Categories
Uncategorized

Arus Energi dalam Rantai Makanan

(Ringkasan Biologi). Energi adalah sesuatu yang menimbulkan kemampuan untuk melakukan kerja atau kegiatan. Makhluk hidup memerlukan energi untuk memanaskan suhu tubuh dan melaksanakan aktivitas hidupnya. Dari manakah makhluk hidup mendapatkan energi?
Sumber energi utama di alam ini adalah cahaya matahari. Tumbuhan hijau memanfaatkan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Proses fotosintesis menghasilkan makanan, berupa zat tepung yang mengandung energi kimia. Berarti, fotosintesis mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Sebagian zat makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau digunakan sendiri untuk melakukan aktivitas hidupnya, sedangkan sisanya untuk disimpan dalam akar, batang, daun, dan buah. Jika bagian tempat penyimpanan makanan tadi dimakan oleh manusia atau hewan, energi kimia dari zat makanan itu akan berpindah pula ke tubuh manusia atau hewan.

Jika kita mencermati uraian di atas, jelaslah bahwa di alam ini terjadi arus atau perpindahan energi yang berasal dari matahari menuju ke produsen, kemudian ke konsumen. Tumbuhan mendapatkan energi langsung dari matahari, sedangkan hewan dan manusia secara tidak langsung mendapatkan energi matahari melalui tumbuhan. Perpindahan energi dari produsen ke konsumen pertama, dari konsumen pertama ke konsumen kedua, dan seterusnya terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan.
Dalam jaring-jaring kehidupan, hanya sebagian kecil energi yang mengalami perpindahan dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya. Energi terbanyak tersimpan dalam produsen. Jika produsen dimakan oleh konsumen I, hanya sebagian kecil energi dari produsen berpindah ke konsumen I. Demikian juga apabila konsumen I dimakan oleh konsumen II, kira-kira hanya 10% energi konsumen I yang dapat disimpan oleh konsumen II dan seterusnya.
Categories
Uncategorized

Mengenal Komposisi Udara

(Ringkasan Kimia). Udara adalah benda gas yang menyelubungi bumi, sering disebut juga atmosfer. Sebagian besar atmosfer terdiri dari gas nitrogen (78%) dan oksigen (21%). Sisanya (1%) terdiri atas gas argon, karbondioksida, hidrogen, neon, helium, metana, kripton, xenon, dan gas-gas lain yang jumlahnya sedikit sekali. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi keberadaannya sangat penting.
Gas nitrogen merupakan gas inert, artinya gas yang sangat stabil dan sulit bereaksi. Itulah sebabnya, ketika bernapas, gas nitrogen ikut keluar masuk paru-paru tanpa mengalami perubahan apa-apa. Karena bersifat inert, gas nitrogen sering digunakan dalam ruangan tempat menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak. Selain itu, gas nitrogen juga banyak digunakan untuk mengisi bohlam agar filamen bohlam tidak terbakar. Dalam industri, gas nitrogen banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk, obat-obatan, zat pewarna, dan bahan peledak.
Gas oksigen merupakan gas sangat reaktif, artinya gas yang sangat mudah bereaksi dengan zat lain. Reaksi oksigen dengan zat lain disebut oksidasi. Oksidasi yang berlangsung cepat ditandai dengan timbulnya cahaya dan panas, misalnya pada pembakaran kayu atau minyak. Oksidasi yang berlangsung lambat menimbulkan pelapukan batu-batuan dan perkaratan pada logam. Dalam tubuh kita juga berlangsung oksidasi, yaitu pada saat pembakaran zat-zat makanan. Dalam industri, oksigen banyak digunakan sebagai bahan bakar roket. Dalam hal ini, oksigen yang digunakan industri berbentuk cair. Tumbuh-tumbuhan hijau merupakan produsen oksigen melalui proses fotosintesis.
Karbondioksida dihasilkan oleh pernapasan makhluk hidup, letusan gunung merapi, dan pembakaran bahan bakar minyak. Meskipun jumlahnya hanya sedikit, tetapi keberadaannya sangat penting. Gas karbondioksida diperlukan untuk proses fotosintesis tumbuhan hijau. Selain itu, gas karbondioksida juga berfungsi untuk menjaga suhu permukaan bumi dengan cara sebagai berikut: Energi panas sinar matahari yang dipantulkan oleh bumi ditangkap (diserap) oleh gas karbondioksida sebelum lolos ke angkasa luar.
Dengan demikian, suhu permukaan bumi menjadi stabil. Artinya, perbedaan suhu di permukaan bumi antara siang dan malam hari tidak begitu mencolok. Keadaan seperti itu sama dengan keadaan udara dalam rumah kaca. Oleh karena itu, efek seperti itu disebut efek rumah kaca (green house effect). Namun jika kandungan karbondioksida di udara terlalu banyak, suhu udara akan tinggi. Inilah yang menyebabkan suhu di kota relatif tinggi daripada di desa. Kenaikan suhu udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan pola iklim, misalnya kemarau yang bekepanjangan. Udara yang terlalu banyak mengandung gas karbondioksida dikatakan sebagai udara tercemar.
Categories
Uncategorized

Ciri-ciri Manusia Berdasarkan Usia

(Ringkasan Biologi). Berikut ini akan diuraikan tahap-tahap perkembangan manusia dari masa balita, remaja, dewasa, dan manula:
Masa Balita (0-4 tahun)
Masa balita (bawah lima tahun) merupakan awal masa pertumbuhan di luar rahim. Terjadi pertumbuhan yang sangat cepat. Di dalam rahim, pertukaran gas terjadi melalui plasenta. Di luar rahim, paru-paru mulai berfungsi. Pertukaran gas melalui paru-paru. Di dalam rahim, suhu tubuh konstan (tetap). Di luar rahim, bayi mendapat pengaruh dari suhu lingkungan yang berubah-ubah. Kekebalan tubuh belum berkembang. Karena itu, balita mudah terkena serangan penyakit. Imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh balita.
Masa Kanak-kanak (5-11 tahun)
Masa kanak-kanak adalah lanjutan dari masa balita. Pada masa ini telah diproduksi hormon seks namun masih rendah. Anak-anak mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang cepat, oleh karena itu memerlukan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.
Masa Remaja (12-17 tahun)
Terdapat perbedaan menyolok antara remaja pria dan remaja wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon. Hormon adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar buntu. Hormon beredar di dalam darah guna mempengaruhi fisiologi dan perkembangan tubuh. Teradapat berbagai hormon di dalam tubuh, misalnya hormon pertumbuhan dan hormon seks. Pada masa kanak-kanak, produksi hormon seks rendah. Ketika mencapai remaja di dasar otak dilepaskan hormon yang mempengaruhi pembentukan hormon berikutnya.
Masa Dewasa (18-40 tahun)
Masa dewasa dimulai pada usia 18 tahun. Masa dewasa secara biologis ditandai dengan kesiapan bereproduksi dan secara psikologis memiliki kesiapan dan kematangan mental. Pertumbuhan fisik secara memanjang (bertambah tinggi) masih berlangsung hingga 22 tahun. Biasanya tinggi dan berat badan konstan dan mulai bertambah berat setelah mencapai usia 32 tahun. Kematangan mental pria dicapai setelah usia 25 tahun, sedangkan pada wanita kemantangan mental lebih cepat.

Masa Manula (>40 tahun)
Manula (manusia usia lanjut) dimulai pada usia 40 tahun. Pertumbuhan sel-sel tidak secepat pengausan sel-sel sehingga terjadi kemunduran fungsi organ-organ tubuh. Organ tubuh yang sering mengalami kemunduran adalah mata, telinga, dan pertumbuhan otot. Pada wanita, biasanya estrogen menurun sejak usia 40 tahun. Akibatnya ovulasi menurun dan siklus menstruasi terganggu. Kemampuan bereproduksi menurun dan jika terjadi kehamilan, biasanya beresiko tinggi. Kemampuan seksual mungkin tetap.

Menurunnya produksi estrogen dapat berpengaruh pada bagian tubuh lain. Kekenyalan wajah menurun, terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis). Kekurangan estrogen dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan dari kedelai, misalnya tahu dan tempe. Pada pria, kemampuan menghasilkan sperma terus berlanjut tanpa batas. Walaupun demikian kualitas sperma yang dihasilkan menurun. Bayi yang dihasilkan dari pria manula sering menghasilkan kelainan fisik dan mental.

Categories
Uncategorized

Sistem Jaringan Pada Tumbuhan

(Ringkasan Biologi). Macam-macam jaringan yang terdapat pada tumbuhan antara lain jaringan meristem, jaringan epidermis, jaringan pengangkut, dan jaringan penyokong. Berikut ini penjelasannya:
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem tersusun atas sel-sel yang kecil dan berdinding tipis tanpa rongga sel. Jaringan meristem berfungsi sebagai titik tumbuh tanaman akar dan batang. Pada tumbuhan dikotil, kambium juga merupakan jaringan meristem.
b. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan yang melapisi permukaan organ-organ tumbuhan, misalnya akar, batang, dan daun. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel yang berbentuk pipih dengan permukaan atas dan permukaan bawah sejajar, sedangkan sisinya dapat tersusun tidak beraturan. Fungsi jaringan epidermis adalah melindungi sel-sel yang ada di bawahnya sehingga disebut juga jaringan pelindung (protektif).

c. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas pembuluh kayu (silem) dan pembuluh tapis (floem). Pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dan mineral (unsur hara) dari akar ke daun. Pembuluh kayu terletak pada bagian kayu. Sel-sel yang menyusun jaringan ini terdiri atas beberapa tipe sel, di antaranya berbentuk pembuluh dan trakeid. Pembuluh tapis berfungsi untuk mengalirkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pembuluh tapis terdiri atas beberapa tipe sel, antara lain sel tabung dan sel pengiring. Ujung-ujung dinding sel pembuluh tapis berlubang-lubang.
d. Jaringan Penyokong
Jaringan penyokong pada tumbuhan terdiri atas jaringan kolengkim dan sklerenkim. Sel-sel penyusun jaringan kolenkim berdinding tebal dan menunjang kekuatan bagian tertentu pada tumbuhan, misalnya tangkai daun. Jaringan sklerenkim sel-selnya juga menebal, antara lain terdapat pada batang dan daun tulang, serta pada penutup luar buah atau biji yang keras.
e. Jaringan Tiang dan Jaringan Bunga Karang
Jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang terdapat pada organ daun. Kedua macam jaringan ini fungsinya berhubungan dengan proses fotosintesis. Jaringan tiang lebih banyak mengandung klorofil dibandingkan jaringan bunga karang. Sel-sel penyusun jaringan tiang tersusun rapat di bawah epidermis atas daun, sedangkan sel-sel penyusun bunga karang terletak di bawah jaringan tiang, tidak beraturan, dan banyak terbentuk ruang antar sel.
Categories
Uncategorized

Ringkasan Materi Kalor dan Perpindahan Kalor

(Ringkasan Fisika). Berikut ini ringkasan materi mengenai kalor dan perpindahan kalor:

  • Pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda yaitu kenaikan suhu suatu benda sebanding dengan kalor yang diberikan
  • Perubahan wujud zat ditentukan oleh kalor yang berpindah. Misalnya, perubahan wujud yang memerlukan kalor (Melebur, menguap, menyublin), dan perubahan wujud zat yang melepaskan kalor (Membeku, mengembun, dan Deposisi). 
  • Penguapan adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas. Pada waktu menguap, zat memerlukan kalor. Penguapan dapat dipercepat dengan cara: memanaskan zat cair, memperbesar luas permukaan zat cair, mengalirkan udara kering di atas permukaan zat cair, dan mengurangi tekanan uap dipermukaan zat cair.
  • Kalor adalah energi yang diterima (dilepaskan) oleh sebuah benda sehingga suhu benda tersebut naik atau turun, atau wujudnya berubah.
  • Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan suatu benda untuk menaikkan suhu sebesar 1 derajat C.
C = Q/(T2-T1), atau Q = C.(T2-T1)
  • Kalori didefenisikan sebagai: Satu kalor (kal) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 1 derajat celcius.
  • Kalor jenis suatu zat didefenisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu zat untuk menaikkan suhu 1 kg zat itu sebesar 1 derajat celcius.
c = Q/m (T2-T1), atau Q = mc(T2-T1)
  • Beberapa peralatan yang memanfaatkan sifat kalor, misalnya: mesin pendingin. pressure cooker, otoklaf, ketel uap, roket, dan pesawat antarasiksa. Semua peralatan itu digerakkan oleh kalor yang berasal dari pembakaran bahan bakar.
  • Kalor dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Perpindahan kalor dapat terjadi secara konduksi, konveksi, dan radiasi.
  • Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalr melalui zat tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat itu. Perpindahan kalor secara konduksi terjadi melalui konduktor.
  • Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat yang disertai perpindahan bagian-bagian zat itu. Terjadinya angin darat, angin laut, angin gunung, dan angin lembah merupakan peristiwa konveksi di udara.
  • Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara. Contoh peristiwa aliran kalor secara radaisi misalnya ketika menghangatkan badan di bawah sinar Matahari pagi, di dekat nyala api unggun, dan di dekat nyala api tungku pemanas ruangan.
Categories
Uncategorized

Ringkasan Sejarah Perkembangan Model Atom

(Ringkasan Fisika). Perkembangan model atom menjalani masa yang cukup panjang sebelum sampai ke model yang sekarang ini dipakai sebagai model atom. Tercatat orang Yunani yang pertama kali memberikan penamaan untuk atom, dengan menyebutnya sebagai atomos (tak dapat dibagi). 
Berikut ini ringkasan sejarah perkembangan atom dari masa ke masa:
Model Atom Dalton
  • Atom merupakan bagian zat yang tidak dapat dibagi lagi
  • Atom suatu unsur tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain. Misalnya, atom unsur perak tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain seperti besi. Atom suatu unsur semuanya serupa.
  • Dua buah atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur yang berlainan, dapat bersenyawa membentuk molekul. Misalnya, atom-atom hidrogen dan oksigen, bersenyawa membentuk molekul. Misalnya, atom-atom hidrogen dan oksigen, bersenyawa membentuk molekul air. Jadi, molekul suatu zat dapat dibagi atas atom dan molekul yang masih mempunyai sifat seperti zat asalnya.
  • Atom-atom yang bersenyawa dalam molekul, mempunyai perbandingan tertentu dan jumlah massa keseluruhannya tetap. Jumlah massa sebelum reaksi sama dengan jumlah massa sesudah reaksi.
  • Bila dua macam atom membentuk dua macam senyawa atau lebih, maka atom-atom yang sama dalam kedua senyawa itu mempunyai perbandingan yang sederhana.

Model Atom Thomson

  • Sebuah atom mempunyai muatan-muatan listrik positif yang tersebar merata di seluruh bagian atom
  • Muatan listrik positif ini dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan-muatan listrik positif.

Model Atom Rutherford

  • Muatan listrik positif dan sebagian besar massa atom berkumpul pada suatu titik di tengah-tengah atom yang disebut inti atom.
  • Pada jarak relatif jauh dari inti atom, elektron beredar mengelilingi inti, sama seperti planet-planet beredar mengelilingi Matahari.
  • Jumlah muatan listrik positif pada inti atom, sama besarnya dengan elektron-elektron yang mengelilingi inti, sehingga muatan atom secara keseluruhan netral.

Model Atom Bohr

  • Elektron pada lintasan tertentu mempunyai energi tertentu. Lintasan ini disebut dengan kulit atom
  • Elektron dapat berpindah dari satu orbit ke orbit lain, dengan cara penyerapan atau pelepasan energi.
Categories
Uncategorized

Menghindar Dari Pengaruh Zat Adiktif dan Psikotropika

Penyalahgunaan penggunaan zak adiktif dan psikotropika dapat dihindari baik secara preventif (pencegahan) maupun kuratif (penyembuhan). Berikut penjelasannya:
Secara Preventif (Pencegahan)
Secara preventif, penggunaan zat adiktif dan narkoba dapat dihindari dengan cara sebagai berikut:
  1. Meningkatkan hubungan keharmonisan rumah tangga. Hubungan komunikasi yang baik antaranggota keluarga dapat mengurangi resiko penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif.
  2. Memperbanyak kegiatan yang bermanfaat dan positif
  3. Memilih pergaulan dengan teman yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh bujukan orang lain, termasuk bujukan teman.
  4. Meningkatkan Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Esa

Secara Kuratif (Penyembuhan)

Untuk keadaan darurat, pertolongan pertama terhadap penderitaan yang dialami pemakai zat adiktif dan psikotropika dapat dilakukan. Caranya adalah pemakai dimandikan dengan air hangat, diberi banyak minum, diberi makanan bergizi dalam jumlah sedikit tetapi sering, dan dialihkan perhatiannya dari zat adiktif dan psikotropika. Bila usaha ini tidak berhasil, maka perlu mendapat pertolongan dokter.
Upaya kuratif bagi pemakai zat adiktif dan psikotropika secara lebih rinci dilaksanakan melalui beberapa tahapan berikut:
a. Terapi secara supportif
Terapi dillakukan pada pengguna yang telah mengalami gejala over dosis atau sakaw. Terapi dapat dilakukan dengan resusitasi jantung dan paru-paru.
b. Detoksifikasi
Terapi dengan cara detoksifikasi (menghilangkan racun di dalam daerah) dapat dilakukan secara medis dan nonmedis. Secara medis, terapi detoksifikasi dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang pertama dengan melakukan pengurangan dosis secara bertahap dan mengurangi tingkat ketergantungan. Cara kedua dengan menggunakan antagonis morfin, yaitu senyawa yang dapat mempercepat proses neuroregulasi (pengaturan kerja saraf. Cara yang ketiga dengan melakukan penghentian total pemakaian obat. Cara ini akan menimbulkan gejala putus obat (sakaw), sehingga pada cara ini perlu diberi terapi untuk menghilangkan gejala-gejala yang timbul.
 
c. Rehabilitasi
Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif), tubuh pemakai secara fisik memang tidak ketagihan lagi, terapi secara psikis biasanya sering timbul keinginan terhadap zat adiktif dan psikotropika yang dulunya ia konsumsi yang terus membuntuti alam pikiran dan perasaannya. Untuk itu, setelah detoksifikasi, pemakai perlu juga diproteksi dengan lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu.
Categories
Uncategorized

Ringkasan Struktur Anatomi Daun

(Ringkasan Biologi). Struktur anatomi daun terdiri atas epidermis, mesofil, dan berkas pembuluh. Berikut ini penjelasannya:
a. Epidermis
Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah, umumnya terdiri atas selapis sel yang dinding selnya mengalami penebalan kutikula. Ada pula epidermis daun yang terdiri atas beberapa lapis sel, misalnya pada tanaman Ficus, Nerium, dan Piper. Pada epidermis terdapat celah atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Celah atau pori itu disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun. Stomata berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.
b. Mesofil
Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (palisade) dan bunga karang (spons); sedangkan pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak berdifensiasi dan bentuknya seragam, sehingga tidak dapat dibedakan antara jaringan palisade atau bunga karang. Jaringan palisade tersusun atas sel-sel palisade berbentuk silindris panjang dan rapat seperti tiang. Pada sel-sel palisade, terdapat banyak kloroplas yang mengandung klorofil. Di jaringan palisade inilah, terjadi fotosintesis. Di bawah jaringan palisade terdapat jaringan bunga karang. Jaringan bunga karang tersusun atas sel-sel yang tak teratur, berdinding tipis, dan ruang antarselnya besar, sehingga pertukaran dan penyimpanan gas dapat terjadi dengan mudah.
c. Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terdapat di antara jaringan bunga karang. Berkas pengangkut pada daun membentuk tulang daun. Tumbuhan dikotil mempunyai satu tulang daun dan bercabang-cabang membentuk jala; sedangkan pada tumbuhan monokotil, tulang daun sejajar dengan sumbu daun. Fungsi daun adalah untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah dan mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.
Categories
Uncategorized

Ringkasan Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

(Ringkasan Biologi). Berikut ringkasan materi Biologi mengenai Pertumbuhan dan Perkambangan Makhluk Hidup:
  • Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya makhluk hidup.
  • Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan yang ditandai dengan terspesialisasinya sel-sel yang menjadi struktur dan fungsi tertentu.
  • Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot. Satu sel zigot akan tumbuh menjadi embrio.. Embrio akan berdiferensiasi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ. Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akan dilahirkan sebagai bayi, sampai kemudian menjadi hewan dewasa.
  • Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami hewan mulai dari embrio sampai dewasa. Ada dua metamorfosis, yaitu: Metamorfosis sempurna (Telur – larva – pupa – dewasa), dan metamorfosis tidak sempurna (Telur – nimfa – dewasa)
  • Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan makanan. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh selaput biji. Di bawah titik pelekatan embrio dan kotiledon, terdapat sumbu embrionik yang disebut hipokotil. Di bawah hipokotil, terdapat radikula yang merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik di atas kotiledon adalah epikotil. Pada ujungnya terdapat plumula yang
    merupakan bakal daun.
  • Ada dua tipe perkecambahan, yaitu epigcal dan hipogcal. Epigcal merupakan tipe perkecambahan yang disebabkan oleh aktivitas hipokotil. Hipogcal merupakan tipe perkecembahan yang disebabkan oleh aktivitas epikotil.
  • Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan (metagenesis). Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit. Gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet haploid. Sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan spora. Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot. Zigot berkembang menjadi sporofit diploid. Pembelahan sporofit menghasilkan spora yang menghasilkan generasi gametofit berikutnya.
  • Setelah terjadi pembuahan zigot akan bermigrasi ke uterus. Di dalam uterus, zigot akan tumbuh menjadi embrio dan kemudian janin. Setelah dilahirkan, bayi akan terus tumbuh menjadi anak dan remaja. Pada masa remaja, terjadi pertumbuhan sekunder dan pematangan organ kelamin manusia.
Categories
Uncategorized

Bersuci dari Hadast dan Najis

(Belajar Fiqh). Dalam hukum Islam, soal bersuci dan segala seluk-beluknya termasuk bagian ilmu dan amalan penting; terutama karena di antara syarat-syarat shalat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan mengerjakan shalat, wajib suci dari hadast dan suci pula badan, pakaian, dan tempatnya dari najis. Hal ini sesuai dengan seruan Allah SWT: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan Ia mencintai orang-orang suci (bersih, baik dari kotoran jasmani ataupun kotoran rohani)” (Al-Baqarah: 222).
Urusan bersuci meliputi beberapa perkara, seperti:
  • Alat bersuci, seperti air, tanah, dan sebagainya
  • Kaifiat (cara) bersuci
  • Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan
  • Benda yang wajib disucikan
  • Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci
Bersuci terdiri dari dua bagian, yaitu:
  1. Bersuci dari hadast. Bagian ini terkait dengan badan; seperti mandi, mengambil air untuk shalat (berwudhu) dan tayammum.
  2. Bersuci dari najis. Bagian ini berlaku pada badan, pakaian, dan tempat.
Jenis-jenis air dan pembagiannya:
  1. Air yang suci dan menyucikan. Air yang demikian boleh diminum dan sah dipakai untuk menyucikan (membersihkan) benda yang lain. Yaitu air yang jatuh dari langit atau terbit dari bumi dan masih tetap (belum berubah) keadaannya, seperti air hujan, air laut, air sumur, air es yang sudah hancur kembali, air embun, dan air yang keluar dari mata air.
  2. Air suci tetapi tidak menyucikan. Berarti zatnya suci tetapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesuatu. Seperti; air yang telah berubah salah satu sifatnya karena tercampur dengan suatu zat, misalnya air kopi, teh, dan sebagainya.
  3. Air yang bernajis. Yaitu air yang sudah berubah salah satu sifatnya sebab terkena najis.
  4. Air yang makruh dipakai. Yaitu terjemur pada matahari dalam bejana selain emas atau perak, air ini makruh dipakai untuk badan. Terkecuali air yang terjemur ditanah seperti air sawah, air kolam, dan tempat-tempat yang bukan bejana yang mungkin berkarat.