Melirik Sekilas Tentang Sejarah Nabi Muhammad Saw

Sejarah Nabi Muhammad Saw| Nabi Muhammad SAW adalah penghulu para nabi dan sekaligus penutup masa kenabian. Muhammad bin Abdullah adalah pemilik risalah terbesar, yang paling sempurna lagi syamil (menyeluruh segala aspek). Allah mengutusnya sebagal rahmat bagi segenap alam, membawa berita gembira dan ancaman, menyeru menuju jalan Allah, serta pembawa pelita yang menerangi kegelapan. Bagaimana sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dari lahir hingga wafat? Berikut ini kami paparkan sejarahnya:
Masa Kelahiran Nabi Muhammad
Menurut sejarah. semasa Nabi Muhammad Saw. lahir ke dunia, api yang disembah orang Rom dan Farsi telah dipadamkan. Nabi Muhammad Dilahirkan di Makkah pada hari Senin bersamaan 12 Rabi uL awal tahun Gajah (20 April 570 M) sebagai anak yatim. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah bin Abdul Muthalib wafat ketika Nabi Muhammad masih di dalam kandungan ibunya. Tahun kelahirannya dikenali sebagai tahun gajah karena pada tahun tersebut Raja Abrahah dari Yaman akan menyerang Makkah bersama-sama tentaranya untuk meruntuhkan Ka’bah dengan tujuan mengalihkan mengalihkan pusat ibadah orang Arab ke Yaman. Allah SWT. telah menyelamatkan Ka’bah dengan mengutuskan sekumpulan burung Ababil untuk membalas serangan mereka dan menghancurkan mereka, Peristiwa tersebut diabadikan oleh Allah SWT. dalam surah al-Fil. Pada hari ketujuh kelahiran Nabi Muhammad, Kakeknya, Abdul Muthalib telah membawa Nabi Muhammad ke Ka’bah untuk bertawaf sebagai tanda kesyukuran. Kakek Nabi Muhammad telah menamakan Nabi Muhammad dengan nama Muhammad yang artinya “orang yang terpuji”.
Nabi Muhammad mempunyai ibu susuan, yaitu Thuwaibah aI-Aslamiah yang sempat menyusukan Nabi untuk beberapa hari. Ibu susuan yang menyusukan Nabi selama dua tahun ialah Halimatul Saadiah. Nabi Muhammad mempunyai ibu susuan, yaitu Thuwaibah aI-Aslamiah yang sempat menyusukan nabi untuk beberapa hari. Ibu susuan yang menyusukan Nabi selama dua tahun ialah Halimatul Saadiah. Menurut adat orang-orang bangsawan Makkah, mereka akan menyerahkan anak mereka yang baru dilahirkan ke kampung yang jauh dari keramaian kota untuk disusukan dan dipelihara oleh kaum wanita di sana. Nabi Muhammad saw. Diserahkan kepada Thuwaibah aI-Aslamiah untuk disusui dan kemudian diserahkan pula kepada Halimatul Saadiah, Kampung tempat Nabi Muhammad dihantar adatah di desa Bani Saad.
Sejarah Nabi Muhammad Saw
Masa kecil Nabi Muhammad
Ketika berusia 4 tahun, Nabi Muhammad sudah mulai membantu keluarga ibu susuannya, Halimatul Saadiah mengembaIa kambing. Pekerjaan tersebut banyak mengajarkan, melatih, dan mendidik Nabi Muhammad dengan sifat sabar dan tabah dalam menghadapi ujian hidup. Anak-anak yang dihantar di kampong akan dididik dengan sifat-sifat mulia seperi bertutur kata yang baik, mandiri, berani, bertanggungawab, dan sabar. Nabi Muhammad juga semakin mahir bertutur dalam bahasa Arab dan bijak bergaul. Pada usianya yang 5 tahun. Nabi Muhammad diserahkan kembali kepada ibu kandungnya. Aminah binti Wahab. Ketika berusia 6 tahun. baginda bersama-sama ibunya dengan ditemani oleh Ummu Aiman telah pergi ke Madinah untuk menziarahi kubur Ayahnya. Ummu Aiman ialah penjaga Nabi Muhammad SAW ketika kecil. Ibu Nabi Muhammad jatuh sakit selepas menziarahi, semasa dalam perjalanan pulang dan meninggal dunia lalu dikebumikan di Absa’, suatu tempat yang berdekatan dengan Madinah. Setelah ibu Nabi Muhammad meninggal, Nabi kemudian dipelihara oleh kakek Nabi, Abdul Muthalib.
Nabi Muhammad SAW sangat disayangi oleh kakeknya Abdul Muthalib dan Nabi selalu dibawa ke mana saja kakeknya pergi. Nabi Muhammad telah dididik dengan akhlak mulia. Abdul Muthalib adalah pemimpin Makkah pada masa itu dan merupakan golongan bangsawan. Semasa Nabi Muhammad SAW. Berusia 8 tahun, kakeknya tersebut meninggal dunia dan telah mewariskan supaya penjagaan Nabi Muhammad sa.w. diserahkan kepada paman Nabi Muhammad, Abu Thalib. Semasa bersama-sama bapak saudaranya: Abu Thalib seorang miskin dan mempunyai anak yang banyak. Abu Thalib memiliki sifat yang mulia meskipun hidupnya susah. Nabi Muhammad SAW mengembala kambing untuk membantu keluarga pamannya. Pekerjaan tersebut banyak mendidik dan membentuk sifat sabar Nabi Muhammad dan kasih sayang Nabi Muhammad terhadap sesama makhluk. Ketika berusia 12 tahun. Nabi Muhammad telah dibawa oleh pamannya untuk  berdagang ke Syam. Berangkatlah mereka ke negeri Syam. Setibanya disalah satu dusun kecil, mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani yang bernama Buhaira. Pendeta tersebut berkata kepada sang paman: “Sesungguhnya anak saudara ini akan mendapatkan kedudukan yang tinggi”, Buhaira mengaku melihat tanda-tanda kenabian dan sifat-sifat kerasulan pada diri Muhammad sebagaimana yang terkadung dalam Kitab Taurat dan Zabur. Maka segeralah Abu Thalib membawa Nabi Muhammad pulang dan menjaganya dari gangguan orang-orang Yahudi.
Kehidupan Remaja Nabi Muhammad
Semasa remaja, Nabi Muhammad telah mampu hidup mandiri dan berdagang. Contohnya Nabi Muhammad bekerjasama perdagangan dengan seorang pemuda Quraisy yang bernama Al-Saib bin Abi al-Saib. Keuntungan perdangangan tersebut dibagi dua. Ketika berusia 25 tahun, Nabi Muhammad menerima tawaran Siti Khadijah binti Khuwailid untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Nabi Muhammad dibantu oleh seorang pekerja Siti Khadijah yang bernama Maisarah. Perdagangan milik Siti Khadijah yang diusahakan oleh Muhammad telah memperoleh banyak keuntungan.
Nabi Muhammad Menikah dengan Khadijah
Kemuliaan pribadi, kejujuran. kebijaksanaan, dan keikhlasan Muhammad ketika mengurus perdangan telah membuat Khadijah jatuh cinta terhadap Muhammad. Khadjah kemudian mengutus wakil untuk melamar Nabi Muhammad sebagai suami. Nabi Muhammad pun menikah dengan Khadijah ketika berusia 25 tahun dan Khadijah saat itu berusia 40 tahun. Mereka dikaruniai enam orang anak: dua orang putera bernama Qasim dan Abdullah (kedua-duanya nieninggal dunia semasa balita), empat orang puteri bernama Zainab. Ruqaiyah, Ummu Kalsum, dan Fatimah.
Ditetapkan Menjadi Rasul Allah
Sewaktu Nabi Muhammad berusia 40 tahun, baginda sering mengasingkan diri untuk beribadah di dalam Gua Hira’ di Jabal Nur. Pada  suatu malam di Gua Hira’, Nabi Muhammad didatangi Jibril dan berkata kepada Muhammad Bacalah”. Muhammad menjawab, “Saya tidak tahu membaca”. Jibril memeluk Nabi Muhammad sehingga terasa lemas. Setelah dilepaskan, Jibril berkata Lagi, “Bacalah”, Nabi tetap menjawab, “Saya tidak tahu membaca”. Baginda dipeluk lagi dan setelah dilepaskan pada kali ketiga malaikat Jibril melafazkan firman Allah SWT surah al-‘Alaq. Nabi terkejut dan cemas dengan peristiwa itu, lalu pulang ke rumah dan memberitahu istri Nabi Muhammad, Khadijah. Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad menemui sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal, seorang pendeta yang mengetahul tentang isi kitab Taurat dan Kiiab Injil. Waraqah memberitahu bahwa Nabi Muhammad telah dilantik menjadi rasul oleh Allah SWT. Rupa-rupanya ayat yang dilafaz oleh malaikat Jibril di Gua Hira’ adalah wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT. Kemudian Waraqah memberitahu Nabi Muhammad bahwa. “Engkau telah ditetapkan menjadi rasul. Engkau akan diusir dari tanah tumpah darahmu. Sekiranya umurku panjang. aku bersedia menjadi pembelamu”. Namun, tidak lama setelah itu, Waraqah pun meninggal dunia. Setelah 40 hari, malaikat Jibril datang kembali menemui Nabi Muhammad untuk membacakan wahyu kedua. Pada peristiwa itu, Nabi meminta Khadijah menyelimutinya. Hal ini karena Nabi Muhammad merasa amat kedinginan dan ketakutan meskipun sebelum ini Nabi Muhammad pernah berjumpa dengan malaikal Jibril.
Masa Dakwah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad mendakwahkan agama islam secara sembunyi-sembunyi di kalangan keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW. Namun, kemudian agama Islam mulai disiarkan kepada masvarakat lainnya. Pemeluk Islam pada tahap pertama adalah Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi Muhammad SAW), Ali bin Abi Thalib (saudara sepupu Nahi Muhammad SAW), Abu Bakar As-Siddiq, dan Ummu Aiman (ibu asuh Nabi Muhammad SAW). Dengan perantaraan Abu Bakar, beberapa orang Iainnya mulal memeluk agama Islam. Kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW mendapat tantangan dari pemimpin Quraisy. Mereka tidak menyukai seruan Nabi Muhammad SAW. Mereka mengira dengan percaya pada seruan Nabi Muhammad SAW berarti tunduk pada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib (keluarga ayah Nabi Muhammad SAW). Hal itu tidak dapat mereka terima. Selain itu, mereka tidak dapat menerima seruan Nabi Muhammad SAW tentang persamaan hak seluruh manusia.
Untuk menghadapi kegiatan dakwah Nabi Muhammad SAW. kaum Quraisy melakukan berbagal cara, baik bujuk rayu. ancaman. fitnah. hingga penyiksaan terhadap penduduk yang memeluk Islam. Kejadian ini mendorong Nabi Muhammad SAW untuk mengungsikan para sahabatnva keluar dan Mekah. Pada mulanya. Mereka mengungsi ke Habsyah, lalu ke Yatsrib (Madinah). Peristiwa itu terjadi pada malam hari tanggal 25 Safar tahun ke-4 kenabian atau tanggal 12 atau 13 September 622 M. Dari kota Yatsrib inilah, Islam berkembang pesat ke seluruh dunia. Setelah berhasil meletakkan daar-dasar pemenntahan Islam, Nabi Muhammad SAW mulai mengarahkan perhatiannya pada perluasan wilayah Islam.
Nabi Muhammad SAW Wafat
Tidak lama setelah Rasulullah kembali ke Madinah mengerjakan Haji Wada’, Rasulullah jatuh sakit. Sakit Rasulullah pada awalnya dirasakan pusing pada bagian kepala, kemudian demam panas. Sebelum sakit ini, beliau sempat berziarah ke Pemakaman Baqi’ dan mendapatkan orang-orang yang dikubur di sana. Semakin hari sakit Rasulullah semakin parah. Ketika sudah tidak bisa lagi menjadi imam shalat beijamaah bersama para sahabatnya, beliau memerintahkan Abu Bakar Shiddiq untuk menjadi imam shalat. Pada pagi Senin, 12 Rabiul Awal tahun ke-11 Hijrah, ketika kaum muslimin bersiap mengatur shaf untuk shalat subuh, Rasulullah yang sedang sakit menyingkapkan tirai kamamya. Ia menatap kaum muslimin di Masjid Nabawi dengan senyum dan wajah yang ceria. Abu Bakar Shiddiq dan para sahabat lainnya menduga bahwa Rasulullah telah sembuh dan akan shalat jamaah bersama mereka. Abu Bakar sendini mundur dan tempat pengimaman, memberikan kesempatan kepada Rasulullah untuk menjadi imam. Tetapi, Rasulullah memberikan isyarat bahwa beliau tidak akan shalat bersama mereka dan mempersilakan Abu Bakar untuk melangsungkan shalat subuh. Ketika selesai shalat, semua merasa gembira karena Rasulullah telah sembuh yang ditandai dengan senyum beliau kepada sahabatnya.
Tetapi, rupanya kehendak Allah tidak seperti yang dibayangkan para sahabat. Allah lebih mengutamakan keinginan Nabi agar bertemu dengan-Nya. Begitulah, di saat matahari dhuha mencuat naik ke angkasa, Rasulullah pun berangkat mcninggalkan dunia yang fana ini, ruh beliau menemul Sang Maha Pencipta. Rasulullah wafat meninggalkan dunia ini menuju alam baqa. Pada masa-masa akhir sakitnya, Rasulullah tidak lagi berpindah-pindah dan satu rumah istrinya ke rumah istri yang lain, tetapi menetap di kamar Siti Aisyah r.a. dengan ada izin dari istri yang lain, hingga menghembuskan nafas yang terakhir. Menurut petunjuk hadits Rasulullah bahwa para Nabi dikuburkan di mana mereka wafat. Oleh sebab itu, disepakatilah untuk menguburkan Rasulullah di kamar Siti Aisyah itu, di tempat beliau wafat. Nabi Muhammad wafat pada tanggal 28 Shafar tahun 11 Hijriah (8 Juni 632 M), Rasulullah Muhammad Saw berpulang ke Rahmatullah pada usia 63 tahun.
Sekian uraian tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW Lahir hingga Wafat, semoga bermanfaat. 

Leave a Reply