalam jantung. Penyebab utama kegagalan jantung pada umumnya berawal dari salah satu atau dua keadaan tersebut.
Jantung berdenyut secara otomatis dengan kecepatan 60 – 80 kali/ menit. Frekuensi denyut jantung setiap orang berbeda-beda bergantung pada berbagai faktor, antara lain berat badan, usia, jenis kelamin, kesehatan, dan jenis kegiatan. Seseorang yang duduk, denyut jantungnya sekitar 72 kali/menit, jika dia berdiri dengan jantungnya akan meningkat menjadi sekitar 83 kali/menit.
Kerja jantung dipengaruhi oleh dua macam saraf, yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Saraf simpatis menyebabkan denyut jantung bertambah cepat dan keras, sedangkan saraf parasimpatik menyebabkan denyut jantung lebih lambat.
Jantung manusia berdenyut tanpa henti sepanjang hidup. Hal itu dapat terjadi karena adanya otot istimewa yang hanya ditemukan di jantung, yaitu miokardium (otot jantung). Jantung selalu berdenyut karena mempunyai pacu jantung alamiah yang disebut simpul sinoatrium yang tertanam di dalam dinding jantung. Simpul ini mengirimkan denyut listrik melalui jalur atrium ke simpul atrioventrikel dan ke seluruh otot jantung. Kalau otot jantung berelaksasi (mengendur), ruang-ruang di dalam jantung terisi darah. Sebaliknya, kalau otot jantung berkontraksi (mengerut), darah dipompa keluar dari jantung. Jantung bekerja dalam tiga tahap, yaitu serambi jantung mengembang, darah masuk ke dalam serambi; serambi menguncup, darah ke luar dari serambi menuju bilik; dan bilik menguncup, darah keluar dari bilik menuju ke seluruh tubuh.
Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah
Demikianlah informasi tentang Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah | Semoga artikel tentang Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah dapat menambah wawasan tentang Fungsi Jantung Pada Sistem Peredaran Darah.
Categories
Uncategorized

Fungsi Darah dan Susunan Darah

Fungsi Darah dan Susunan Darah | Fungsi Darah. Darah berfungsi sebagai alat pengangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh; sebagai alat pengangkut sisa-sisa oksidasi yang tidak diperlukan oleh tubuh dari jaringan ke alat-alat eksresi (pengeluaran); mengedarkan air ke seluruh tubuh; memindahkan panas dari tubuh yang aktif ke bagian tubuh yang tidak aktif, menjaga suhu tubuh selalu tetap (lebih kurang 37 C); dan mengedarkan hormon dari kelenjar buntuk (endoksrin). Fungsi darah yang tidak berhubungan dengan pengangkutan adalah menghindarkan tubuh dari infeksi dengan antibodi, sel darah putih (leukosit), dan sel darah pembek atau keping darah (trombosit); serta mengatur keseimbangan asam dan basa untuk menghindari kerusakan jaringan-jaringan tubuh.

Fungsi Darah dan Susunan Darah

Susunan Darah
Jika dibiarkan, darah yang ditampung dalam suatu tabung akan mengendap dan menunjukkan komponen-komponen utamanya. Hal ini terlihat dari adanya tiga lapisan dalam tabung tersebut. Lapisan paling atas merupakan komponen paling besar, yaitu lebih dari separuh (55%) tersusun atas cairan berwarna jernih yang disebut plasma. Sebanyak 90% plasma tersusun atas air, sisanya berupa gula yang terlarut, garam, sisa-sisa metabolisme, protein tubuh, hormon dan bahan-bahan kimia lainnya. Lapisan tengah merupakan lapisan tipis berwarna kuning yang tersusun atas sel darah putih (leukosit) dan sel darah pembeku atau keping darah (trombosit atau platelet). Lapisan paling bawah yang volumenya hampir 45% terdiri atas sel-sel darah merah (eritrosit).
a. Plasma Darah
Plasma darah merupakan cairan darah berwarna jernih kekuningan, terdiri atas 90% air dan sisanya zat-zat yang terlarut di dalam air. Zat-zat yang terlarut di dalam air tersebut antara lain sari-sari makanan (glukosa, asam lemak, gliserol, asam amino) dan garam-garam mineral; enzim, hormon, dan antibodi sisa-sisa metabolisme: urea dan asam urat; gas yang terlarut di dalam plasma darah: oksigen (O2), karbon dioksida (CO2). dan nitrogen (N2); protein yang terlarut di dalam darah (protein darah), misalnya globulin, albumin, dan fibrinogen.
Fungsi plasma darah adalah mengedarkan sari-sari makanan dan sisa-sisa metabolisme; berperan dalam pembekuan darah (dilakukan fibrinogen); dan melawan benda atau zat asing yang masuk ke dalam darah (dilakukan oleh antibodi).
b. Eritrosit
Eritrosit atau sel darah merah merupakan bagian utam sel-sel darah. Ciri-ciri eritrosit antara lain berbentuk bundar, pipih, bikonkaf (cekung di kedua sisinya), berukuran 7,5 – 7,7 x 10^-6 dan tidak mempunyai inti sel. Pada laki-laki dewasa, setiap mm^3 darah, mengandung sekitar 5 juta sel darah merah, sedangkan pada perempuan terdapat sekitar 4 juta sel darah merah. Eritrosit dibentuk di dalam sumsum merah tulang pipih (pada bayi dibentuk di dalam hati). Eritrosit berumur sekitar 120 hari. Eritrosit yang sudah tua dan rusak akan dirombak di dalam hati dan limpa.
Eritrosit berwarna merah karena mengandung hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah suatu protein yang mengandung senyawa besi heme dan globin. Hb mempunyai daya ikat terhadap oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).
Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru-paru (alveoli) ke seluruh tubuh dan mengangkut CO2 dari seluruh tubuh ke paru-paru (alveoli).
c. Leukosit
Ciri-ciri leukosit atau sel darah putih antara lain berbentuk tidak tetap, berukuran lebih besar daripada eritrosit, yaitu 10 – 12 x10^-6, mempunyai inti sel berbentuk bulat atau cekung, tidak berwarna, dapat melakukan gerak amuboid (bergerak seperti Amoeba), dan dapat melakukan diapedesis (menembus dinding pembuluh darah). Umur leukosit 6 – 9 hari. Jika sudah mati, leukosit diserap oleh hati. Leukosit dapat melawan kuman dengan cara memakannya (fagositosis).
Pada setiap mm^3 darah orang dewasa, terdapat 6000 – 9000 butit sel darah putih. Jumlah leukosit dapat naik atau turun, bergantung pada ada atau tidaknya infeksi kuman-kuman tertentu.
Leukosit dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu leukosit agranulosit dan leukosit granulosit. Leukosit agranulosit memiliki sitoplasma tidak bergranula (tidak mempunyai butir-butir), terdiri atas limfosit dan monosit. Leukosit bergranulosit memiliki bergranula, terdiri atas neutrofil, basofil, dan esosinofil. Ciri-ciri masing-masing leukosit sebagai berikut:
1) Limfosit: inti sel satu, berfungsi untuk imunitas (kekebalan), dan tidak dapat bergerak.
2) Monosit: inti satu berukuran besar, bersifat fagosit, dan dapat bergerak.
3) Neutrofil: granula berwarna merah kebiruan, bersifat fagosit, dan dapat bergerak.
4) Basofi: granula berwarna biru, bersifat fagosit, dan dapat bergerak.
5) Eosinofil: granula berwarna merah, bersifat fagosit, dan dapat bergerak.
Leukosit berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh. Limfosit melindungi tubuh dengan cara membentuk antibodi, sedangkan leukosit yang lain melindungi tubuh dengan cara memakan kuman yang masuk ke dalam tubuh.
Leukosit agranulosit dibentuk di dalam kelenjar limfa, sedangkan leukosit granulosit dibentuk oleh jaringan retikulo endotelium di dalam sumsum tulang.
d. Trombosit
Trombosit (sel darah pembeku atau keping darah) memiliki ciri-ciri antara lain berbentuk tidak teratur, berukuran lebih kecil daripada eritrosit dan leukosit, yaitu 2 – 4 x 10^-6, tidak berinti, dan rapuh (mudah pecah). Trombosit pada orang dewasa berjumlah antara 200.000 – 400.000 /mm^3. Trombosit dibentuk dari fragmentasi (pecahan) megakariosit (sebuah sel dengan inti sangat besar). Umur trombosit sekitar 10 hari. Trombosit yang mati akan dihancurkan oleh limpa.
Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Karena sifatnya yang rapuh, trombosit akan pecah dan mengeluarkan faktor anti hemofili berupa enzim trombokinase (tromboplastin) ketika pembuluh darah terluka. Dengan bantuan ion kalsium dan vitamin K, trombokinase akan mengubah protrombin di dalam plasma darah menjadi trombin. Kemudian, trombin akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin yang akan menutup luka sehingga darah tidak keluar lagi.
Fungsi Darah dan Susunan Darah
Demikanlah informasi tentang Fungsi Darah dan Susunan Darah | Semoga artikel tentang Fungsi Darah dan Susunan Darah dapat menambah wawasan tentang Fungsi Darah dan Susunan Darah.
Categories
Uncategorized

Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan

Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan | Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelainan dan gangguan karena infeksi dan bukan karena infeksi.

Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan

1. Kelainan dan penyakit karena infeksi.
a. Bronkitis, yaitu radang selaput lendir trakea dan bronkia.
b. Difteri, yaitu infeksi saluran pernapasan bagian atas oleh bakteri Corynebacterium diphterie.
c. Faringitis, yaitu radang faring yang disebabkan oleh bateri, virus, atau karena efek negatif rokok.
d. Penumonia, infeksi pada paru-paru karena bakteri Diplococcus Pneumoniae atau virus.
e. Tonsilitis, yaitu radang tonsil yang disebabkan oleh bakteri.
f. Tuberkulosis (TBC), yaitu infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculose.
Kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan karena infeksi dapat dicegah dengan pola hidup bersih, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Penderita penyakit akibat infeksi harus dirawat di bawah pengawasan dokter.
2. Kelainan dan penyakit bukan karena infeksi.
a. Amandel, yaitu pembengkakan kelenjar limfe di belakang rongga mulut dan rongga hidung (tekak).
b. Asfiksi, yaitu gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan.
c. Asma, yaitu gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala sukar bernapas, terasa sesak di dada, dan batuk-batuk yang disebabkan oleh alergi, emosi dan stres.
d. Emfisema, yaitu meluasnya Alveoli secara berlebihan yang mengakibatkan membesarnya paru-paru sehingga penderitanya sulit bernapas.
e. Kanker laring, yaitu tumor ganas yang sering dijumpai pada laki-laki yang berusia lebih dari 50 tahun.
f. Kanker paru-paru, yaitu tumor ganas di jaringan epitel bronkia yang terjadi karena efek samping kebiasaan merokok.
g. Polip, yaitu membengkaknya kelenjar limfe di hidung.
h. Rinitis, yaitu radang selaput lendir pada rongga hidung yang terjadi sebagai akibat alergi terhadap suatu zat atau perubahan suhu.
i. Silikosis yaitu kelainan paru-paru karena menghirup SiO2 misalnya di pertambangan.
Kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan bukan karena infeksi dapat dicegah dengan pola hidup sehat, misalnya menghindari kebiasaan merokok dan menjauhi udara tercemar. Jika sudah terlanjur terserang maka harus segera diobati.
Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan
Demikianlah informasi tentang kelainan dan penyakit sistem pernapasan | Semoga artikel tentang kelainan dan penyakit sistem pernapasan dapat menambah wawasan tentang Kelainan dan Penyakit Sistem Pernapasan.
Categories
Uncategorized

Proses Pernapasan Pada Manusia

Proses Pernapasan Pada Manusia | Pada proses pernapasan terjadi dua peristiwa secara bergantian yaitu menarik napas dan menghembuskan napas. Pada saat kita menarik napas, udara masuk ke dalam alat-alat pernapasan. Tahap ini disebut fase inspirasi dan udaranya disebut udara inspirasi. Sebaliknya pada saat kita menghembuskan napas, udara keluar dari alat-alat pernapasan. Tahap ini disebut fase ekspirasi, udaranya disebut udara ekspirasi.
Fase inspirasi dan ekspirasi berlangsung 15-18 kali setiap menit selama manusia hidup. Proses pernapasan pada dasarnya adalah suatu proses otomatis. Bahkan, pada saat kita tidur lelap pun, proses itu tetap berjalan. Frekuensi pernapasan bergantung pada beberapa faktor, antara lain jenis kegiatan, jenis kelamin, umur, suhu tubuh, posisi tubuh dan emosi.
Berdasarkan otot yang berperan dalam prosesnya, pernapasan dibedakan menjadi dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
a. Pernapasan Dada
Otot yang berperan dalam pernapasan dada adalah otot antar tulang rusuk. Pernapasan dada terbagi atas dua fase, yaitu fase ekspirasi dan inspirasi. Pada fase inspirasi, otot antartulang rusuk berkontraksi, tulang dada, dan tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar, paru-paru akan mengembang dan tekanan udara dalam udara di luar. Akibatnya, udara yang dari luar akan masuk ke dalam paru-paru melalui rongga hidung. Pada fase ekspirasi, otot antartulang rusuk berelaksasi, tulang dada dan tulang rusuk turun, rongga dada akan mengecil, paru-paru akan mengempis, dan tekanan udara dalam paru-paru lebih besar daripada tekanan udara di luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru melalui rongga hidung.
b. Pernapasan Perut
Otot yang berperan dalam pernapasan perut adalah otot diafragma. Pernapasan perut juga dibagi menjadi dua fase, yaitu fase inspirasi dan fase ekspirasi. Pada fase inspirasi, otot diafragma akan berkontraksi, diafragma yang semula akan melengkung menjadi terlihat datar, rongga dada jadi membesar, paru-paru tampak mengembang, dan tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara di luar. Akibatnya, udara yang dari luar masuk ke area paru-paru lewat rongga hidung.
Pada fase ekspirasi, otot diafragma berelaksasi, diafragma kembali melengkung, rongga dada mengecil, paru-paru mengempis, dan tekanan udara dalam paru-paru lebih besar daripada tekanan udara di luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru melalui rongga hidung.
c. Kapasitas Paru-paru
Ada beberapa pengertian yang berhubungan dengan volume udara yang dipernapaskan.
1) Udara pernapasan (UP/volume tidal), yaitu volume udara yang keluar masuk paru-paru sebagai akibat aktivitas pernapasan normal (sekitar 500 mL). Dari 500 mL udara pernapasan ini, 350 mL sampai ke paru-paru, 150 mL sisanya mengisi saluran pernapasan.
2) Udara komplementer (UK), yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru setelah inspirasi biasa (sekitar 1500 mL).
3) Udara cadangan (UC), yaitu volume udara yang masih dapat diembuskan setelah ekspirasi biasa (sekitar 1500 mL_
4) Udara residu (UR) yaitu volume udara yang tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi sekuat-kuatnya (sekitar 1000 mL).
5) Kapasitas vital paru-paru (KV), yaitu volume udara yang dapat diembuskan sekuat-kuatnya setelah melakukan inspirasi sekuat-kuatnya
KV= UP + UK + UC = 500 + 1500 + 1500 = 3500 mL
6) Volume total paru-paru (VTP), yaitu volume udara yang dapat ditampung paru-paru
VTP = KV + UR =3500 + 1000 = 4500 mL
Alat yang digunakan untuk mengukur volume udara yang dihirup dan diembuskan disebut spirometer.
Proses Pernapasan Pada Manusia
demikianlah informasi tentang Proses Pernapasan Pada Manusia | Semoga artikel tentang Proses pernapasan pada manusia dapat menambah wawasan kita tentang proses pernapasan pada manusia.
Categories
Uncategorized

Alat-alat Pernapasan Pada Manusia

Alat-alat Pernapasan Pada Manusia | Sistem pernapasan manusia dilengkap dengan alat-alat atau organ-organ pernapasan mulai dari hidung, pangkal tenggorokan atau laring, tenggorokan atau trakea, cabang tenggorokan atau bronkus, cabang bronkus atau bronkiulus dan gelembung paru-paru atau alveolus. Berikut penjelasan alat-alat pernapasan pada manusia.

Alat-alat Pernapasan Pada Manusia

a. Hidung
Walaupun dapat menghirup udara melalui mulut, sebaiknya kamu menghirup udara melalui hidung. Mengapa demikian? Hal itu dilakukan karena di dalam rongga hidung udara mengalami tiga proses, yaitu penyaringan, penyesuaian suhu dan pengaturan kelembapan.
1) Penyaringan
Penyaringan udara dilakukan oleh rambut-rambut dan selaput lendir di rongga hidung. Rambut-rambut dan selaput lendir ini mencegah debu dan partikel berbahaya masuk ke dalam paru-paru. Hal itu dapat dibuktikan ketika kita terjebak di kemacetan lalu-lintas dan banyak kendaraan mengeluarkan asap. Setelah itu, kita bersihkan rongga hidung dengan kertas tisu dan terlihatlah banyak kotoran menempel di kertas tisu tersebut.
2) Penyesuaian suhu
Ketika berada di tempat yang dingin, udara yang kita hirup akan disesuaikan dengan suhu tubuh kita. Dalam hal ini udara mengalami proses penghangatan. Demikian pula sebaliknya, ketika berada di tempat yang panas, suhu udara akan diturunkan agar sesuai dengan suhu tubuh kita.
3) Pengaturan kelembapan
Udara yang kita hirup diatur kelembapannya agar sesuai dengan kelembapan di dalam saluran pernapasan. Kelebihan yang lain jika kita menghirup udara melewati rongga hidung adalah adanya indra pembau dalam rongga hidung. Dengan adanya indra ini kita dapat menghindari tempat berbau yang mengindikasikan bahwa udara ditempat tersebut tidak sehat.
b. Pangkal tenggorokan atau laring
Pangkal tenggorokan disusun oleh katup yang disebut epiglotis dan tulang-tulang rawan yang membentuk jakun. Epiglotis selalu membuka dan baru menutup kalau kita menelan makanan. Epiglotis mencegah makanan masuk ke saluran pernapasan. Pada laki-laki dewasa, umumnya jakun terlihat menonjol di leher depan bagian atas. Di dalam jakun terdapat selaput atau pita suara. Udara akan melalui selaput ini dan menggetarkannya sehingga menimbulkan suara pada saat kita berbicara, bernyanyi atau berteriak.
c. Tenggorokan atau Trakea.
Trakea selalu terbuka dan siap dilewati udara sehingga kita dapat bernapas dengan leluasa setiap saat. Hal itu terjadi karena dinding tenggorokan tersusun atas cincin-cincin tulang rawan. Dinding sebelah dalam trakea terlalu basah karena dilapisi selaput lendir. Sel-sel epitelium penyusun dinding sebelah dalam trake dilengkapi silia atau rambut getar yang berfungsi untuk menahan dan mengeluarkan kotoran-kotoran dalam udara yang lolos dari penyaringan di rongga hidung oleh rambut-rambut dan selaput lendir. Dengan adanya proses penyaringan tahap kedua ini, udara yang masuk ke dalam paru-paru makin bersih dan tidak membahayakan tubuh.
Trakea bercabang dua, disebut bronkus. Bronkus yang satu menuju ke paru-paru kiri, sedangkan lainnya menuju ke paru-paru kanan. Cabang yang ke kanan lebih mendatar dibandingkan dengan cabang yang ke kiri. Cabang tenggorokan ini juga diperkuat dengan cincin tulang rawan.
d. Paru-paru
Paru-paru manusia berjumlah dua buah, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru terletak di rongga dada di atas diafragma atau sekat rongga badan. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir atau lobus., yaitu gelambir atas, tengah dan bawah. Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir, yaitu gelambir atas dan bawah.
Paru-paru dilindungi oleh selaput yang disebut pleura. Pleura terdiri atas dua lapis selaput yang dipisahkan oleh cairan limfa. Pleura berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan karena mengembang dan mengempis ketika bernapas.
Bronkus kanan dan kiri, masing-masing bercabang berulang-ulang sebanyak 15-20 kali di dalam paru-paru, membentuk ribuan cabang bronkus yang disebut bronkiulus. Bronkiulus bermuara pada gelembung-gelembung halus berisi udara, disebut gelembung paru-paru atau alveolus. Alveolus berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pertukaran oksigen dari udara dan karbondioksida dari darah. Alveolus mampu berperan sebagai tempat pertukaran gas karena dindingnya sangat tipis dan lembap serta diselubungi oleh pembuluh-pembuluh kapiler yang hanya berdinding selapis sel.
Di dalam paru-paru manusia terdapat 300 juta – 350 juta Alveolus. Secara keseluruhan permukaan alveolus sangat luas, lebih dari 80 m2. Dengan struktur alveolus seperti itu, pertukaran gas menjadi lebih efisien dan maksimal.
Oksigen yang terkandung dalam udara yang masuk ke dalam paru-paru akan berdifusi dan menembus dinding pembuluh kapiler masuk ke dalam peredaran darah. Oksigen akan diikat hemoglobin membentuk oksihemoglobin dan diedarkan ke seluruh tubuh. Darah yang mengandung oksihemoglobin membentuk oksihemoglobin dan diedarkan ke seluruh tubuh. Darah yang mengandung oksihemoglobin berwarna merah cerah. Adapun darah yang kehilangan oksigen berwarna merah tua.
Pada saat bersamaan, karbondioksida terlepas dari ikatannya dengan hemoglobin (karbominohemoglobin) dari dinding pembuluh kapiler menuju ke Alveolus, terus ke bronkiolus, bronkus, trake, laring dan akhirnya keluar dari dalam tubuh melalui lubang hidung.
Alat-alat Pernapasan Pada Manusia
Demikianlah informasi tentang Alat-alat Pernapasan Pada Manusia | Semoga artikel tentang Alat-alat pernapasan pada manusia dapat menambah wawasan pengetahuan kita tentang alat-alat pernapasan pada manusia.
Categories
Uncategorized

Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan

Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan | Adanya Gangguan terhadap sistem pencernaan disebabkan karena beberapa hal, misalnya ada sesuatu yang masuk ke area sistem pencernaan (berupa racun dan mikroorganisme yang menjadi penyebab penyakit pencernaan),kemudian itu juga bisa disebabkan karena kelainan pada sistem organ pencernaan, atau karena adanya kebiasaan pola makan yang kurang sehat. Berikut ada beberapa gangguan dan penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia  antara lain sebagai berikut.

Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan

Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan

1. Gastritis
Gastritis merupakan radang di lapisan mukosa (lendir) pada dinding lambung. Penyebab penyakit gastritis yaitu mengonsumsi makanan yang kotor dan terjadi kelebihan asam lambung. Penyakit gastritis bisa dihindari dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bersih. Penyakit Gastritis bisa dicegah dengan menghindari mengonsumsi makanan yang dapat merangsang lambung, seperti minuman-minuman keras, rempah-rempah, dan obat-obatan tertentu; mengonsumsi makanan yang lunak dan mengonsumsi banyak vitamin. Penyakit Gastrits yang sudah parah mesti dirawat di bawah pengawasan dokter.
2. Diare
Penyakit Diare disebabkan oleh adanya airitasi pada area selaput lendir usus besar karena bakteri, pola diet yang buruk, adanya zat-zat beracun, muncul rasa gelisah, dan ransangan dari makanan tertentu yang dikonsumsi. Penyakit diare dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang bersih serta membiasakan diri melakukan pola makan dan pola hidup yang sehat. Penyakit Diare dapat dicegah dengan mengonsumsi obat antidiare, minum oralit, dan meminum banyak air agar tidak terjadi dehidrasi.
3. Disentri
Penyakit Disentri disebabkan karena Mycobacterium dysentriae atau Amoeba histolytica yang telah masuk bersama makanan atau minuman yang sudah tercemar. Penyakit disentri dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang bersih. Penderita disentri mesti dirawat di bawah pengawasan dokter.
4. Konstipasi (sembelit)
Penyakit Konstipasi berupa kesulitan buang air besar sebab feses terlalu keras, hal ini disebabkan adanya penyerapan air secara berlebihan di usus besar. Sembelit bisa terjadi karena faktor kebiasaan menahan buang air besar karena kesibukan yang padat, adanya kekurangan serat makanan atau emosi (gelisah, takut, cemas, dan stres). Penyakit  sembelit bisa dicegah dengan membiasakan buang air besar dengan teratur dan dibantu dengan mengonsumsi serat makanan.
5. Apendiksitis
Penyakit Apendiksitis merupakan radang yang terjadi pada apendiks (umbai cacing). Penyakit apendiksitis mesti ditangani oleh dokter dan biasanya mesti dioperasi.
6. Keracunan makanan.
Pada umumnya keracunan makanan terjadi karena oleh bakteri yang ada di dalam makanan. Bakteri tersebut mengeluarkan racun yang telah membahayakan tubuh. Gejala-gejala keracunan makanan berupa mual, sering muntah-muntah, nyeri rongga dada, diare dan perut, demam serta sakit kepala. Bakteri beracun semisal salmonella, Staphylococcus, dan Clostridium botulinum. Keracunan makanan ini dapat diatasi dengan tidak membiasakan mengonsumsi makanan mentah dan makanan yang sudah skadaluarsa; selalu mencuci bersih buah-buahan dan sayur-sayuran yang dikonsumsi secara mentah; menggunakan peralatan makan dan memasak secara bersih; memasak bahan makanan dengan sempurna; dan menutup makanan agar terhindar dari lalt dan debu yang mengandung kuman penyakit.
Demikianlah informasi mengenai Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan | Semoga artikel tentang Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Categories
Uncategorized

Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus

Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus | Makanan yang kita makan tidak dapat langsung kita gunakan. Makanan harus dipecah terlebih dahulu menjadi bahan-bahan yang lebih sederhana agar diserap dan dimanfaatkan tubuh Proses pemecahan makanan inilah yang disebut proses pencernaanPencernaan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanik dilakukan oleh gigi pada waktu makanan dikunyah di dalam mulut. Pencernaan secara kimiawi dilakukan oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan. Hasil kedua macam pencernaan tersebut adalah sari-sari makanan yang dapat diserap oleh dinding usus halus, untuk dibawa melalui sistem peredaran darah dan diedarkan keseluruh tubuh. Adapun sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk feses pada peristiwa defekasi.

Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus

Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus
Berikut ini kita akan mempelajari proses pencernaan pada manusia dari mulut sampai anus:
a. Mulut
Di dalam rongga mulut terdapat tiga macam alat pelengkap yang membantu proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
1) Gigi
a) Susunan gigi
Gigi berperan dalam awal proses pencernaan dan terjadi secara mekanik yaitu melalui penghancuran makanan menjadi potongan-potongan yang berukuran lebih kecil dan memperluas permukaan makanan. Akibatnya, enzim-enzim pencernaan dapat mencerna makanan secara lebih efisien dan lebih cepat. Itulah sebabnya makan secara cepat dan tergesa-gesa dengan sedikit mengunyah kemudian ditelan sangat tidak baik bagi kesehatan.
Selama pertumbuhannya, manusia mempunyai dua macam perangkat gigi, yaitu seperangkat gigi sulung atau gigi susu dan seperangkat gigi tetap. Gigi susu mulai tumbuh antara enam hingga delapan bulan setelah kelahiran. Lebih kurang pada umur dua tahun empat bulan kedua puluh gigi susu sudah lengkap. Gigi susu akan tanggal atau lepas semua dan digantikan oleh gigi tetap.
Semua gigi susu akan tanggal karena sewaktu tulang rahang tumbuh gigi-gigi itu menjadi terlalu kecil. Penggantian gigi susu yang kecil dan lemah dimulai dengan tumbuhnya gigi geraham tetap pertama pada usia lima sampai enam tahun. Pada akhir pergantian akan terdapat 32 gigi tetap. Tetapi tidak semua orang mempunyai 32 gigi pada akhir pergantian gigi susu menjadi gig tetap. Ada yang gigi bungsunya tidak tumbuh karena rahangnya terlalu kecil untuk menampung 32 gigi.
b) Fungsi gigi
Secara umum gigi berfungsi dalam pencernaan secara mekanik, yaitu menghancurkan makanan. Fungsi masing-masing jenis gigi adalah sebagai berikut. Gigi seri, berbentuk seperti kapak dengan ujung rata, terletak di depan dan berfungsi memotong makanan. Gigi taring, ujungnya runcing, terletak di antara gigi seri dan gigi geraham, berfungsi mengoyak atau merobek makanan. Gigi geraham (geraham dpan dan belakang), permukaannya melebar dan bergelombang, terletak di belakang gigi taring, berfungsi mengunyah atau menghaluskan makanan.
c) Struktur setiap gigi mempunya tiga bagian yaitu puncak gigi atau mahkota gigi, leher gigi dan akar gigi. Puncak gigi atau mahkota gigi merupakan bagian yang tampak dari luar. Bagian luar puncak gigi dilapisi oleh lapisan keras berwarna putih yang disebut email atau enamel. Fungsi email untuk memperkuat dan melindungi tulang gigi yang terbuat dari dentin. Leher gigi, bagian ini berada di dalam gusi. Akar gigi tertanam di dalam rahang. Bagian luar akar gigi dilapisi semen.
Di dalam gigi terdapat rongga pipi (pulpa) yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Fungsi pembuluh darah untuk memberi makan pada gigi. Adanya saraf pada rongga gigi membuat kita dapat merasakan sakit jika terjadi gangguan pada gigi, misalnya gigi berlubang.
2) Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu mengecap atau merasakan makanan, membantu menempatkan makanan sehingga mudah dikunyah dan membantu menelan atau mendorong makanan masuk ke dalam kerongkongan.
3) Kelenjar Ludah.
Kelenjar ludah berfungsi menghasilkan ludah atau air. Ada tiga macam kelenjar ludah, yaitu kelenjar ludah didekat telinga atau parotis, kelenjar ludah bawah rahang atau submaksilaris, dan kelenjar ludah bawah lidah atau sublingualis. Ludah akan semakin banyak dihasilkan kalau kita melihat atau mencium aroma makanan yang membangkitkan selera. Di dalam ludah terdapat enzim ptialin atau amilase mulut yang berguna untuk mencerna zat tepung atau amilum menjadi zat gula, misalnya maltosa. Jadi, ludah berfungsi untuk membuat rongga mulut lebih steril, membasahi makanan, dan mencerna makanan secara kimiawi.
b. Pangkal kerongkongan (faring)
Sebelum memasuki kerongkongan, makanan dari mulut melewati pangkal kerongkongan (faring). Faring merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan yang merupakan saluran pernapasan. Bagian depan faring berhubungan dengan tenggorokan, sedangkan bagian belakang berhubungan dengan tenggorokan.
Pada pangkal faring ini terdapat katup yang disebut epiglotis. Epiglotis tersusun atas tulang rawan yang sangat tipis. Epiglotis berfungsi menutup pangkal tenggorokan pada waktu menelan sehingga makanan tidak masuk ke saluran pernapasan.
c. Kerongkongan (esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran sepanjang 20 cm di belakang saluran pernapasan yang menghubungkan antara mulut dan lambung. Dinding kerongkongan mengandung kelenjar yang menghasilkan cairan untuk melicinkan atau meperlancar jalaannya makanan dari mulut ke lambung. Makanan dapat bergerak dari mulut ke lambung karena adanya gerak peristaltik oleh dinding otot kerongkongan. Gerak peristaltik adalah gerakan otot dinding saluran pencernaan berupa gerak kembang-kempis atau gerak seperti memijit atau meremas-remas. Gerakan itu terjadi karena otot yang melingkari saluran pernapasan mengerut (berkontraksi dan mengendur (berelaksasi) secara bergantian. Gerak peristaltik menyebabkan makanan dapat begerak dari mulut ke lambung meskipun posisi tubuh kita terbali (kepala di bawah) pada saat menelan.
d. Lambung
Lambung merupakan semacam kantong yang terletak di rongga perut, tepatnya di bawah diafragma (sekat reongga badan) agak ke kiri. Lambung terdiri atas tiga bagian, yaitu kardiak (bagian atas), fundus (bagian tengah) dan pilorus (bagian bawah).
Lambung mempunyai dua macam otot lingkar atau sfinter yang berfungsi mengatur masuk atau keluarnya makanan di lambung. Otot lingkar yang pertama adalah otot lingkar kardiak yang terletak di ujung lambung yang berbatasan dengan kerongkongan. Otot lingkar ini berfungsi menjaga makanan agar tetap berada di dalam lambung dan tidak kembali ke kerongkongan. Otot ini cenderung tertutup dan hanya membuka pada saat ada makanan yang masuk atau pada saat muntah. Otot lingkar yang kedua adalah otot lingkar pilorus yang terletak di ujung lambung berbatasan dengan usus halus. 
Dinding lambung terdiri atas tiga lapis otot, yaitu otot memanjang (bagian terluar), otot melingkar (bagian tengah) dan otot miring (bagian terdalam). Kontraksi ketiga macam otot tersebut dapat menyebabkan makanan teraduk secara merata dengan getah lambung dihasilkan oleh kelenjar di bagian fundus. Proses pengadukan ini membuat makanan berubah bentuk seperti bubur yang disebut kim (chyme).
Getah lambung terdiri atas asam klorida (HCl), enzim pepsinogen, dan renin. HCl membuat getah lambung bersifat asam. HCl berfungsi untuk mematikan bakteri yang terbawa oleh makanan, merangsang sekresi getah usus, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi mencerna protein menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang disebut pepton. Renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu.
Lama makanan berada di dalam lambung bergantung pada jenis makanannya, pada umumnya sekitar empat jam. Setelah proses pencernaan di lambung selesai, kim didorong ke usus halus melewati otot lingkar pilorus.
e. Usus Halus.
Usus halus merupakan saluran dengan panjan sekitar 6,5 meter dan banyak mengandung pembuluh darah dan limfa. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).
1) Duodenum (Usus Dua Belas Jari)
Duodenum merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan lambung, panjangnya kurang lebih 25 cm. Di bagian ini bermuara dua saluran yaitu saluran empedu dan saluran pankreas.
Saluran empedu mengalirkan getah empedu yang dihasilkan oleh hati. Getah empedu sangat berperan dalam pencernaan lemak dengan cara mengurangi tegangan permukaan sehingga lemak berubah menjadi emulsi lemak dan mengaktifkan lipase. Pigmen getah empedu memberi warna khas pada feses (tinja). 
Saluran pankreas menyalurkan getah pankreas yang dihasilkan oleh pankreas di bawah lambung. Getah pankreas mengandung tiga macam enzim, yaitu lipase, amilase dan tripsin. Lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amilase berfungsi mencerna amilum menjadi maltosa. Tripsin berfungsi mencerna pepton dan protein menjadi asam amino dan dipeptida.
Getah pankreas yang mengandung NaHCO3 dan bersifat basa dapat menetralkan keasaman kim yang keluar dari lambung.
2) Jejunum atau usus kosong
Usus jejunum dinamakan usus kosong karena pada mayat usus jejunum selalu kosong. Di bagian inilah semua proses pencernaan berakhir. Semua zat tepung sudah dicerna menjadi glukosa, semua protein sudah dicerna menjadi asam amino, dan semua lemak sudah dicerna menjadi asam lemak dan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan, tetapi langsung diserap oleh usus halus.
Kelenjar-kelenjar yang ada di dalam usus ini dan di ileum menghasilkan getah usus yang mengandung beberapa enzim, antara lain maltase, sukrose dan laktase. Getah usus juga mengandung erepsinogen yang harus diaktifkan enterokinase atau aktivator enzim menjadi erepsi, suatu enzim peptidase. Maltase berfungsi mencerna maltosa menjadi dua molekul glukosa. Sukrose berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Laktase berfungsi mencerna laktosa menjadi galaktosa. Peptidase berfungsi mencerna polipeptida menjadi asam-asam amino.
3) Ileum (usus penyerapan)
Jejunum dan ileum memiliki panjang dengan perbandingan 2:3. Dibagian ini, sari-sari makanan diserap. Untuk memercepat proses penyerapan sari-sari makanan, usus halus dilengkapi dengan struktur berbentuk lipatan atau lekukan di dalamnya. Lekukan tiu disebut vili (jonjot-jonjot usus) dan berfungsi memperluas bidang penyerapan sehingga penyerapan sari-sari makanan menjadi lebih efisien.
Di dalam vili terdapat banyak pembulih darah dan pembuluh kil (pembuluh getah bening usus). Pembuluh darah berfungsi mengangkut glukosa, asam amino, vitamin dan mineral ke seluruh tubuh. Adapun pembuluh kil berfungsi mengangkut asam lemak dan gliserol menuju pembuluh balik besar di bawah tulang selangka.
f. Usus besar
Panjagn usus besar lebih kurang satu meter. Usus besar merupakan suatu saluran dengan permukaan dinding yang mengalami penyempitan-penyempitan dan penonjolan-penonjolan. Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat penyempitan yang merupakan katup atau klep yang disebut klep ileosekum. Klep ini menyebabkan sisa-sisa percernaan yang sudah berada di dalam usus besar tidak dapat kembali lagi ke usus halus.
Usus besar dibagi menjadi dua bagian, yaitu usus tebal atau kolon dan poros usus (rektum). Usus tebal terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian yang naik, bagian mendatar, dan bagian yang menurun. Tepat setelah klep ileosekum terdapat usus buntu (sekum). Di bawah usus buntu terdapat semacam tabung yang panjangnya beberapa sentimeter disebut umbai cacing (apendiks). Fungsi umbai cacing dalam sistem pencernaan belum diketahui dengan pasti. Namun, umbai cacing diduga berperan dalam sistem pertahanan tubuh karena mengandugn simpul limfa atau getah bening.
Sisa-sisa pencernaan yang masuk ke dalam usus besar sebagian besar berbentuk cairan. Hal itu terjadi karena selama proses pencernaan berlangsung terjadi penambahan air untuk membantu proses pencernaan. Air berasal dari kelenjar di sepanjang saluran pencernaan. Oleh karena itu, di dalam usus besar terjadi penyerapan kembali air ke dalam tubuh. Di usus besar mendatar sisa-sisa pencernaan makin mengental dan sisa-sisa pencernaan ini sudah memadat di usus besar turun.
Jadi, fungsi usus besar yang pertama adalah menyerap air dari sisa-sisa makanan sehingga membentuk feses yang agak padat. Fungsi usus besar yang kedua adalah menyimpan tinja sampai dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli yang menguntungkan bagi tubuh kita. Bakteri E.Coli tersebut berperan membusukkan sisa-sisa makanan menjadi feses, berperan dalam pembentukan vitamin K, dan menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen. Gangguan pada usus besar karena bakteri yang bersifat patogen (dapat menimbulkan penyakit) akan menyebabkan penyerapan air terganggu sehingga feses berbentuk cai. Sebaliknya, penyerapan air yang terlalu banyak karena feses terlalu lama berada di dalam usus besar menyebabkan feses menjadi sangat padat dan bahkan keras. Keadaan itu menyulitkan proses buang air besar (defekasi);.
Sisa-sisa pencernaan dapat bergerak di sepanjang usus besar akibat gerak peristaltik, kemudian melewati rektum dan akhirnya melalui anus. Anus dilengkapi dengan otot lingkar anus dalam dan otot lingkar anus luar. Seluruh proses pencernaan mulai dari makanan masuk ke dalam mulut sampai keluar berbentuk fese umumnya berlangsung antara 12 sampai 24 jam.
Demikianlah informasi tentang Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus | Semoga artikel tentang Proses Pencernaan Manusia dari Mulut sampai Anus dapat memberikan manfaat bagi kita semua