Categories
Uncategorized

Mengenal Hipotesis Lamarck Tentang Evolusi

Mengenal Hipotesis Lamarck Tentang Evolusi | Pada abad ke-18, sejumlah naturalis, Erasmus Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup berevolusi seiring perubahan lingkungan. Namun hanya satu pendahulu Charles Darwin yang mengajukan mekanisme bagaimana makhluk hidup berubah seirng waktu: Ahli biologi Perancis Jean-Baptiste de Lamarck (1744-1829). Sayangnya, lamarck kini diingat bukan karena pemikiran visionernya yang menyatakan bahwa perubahan evolusi menjelaskan pola pada fosil dan kecocokan karena organisme dengan lingkungannya, namun karena ia mengajukan mekanisme yang salah untuk menjelaskan bagaimana evolusi terjadi.
Lamarck menerbitkan hipotesisnya di tahun 1809, tahun ketika Darwin baru dilahirkan. Dengan membandingkan spesies hidup dan bentuk fosil, Lamarck telah menemukan sesuatu yang tampaknya merupakan sejumlah garis keturunan. Masing-masing garis keturunan ialah rangkaian kronologis dari fosil yang lebih muda dan mengarah ke spesies yang masih ada saat ini. Ia menjelaskan temuannya memiliki dua prinsip. Prinsip pertama adalah digunakan atau dibuang, gagasan bahwa bagian tubuh yang sering digunakan menjadi lebih kuat dan besar, sementara yang jarang digunakan menjadi lemah. Sebagai contoh ia menyebutkan jerapah yang meregangkan lehernya untuk mencapai dedaunan di cabang yang tinggi. Prinsip kedua, pewarisan sifat dari karakteristik yang diperoleh, menyatakan bahwa suatu organisme dapat meneruskan modifikasi-modifikasi karakteristik kepada keturunannya. Lamarck menalar bahwa leher yang panjang dan berotot milik jerapah yang masih hidup saat ini telah dievolusikan selama beberapa generasi seirign rentangan leher jerapah yang semkain tinggi.
Mengenal Hipotesis Lamarck Tentang Evolusi
Lamarck juga mengira bahwa evolusi terjadi karena organisme memiliki dorongan bawaan untuk menjadi lebih kompleks. Darwin menolak gagasan ini, namun ia juga menduga bahwa variasi muncul dalam proses evolusi sebagian melalui pewarisan sifat. Akan tetapi, pemahaman kita sekarang mengenai genetika menggugurkan mekanisme ini. Tidak ada bukti bahwa karakteristik yang diperoleh dapat diwariskan melalui cara yang diajukan oleh Lamarck.
Lamarck juga diolok-olok pada masanya, terutama oleh Cuvier yang membantah bahwa spesies berevolusi. Akan tetapi, jika kita pikir-pikir lagi, Lamarck pantas dipuji karena menyadari bahwa kecocokan organisme dengan lingkungannya dapat dijelaskan melalui perubahan evolusioner bertahap dan karena mengajukan mekanisme yang dapat diuji untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Demikianlah pembahasan Mengenal Hipotesis Lamarck Tentang Evolusi. Semoga bermanfaat
Categories
Uncategorized

Mengapa Seleksi Alam Tidak Dapat Membentuk Organisme Sempurna

Mengapa Seleksi Alam Tidak Dapat Membentuk Organisme Sempurna | Walaupun seleksi alam menyebabkan adaptasi, ada beberapa alasan mengapa di alam terdapat banyak contoh organisme yang desainnya kurang sesuai dengan gaya hidupnya.
1. Seleksi hanya dapat bekerja pada variasi yang sudah ada. Seleksi alam menguntungkan hanya untuk fenotipe yang paling sesuai di antara fenotipe-fenotipe yang sudah ada di dalam populasi, yang mungkin ukan sifat-sifat yang ideal. Alel baru yang menguntungkan tidak bisa muncul berdasarkan permintaan.
2. Evolusi dibatasi oleh batasan sejarah. Setiap spesies memiliki warisan penurunan dengan modifikasi bentuk-bentuk nenek moyang. Evolusi tidak membuang anatomi nenek moyang dan membangun setiap struktur kompleks yang baru dari awal; melainkan evolusi memilih struktur yang sudah ada dan mengadaptasikan struktur tersebut terhadap situasi-situasi baru. Kita dapat membayangkan bahwa jika hewan darat akan beradaptasi dengan lingkungan yang menguntungkan bagi spesies yang memiliki kemampuan terbang, maka hewan itu cukup menumbuhkan sepasang tungkai baru yang akan berperan sebagai sayap. Akan tetapi, evolusi tidak bekerja seperti itu, melainkan beroperasi pada sifat-sifat yang sudah dimiliki oleh organisme tersebut. Oleh sebab itu, pada burung dan kelelawar, sepasang tungkai yang sudah ada memperoleh fungsi baru untuk terbang ketika organisme-organisme tersebut berevolusi dari nenek-moyang yang berjalan.
Mengapa Seleksi Alam Tidak Dapat Membentuk Organisme Sempurna
3. Adaptasi seringkali merupakan hasil kompromi. Setiap organisme harus melakukan berbagai hal yang berbeda. Anjing laut menghabiskan sebagian waktunya di atas karang ia mungkin bisa berjalan dengan lebih di atas karang, ia mungkin bisa berjalan dengan lebih baik seandainya mempunyai kaki, bukan sirip, namun anjing laut itu malah tidak bisa berenang dengan baik. Kita, manusia, bisa melakukan berbagai hal dan bergerak dengan gesit berkat tangan prehensif dan tungkai fleksibel, namun kita juga menjadi rentan terhadap keseleo, ligamen robek, dan dislokasi. Disini kekuatan struktur dikompromikan untuk ketangkasan.
4. Kebetulan, seleksi alam, dan lingkungan saling berinteraksi. Peristiwa kebetulan dapat mempengaruhi kelanjutan sejarah evolusi dari populasi. Misalnya ketika badai menerbangkan serangga atau burung sejauh ratusan kilometer melintasi lautan menuju ke sebuah pulau, badai tidak perlu memindahkan individu-individu yang paling cocok dengan lingkungan baru. Dengan demikian, tidak semua alel yang terdapat pada lungkang gen populasi perintis lebih cocok dengan lingkungan baru daripada alel-alel yang ‘tertinggal’. Selain itu, lingkungan pada lokasi tertentu mungkin berubah secara tak terduga dari tahun ke tahun, hal ini lagi membatasi kisaran hasil evolusi adaptif dalam kecocokan antara organisme dan kondisi-kondisi lingkungan yang terjadi saat ini.
Dengan keempat batasan ini, evolusi tidak dapat membentuk organisme yang sempurna. Seleksi alam bekerja dengan dasar ‘lebih baik daripada’. Kita bahkan bisa melihat bukti evolusi pada berbagai organisme tak sempurna yang dihasilkan.
Categories
Uncategorized

7 tanaman obat ampuh menyembuhkan penyakit

7 tanaman obat ampuh menyembuhkan penyakit | Tanaman obat banyak dicari oleh orang-orang karena manfaat dari tanaman obat herbal, memiliki sedikit efek samping karena diramu dengan cara alami tanpa proses sintetik. Berikut ada 7 tanaman obat ampuh menyembuhkan penyakit:
1. Cakar Ayam
Tanaman obat ini bersifat antipiretik, antitoksik, antikanker, hemostatik, antibengkak, pembersih darah dan stomakikum. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Seluruh bagian cakar ayam dapat digunakan sebagai obat, baik kering atau segar. Biasanya cakar ayam direbus, lalu airnya diminum atau dibuat kapsul. Tersedia juga dalam bentuk suntik dari infus. Tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit kanker (kanker rahim, kanker paru, chorioepithelioma dan choriocarcinoma), infeksi saluran napas (batuk, radang paru, radang amandel (tonsilitis), serak, bronkitis), jari tangan bengkak, tulang patah (juga fraktur dan rematik), hepatitis, perut busung, dan infeksi akut saluran kencing.
tanaman obat cakar ayam
2. Ciplukan
Tanaman ini mengandung zat kimia, seperti chlorogenik acid, asam sitrun dan fisalin, flavonoid, saponin dan polifenol. Buahnya mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C, dan gula. Bijinya menganding elaidic acid. Selain diuretik, tanaman ini berefek sebagai analgetik, menetralkan racun, meredakan batuk dan mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar tubuh. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Buah, daun, batang dan akar ciplukan dapat digunakan sebagai obat dalam keadaan segar atau kering. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman ini, yaitu pembengkakan prostat, influenza, sakit tenggorokan, batuk rejan, bronkitis, gondongan, pembengkakan buah pelir, bisul dan kencing manis.
tanaman obat ciplukan
3. Daruju atau jeruju
Tanaman obat ini mengandung flavone dan asam amino. Daruju bersifat pahir, dingin, antiradang, dan expectorans. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Akar dan daun. Tanaman ini bermanfaat untuk menyembuhkan kanker, luka terkena racun anak panah, pembersih darah, hepatitis akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa, TBC kelenjar, parotitis, asma, nyeri lambung, cacingan, serta sakit perut.
tanaman obat daruju
4. Daun Dewa
Dalam pengobatan tradisional Cina, tanaman ini sudah lama dikenal untuk melancarkan peredaran darah dan antibengkak. Kandungan kimia yang dimiliki tanaman ini, diantaranya saponin, minyak asiri, flavonoid, tanin, polifenol, asam klorogenat, asam kalfeat, asam vanilat, asam p-kumarat, asam p-hidroksi benzoat, alkaloid, triterpenoid dan sterol. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Daun dewa berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung, stroke, pembengkakan, tumor, luka memar, gangguan peredaran darah, tekanan darah tinggi, gangguan saluran kemih, menghentikan pendarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), infeksi kerongkongan, tidak datang haid, dan digigit binatang berbisa. Umbinya berguna untuk menghilangkan bekuan darah, pembengkakan, tulang patah (fraktur) dan pendarahan nifas.
tanaman obat daun dewa
5. Daun Sendok atau sangkubah
Tanaman ini banyak mengandung senyawa yang bermanfaat bagi manusia, di antaranya plantagin, aucubin, ursolic acid, beta sitosterol, hentria-contane, plantaglucide yang terdiri atas methyl d-galacturonate, D-3 galactose, L-arabinose, L-rhammose, Vitamin B1, C, A, dan kalium. Bijinya mengandung planterolic acid, plantasan, protein adenine, choline, catalpol dan asam lemak. Tanaman ini mempunyai sifat sebagai antiradang, peluruh dahak, menghentikan batuk, antiseptik karena mengandung glikosid aukubin, memperbaiki penglihatan dan menormalkan aktivitas hati. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Seluruh bagian dari tanaman dapat digunakan sebagai obat. Dikonsumsi dalam keadaan segar maupun kering. Daun sendok banyak digunakan untuk mengobati gangguan saluran ai kemih atau air kemih berdarah, batu empedu, kencing manis, keputihan, disentri, diare, radang saluran napas (bronkitis), sakit kuning, obat kuat laki-laki, radang selaput mata, nyeri urat atau otot dan kudis.
tanaman obat daun sendok
6. Daun ungu atau daun putri.
Daun wungu mengandung alkaloid nontoksik, flavonoid, glikosid, steroid, fenol, polifenol, saponin, tanin dan lendir. Batangnya banyak mengandung kalsium, kalium, natrium, magnesium, oksalat, asam format, lemak dan minyak asiri. Tanaman ini selain memiliki sifat diuretik juga bersifat pencahar ringan, pelembut kulit dan mempercepat pemasakan bisul. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Daun dalam keadaan segar atau kering. Daun direbus dan airnya diminum atau bubuk simplisia dimasukkan ke dalam kapsul. Penyakit utama yang dapat diobati adalah wasir dan sembelit. Selain itu, daun wungu dapat mengobati penyakit bengkak karena terpukul dan melancarkan keputihan.
tanaman obat daun ungu
7. Iller atau jawer kotok
Tumbuhan ini kaya berbagai kandungan kimia. Batang dan daun mengandung minyak asiri, tanin lemak, phyosterol, calcium oxalate, dan pectic substances. Iler dapat menambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, meluruhkan haid dan sebagai obat cacing. Iller atau jawer kotok bersifat agak pahit dan baunya harum. Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu daun dalam bentuk segar atau dikeringkan terlebih dahulu. Sebagai obat dalam, daun segar atau simplisia direbus dengan iar sesuai dosis, lalu diminum. Sebagai obat luar, setelah diproses, iler ditempelkan pada bagian yang sakit. Penyakit yang bisa diobati dengan iler, yaitu wasir, bisul, abses, borok, radang telinga, terlambat haid, cacing gelang, keputihan, gangguan pencernaan, dan mulas atau sakit perut.
tanaman obat daun iller
Demikianlah pembahasan tentang 7 tanaman obat ampuh menyembuhkan penyakit. Semoga ini bermanfaat..
Categories
Uncategorized

10 Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya

Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya | Berikut beberapa tanaman yang berkhasiat menjadi obat bermacam-macam penyakit, mulai penyakit dalam tubuh sampai penyakit luar tubuh. Adapun penjelasan tentang manfaat tanaman obat sebagai berikut:
1. Tanaman Adas
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu seluruh bagian tanamannya bisa digunakan sebagai obat. Penyakit yang biasa diobati, yaitu hepatitis, lemah syahwat, batuk, mules dan osteoporosis.
tanaman obat adas
2. Tanaman Avokad
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya sebagai obat yaitu buah, daun dan biji buah. Buahnya dimakan langsung sebagai makanan. Bijinya diiris-iris dan dikeringkan lalu disangrai dan ditumbuk menyerupai kopi. Serbuk biji advokad digunakan dengan cara diseduh dan diminum. Daun Advokad digunakan segar atau kering dengan cara direbus, lalu diminum airnya. Penyakit-penyakit yang biasa diobati yaitu kencing batu, darah tinggi, dan sakit kepala.
tanaman obat alpukat
3. Tanaman Bangle
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu Rimpangnya dimanfaatkan untuk menyembuhkan demam, masuk angin, perut mulas, sakit kepala, sakit kuning, nyeri sendi, cacingan, radang selaput lendir mata, lemah jantung, dan gangguan saraf. Selain itu, bangle digunakan untuk membantu melangsingkan tubuh dan mengecilkan perut setelah melahirkan.
tanaman obat bangle
4. Tanaman Bandotan
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan untuk pengobatan, baik daun, batang, akar maupun bungannya. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan bandotan di antaranya bisul, radang telinga, luka berdarah, sakit tenggorokan, influenza dan malaria.
tanaman obat bandotan
5. Tanaman Beluntas
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya sebagai obat yaitu Daun, akar, dan ekstrak batang. Daunnya dimakan sebagai lalapan. Batangnya digunakan segar atau dikeringkan terlebih dahulu. Beluntas dapat mengatasi bau badan, gangguan pencernaan pada anak-anak, TBC kelenjar leher, nyeri rematik, menghilangkan bau badan, meluruhkan keringat, dan menurunkan panas.
tanaman obat beluntas
6. Tanaman Brotowali
Bagian yang digunakan dan dimanfaatkan yaitu Batang (kulit batang) dan daun dalam bentuk segar maupun kering. Bisa dikonsumsi ataupun sebagai obat luar untuk kompres atau air rebusannya untuk mandi. Tanaman ini dapat menyembuhkan rematik, demam kuning, kencing manis, kudis, luka dan badan gatal-gatal.
tanaman obat brotowali
7. Tanaman Bunga Kenop
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu bunga atau seluruh tanaman dalam keadaan segar atau kering. Tanaman obat ini berkhasiat menyembuhkan asthma bronchial, demam pada anak karena gangguan lever, dan disentri bronkitis kronis, serta menambah nafsu makan.
tanaman bunga kenop
8 Tanaman Bunga Matahari
Bagian yang digunakan dan pemanfaatannya yaitu seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau kering. Bunga berkhasiat menyembuhkan tekanan darah tinggi, nyeri sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi, nyeri lambung, radang payudara, rematik dan sulit melahirkan. Biji berkhasiat mengatasi tidak nafsu makan, lesu dan disentri berdarah, serta merangsang pengeluaran rash (kemerahan pada campak). Akar berkhasiat menyembuhkan infeksi saluran kencing, bronkitis, batuk rejan, dan keputihan. Daun berkhasiat menyembuhkan malaria. Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat menyembuhkan kanker lambung, kanker esophagus, dan malignant mole, nyeri lambung, sulit dan nyeri buang air kemih, air kemih berdarah, serta air kemih berlemak.
tanaman obat bunga matahari
9. Tanaman Bunga Pukul empat
Akar, daun dan buah tanaman obat ini berkhasiat menyembuhkan arthritis akut, bisul, radang amandel, infeksi lauran kecing , kencing manis dan keputihan.
tanaman obat
10. Tanaman Obat Cabai Jawa.
Daun dan biji dalam keadaan segar serta seluruh tanaman yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Cabai jawa berkhasiat sebagai obat masuk angin dan gangguan pencernaan, penguat lambung, obat kumur, serta pereda kejang perut.
tanaman obat cabai jawa
Demikianlah pembahasan tentang 10 jenis tanaman obat dan manfaatnnya. Semoga ini bermanfaat, dan tunggu artikel selanjutnya 10 jenis tanaman obat dan manfaatnnya part 2.
Referensi:
Membuat Kebun Tanaman Obat By Adi Permadi
Categories
Uncategorized

Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia | Adanya Keanekaragaman Hayati di Indonesia menjadi sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut kita jaga dan dilestarikan karena begitu banyak manfaat keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Adapun Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia yaitu sebagai berikut:
1. Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai sumber pangan.
Makanan pokok yang dikonsumsi sebagian besar penduduk Indonesia adalah beras yang dari tumbuhan Padi, tapi di sejumlah daerah menggunakan jagung, ubi jalar, talas, sagu dan singkong sebagai makanan pokok. Kemudian untuk buah-buahan dan sayur-sayuran, terdapat 400 jenis tanaman penghasil buah seperti jeruk bali, rambutan, sirsak, durian, duku, manggis, mangga, markisa dan matoa. Kemudian terdapat 370 jenis tanaman penghasil sayur yaitu kangkung, sawi, katuk, kacang panjang, bayam, buncis, kol, terong, bawang kucai dan seledri. Kemudian untuk tanaman berumbi ada 70 jenis semisal jahe, lengkuas, kunyit kuning, temulawak, wortel, tals, singkong, lobak, bawang, ubi jalar dan bawang putih. Kemudian penghasil rempah-rempah yaitu terdapat 55 jenis tanaman penghasil rempah-rempah antara lain cengkih, pala, merica, ketumbar.
Manfaat Keanekaragaman Hayati
Untuk sumber makanan yang bersumber dari keanekaragaman hewan, baik hewan yang ada di darat, air tawar dan air laut. Semisal kambing, kelinci, sapi, ayam, ikan bandeng, ikan lele, kerang, belut, kepiting, rajungan dan udang.
b. Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai sumber obat-obatan
Selain keanekaragaman hayati bermanfaat sebagai sumber makanan, juga memiliki manfaat keanekaragaman hayati untuk obat-obatan, dimana di Indonesia memiliki 30.000 jenis tumbuhan, yang 940 jenis diantaranya adalah tanaman obat dan 250 jenis tanaman obat yang selalu digunakan dalam industri obat-obatan.
Berikut jenis tanaman obat beserta manfaatnya.
– Buah merah yang dimanfaatkan sebagai obat untuk mengobati kolesterol tinggi, diabetes dan mengobati kanker.
– Mengkudu atau pace yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
– Kina, kulitnya dapat dijadikan sebagai obat malaria, dimana kulitnya mengandung alkaloid kina.
Kemudian selain tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan sumber obat, ternyata ada beberapa hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yaitu:
– Lebah, hewan ini dimanfaatkan agar bisa menghasilkan madu yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
– Ular dapat digunakan sebagai penyakit kulit (gatal-gatal) dengan menggunakan daging dan lemaknya.
c. Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai Sumber Kosmetik.
Ada beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan bahan kosmetik diantaranya yaitu:
– Kemuning, alpukat, bengkoang, dan beras yang bisa digunakan sebagai lulur untuk menghaluskan kulit.
– Urang aring, pandan, mangkokan, minyak kelapa dan lidah buaya bisa digunakan sebagai penghitam rambut dan pelumas.
– Bunga melati, mawar, kenanga, cendana, dan kemuning dapat dimanfaatkan sebagai wewangian.
d. Manfaat Keanekaragaman Hayati sebagai sumber sandang.
Ada beberapa flora yang dimanfaatkan sebagai sumber sandang yaitu
– Pisang hutan atau abaca, Rami, kenaf, sisal dan jute yang digunakan untuk membuat kain atau bahan kain.
– Tanaman labu air yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan koteka dan tanamn wen untuk membuat pakaian wanita.
Kemudian selain flora terdapat fauna yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan yaitu:
– Kulit hewan yang dapat dijadikan tas dan lain-lain yaitu kambing dan sapi.
– Ulat sutera untuk pembuatan kain sutera.
– Kulit sapi untuk sepatu,
– Bulu burung untuk pembuatan aksesori pakaian.
e. Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Papan.
Sebagian besar penduduk indonesia menggunakan kayu sebagai bahan untuk pembuatan rumah seperti rumah adat. Kayu dapat digunakan untuk membuat jendela, pintu, tiang dan alas atap. ada beberapa tumbuhan yang dapat dimanfaatkan kayunya yaitu kelapa, jati, nangka, meranti, rasamala, keruing, kayu ulin dan bambu. Dipulau timor dan Alor, daun lontar dan gebang dimanfaatkan untuk membuat atap dan dinding rumah. Jenis tumbuhan palem juga dapat dimanfaatkan untuk membuat rumah di kalimantan dan di sumater, dan alang-alang untuk pembuatan atap rumah.
f. Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Aspek Budaya
Penduduk Indonesia yang menghuni kepulauan Nusantara memiliki keanekaragaman suku dan budaya yang tinggi. Terdapat sekitar 350 etnis dengan agama dan kepercayaan, budaya serta adat-istiadat yang berbeda. Dalam menjalankan upacara ritual keagamaan dan kepercayaannya, penyelenggaraan upacara adat dan pesta tradisional seringkali memanfaatkan beragam jenis tumbuhan dan hewan. Beberapa upacara ritual keagamaan dan kepercayaan, pesta tradisional, dan upacara adat diantaranya sebagai berikut:
– Budaya nyekar atau ziarah kubur pada masyarak Indonesia biasanya menggunakan bunga kenanga, mawar, melati dan kantil.
– Upacara kematian di Toraja menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang dianggap memiliki nilai magis untuk memandingkan jenazah seperti daun kelapa, pisang, limau dan rempah-rempah.
– Upacara ngaben di Bali menggunakan 39 jenis tumbuhan yang mengandung atsiri yang berbau haru, antara lain melati, kenanga, cempaka, sirih, pandan dan cendana. Tebu hitam dan kelapa gading juga digunakan untuk menghayutkan abu jenazah ke sungai.
– Umat nasrani menggunakan pohon cemara untuk perayaan natal.
Plasma nuftah atau sumber daya genetik adalah bagian tubuh tumbuhan, hewan,atau mikroorganisme yang mempunyai fungsi dan kemampuan mewariskan sifat. Setiap organiseme yang masih liar di alam maupun yang sudah dibudidayakan manusia mengandung plasma nuftah. Plasma nuftah berguna untuk merakit varietas unggul pada suatu spesies, misalnya spesies yang tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi. Plasma nuftah akan memperhatankan mutu sifat dari suatu organisme ke setiap generasi berikutnya semisa padi Rojolele mewarikan sifat pulennya, ubi jalar cilembu dan buah duku Palembang mewariskan sifat rasa manisnya. Keanekaragaman pasma nuftah dapat tetap terjaga lewat melestarikan semua jenis organisme.
Demikianlah pembahasan kita tentang Manfaat Keanekaragaman Hayati di indonesia, semoga ini bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Penyebaran Flora dan Fauna di Indonesia Menurut Ahli Zoologi

Penyebaran Flora dan Fauna di Indonesia | Ditinjau dari segi biodiversitasnya maka posisi Indonesia secara geografis ternyata sangat menguntungkan untuk terjadinya penyebaran keanekaragaman hayati berupa penyebaran flora dan fauna di Indonesia. Berikut gambaran penyebaran flora dan fauna di Indonesia:
1. Penyebaran Flora Indonesia
Flora yang ada di Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang mencakup Filipina, Malaysia, Papua Nugini dan Indonesia. Tahun 2009, seorang botanis Belanda yaitu Van Welzen dan Silk menjelaskan hasil penelitiannya berupa distribusi flora Malesiana. Menurut mereka bahwa flora Malesiana terdiri atas beberapa bagian yaitu flora, dataran sahul, flora dataran sunda dan flora di daerah tengah (Wallacea) yang khas dan endemik. Berikut penjelasan tentang beberapa flora yang ada di indonesia yaitu:
a. Flora dataran Sahul
Flora di dataran sahul yaitu tumbuhan dari famili Myristicacceae (semisal pala atau Myristica fragrans) dan sagu (metroxylon sagu).
b. Flora kawasan Wallacea
Flora kawasan Wallacea yaitu Ieda (eucalyptus deglupta) yang memiki batang berwarna-warni.
c. Flora dataran Sunda
Flora dataran sunda diantaranya yaitu tumbuhan famili Nepenthaceae, semisal tumbuhan pemakan serangga atau kantong semar (Nepenthes gymnamphora).
Penyebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Kemudian adapun ahli botani dan geografi dari Jerman yaitu Franz Wilheim Junghuhn yang menyatakan bahwa penyebaran flora berdasarkan iklim sehingga mengklasifikasikan iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan tumbuhan yang hidup di iklim tersebut. Klasifikasi tersebut sebagai tumpuan dasar pengelompokan tumbuhan di Indonesia secara vertikal. Kemudian adapun yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut, yaitu sebagai berikut:
– Daerah yang memiliki ketinggian 0-650 m adalah dataran rendah pantai dan hutan mangrove yang memiliki jenis tanaman bakau, pandan, kayu api, bogem, nipah dan sagu. Semakin jauh kedaratan didapatkan kelapa sawit, cokelat, padi, jagung, kapuk dan karet serta kelapa.
– Daerah yang memiliki ketinggian 650-1500 m adalah tempat tumbuhan kina, arena, pinang, tembakau, kopi, teh dan rasamala.
– Daerah yang memiliki ketinggian 1500-2500 m adalah tempat tumbuhan cemara gunung, berri, anggrek tanah dan cantigi koneng.
– Daerah yang memiliki ketinggian diatas 2500 meter adalah tempat berupa pegunungan dingin dan hidup tumbuhan berupa bunga edelweiss, lichen dan lumut.
2. Penyebaran Fauna di Indonesia
Ada beberapa aspek yang dapat mempengaruhi penyebaran fauna di Indonesia yaitu peristiwa geologi di benua Australia dan benua Asia, dan aspek geografi. Sejumlah pakar zoologi menyatakan bahwa tipe fauna yang ada di kawasan Indonesia bagian barat itu hampir sama dengan fauna di Asia Tenggara (oriental), sedangkan fauna di benua Australia hampir sama dengan fauna yang ada di Kawasan Indonesia bagian timur. Karena dari segi geografis maka penyebaran fauna di Indonesia dibagi dalam tiga kawasan yaitu kawasan indonesia barat, kawasan peralihan dan kawasan indonesia timur. Kawasan tersebut dipisah-pisah berdasarkan garis Wallace, Garis Lydekker,dan Garis Weber. Berikut penjelasan penyebaran fauna di Indonesia berdasarkan kawasannya:
a. Kawasan Indonesia Bagian Barat.
Penyebaran fauna di kawasan barat indonesia meliputi Jawa, kalimantan, Bali dan Sumatera. Kawasan ini dibatasi oleh garis imajiner Wallace yang terletak diantara Sulawesi dengan Kalimantan dan antara lombok dengan Bali. Meskipun jarak antara lombok dan Bali sangat dekat, namun terdapat jenis fauna yang berbeda yang hidup di kedua pulau tersebut. Alfred Russel Wallace seorang ahli zoologi) mengemukakan tentang garis Wallace dan jenis fauna yang ada di kawasan bagian barat Indonesia antara lain macan tutul, gajah, banteng, orang utan, badak jawa, harimau, lutung, beruang madu, merak hijau, burung jalak bali dan wau-wau.
b. Kawasan Peralihan
Kawasan peralihan mencakup Maluku, Sumbawa, Sumba, Timor, Lombok dan Sulawesi. Kawasan peralihan ini dibatasi oleh garis Wallace yang ada di sebelah barat dan garis Lydekker di bagian timur. Di antara kedua garis ini, terdapat garis keseimbangan Weber yang berada di bagian timur SUlawesi. Garis Weber ini dikemukakan oleh Max Carl Wilheim Weber seorang ahli zoologi dari Jerman. Adapun fauna yang terdapat dikawasan ini yaitu anoa dataran rendah, anoa pegunungan, babirusa, komodo, duyung, maleo, burung rangkong, kuskus beruang, kakatua putih berjambul merah, soa-soa dan kupu-kupu sulawesi.
c.Kawasan Indonesia bagian Timur.
Kawasan ini dibatasi oleh garis Lydekker yang mencakup Papua dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya. Adapun fauna yang ada di kawasan ini yaitu walabi kecil, kanguru pohon, burung kakatua raja, burung kasuari gelambir ganda, kasturi raja, burung cendrewasih ekor pita, ular sanca hijau, kupu-kupu sayap burung dan buaya irian serta warna bulu burung yang berwarna-warni.
Demikianlah pembahasan tentang penyebaran flora dan fauna di Indonesia. Semoga ini bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Mengenal Macam-Macam Ekosistem Darat

Macam-Macam Ekosistem Darat | Ekosistem darat meliputi area yang sangat luas yang disebut bioma. Tipe bioma sangat dipengaruhi oleh iklim, sedangkan iklim dipengaruhi oleh letak geografis garis lintang dan ketinggian tempat dari permukaan laut. Sebagian nama bioma disesuaikan dengan vegetasi (tumbuhan) yang dominan. Terdapat tujuh macam bioma di bumi, yaitu hutan hujan tropis, padang rumput, savana, gurun, taiga, tundra dan hutan gugur..
1. Hutan Hujan Tropis terdapat di wilayah semisal lembah sungai Amazon, Amerika selatan, lembah sungai kongo dan Asia tenggara (Indonesia, Thailand, Malaysia).
– Curah hujan sangat tinggi, antara 200-450 cm/tahun.
– Matahari bersinar di sepanjang tahunnya dengan temperatur lingkungan antara 21-30 C.
Pohon-pohon di hutan hujan tropis tumbuh tinggi (mencapai 55 m) dan membentuk kanopi atau tudung. Pada wilayah dibawah kanopi terbentuk sebuah iklim mikro, dimana tingkat kelembapan sangat tinggi, sehingga cahaya matahari lebih sedikit dan temperaturnya lebih rendah daripada di atas kanopi. Tumbuhan di bagian dasar hutan yaitu berupa semak belukar dan herba yang daunnya tidak lebar akibat sinar matahari terhalang oleh kanopi. Beberapa tanaman tumbuh merambat (liana), Seperti rotan, atau tumbuh menempel (epifit), seperti anggrek, di cabang-cabang pohon untuk mendapatkan banyak cahaya matahari.
Macam-Macam Ekosistem Darat
Sebagian besar hewan hidup di sekitar kanopi karena mudah mendapatkan makanan dan berpindah tempat. Banyak pula ditemukan hewan yang bisa terbang atau memanjat, semisal kelelawar, burung, serangga, monyet, ular dan tupai. Sementara di tanah terdapat jaguar, macan tutul dan babi hutan.
2. Sabana
Sabana adalah padang rumput yang disertai pohon-pohon. Sabana terdapat di daerah beriklim tropis, dengan curah hujan 90-150 cm/tahun, misalnya di Australia Utara, kenya (Afrika), Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sabana dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sabana murni (Satu jenis pohon) dan sabana campuran (beberapa jenis pohon). Jenis tumbuhan pembentuk bioma sabana yaitu Eucalyptus, rumput, Acacia, dan Corypha utan (gebang), sedangkan jenis hewannya antara lain serangga, rayap, kuda, kijang gajah, zebra, macan tutul, dan singa.
3. Padang RUmput
Padang rumput terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang, misalnya di Amerika Selatan, Hongaria, Australia, dan Rusia Selatan. Di Indonesia, padang rumputnya terdapat di Nusa Tenggara. Curah hujan rata-rata 25-50 cm/tahun (ada yang mencapai 100 cm/tahun) dan hujan turun tidak teratur. Di daerah yang bercurah hujan tinggi, rumput tumbuh sangat subur hingga tingginya curah hujannya mencapai 3 m, misalnya bluester grasses. Sementara di daerah yang curah hujannya rendah terdapat rumput yang pendek, misalnya grama grasses dan buffalo grasses. Hewan yang hidup di padang rumput, misalnya serangga, reptil, ular, hewan pengerat, bison, burung, kanguru, jerapah, zebra, kijang singa, serigala, chetah dan jaguar.
4. Gurun
Gurun merupakan padang luas yang tandus karena hujan sangat jarang turun di daerah tersebut. Contohnya Gurun Sahara di Afrika dan Gurun Gobi di Asia. Ciri-ciri lingkungan Abiotik gurun antara lain sebagai berikut:
– Curah hujan sangat rendah kurang dari 25 cm/tahun.
– Keadaan tanahnya sangat tandus dan tidak dapat menyimpan air.
– Kecepatan evaporasi (penguapan) sangat tinggi.
– Kelembapan udara sangat rendah.
– Suhu lingkungan di beberapa gurun bisa sangat panas, dengan suhu di siang hari mencapai 60 C, sedangkan malam hari mencapai 0 C.
Tumbuhan gurun tergolong xerofit (tumbuhan yang hidup di habitat kering) dengan ciri-ciri berakar panjang, menyimpan air (sukulen), dan batang atau daunnya memiliki lapisan lilin, misalnya kaktus. Selain itu, terdapat di gurun antara lain semut, kadal, kalajengking burung, tikus, ular dan unta.
5. Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah yang mengalami empat musim yaitu panas, semi, dingin, gugur. Misalnya di Amerika Serikat bagian timur, Chili, Asia Timur, dan Eropa Barat. Curah hujan di bioma ini merata sepanjang tahun antara 75-100 cm/tahun. Tumbuhan yang hidup umumnya berdaun lebar, misalnya elm, beech, oak dan maple. Pada musim dingin, air membeku sehingga tidak mampu diserap tumbuhan sehingga tumbuhan tidak melakukan fotosintesis. Akibatnya, daun berubah warna menjadi merah lalu cokelat, dan akhirnya gugur. Sebaliknya, ketika musim panas tiba dan salju mencair, tumbuhan akan menyerap air sehingga daun bersemi untuk melakukan fotosintesis.
Pada musim dingin, beberapa hewan yang hidup di ekosistem hutan gugur mengalami hibernasi (tidur) misalnya hamster dan kelelawarn. Beberapa hewan pemakan biji, seperti leming, menyimpan cadangan makanan di lubang persembunyian. Ada pula hewan yang membentuk lemak di bawah kulit, misalnya hewan pengerat. Sementara itu burung-burung melakukan migrasi ke daerah yang lebih hangat.
6. Taiga
Taiga terdapat di daerah antara subtropis dan kutub, seperti ALaska, Amerika Utara, Semenanjung Skandinavia dan Rusia. Bioma ini juga terdapat di pegunungan beriklim dingin. TUmbuhan dominan ini berdaun jarum (konifer) yang tampak hijau sepanjang tahun, misalnya spruce, alder, birch, juniper dan cemara. Hewan yang berada di ekosistem taiga, yaitu moose, beruang hitam, ajak, lynx, serigala, burung dan serangga.
7. Tundra merupakan bioma yang paling dingin. Bioma tundra dibedakan atas dua jenis, yaitu tundra alpin dan tundra arktik. Tundra Arktik terdapat di daerah kutub utara bumi, Siberia, Kanada, Rusia dan Finlandia. Tanahnya ditutupi oleh salju yang mencair pada waktu musim panas. Di musim dingin, maka tidak ada cahaya matahari selama 9 bulan. Matahari baru bersinar di musim panas yang hanya selama 3 bulan. Tumbuhan yang dominan di bioma ini yaitu lumut lichen, dan lumut Sphagnum. Selain itu, ada juga tumbuhan berbiji dan berukuran pendek, dengan masa perkembangan yang cukup singkat selama 2 bulan. Di musim panas, tumbuh-tumbuhan akan menghasilkan bunga dan biji, lalu mengalami dormansi atau tidak aktif di musim dingin semisal pohon birch dan pohon wilow. Hewan-hewan yang hidup di bioma tundra, yaitu muskox, rubah, caribou, dan burung ptarmigan. Tundra alpin terdapat di puncak pegunungan yang tinggi semisal di puncak gunung Jaya Wijaya, Papua yang vegetasi tundra alpin yaitu didominasi oleh perdu, lumut daun, rumput alang-alang dan lichen.
Demikianlah pembahasan tentang Macam-macam Ekosistem Darat. Semoga bermanfaat..
Categories
Uncategorized

Macam-macam Ekosistem Perairan

Macam-macam Ekosistem Perairan | Ekosistem perairan atau akuatik adalah ekosistem yang perangkat abiotiknya sebagian besar dari air, dan makhluk hidup dalam ekosistem perairan terbagi atas beberapa kelompok yaitu:
– Plankton, terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Organisme ini bisa bergerak dan berpindah tempat secara pasif dikarenakan pengaruh arus air, seperti protozoa dan ganggang uniseluler
– Nekton, organisme yang berenang, semisal ikan dan katak.
– Neuston, Organisme yang berada di permukaan air sedang mengapung semisal teratai, eceng gondok, serangga air, dan ganggang.
– Bentos, organisme yang terletak di dasar perairan semisal kepiting, udang, cacing dan ganggang.
– Perifiton, organisme yang menumpang hidup pada organisme lain seperti ganggang dan siput.
Ekosistem perairan terbagi atas dua macam, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Berikut penjelasan macam-macam ekosistem perairan:
1. Ekosistem Air Tawar.
Ekosistem air tawar mempunyai ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
– Memiliki tingkat kadar garam yang rendah, bahkan lebih rendah dibanding cairan sel makhluk hidup.
– Dipengaruhi oleh cuaca dan iklim.
– Cahaya matahari yang kurang/
macam-macam ekosistem perairan
Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air tawar terbagi atas dua macam yaitu ekosistem air tawar lentik (tenang) dan ekosistem air tawar lotik (mengalir) dimana ekosistem air tawar lentik misalnya rawa dan danau. Ekosistem air lotik, semisal air terjun dan sungai.
Kemudian ditinjau dari intensitas cahaya matahari yang menembus air ekosistem air tawar dibagi menjadi beberapa wilayah atau zona yaitu:
– Zona Litoral, zona litoral adalah daerah pangkal yang mampu ditembus cahaya matahari.
– Zona Limnetik, ZOna limnetik adalah daerah yang terbuka dari tepian sampai berada pada kedalaman yang masih ditembus cahaya matahari.
– Zona Profundal, Zona Profundal adalah daerah yang dalam dan tidak dapat ditembus cahaya matahari. Didaerah ini tidak ditemukan organisme yang fotosintetik tetapi ditempati oleh hewan pemangsa dan organisme pengurai.
2. Ekosistem Air laut
Ekosistem air laut memiliki karakteristik atau ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
– Tingkat kadar garam yang tinggi.
– Tidak berpengaruh pada iklim dan cuaca.
– Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut lainnya.
– Terdapat perbedaan suhu yang ada dipermukaan dengan dikedalaman laut.
– Arus lautnya dapat dipengaruhi oleh arah angin, perbedaan massa jenis air, suhu tekanan air, gravitasi, dan gaya tektonik batuan bumi.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, maka ekosistem air laut terbagi beberapa wilayah atau zona, yaitu:
– Zona Fotik, Zona Fotik adalah daerah yang dapat ditembus oleh cahaya matahai di kedalaman air kurang dari 200 meter dan para Organisme masih mampu berfotosintesis di zona fotik.
– Zona twilight, zona twilight adalah daerah dengan kedalaman air 200-2000 meter dimana cahaya matahari remang-remang sehingga tidak efektif untuk berfotosintesis.
– Zona afotik, zona afotik adalah daerah yang tidak dapat ditembus cahaya matahari sehinggga selalu gelap. Kedalaman air lebih dari 2000 meter.
Adapun pembagian zona ekosistem air laut dimulai dari pantai hingga ke tengah laut, yaitu:
– Zona Litoral, zona litoral adalah daerah yang terendam saat terjadi pasang dan seperti daratan saat air laut sedang surut. Zona ini berbatasan dengan daratan dan banyak didiami oleh kelompo hewan seperti  bulu babi, udang, kepiting, bintang laut dan cacing laut.
– Zona neritik, zona neritik adalah daerah laut dangkal, kurang dari 200 m. Zona tersebut mampu ditembus oleh cahaya matahari dan banyak ikan dan ganggang yang menempati zona ini.
– Zona batial, zona batial adalah daerah yang memiliki kedalaman air 200 m-2000 m dengan keadaan yang remang-remang. Di zona ini tidak ditemui produsen tetapi banyak nekton seperti ikan.
– ZOna abisal, zona abisal adalah daerah palung laut yang keadaannya gelap. Kedalaman air di zona abisal lebih dari 2000 m. Zona ini dihuni oleh hewan predator, detritivor dan pengurai.
Berikut ini macam-macam ekosistem air laut.
a. Ekosistem laut dalam
Ekosistem laut dalam terdapat di laut dalam atau palung laut yang gelap karena tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Pada ekosistem air laut dalam tidak ditemukan produsen. Organisme yang dominan, yaitu predator dan ikan yang pada penutup kulitnya mengandung fosfor sehingga dapat bercahaya di tempat yang gelap.
b. Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang ada dilaut yang dangkal dengan airnya yang jernih. Organisme yang ada di ekosistem ini yaitu hewan terumbu karang, hewan spons, mollusca, bintang laut, ikan dan ganggang. 
c. Ekosistem Estuari
Ekosistem estuari ada didaerah percampuran air laut dengan air sungai. Salinitas air di estuari lebih rendah dibanding air laut, tetapi lebih tinggi dibanding air tawar, yaitu sekitar 5-25 ppm. Di ekosistem estuari dapat ditemukan tipe ekosistem yang khas, yaitu padang lamun dan hutan mangrove.
– Ekosistem Padang lamun, Padang lamun adalah pantai yang biasanya ditumbuhi seagrass. Tumbuhan ini memiliki serabut akar dan rizom, batang, daun, bunga bahkan berbiah. Seagrass berbeda dengan alga karena mempunyai sistem reproduksi dan pertumbuhan yang sangat khas. Seagrass tumbuh menyebar di padang rumput di dalam air dengan perpanjangan rizom. Hewan yang ada di padang lamun yaitu duyung, bulu babi, kepiting renang, penyu dan udang.
– Ekosistem Hutan Mangrove, ekosistem hutan mangrove terdapat didaerah tropis hingga subtropis. Ekosistem ini didominasi oleh tanaman bakau, kayu api, dan bogem. Tumbuhan bakau memiliki akar yang sangat kuat dan rapat untuk bisa bertahan di lingkungan yang berlumpu yang mudah goyah oleh hempasan air laut. Akar napasnya berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udar. Tumbuhan bakau juga memiliki buah dengan biji vivipar yang berkecambah dan memiliki akar yang panjang saat masih di dalam buah sehingga langsung tumbuh ketika jatuh ke lumpur. Kelompok hewan yang hidup di ekosistem ini yaitu buaya, ikan, biawak, siput, kesrang, kepiting, burung, dan udang. Hutan mangrove banyak terdapat di pesisir Pulau Jawa, Sumatra, Papua, Kalimantan, Bali, Papua, dan Sumbawa.
d. Ekosistem Pantai Pasir
Ekosistem pantai pasir terdiri atas hamparan pasir yang selalu terkena deburan ombak. Di tempat ini selalu angin bertiup kencang dan cahaya matahari yang selalu bersinar kuat di siang hari.
Kemudian tumbuhan atau vegetasi yang dominan diekosistem pantai pasir ini yaitu formasi pes-caprae, vigna marina dan spinifex littoreus. Formasi Barringtonia, terdiri atas pohon dan perdu, semisal Barringtonia asiativa, erythrina, hibiscus tiliaceus, terminalia catappa dan hernandia. Hewan yang hidup di pantai pasir seperti burung dan kepiting. Pantai pasir terdapat di Lombok, papua, bengkulu, bantul dan bali.
e. Ekosistem pantai batu.
Ekosistem pantai batu memiliki banyak bongkahan batu besar maupun kecil. Organisme yang paling dominan di ekosistem pantai batu yaitu ganggang merah, siput, ganggang cokelat, burung dan kepiting. Ekosistem pantai batu banyak terdapat di pantai selatan jawa, Bali, Nusa tenggara, maluku dan Sumatra.
Demikianlah pembahasan tentang macam-macam ekosistem perairan. Semoga ini bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Pengertian Obligasi, Jenis, Manfaat dan resiko investasi Obligasi

Pengertian Obligasi, Jenis, Manfaat dan resiko investasi Obligasi | Obligasi adalah surat tanda pengakuan utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemenang obligasi. Pengertian lain obligasi adalah sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang menyatakan bahwa investor pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta pokok pinjaman pada saat jatuh tempo.
Nilai pasar (harga pasar) suatu obligasi bergerak berlawanan arah dengan perubahan suku bunga secara umum. Jika suku bunga umumnya cenderung turun, maka harga obligasi akan meningkat karena para investor akan tertarik berinvestasi pada obligasi. Sementara itu, jika suku bunga umumnya meningkat, maka harga obligasi akan turun, karena para investor tidak tertarik menanamkan uangnya di Bank.
Pengertian Obligasi, Jenis, Manfaat dan resiko investasi Obligasi
Jenis Obligasi ditinjau dari siapa yang mengeluarkannya, dan dapat di bagi menjadi:
1) Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan
2) Obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
3) Municipal Bond, yaitu merupakan obligasi yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk menalangi dana suatu proyek tertentu di daerah.
Sebelum berinvestasi untuk obligasi, hendaknya para investor mesti memperhatikan ranking obligasi, yaitu dengan metode penilaian untuk menghindari adanya gagal bayar pada obligasi.
Selain obligasi biasa, ada juga yang disebut obligasi konversi yaitu obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham biasa dengan harga tertentu. Bagi emiten, obligasi konversi merupakan sesuatu yang menarik untuk diarahkan kepada para investor untuk meningkatkan penjualan obligasi
Obligasi dapat dibedakan menjadi.
1) Obligasi dengan fixed rate (Obligasi dengan COupon rate) yaitu jenis obligasi yang memberikan bunga tetap. Bunga biasanya dibayarkan tiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali.
2) Obligasi dengan floating rate yaitu Jenis Obligasi yang memberikan bunga mengambang menyesuaikan dengan bunga yang berlaku di pasar.
3) Obligasi dengan zero coupon yaitu obligasi dengan bunga nol atau obligasi yang hanya menawarkan satu kali aliran kas masuk disaat jatuh tempo. Karena obligasi ini dijual dengan diskon atau dijual dengan harga yang murah.
adapun Manfaat Investasi pada Obligasi yaitu:
1) Bunga. Adanya bunga yang dibayar secara reguler hingga jatuh tempo dan telah ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal
2) Capital Gain
Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengn harga diskon, kemudian pada saat jatuh tempo investor akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominalnya.
3) Hak klaim pertama
Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, pemegang obligasi sebagai kreditor memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.
4) Obligasi konversi
Investor bisa mengubah obligasi menjadi saham dengan harga yang ditetapkan, kemudian memiliki hak untuk mendapatkan manfaat atas saham.
Resiko Investasi pada obligasi
Resiko yang mungkin dihadapi dalam investasi obligasi antara lain:
1) Gagal bayar
Kegagalan emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak obligasi.
2) Capital Loss
Obligasi yang dijual sebelum jatuh tempo dengan harga yang rendah dari harga belinya.
3) Capability
Sebelum jatuh tempo, emiten mempunyai hak untuk membeli kembali obligasi yang telah dikeluarkan. Obligasi demikian biasanya akan ditarik lagi pada saat suku bunga akan menurun. Jadi pemegang obligasi yang memiliki persyaratan capability berpotensi rugi, apabila suku bunga menurun. Biasanya untuk mengompensasi kerugian, emiten akan memberikan premium.
Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Obligasi, jenis, manfaat dan resiko Investasi Obligasi. Semoga ini bermanfaat..
Sumber:
Waluyo, Indarto.2007.”EKonomi Kontekstual”.Surakarta:Mediatama.
Categories
Uncategorized

pengertian saham, jenis, manfaat dan resiko investasi saham

pengertian saham, jenis, manfaat dan resiko investasi saham | Saham adalah surat tanda bukti kepemilikan pada suatu perusahaan yang go public. Pengertian saham lebih lengkap diartikan sebagai sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan.
Saham dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.
1) Saham biasa merupakan jenis efek yang paling sering dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga merupakan jenis saham yang paling populer di pasar modal. Jenis ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan dilikuidasi.
b) Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada rapat umum pemegang saham.
c) Dividen, jika perusahaan memperoleh untung dan disetujui dalam rapat umum pemegang saham.
d) Hak memesan efek terlebih dahulu dilakukan sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat.
pengertian saham, jenis dan manfaat serta resiko investasi saham
2) Saham Preferen merupakan jenis efek yang memiliki sifat setengah saham dan setengah utang. Oleh karena itu saham ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Pembayaran dividen dalam jumlah yang tidak berubah.
b) Hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan dilikuidasi.
c) Dapat diubah menjadi saham biasa.
d) Tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
Manfaat investasi pada saham
Manfaat yang didapatkan dari investasi pada saham adalah
1) Dividen
DIviden adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan dan diusulkan oleh Dewan Direksi serta disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Jenis Dividen dibedakan menjadi:
a. Dividen TUnai, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk sejumlah uang untuk setiap saham yang dimiliki.
b. Dividen Saham, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk saham baru perusahaan tersebut, yaitu pada akhirnya akan meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham.
2) Capitol Gain
Investor dapat menikmati capital gain, jika harga jual melebihi harga beli saham tersebut.
Contoh: Investor A membeli saham PT X yang listing di Bursa Efek Jakarta setahun yang lalu dengan harga Rp.3.600,00. Saat ini harga saham PT X telah meningkat menjadi Rp.3.750,00. Jika investor A menjual sahamnya pada harga tersebut, maka ia akan menikmati capital gain atau keuntungan sebesar Rp.350,00 per saham dengan asumsi tanpa perhitungan pajak dan komisi.
Resiko Investasi pada Saham
1) Tidak ada pembagian dividen
Jika emiten tidak dapat membukukan untung pada tahun berjalan atau Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham karena lab yang diperoleh akan dipergunakan untuk ekspansi usaha.
2) Capital loss atau kehilangan modal
Investor akan mengalami kehilangan modal, jika harga beli saham lebih besar daripada harga jual.
3) Resiko Likuidasi
Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten dibayar. Kondisi yang terburuk adalah jika tidak ada lagi aktiva yang tersisa, maka para pemegang saham tidak memperoleh apa-apa.
4) Saham delisting dari bursa
Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya di bursa, sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan.
Demikianlah pembahasan tentang pengertian saham, jenis dan manfaat serta resiko investasi saham. Semoga ini bermanfaat.
Sumber:
Waluyo, Indarto.2007.”Ekonomi Kontekstual”.Surakarta:Mediatama.