Tambah pengetahuan mengenai sejarah perkembangan teori atom

Bagaimana sejarah perkembangan teori atom? Materi atau zat terbentuk dan sejumlah senyawa/molekul dan unsur-unsur. Unsur terdiri dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, dikenal dengan atom. Leukippos, filosof Yunani (berasal dan kota Miletos) adalah orang yang pertama kali mengajarkan tentang atom. Ia berpendapat bahwa atom adalah bagian terkecil dan segala benda. Democritus (460-360 SM), murid Leukippos menyatakan semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil yang tidak dapat dipecah lebih lanjut. Partikel tersebut berada pada gerakan yang konstan, tetapi dapat bergabung. Baginya, alam ini merupakan atom-atom dengan gerakannya. Atom-atom itu jumlahnya banyak sekali, tidak dapat dilihat, tidak dapat dimusnahkan, abadi, tidak dapat ditembus, dan terdapat ruang kosong di antara atom-atom tersebut. Sifat atom suatu benda berbeda karena jumlah dan susunan (bentuk, ukuran, dan berat) atomnya berbeda. Atom berasal dari kata atomos, yaitu a berarti tidak dan tomos berarti memotong (tidak terpotong tidak dapat dibagi).
sejarah perkembangan teori atom
Atom dikenalkan oleh anak seorang pembuat kain tenun yang miskin di desa Eaglefield, Inggris bernama John Dalton (1766-1844). Pada tahun 1808 dalam New System of Chemical Phylosophy, teori tentang atom dikembangkan sebagai dasar untuk menerangkan peristiwa kimia (kuantitatif), susunan zat, dan hukum yang berhubungan dengan reaksi kimia dan ilmu fisika. John Dalton mengemukakan dua gagasan. Yaitu:
  • Melibatkan kejadian/proses reaksi kimia (seperti proses fisis);
  • Berasumsi dengan menggunakan data kuantitatif.

Pendapat yang dikemukakan Dalton dalam teori atomnya adalah Unsur terdiri dari partikel-partikel kecil dan tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom; Atom tetap memiliki sifatnya sendiri dalam segala perubahan kimia; Semua atom unsur yang sama mempunyal bobot yang sama. Unsur yang berlainan mempunyai bobot atom yang berbeda maka setiap unsur mempunyai bobot yang berbeda juga. Reaksi kimia adalah reaksi penggabungan atom. setiap atom akan berada dalam perbandingan yang sederhana. Keunggulan model atom Dalton, yaitu dilandasi fakta-fakta temuan eksperimen berdasarkan hukum massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust). Partikel dasar penyusun atom, isotop, dan gejala listrik pada tahun 1897 diteliti oleh JJ. Thomson (pemenang hadiah nobel bidang fisika tahun 1906) dan R. Milikan (penentuan massa dan muatan elektron). Menurut JJ. Thomson, pada atom terdapat elektron-elektron yang tersebar secara merata dalam bola yang bermuatan positif sehingga keseluruhannya bersifat netral, mirip seperti roti kismis (plum pudding).
Sebenarnya, sifat dan struktur atom dikembangkan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1911 (pemenang Nobel bidang kimia tahun 1908). Ernest Rutherford menemukan bukti bahwa di dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif (Goldstein menamakannya proton) dan partikel-partikel netral (Chadwick menamakannya neutron) yang berukuran lebih kecil dan ukuran atom. Penemuan inti atom ini memperbaiki model atom Thomson. Menurut Rutherford, atom terdiri atas inti bermuatan positif yang berada pada pusat atom. Elektron bergerak mengelilingi inti tersebut, seperti planet-planet mengelilingi matahari sebagai system susunan tata surya. Neils Bohr pada tahun 1913 (pemenang hadiah Nobel bidang fisika dan kimia tahun 1922) mengajukan suatu model atom berdasarkan spektra atom hidrogen. Model atom Neils Bohr menjelaskan mengapa elektron tidak dapat jatuh ke inti atom sebagai akibat gerakan mengelilingi inti (teori klasik Maxwell).
Elektron-elektron bergerak mengelilingi inti dengan orbit atau lintasan, seperti satelit. 
Gerakan elektron tersebut hanya pada orbit tertentu. Jika elektron-elektron bergerak pada lintasannya (dalam keadaan stasioner) maka tidak akan terjadi pemancaran energi.
Jika suatu atom memancarkan energi atau menyerap energy (eksitasi) maka pemancaran terjadi dalam kuanta (kuantum) yang besarnya tertentu.
Elektron bergerak mengelilingi inti dalam orbit berupa kulit-kulit elektron atau awan elektron (K, L. M, N. O, P, dan Q).
Model atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang, yaitu model atom yang memberikan gambaran tentang kebolehjadian (probabilitas) suatu elektron. Probalitas tersebut ditemukan dalam ruang tertentu di seputar Inti atom yang disebut orbital (Werner Holsenberg, 1927).  Selain dapat dipandang sebagai gelombang, elektron juga dipandang sebagai partikel (Louis de Brogile, 1924). Elektron dalam atom dapat digambarkan sebagal awan muatan negatif. Erwin Schrodlnger (1927) menyusun model atom mekanika kuantum dan konsep orbital. Pada susunan tersebut, terdapat kebolehjadian untuk menemukan elektron dalam atom. Elektron tidak mempunyal lintasan yang pasti sehingga dapat ditemukan di mana saja pada sekitar inti. Jarak kebolehjadian untuk menemukan elektron paling besar sama dengan jarak lintasan elektron menurut Neils Bohr. Elektron dalam atom berada pada orbital yang merupakan bagian terkecil dan tingkat energi elektron.
Sekian uraian tentang Sejarah Perkembangan Teori Atom. semoga bermanfaat.
Referensi:
Suyatno. 2007. Kimia SMA/MA Kls X. Jakarta: Grasindo.

Leave a Reply