Categories
Uncategorized

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

(Zakapedia). Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk embrio. Embrio akan berdiferensiasi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akan dilahirkan sebagai bayi. Kemudian, bayi tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada siklus hidup hewan tertentu,
terjadi perubahan bentuk tubuh dari embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk
tubuh ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Metamorfosis sempurna dicirikan
dengan adanya bentuk tubuh yang berbeda di setiap fase metamorfosis.

Pertumbuhan dan Perkembangan Kupu-kupu (metamorfosis)

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu dan katak. Tahapan
metamorfosis kupu-kupu mulai dari telur-larva (ulat)-pupa (kepompong)-imago
(dewasa). Jika diperhatikan ternyata dalam setiap fase metamorfosis kupu-kupu,
terlihat adanya perbedaan bentuk tubuh. Begitu juga dengan katak. Katak
mengalami metamorfosis mulai dari telur-berudu (kecebong)-katak dewasa. Metamorfosis
tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang sama, tetapi ukurannya
berbeda pada salah satu fase metamorfosis. Contohnya adalah belalang dan kecoa.
Belalang mengalami metamorfosis mulai dari telur-nimfa-imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk
tubuh yang sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih
kecil.

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan dapat
dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal
meliputi gen dan hormon. Faktor eksternal meliputi air, makanan, dan cahaya.

Gen
Gen merupakan faktor keturunan
yang diwariskan dari orang tua (induk) kepada keturunannya. Gen akan mengendalikan
pola pertumbuhan dan perkembangan hewan.

Hormon
Hormon rnerupakan senyawa organik
yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan hewan. Hormon yang sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan hewan adalah horrnon
somatotrof (hormon pertumbuhan). Bila hewan kekurangan hormon perturnbuhan,
maka pertumbuhan akan terhambar sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon
pertumbuhan, maka akan mengalami pertumbuhan raksasa.
Makanan
Makanan sangat diperlukan oleh
hewan. Makanan digunakan sebagai zat pembangun tubuh dan sumber energi.
Air
Air merupakan pelarut dan media
untuk terjadinya reaksi metabolisme tubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan
energi, membantu pernbentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang
rusak.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D. Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang.

Sekian materi biologi tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan, semoga bermanfaat. 

Categories
Uncategorized

Penerapan Norma Hukum dalam Kehidupan Sehari-hari

(Zakapedia). Penerapan Norma Hukum dalam Kehidupan Sehari-hari adalah tanggung jawab setiap warna negara. Sebagai warga negara yang tinggal di negara hukum, kita harus menyadari pentingnya hukum sebagai pedoman dalam lingkungan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. ketentuan-ketentuan norma hukum dan norma lainnya harus diterapkan dalam berbagai kehidupan sehari-hari,

Penerapan Norma Hukum

Dalam kehidupan keluarga, misalnya:

  • berlaku sopan dan santun terhadap sesama anggota keluarga lainnya;
  • menghormati orang tua atau yang dituakan dalam keluarga;
  • mematuhi aturan-aturan atau kesepakatan dalam keluarga;
  • menyayangi adik, hidup rukun, menyelesaikan masalah dengan baik.

Dalam kehidupan sekolah, misalnya:

  • mematuhi peraturan tata tertib sekolah;
  • tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan-aturan hukum dan norma lainnya, seperti membawa obat-obat terlarang, merokok, minum minuman keras, corat-coret;
  • tidak membuat keriburan, kerusuhan, perkelahian;
  • berlaku santun terhadap sesama warga sekolah;
  • membuang sampah pada tempatnya.

Dalam kehidupan masyarakat, misalnya:

  • menciptakan rasa aman dan tenteram di lingkungannya;
  • tidak membuang sampah di sembarang tempat;
  • tidak merusak fasilitas umum;
  • mematuhi aturan lalu lintas;
  • tidak main hakim sendiri.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya:

  • menaati semua peraturan perundangan yang berlaku;
  • melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara benar;
  • menghindari tindak pelanggaran KKN dalam setiap pemberian pelayanan publik;
  • memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan
Sekian materi tentang Penerapan Norma Hukum dalam Kehidupan Sehari-hari, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Fungsi dan Jenis-jenis Vitamin

(Zakapedia). Fungsi dan Jenis-jenis Vitamin sengaja kami hadirkan bagi Anda pencari informasi tentang Vitamin. Tahukah Anda apa itu Vitamin? Apa Manfaatnya? Vitamin adalah senyawa organik yang tidak bisa disintesis tubuh, sehingga masuk dalam tubuh bersama makanan. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan avitaminosis. Menurut sifat kelarutannya, vitamin dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis vitamin yang larut dalam air dan jenis vitamin yang larut dalam lemak, berikut ini masing-masing pembahasan tentang Fungsi dan Jenis-jenis Vitamin :
Jenis-jenis Vitamin

1. Vitamin yang larut dalam air, terdiri dari vitamin B dan C.

Vitamin B1 (thiamin), Fungsi Vitamin B1 adalah untuk Metabolisme karbohidrat, Penyerapan air dan lemak dan Memelihara kadar air dalam tubuh. Kekurangan vitamin B1 menyebabkan; Beri-beri, Selera makan kuranglhilang, Pertumbuhan terhenti, dan Gangguan susunan saraf dan jantung. Sumber vitamin B1 antara lain hati, kulit, aris beras, susu, dan kuning telur. 

Vitamin B2 (riboflavin). Fungsi Vitamin B2 adalah untuk Pemindahan rangsangan sinar ke saraf mata, Penyusun enzim oksidasi dalam sel, dan Memelihara jaringan terutama kulit di sekitar mulut, Memelihara nafsu makan dan fungsi saraf, dan Menghasilkan energi dalam sel-sel. Kekurangan vitamin B2 akan menyebabkan Luka pada sudut bibir atau mulut, Penglihatan mata jadi kabur, dan Pelagra. Sumber vitamin B2 antara lain telur, hati, otak, dan ginjal.

Vitamin B6, (piridoksin). Berfungsi sebagai untuk Pembentuk sel-sel darah merah, Sebagai koenzim dalam proses metabolisme, Memelihara keseimbangan unsur fosfor dan sodium, Berperan dalam pertumbuhan dan kesehatan kulit, dan Berperan dalam produksi antibodi dan reaksi-reaksi dalam sistem pusat saraf. Kekurangan Vitamin B6 menyebabkan; Anemia, konstipasi (sembelit), kulit meradang), kehilangan nafsu makan. Terhambat pertumbuhan pada masa anak. Kejang-kejang dan sangat peka terhadap rangsang. Sumber vitamin B6 antara lain sayuran hijau, kacang hijau, serelia, ragi, hati, ginjal, susu, dan kuning telur.
Vitamin C (asam askorbinat); Berfungsi Penting dalam proses oksidasi dan dehidrasi dalam sel. Mempengaruhi kerja anak ginjal, Mempengaruhi pembentukan trombosit, Berperan dalam proses pembentukan kolagen, dan Membantu dalam absorpsi unsur-unsur besi dan kalsium. Kekurangan Vitamin C akan menyebabkan Pendarahan pada gusi, dan Menurunnya permeabilitas sel kapiler darah yang mengakibatkan pendarahan, misalnya dalam sumsum tulang. Sumber vitamin C antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, dan organ hewan (hati dan ginjal).
2. Vitamin yang larut dalam lemak
Vitamin A (aseroftol); Berfungsi sebagai berikut, Proses oksidasi dalam darah, Pertumbuhan sel epitel. Sebagai bahan dalam proses penerimaan rangsang cahaya oleh sel-sel basilus pada retina di waktu senja. Kekurangan Vitamin A akan menyebabkan Kulit kaki dan tangan bersisik (frinoderma). Rabun senja (hemerolopi), Kornea mengering (xerotalmia), Kornea mata rusak (keratomaIasi). Sumber vitamin A antara lain mentega, hati, susu, telur, minyak ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning. 
Vitamin D; Berfungsi sebagai berikut Mempengaruhi proses enulangan (osifikasi), Mempengaruhi kerja kelenj endokrin, Mengatur kadar zat dan fosfor dalam darah bersama kelenjar anak gondok (parathormon), Memperbesar penyerapa zat kapur dan fosfor dalam usus. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan Rakhitis (penyakit tulang), Gangguan metabolisme zat kapur dan fosfor. Sumber vitamin D antara lain ikan, minyak ikan, susu, telur, dan mentega.
Vitamin E (tokoferol); Berfungsi Mencegah pendarahan pada ibu hamil, Membantu proses pembelahan sel. Kekurangan Vitamin E akan menyebabkan Kemandulan dan keguguran, Kemunduran pada hipofisis dan kelenjar gondok, Lapuknya otot karena syaraf penggerak rusak, dan Penimbunan lemak pada otot, Sumber vitamin E antara lain biji gandum, minyak tumbuhan, tumbuhan polong, tumbuhan hijau, dan kecambah.
Vitamin K; Berfungsi dalam pembentukan protombin dalam hati, Membantu dalam pembekuan. Vitamin K dapat dibentuk dengan bakteri Escherichia Coli. Kekurangan Vitamin K akan menyebabkan terganggunya proses pembekuan darah.
Sekian materi tentang Fungsi dan Jenis-jenis Vitamin, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Proses Pencernaan Makanan pada Manusia

(Zakapedia). Proses pencernaan makanan pada manusia merupakan penguraian bahan makanan dalam bentuk senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dan dapat larut, sehingga dapat diserap oleh tubuh. Proses pencernaan memerlukan enzim. HasiI akhir pencernaan protein berupa asam amino; karbohidrat berupa monosakarida; dan lemak berupa asam lemak dan gliserol. Sedangkan air, vitamin, dan garam mineral tidak mengalami perubahan. Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar penghasil getah pencernaan. Saluran pencernaan makanan dalam tubuh yaitu sebagai berikut. 
Sistem Usus pada Manusia

Mulut

Alat-alat pencernaan dalam rongga mulut terdiri dari gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Makanan dihancurkan oleh gigi dan dicampur dengan ludah. Ludah mengandung enzim ptialin atau amilase yang berfungsi mengubah amilum dalam bahan makanan menjadi maltosa, Pencernaan secara kimia dengan enzim dimulai di mulut

Kerongkongan

Makanan dari rongga mulut yang ditelan, masuk ke kerongkongan. Kerongkongan bagian atas tersusun atas otot lurik, sedangkan dua pertiganya berupa otot polos. Otot di bagian dinding kerongkongan berupa otot memanjang dan melingkar, saling bergantian mengembang dan mengerut, sehingga timbul gerak peristaltik.

Lambung

Lambung disebut juga perut besar atau ventrikulus, yang terletak di bawah kiri tulang rusuk paling bawah dan terdiri dari kardiak, fundus’, dan pilorus. Lambung menghasilkan lendir, getah lambung, dan asam klorida. Getah lambung mengandung pepsinogen yang diaktifkan oleh HCI menjadi pepsin, dan enzim renin yang dapat menggumpalkan kasein susu, terutama pada bayi. Dengan adanya lapisan lendir, dinding lambung dilindungi dari pengaruh getah lambung. HCl dari lambung merangsang kelenjar di dinding usus untuk menghasilkan sekretin dan mengeluarkan hormon kolesistokinin.

Usus Dua Belas Jari

Usus ini tempat bermuara saluran empedu dari kantong empedu dan saluran kelenjar pankreas dari pankreas. Pankreas menghasilkan enzim lipase, amilase, dan tripsinogen. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin. Tripsin mencerna protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap.

Usus Halus Lainnya

Enzim-enzimnya adalah sakarase, maltase, laktase, dan erepsinogen. Erepsinogen diaktifkan oleh.enterokinase menjadi erepsin. Di sini pencernaan selesai dan makanan siap diserap.

Usus Tebal

Sisa makanan yang tidak tercerna dibusukkan menjadi feses oleh bakreri pengurai. Di sini bakteri Escherichia Coli menghasilkan vitamin K. Air yang masih ada pada sisa makanan diserap oleh kolon sehingga feses tidak cair. Untuk melaksanakan defekasi diperlukan rangsangan gastrokolik. Gangguan pada sistem pencernaan berupa parotitis, xerostomia, timbulnya radang pada dinding lambung, diare, sembeIit, dan kolik.
Sekian materi Biologi tentang Proses Pencernaan Makanan pada Manusia, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Perairan Di Bawah Permukaan Bumi

(Zakapedia). Perairan di bawah permukaan bumi dikenal dengan istilah air bawah tanah. Air bawah tanah terbentuk karena adanya rembesan air hujan yang jatuh ke permukaan bumi. Pada lapisan tertentu, yaitu pada lapisan yang kedap air, rembesan air hujan tersebut ditampung. Perairan di bawah permukaan bumi meliputi air diam, sungai di bawah tanah, geiser, artois, dan travertin.
Perairan Bawah Permukaan Bumi

Air Diam atau Air Tanah 

Air hujan yang meresap ke dalam tanah dan tidak dapat mengalir akan menjadi air diam. Di tebing-tebing yang tanahnya miring, air diam kadang-kadang muncul di atas permukaan tanah sehingga menjadi mata air. Untuk mencari sumber air diam di tanah-tanah yang datar dibuatlah sumur. Di samping itu, air diam dapat keluarmenuju permukaan melalui rembesan perlahan-lahan ke sungai-sungai dan danau-danau atau melalui akar tumbuhan.

Sungai di Bawah Tanah 

Sungai di bawah tanah biasanya sering dijumpai di daerah kapur. Sungai di bawah tanah mengalirkan air hujan yang meresap ke dalam tanah kapur. Karena kapur mudah larut dalam air, terbentuklah terowongan-terowongan hingga air mencapai lapisan yang kedap air dan akhimya menjadi sungai di bawah tanah

Geiser 

Geiser adalah mata air yang menyemburkan uap dan air panas pada waktu-waktu tertentu. Pemanasan air ini berasal dari dalam bumi. Air tanah yang mencapai daerah panas bumi akan berubah menjadi uap air. Karena uap air mempunyai tekanan, jika tekanannya sudah cukup tinggi, uap itu akan menyemburkan air lepas ke permukaan bumi. Jika persediaan air tanah sudah habis, geiser akan berhenti, demikian pula jika panas buminya habis. Di Indonesia, geiser terdapat di Kuwu dekat Purwodadi (J awa Tengah).

Artois

Nama artois (artesis) diberikan untuk sumur yang dibor dalam suatu lapisan permeabel (yang dapat ditembus air) yang terletak antara dua lapisan yang tidak permeabel, yang membentuk suatu cekungan alamiah. Sumur-sumur artesis dibuat oleh manusia dengan jalan pengeboran yang sangat dalam sehingga keluar air yang memancar. Hal ini terjadi karena lapisan batuan yang dapat merembeskan air berada di antara batuan yang kedap air sehingga berfungsi sebagai pipa penyalur air tanah. Biasanya lapisan batuan itu miring ke arah lembah dengan bentuk melengkung. Tinggi rendahnya pancaran air bergantung pada perbedaan tinggi antara pangkallapisan batuan yang dapat merembeskan air dengan mulut pengeboran. Ingatlah akan hukum bejana berhubungan.

Travertin

Apabila air tanah sampai pada lapisan batu kapur, zat kapur akan larutdalam air tanah. Pada suatu saat, air yang berkadar kapur tersebut akan muncul ke permukaan bumi. Dalam keadaan ini, zat kapur akan diendapkan di daerah pemunculannya dan lama-lama membentuk lembaran-lembaran kalsita yang disebut travertin. Contohnya di Ciseeng (Bogor) dan Kuripan (Tangerang).
Sekian materi tentang Perairan Bawah Permukaan Bumi, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Jenis-jenis Proses Sedimentasi

(Zakapedia). Tahuka Anda, Jenis-jenis Proses Sedimentasi? Proses terakhir setelah pelapukan dan erosi adalah proses pengendapan massa batuan atau tanah yang disebut sedimentasi. Proses sedimentasi dapat terjadi di daratan, danau, sekitar sungai, ataupun di pantai. Sedimentasi terjadi jika zat yang mengangkutnya mengalami penurunan kecepatan gerak atau  bahkan berhenti sarna sekali. Sedimentasi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sedimentasi fluvial, aeolis, dan marine. 
Proses Sedimentasi
Sedimentasi Fluvial 
Sedimentasi fluvial adalah proses pengendapan materi-materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat-tempat pengendapan itu, antara lain di dasar sungai, danau, atau muara sungai. Bentuk-bentuk hasil sedimentasi fluvial adalah Delta dan bantaran sungai. Delta adalah endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau atau ke laut. Bantaran sungai adalah daratan yang terdapat di tengah-tengah badan sungai atau pada kelokan dalam sungai sebagai hasil pengendapan. Bantaran sungai biasa ditemukan di daerah hilir sungai yang arusnya sudah sangat larnbat sehingga banyak terjadi pengendapan.

Sedimentasi Aeolis

Sedimentasi aeolis adalah proses pengendapan materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Bentukan alarn hasil pengendapan yang terbawa angin, antara lain gundukan pasir yang terdapat di pantai atau wilayah gurun.

Sedimentasi Marine

Sedimentasi marine adalah proses pengendapan materi hasil erosi yang diangkut dan diendapkan di sepanjang pantai. Hamparan pasir sepanjang wilayah pantai merupakan salah satu bentukan alam hasil sedimentasi marine. 
Sekian materi tentang Jenis-jenis Proses Sedimentasi, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Prinsip Kerja Manometer Logam

(Zakapedia). Bagaimana prinsip kerja manometer logam? Manometer logam yang akan kita bahas di sini adalah jenis manomemeter Bourdon. Bagian utama manometer Bourdon adalah pipa logamnya melengkung. Manometer ini digunakan untuk mengukur tekanan gas yang sangat tinggi. Adapun prinsip kerjanya adalah sebagai berikut; Jika manometer Bourdon dihubungkan dengan tangki gas yang akan diukur tekanannya, gas tersebut masuk ke pipa logam. Hal ini menyebabkan pipa logam yang melengkung berusaha untuk meluruskan diri. Semakin besar tekanan gas yang mas uk ke pipa, semakin besar usaha pipa untuk meluruskan diri. Usaha yang dilakukan pipa tersebut menyebabkan jarum penunjuk bergerak ke arah skala yang lebih besar searah jarum jam. Jadi, semakin besar usaha pipa untuk meluruskan diri, semakin besar pula skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk. Skala yang ditunjuk itulah yang menyatakan besar tekanan gas dalam ruang.
Manomemeter Logam Bourdon
Di bengkel-bengkel mobil, kita sering melihat orang mengukur tekanan udara dalam ban mobil dengan alat pengukur tekanan ban. Alat ini termasuk manometer logam. Adapun prinsip kerjanya adalah Jika lubang pada alat tersebut ditempelkan pada pentiI ban kemudian ditekan, pentil ban terbuka. Akibatnya, udara dalam ban masuk ke alat tersebut. Hal ini menyebabkan silinder berskala pada alat tersebut tersodok (terdorong) keluar. Semakin besar tekanan gas yang masuk ke alat tersebut, semakin panjang bagian silinder skala yang tersodok kelua. Besarnya tekanan gas dalam ban ditunjukkan oleh nilai skala yang berimpit dengan tepi tabung alat tersebut.
Sekian materi tentang Prinsip Kerja Manometer Logam, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Menghitung Besar Usaha Benda

(Zakapedia). Bagaimana menghitung besar usaha sebuah benda? Telah umum diketahui bahwa usaha didefinisikan sebagai hasil kali gaya dan perpindahan. Arah gaya di sini segaris (searah atau berlawanan dengan arah perpindahan. Dengan kata lain, suatu gaya dikatakan melakukan usaha terhadap suatu benda jika gaya tersebut dapat menyebabkan perpin benda yang dikenainya. Secara matematis, hubungan antara usaha, gaya, perpindahan dapat dirumuskan:
W = F.s

Keterangan: W = Usaha (joule), F = Gaya (N), dan s = jarak perpindahan (m).

Usaha menarik Balok
Misalkan, Jika sebuah balok kita tarik pelan-pelan, balok belum bergerak. Pada keadaan ini, kita belum dikatakan melakukan usaha. Jika gaya tarik terus kita perbesar secara perlahan-Iahan. suatu saat balok bergerak. Pada keadaan seperti ini. kita dikatakan telah melakukan usaha dan usaha yang kita lakukan akan semakin besar jika gaya yang kita berikan diperbesar. Sebaliknya, usaha yang kita lakukan akan semakin kecil jika gaya tarik yang kita berikan diperkecil.
Jika sebuah mobil yang sedang melaju direm, beberapa saat kemudian mobil tersebut berhenti. Selama pengereman, pada mobil bekerja gaya hambat (gaya yang menghambat laju mobil). Tentu saja, arah gaya hambat tersebut berlawanan dengan arah laju mobil. Dalam kasus seperti ini usaha yang dilakukan pada mobil dikatakan bernilai negatif. Jadi, kesimpulannnya adalah Usaha yang dilakukan oleh sebuah benda bernilai negative jika arah gaya yang bekerja pada benda itu berlawanan dengan arah geraknya.
Sekian materi fisika tentang Menghitung Besar Usaha Benda, semoga bermanfaat.
Categories
Uncategorized

Belajar Hukum I, II, dan III Newton

(Zakapedia) Postingan ini akan mengajak Anda
untuk Belajar Hukum I, II, dan III Newton, hukum ini membahas tentang perilaku
gerak benda. Untuk meninjau keadaan dari sebuah gerak, terdapat hukum-hukum
yang berlaku pada benda yang bergerak. Hukum pada benda yang bergerak dikemukakan
oleh ahli yang bernama Isaac Newton. Terdapat tiga hukum dinamika yang
dikemukakannya, yang dikenal dengan Hukum I Newton, Hukum II Newton, dan Hukum
III Newton. Berikut ini penjelasan masing-masing dari Hukum Newton:
Sir Isaac Newton Penemu Hukum Newton
Hukum I Newton
Pada saat Anda naik bus,
tiba-tiba bus direm dan berhenti. Bagaimana keadaan Anda saat itu? Pasti tubuh
Anda akan terdorong ke depan. Mengapa demikian? Karena secara alami, Anda akan mempertahankan
keadaan Anda mula-mula yang sedang bergerak. Sebaliknya, jika bus dalam keadaan
diam kemudian digerakkan secara mendadak, tentu badan Anda akan terdorong ke
belakang. Hal itu karena tubuh Anda mempertahankan keadaan semula, yaitu diam.
Sifat benda yang mempertahankan keadaannya, baik bergerak maupun diam disebut
sifat kelembaman benda. 
Pada dasarnya setiap benda
bersifat lembam. Ini berarti bahwa benda itu mempunyai sifat mempertahankan
keadaannya. Seorang ilmuwan yang bernama Isaac Newton memberikan sumbangan yang
besar dalam konsep gerak. Seperti gerak pada contoh tadi, Newton kemudian
menyatakan, “Bila resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol,
maka benda itu akan diam atau bergerak lurus beraturan.”
Pemyataan ini
sekarang dikenal dengan Hukum I Newton. Berdasarkan hukum tersebut, dapat
disimpulkan bahwa dua keadaan benda saat itu, yaitu benda yang mula-mula diam
akan tetap diam, dan benda yang sedang bergerak akan tetap bergerak dengan
kecepatan konstan atau bergerak menurut lintasan gerak lurus beraturan.
Dengan demikian, Hukum I Newton
berkaitan dengan benda-benda yang seimbang. Secara matematis dapat dituliskan:

Fx = 0 
Jika resultan gaya diuraikan
secara vektor menurut sumbu cartesius, maka diperoleh dua buah komponen gaya,
yaitu: Resultan gaya adalah suatu vektor gaya yang mempunyai akibat sama dengan
akibat semua vektor gaya yang bekerja pada suatu benda.
Fx = 0 dan Fy = 0
Hukum II Newton

Jika sebuah benda dalam keadaan
bergerak dan kecepatannya berubah (menjadi besar atau kecil), maka dikatakan
benda tersebut mengalami perubahan gerak. Dalam hal ini, benda tersebut tidak dalam
keadaan Iembam, melainkan benda tersebut dipengaruhi suatu besaran lain dari
luar yang selanjutnya disebut besaran gaya. Hukum II Newton berbunyi:
“Percepatan yang ditimbulkan dari sebuah gaya yang bekerja pada sebuah benda
besarnya berbanding lurus dan searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik
dengan massa benda”
. Hukum Newton II ini dapat dituliskan dalam bentuk rumus:

a = F / m, atau F = m.a
dengan F = gaya yang bekerja pada
benda (N), m = massa benda (kg), a = percepatan pada benda (m/s2). 

Hukum III Newton 
Dalam posisi berdiri, jika Anda
memiringkan tubuh, maka Anda akan terjatuh. Akan tetapi, jika Anda memiringkan
tubuh dengan satu tangan tersandar pada dinding, maka Anda tidak terjatuh.
Peristiwa ini oleh Newton dinyatakan bahwa gaya hanya ada jika sedikitnya ada
dua benda yang saling berinteraksi. Pada interaksi ini, gaya-gaya selalu
berpasangan. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B. maka benda B juga akan
mengerjakan gaya pada benda A. Hal ini dinyatakan dalam Hukum III Newton yang
berbunyi, “Jika benda pertama mengerjakan gaya pada benda kedua, maka
benda kedu akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama, tetapi
arahnya berlawanan.”
Secara matematis, dapat dituliskan: 

Faksi  = -Freaksi

Dalam menyelesaikan soal-soal
yang berhubungan dengan Hukum I Newton dan Hukum III Newton, perlu diperhatikan
pasangan aksi reaksi dua benda yang berinteraksi. Gaya aksi dan reaksi bekerja
pada dua benda yang berbeda. Aksi dan reaksi sama besarnya, tetapi berIawanan
arah. Benda yang diam merupakan benda yang mengalami kesetimbangan. Hal ini
sebagaimana dinyatakan oleh Hukum I Newton, yaitu benda yang diam resultan
gayanya nol.

Sekian materi fisika tentang Belajar Hukum I, II, dan III Newton, semoga bermanfaat.

Categories
Uncategorized

Pengertian dan Contoh Jembatan Wheatstone

(Zakapedia). Tahukah Anda tentang Jembatan Wheatstone? Pengertian Jembatan Wheatstone adalah rangkaian empat buah resistor yang disusun sedemikian rupa (lihat gambar dibawah), dengan salah satu resistomya dapat diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer (G) menunjukkan angka nol. Saat galvanometer menunjukkan angka nol, maka tidak ada arus yang mengalir sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa besar beda potensial antara titik B dengan titik C sama dengan nol. Contoh Jembatan Wheatstone ditunjukkan oleh gambar dibawah ini:
Jembatan Wheatstone
Karena besamya I1 = I3 dan besamya I4 = I2, maka persamaan di atas dapat disederhanakan lagi sehingga pada rangkaian jembatan Wheatstone akan berlaku persamaan: 
R1R4
= R2R3
Jika Anda mengganti hambatan R2 dan R4 dengan seutas kawat tipis yang diletakkan di atas sebuah penggaris kayu dan titik B dapat digeser bebas ke arah A atau D sehingga dapat diketahui panjang l1 (sebagai jarak BD) dan l2 (sebagai jarak AB) atau jika tidak menggunakan kawat tipis dapat berupa hambatan geser. R1 merupakan hambatan yang sudah diketahui nilainya, sedangkan R3 merupakan hambatan yang belum diketahui nilainya dan akan dihitung. Jika sudah terangkai lengkap dan titik B digeser-geser hingga galvanometer menunjukkan angka nol, maka besamya R3 dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut.

R1l2
= l1R3
dengan:

  • l1 = panjang kawat yang dibatasi oleh titik D dengan titik B.
  • l2 = panjang kawat yang dibatasi oleh titik A dengan titik B.

Sekian materi fisika tentang Pengertian dan Contoh Jembatan Wheatstone, semoga bermanfaat.