Categories
Uncategorized

Alat Pengukur Cuaca dan Iklim

(Zakapedia). Tahukah Anda apa alat pengukur cuaca dan iklim? Untuk membuat perkiraan terhadap perubahan-perubahan cuaca dan iklim, Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) selalu melakukan pengukuran terhadap unsur-unsur cuaca/iklim. Beberapa alat pengukur cuaca/iklim, antara lain termometer, barometer, hidrometer, anemometer, dan penakar hujan. Berikut ini penjelasan masing-masing Alat Pengukur Cuaca dan Iklim tersebut:
  • Termometer: Tipe paling sederhana dari termometer adalah termometer air raksa dalam kaca atau disebut termometer batang. Jika cuaca hangat, air raksa dalam tabung akan memuai dan sebaliknya jika cuaca dingin, air akan mengerut. Termometer air raksa hanya mencatat kondisi suhu maksimum dan suhu minimum. Termometer pencatat secara otomatis disebut termograf yang akan mencatat segala perubahan suhu. Agar dapat mengukur suhu tempat teduh yang sebenarnya, termometer pencatat diletakkan dalam kotak perlindungan yang dinamakan dengan Sangkar Stevenson.
  • Barometer: Barometer dibedakan menjadi dua macam, yaitu barometer air raksa dan barometer aneroid (altimeter). Barometer air raksa diciptakan oleh Torricelli pada tahun 1643. Barometer air raksa tidak mudah dibawa kemana-mana. Sedangkan, barometer aneroid (altimeter) mudah dibawa kemana-mana. Barometer aneroid dapat pula dimanfaatkan untuk mengukur ketinggian suatu tempat. Tekanan udara normal pada permukaan laut adalah 760 mm atau 1.013 millibar. Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki tekanan udara yang sama pada peta disebut isobar.
  • Higrometer: Alat untuk mengukur kelembapan udara nisbi disebut higrometer rambut. Rambut manusia memiliki sifat memanjang pada udara basah dan memendek pada udara kering. Seberkas rambut dipasang di dalam higrometer. Perubahan panjang pendek rambut akan menggerakkan jarum pada skala.
  • Anemometer: Alat untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Alat ini dapat dilihat pada stasiun pangamatan cuaca atau di bandar udara. Anemometer ditempatkan di lapangan terbuka pada tiang yang tinggi. Pada alat ini terdapat beberapa mangkuk untuk menerima tiupan angin. Ketika angin bertiup, angin mengenai mangkuk tersebut sehingga mangkuk berputar. Putaran mangkuk dihubungkan dengan alat pencatat kecepatan. Kecepatan mangkuk berputar tergantung pada kecepatan angin bertiup. Anemometer modern dilengkapi dengan penunjuk arah angin yang dihubungkan dengan komputer. Alat perekam arah angin dan kecepatan angin secara otomatis mencatatnya di atas kertas grafik. Kecepatan angin dinyatakan dalam satuan meter/detik, km/jam, mil/jam.
  • Fluviograf: Alat untuk mengukur besarnya curah hujan disebut fluviograf. Alat ini ditempatkan pada lapangan terbuka agar air hujan yang jatuh tidak terhalang masuk ke dalam alat tersebut. Air hujan yang masuk ke dalam corong ditampung dalam ruang tertutup agar tidak menguap, kemudian diukur dengan menggunakan gelas ukuran sehingga dapat diketahui besarnya curah hujan. Tinggi rendahnya curah hujan dinyatakan dalam mm.
Sekian uraian tentang Alat Pengukur Cuaca dan Iklim, semoga bermanfaat.