Categories
Uncategorized

Bunyi Hukum I dan II Termodinamika

(Zakapedia). Termodinamika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari energi (terutama energi panas) dan transformasinya. Dalam kajian termodinamika, terdapat hukum-hukum yg mengatur perilaku termodinamis antara sistem dan lingkungan yg dinamakan hukum termodinamika. Bagaimana bunyi hukum termodinamika tersebut? Berikut ini akan kami berikan Bunyi Hukum I dan II Termodinamika:
Hukum I Termodinamika

Apabila sistem gas menyerap kalor dari lingkungan sebesar Q1, maka oleh sistem mungkin akan diubah menjadi:
  • usaha luar (W) dan perubahan energi dalam ( Δ U),
  • energi dalam saja (U), dan
  • usaha luar saja (W).
Secara sistematis, peristiwa di atas dapat dinyatakan sebagai:
Q = W + U
Persamaan ini dikenal sebagai persamaan untuk hukum I Termodinamika. Bunyi hukum I Termodinamika adalah “Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah bentuknya saja.” Berdasarkan uraian tersebut terbukti bahwa kalor (Q) yg diserap sistem tidak hilang. Oleh sistem, kalor ini akan diubah menjadi usaha luar (W) dan atau penambahan energi dalam.

Hukum II Termodinamika

Hukum I termodinamika menyatakan bahwa energi adalah kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Berdasarkan teori ini, Anda dapat mengubah energi kalor ke bentuk lain sesuka Anda asalkan memenuhi hukum kekekalan energi. Namun, kenyataannya tidak demikian. Energi tidak dapat diubah sekehendak Anda. Misalnya, Anda menjatuhkan sebuah bola besi dari suatu ketinggian tertentu. Pada saat bola besi jatuh, energi potensialnya berubah menjadi energi kinetik. Saat bola besi menumbuk tanah, sebagian besar energi kinetiknya berubah menjadi energi panas dan sebagian kecil berubah menjadi energi bunyi. Sekarang, jika prosesnya Anda balik, yaitu bola besi Anda panaskan sehingga memiliki energi panas sebesar energi panas ketika bola besi menumbuk tanah, mungkinkah energy ini akan berubah menjadi energi kinetik, dan kemudian berubah menjadi energi potensial sehingga bola besi dapat naik? 
Peristiwa ini tidak mungkin terjadi walau bola besi Anda panaskan sampai meleleh sekalipun. Hal ini menunjukkan proses perubahan bentuk energi di atas hanya dapat berlangsung dalam satu arah dan tidak dapat dibalik. Proses yg tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses irreversibel. Proses yg dapat dibalik arahnya dinamakan proses reversibel. Peristiwa di atas mengilhami terbentuknya hukum II termidinamika. Hukum II termodinamika membatasi perubahan energi  mana yg dapat terjadi dan yg tidak dapat terjadi. Pembatasan ini dapat dinyatakan dgn berbagai cara, antara lain, bunyi hukum II termodinamika dalam pernyataan aliran kalor: “Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya”; hukum II termodinamika dalam pernyataan tentang mesin kalor“. Tidak mungkin membuat suatu mesin kalor yg bekerja dalam suatu siklus yg semata-mata menyerap kalor dari sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi usaha luar”; hukum II termodinamika dalam pernyataan entropi: “Total entropi semesta tidak berubah ketika proses reversible terjadi dan bertambah ketika proses ireversibel terjadi”.
Sekian uraian tentang Bunyi Hukum I dan II Termodinamika, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Cara Hidup Virus

(Zakapedia). Virus tidak dapat berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus hidup secara parasit pada bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia. Bagaimana cara hidup virus tersebut? Berikut ini pembahasannya:

1 . Virus Bakteri

Tidak ada satu bakteri pun yg tidak mengandung virus. Virus yg menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yg singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri. Bakteriofag memiliki inti asam nukleat berbentuk DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E. coli.

2 . Virus Tumbuh-tumbuhan

Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan kerugian secara ekonomi yg sangat besar, misalnya, virus yg menyerang tanaman kentang dan tembakau. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Di alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor. Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga. Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yg tidak persisten dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.
Cara Hidup Virus

3 . Virus Patogen pada Hewan

Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus dapat menimbulkan penyakit rabies (anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku pada ternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan percobaan atau telur ayam yg sudah dierami. Selain itu, virus juga dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat dilakukan di laboratorium.

4 . Virus yg Menyerang Manusia

Virus yg menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar, campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah, diare, HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan polio dapat ditularkan melalui air sumur yg tercemar dan sendok atau piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfuse darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan kelamin, serta cairan vagina dan sperma.
Sekian uraian tentang Cara Hidup Virus, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Tafsir Gerak Jatuh Bebas ala Galileo

(Zakapedia). Salah satu contoh gerak yg paling umum mengenai gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah benda yg mengalami jatuh bebas dengan jarak yg tidak jauh dari permukaan tanah. Kenyataan bahwa benda yg jatuh mengalami percepatan, mungkin pertama kali tidak begitu terlihat. Sebelum masa Galileo, orang mempercayai pemikiran bahwa benda yg lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yg lebih ringan, dan bahwa laju jatuh benda tersebut sebanding dengan berat benda itu. Galileo menemukan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan konstan yg sama jika tidak ada udara atau hambatan lainnya. Ia menyatakan bahwa untuk sebuah benda yg jatuh dari keadaan diam. Untuk memperkuat penemuannya bahwa laju benda yg jatuh bertambah ketika benda itu jatuh, Galileo menggunakan argumen yg cerdik. Sebuah batu berat yg dijatuhkan dari ketinggian 2 m akan memukul sebuah tiang pancang lebih dalam ke tanah dibandingkan dengan batu yg sama tetapi dijatuhkan dari ketinggian 0,2 m. 
Jelas, batu tersebut bergerak lebih cepat pada ketinggian yg pertama. Galileo juga menegaskan bahwa semua benda, berat atau ringan jatuh dengan percepatan yg sama, jika tidak ada udara (hampa udara). Jika kita memegang selembar kertas secara horizontal pada satu tangan dan sebuah benda lain yg lebih berat, misalnya sebuah bola di tangan yg lain, dan melepaskan kertas dan bola tersebut pada saat yg sama benda yg lebih berat akan lebih dulu mencapai tanah.

Galileo Galilei
Tetapi jika kita mengulang percobaan ini, dengan membentuk kertas menjadi gumpalan kecil, akan melihat bahwa kedua benda tersebut mencapai lantai pada saat yg hampir sama.Galileo yakin bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk benda-benda yg sangat ringan yg memiliki permukaan yg luas. Tetapi pada banyak keadaan biasa, hambatan udara ini bisa diabaikan. Pada suatu ruang di mana udara telah dihisap, maka benda ringan seperti bulu atau selembar kertas yg dipegang horizontal akan jatuh dengan percepatan yg sama seperti benda yg lain.

Demonstrasi pada ruang hampa udara seperti ini tidak ada pada masa Galileo, yg membuat keberhasilan Galileo lebih hebat lagi. Galileo sering disebut “Bapak sains modern”, tidak hanya disebabkan isi dari sainsnya (penemuan astronomik, inersia, jatuh bebas), tetapi juga gaya atau pendekatannya terhadap sains (idealisasi dan penyederhanaan, matematisasi teori, teori yg memiliki hasil yg dapat diuji, eksperimen untuk menguji ramalan teoritis). Sumbangan Galileo yg spesifik terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda jatuh bebas dapat dirangkum dengan pernyataan: “Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yg sama”.
Sekian artikel tentang Tafsir Gerak Jatuh Bebas ala Galileo, semoga bermanfaat.